Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Strategi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Bambu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Nani Junaeni; Abubakar Abubakar
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4747

Abstract

Di Pulau Lombok terdapat sentra-sentra kerajinan anyaman bamboo dengan potensi produksi yang tinggi, tetapi belum dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui strategi dalam pengembangan kerajinan anyaman bambu di Pulau Lombok baik pada aras pengrajin maupun pada aras pengambil kebijakan. Penelitian ini dilakukan di Pulau Lombok dengan lokasi di seluruh kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Lombok Timur. Metode penelitan menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan stakeholders dari dinas instansi terkait dan pelaku usaha, serta wawancara terstruktur dengan pengrajin anyaman bambu terpilih pada lokasi penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis SWOT (Strength, Weaknesess Opportunities dan Treath). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: strategi pada tingkat pengrajin berturut-turut adalah: (1) meningkatkan kerjasama antara stakeholders terkait baik pengepul mapun pengusaha untuk pengembangan produk agar dapat bersaing di pasar, (2) meningkatkan kemampuan SDM dengan mengikuti pelatihan dari dinas instansi terkait, dan (3) memperkuat organisasi kelompok pengrajin. Sedangkan strategi pada tingkat pengambil kebijakan berturut-turut adalah: (1) mengembangkan infrastruktur, (2) mempermudah perijinan, (3) menerapkan kebijakan pemerintah pusat melalui peraturan yang dapat dipedomani oleh pemerintah daerah, (4) memfasilitasi pelatihan keterampilan pengrajin, (5) memperluas akses informasi, (6) mengundang investor baru, (7) memperluas akses pasar, dan (8) memperbesar kredit untuk investasi.
Analysis of Plant Productivity, Farmer Income and Availability of Supporting Infrastructure on Soybean Agribusiness Institutional Performance in East Java Iwan Harsono; Luluk Fadliyanti; Baiq Saripta Wiji Mulawiani; Abdullah Usman; Abubakar Abubakar
West Science Agro Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Agro
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsa.v2i01.661

Abstract

This research investigates the dynamics of soybean agribusiness in East Java through the lens of crop productivity, farmer income, supporting infrastructure, and institutional performance. A sample of 150 participants representing diverse scales of farming and geographic regions was surveyed to gather insights. Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) was employed to analyze the relationships among variables. The study confirmed positive and significant associations between crop productivity and farmer income, supporting infrastructure and crop productivity, and supporting infrastructure and institutional performance. Discriminant validity was established, and model fit indices indicated the reliability of the proposed structural model. Hypothesis testing further validated the impact of the availability of supporting infrastructure, farmer income, and plant productivity on institutional performance. The findings offer practical insights for policymakers, farmers, and stakeholders to optimize soybean agribusiness in East Java.
Analysis of Added Value and Business Feasibility of Sago Tempe Chips Home Industry Andini Afifah; Abubakar Abubakar; Muhamad Rom Ali Fikri
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i1.4712

Abstract

Purpose: This study aims to examine the added value and feasibility of the home industry producing tempeh sago chips in Bekasi. Methodology: The research employs both quantitative and qualitative descriptive methods to analyze the data. Results: The results indicate that the main reason for establishing the home industry of tempeh sago chips in Bekasi is to increase household income and create job opportunities for local residents. The added value obtained is an average of IDR 8,781.51/kg with an added value ratio of 19%, indicating a moderate level as it falls between 15% and 40%. The R/C Ratio is 1.53, where an R/C Ratio ≥ 1 is considered favorable. The Break-Even Point (BEP) for revenue is IDR 306,105.84, the BEP for production is 4.91 kg, and the BEP for price is IDR 40,817/kg. Findings: The study finds that the home industry of tempeh sago chips in Bekasi is viable and profitable, despite facing challenges such as the lack of bookkeeping practices. Novelty: This research provides new insights into the economic value addition and business feasibility of tempeh sago chips, highlighting the importance of proper financial management. Originality: The study presents a detailed analysis of the feasibility and value addition of tempeh sago chips, contributing to the understanding of small-scale food industries in Bekasi. Conclusions: The home industry of tempeh sago chips in Bekasi is feasible and profitable, making it a sustainable business venture. Type of Paper: Empirical Research Article
Development Strategy of Kebun Jagung Yoyo as a Tourism Object in Tarumajaya District of Bekasi Regency Puspa Danita; Abubakar Abubakar; I Putu Eka Wijaya
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v10i2.4853

Abstract

This research aims to identify internal and external factors, analyze what strategies can be implemented and what strategies are recommended in an effort to develop Yoyo Corn Garden as a tourist attraction. Research was conducted at the Yoyo Corn Garden natural tourist attraction in Tarumajaya District, Bekasi Regency. The problem that occurs is that the number of visitors continues to decline every week. The decrease in the number of visitors was caused by a lack of promotion, facilities and management knowledge to manage the business which was not yet optimal. The method used in this research is SWOT analysis using the IFAS, EFAS matrices and the grand strategy matrix. In every environmental analysis there are several factors in it, namely strengths, weaknesses, opportunities and threats. The results of this research in the SWOT analysis obtained 9 alternative strategies that can be used. The results of calculating the total score on the IFAS matrix are 1.50 and the total score on the EFAS matrix is ​​1.29, this shows that the opportunities and strengths that are owned can overcome weaknesses and threats well. The position of Yoyo Corn Plantation in the grand strategy matrix is ​​in quadrant I (one), so the strategy that will be recommended to be implemented is an aggressive strategy using the SO (strength - opportunity) strategy by utilizing internal strengths to maximize existing opportunities in an effort to develop Yoyo Corn Plantation as an object. tour.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERUPUK SALAK PT. SALAKU CARA ENAK MAKAN SALAK DI KOTA BEKASI Siti Annisa Adjanasari; Abubakar Abubakar; Ekalia Yusiana
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13007

Abstract

PT. Salaku Cara Enak Makan Salak adalah brand lokal yang fokus dan konsisten mengolah salak sejak tahun 2016. Pelopor olahan serba salak pertama yang berbasis zero waste dengan varian terlengkap. PT. Salaku Cara Enak Makan Salak mengolah salak menjadi aneka makanan dan minuman kemasan yang mengutamakan rasa yang enak dan komposisi bahan baku terbaik. Tujuan penelitian ini untuk: (1) menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha Kerupuk Salak pada PT. Salaku Cara Enak Makan Salak, (2) menganalisis alternatif strategi pengembangan usaha Kerupuk Salak yang dapat diterapkan pada PT. Salaku Cara Enak Makan Salak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yaitu metode kuantitatif dan kualitatif.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 13 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 8 rumusan alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh PT. Salaku Cara Enak Makan Salak diperoleh berdasarkan hasil analisis SWOT.
Tingkat Partisipasi Anggota KWT Mawar dalam Program Harum Madu di Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut Rivianty Putri Nur Af'idah; Abubakar Abubakar; Bayu Budiandrian
Journal of Integrated Agribusiness Vol 6 No 2 (2024): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v6i2.5278

Abstract

Program Halaman Rumah Masyarakat Terpadu (Harum Madu) merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Garut untuk menjamin ketersediaan pangan mandiri di tingkat rumah tangga. Berdasarkan data BPS (2023), lahan pertanian di Kecamatan Kadungora sangat terbatas, sehingga program Harum Madu dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik responden dan tingkat partisipasi anggota KWT Mawar dalam program Harum Madu. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan sampel secara sensus terhadap seluruh 40 anggota KWT Mawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anggota KWT Mawar berusia 34-44 tahun, berpendidikan terakhir tingkat SD, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki 1-3 tanggungan keluarga, dan tingkat pendapatan rumah tangga rata-rata sebesar Rp.1.500.000-Rp.2.000.000. Tingkat partisipasi anggota KWT Mawar dalam program Harum Madu tergolong sedang dengan skor 1485. Partisipasi dalam pengambilan keputusan termasuk kategori sedang, sementara partisipasi dalam pelaksanaan dan pemanfaatan hasil tergolong tinggi. Adapun partisipasi dalam evaluasi berada pada kategori sedang.