Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran PBL–STEM terhadap Kemampuan Literasi Matematis pada Materi Statistika Nendi Alfiyatul Mukarromah; Wahyu Lestari; Athar Zaif Zairozie
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/5xzz7533

Abstract

Abstrak Penelitian tersebut bertujuan untuk meneliti pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning terintegrasi STEM (PBL-STEM) pada kemampuan literasi matematis siswa pada materi statistika kelas VII di SMPN 1 Pajarakan. Studi tersebut menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian mencakup dua kelas, yakni kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran PBL-STEM serta kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Cara pengumpulan data meliputi tes, observasi, serta dokumentasi, yang kemudian diolah dan dianalisis melalui pengujian normalitas, homogenitas, perhitungan N-Gain, dan uji Independent Sample t-test. Hasil riset menunjukkan munculnya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan skor signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai mean posttest kelompok perlakuan lebih besar daripada kelompok pembanding, disertai peningkatan yang lebih baik. Maka, pendekatan PBL-STEM terbukti berhasil mengembangkan kemampuan literasi matematis siswa secara secara lebih optimal dan kontekstual. Kata kunci: PBL-STEM, literasi matematis, statistika, quasi experiment, pembelajaran matematika Abstract The study aims to investigate the effect of implementing a Problem-Based Learning model integrated with STEM (PBL–STEM) on students’ mathematical literacy skills in statistics for Grade VII students at SMPN 1 Pajarakan. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design in the form of a Pretest–Posttest Nonequivalent Control Group Design. The research subjects consist of two classes, namely an experimental class that received PBL–STEM instruction and a control class that was taught using conventional methods. Data collection techniques include tests, observations, and documentation, which are then processed and analyzed using normality tests, homogeneity tests, N-Gain calculations, and the Independent Sample t-test. The findings show a significant difference between the two groups, with a significance value of 0.000 < 0.05. The mean posttest score of the experimental group is higher than that of the control group, along with a greater improvement. Therefore, the PBL–STEM approach is proven to effectively enhance students’ mathematical literacy skills in a more optimal and contextual way. Keywords: PBL–STEM, mathematical literacy, statistics, quasi-experiment, mathematics learning
Pengaruh Pembelajaran Inquiri-STEM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Bangun Ruang Nikmatul Maulana; Wahyu Lestari; Athar Zaif Zairozie
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/p99yr471

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dan menilai efektivitas penerapan model pembelajaran inquiry – STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bangun ruang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok berjumlah 25 siswa sehingga total sampel penelitian sebanyak 50 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest pada kelompok eksperimen sebesar 54,52, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 53,56. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif setara. Setelah perlakuan yang diberikan, rata-rata skor posttest pada kelompok eksperimen meningkat menjadi 87,28, sedangkan kelompok kontrol mencapai 72,20. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t (independent sampel t test) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran inquiry – STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, nilai N-Gain pada kelompok eksperimen sebesar 0,72 berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry–STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: inquiry–STEM, berpikir kritis, bangun ruang Abstract This study aims to examine the impact and evaluate the effectiveness of implementing the inquiry-based STEM learning model on students’ critical thinking skills in the context of three-dimensional shapes. This study employs a quantitative approach using a nonequivalent control group design. The research subjects consisted of two groups: an experimental group and a control group. Each group comprised 25 students, resulting in a total sample size of 50 students. Data collection was conducted using a critical thinking skills test administered as a pretest and posttest. The results showed that the average pretest score for the experimental group was 54.52, while that of the control group was 53.56. These results indicate that the initial abilities of both groups were relatively comparable. After the intervention, the average posttest score in the experimental group increased to 87.28, while the control group reached 72.20. The results of the hypothesis test using the t-test (independent samples t-test) showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect of the inquiry–STEM learning model on students’ critical thinking skills. Furthermore, the N-Gain value in the experimental group of 0.72 falls into the high category. These results indicate that the inquiry–STEM learning model is effective in enhancing students’ critical thinking skills Keywords: inquiry–STEM, critical thinking, three-dimensional shapes
PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN PjBL-STEM PADA MATERI UNTUNG-RUGI MELALUI PROYEK PEMBUATAN KOMPOS ALAMI Fajar Rizqo Maulana; Wahyu Lestari; Athar Zaif Zairozie
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10940

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving ability among junior high school students in contextual topics such as profit and loss remains low because learning practices have not fully connected mathematical concepts with real-life situations, and the implementation of STEM integrated Project Based Learning (PjBL-STEM) is still limited. This study aims to describe students’ profiles of mathematical problem-solving abilities through STEM integrated Project Based Learning (PjBL-STEM) on profit and loss material through a natural compost making project. This study employed a qualitative approach using a case study design. The research subjects were students of class VIII B at SMP Negeri 1 Gading, who were purposively selected and grouped into three ability categories: high, medium, and low. Data were collected through problem-solving skill tests, observations, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the interactive model of Matthew B. Miles and A. Michael Huberman, which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing, referring to George Polya’s problem-solving steps. The results showed that students’ mathematical problem-solving abilities were categorized into high (15.38%), medium (57.69%), and low (26.92%), with the majority of students in the medium category. The implementation of PjBL-STEM provided meaningful learning experiences; however, students’ problem-solving abilities still varied across categories. The implementation of PjBL-STEM through the natural compost making project offered significant and relevant learning experiences, although students’ problem-solving skills had not yet developed evenly. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi kontekstual seperti untung-rugi masih rendah karena pembelajaran belum sepenuhnya mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata dan penerapan PjBL-STEM masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM (PjBL-STEM) pada materi untung-rugi melalui proyek pembuatan kompos alami. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B di SMP Negeri 1 Gading yang dipilih secara sengaja dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori kemampuan: tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes keterampilan pemecahan masalah, pengamatan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaktif dari Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang mencakup reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan, merujuk pada langkah-langkah pemecahan masalah menurut George Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terbagi dalam kategori tinggi (15,38%), sedang (57,69%), dan rendah (26,92%), dengan mayoritas siswa berada pada kategori sedang. Implementasi PjBL-STEM memberikan pengalaman belajar yang bermakna, namun kemampuan pemecahan masalah siswa masih menunjukkan variasi pada setiap kategori. Implementasi PjBL-STEM melalui proyek pembuatan kompos alami memberikan pengalaman belajar yang signifikan dan relevan, namun keterampilan pemecahan masalah siswa masih belum berkembang secara merata.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP PADA MODEL PEMBELAJARAN PBL-STEM MATERI STATISTIKA Dhira Nur Agustin; Wahyu Lestari; Athar Zaif Zairozie
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11494

Abstract

Students’ low mathematical literacy skills in solving contextual problems call for innovative learning models that can connect mathematical concepts to real-life situations. The purpose of this study is to analyze the profile of students’ mathematical literacy skills in solving statistics problems through the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with the Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach. The study used a qualitative descriptive method involving 32 eighth-grade students from Class VIII B at SMP Negeri 1 Pajarakan. From this group, three students were selected as the main subjects based on high, moderate, and low ability categories. Data collection was conducted through observation, testing, interviews, and documentation. The test instrument consisted of five essay questions designed based on mathematical literacy indicators to assess the consistency of students’ responses. Data analysis was based on the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed differences in students’ mathematical literacy profiles across each ability category when solving statistics problems. These findings indicate that students’ mathematical literacy abilities still vary and require development through contextual and meaningful learning. ABSTRAK Kemampuan literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan persoalan kontekstual pada materi statistika masih rendah, karena pembelajaran belum sepenuhnya mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata. Berbagai penelitian telah mengkaji peningkatan literasi matematis melalui berbagai model pembelajaran, namun penelitian yang mendeskripsikan profil kemampuan literasi matematis siswa pada pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kemampuan literasi matematis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil kemampuan literasi matematis siswa dalam memecahkan soal statistika melalui model PBL terintegrasi STEM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Pajarakan. Dari jumlah tersebut, dipilih tiga siswa sebagai subjek utama berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes terdiri atas lima soal esai yang disusun berdasarkan indikator literasi matematis untuk menilai konsistensi jawaban siswa. Analisis data didasarkan pada model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan profil kemampuan literasi matematis siswa pada setiap kategori kemampuan dalam menyelesaikan soal statistika. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan literasi matematis siswa masih bervariasi dan memerlukan pengembangan melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.