Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Framing Pemberitaan Khilafatul Muslimin Tentang Ideologi Bernegara Yudha Saputra; Muslimin Muslimin; Lilis Sukmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7266

Abstract

Penelitian ini mengkaji framing media daring nasional terhadap pemberitaan Khilafatul Muslimin dalam konteks ideologi bernegara di Indonesia. Kemunculan kelompok ini memicu perdebatan publik karena ideologi khilafah yang diusung kerap dipersepsikan bertentangan dengan Pancasila. Media massa berperan penting dalam membentuk pemahaman publik melalui proses framing. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan framing pemberitaan Khilafatul Muslimin pada Kompas.com dan Republika.co.id menggunakan model framing Robert N. Entman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan berita yang terbit pada Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai Khilafatul Muslimin sebagai ancaman terhadap Pancasila, stabilitas nasional, dan keamanan negara dengan penekanan pada penegakan hukum dan risiko radikalisme. Sementara itu, Republika.co.id menampilkan framing yang lebih moderat dengan menempatkan isu khilafah dalam konteks keagamaan dan sosial serta menekankan pendekatan dialogis dan deradikalisasi. Perbedaan framing ini mencerminkan orientasi editorial media dan menunjukkan bahwa pemberitaan turut membangun makna serta realitas sosial
Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual I Wayan Agus Suwartana: Perbandingan Pada Detik.com Dan Tribunnews.com Erlangga Erlangga; Nuraida Nuraida; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7481

Abstract

Pemberitaan kasus pelecehan seksual di media daring memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap suatu peristiwa hukum. Media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membingkai realitas melalui pemilihan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan framing pemberitaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suwartama pada media Detik.com dan Tribunnews.com. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Objek penelitian berupa 12 berita, masing-masing enam berita dari Detik.com dan enam berita dari Tribunnews.com yang dipublikasikan pada Januari 2025. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com cenderung membingkai pemberitaan dengan penekanan pada aspek kronologi peristiwa dan proses hukum, serta menampilkan narasumber dari aparat penegak hukum. Sementara itu, Tribunnews.com lebih menonjolkan aspek emosional, kondisi psikologis tersangka, dan dampak sosial kasus melalui penggunaan judul yang lebih dramatik dan diksi yang emosional. Perbedaan framing tersebut dipengaruhi oleh karakteristik redaksional masing-masing media. Kesimpulannya, perbedaan cara media membingkai berita berpotensi memengaruhi cara masyarakat memahami dan menilai kasus pelecehan seksual.
Analisis Opini Publik Terhadap Rating Tayangan 21+ Pada Edukasi Seksual, Kekerasan Dan Konten Sensitif Pada Masyarakat Kota Palembang Puspita Shabrina; Fifi Hasmawati; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini publik masyarakat Kota Palembang terhadap tayangan televisi ber-rating 21+, khususnya yang mengandung edukasi seksual, kekerasan, dan konten sensitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam mengonsumsi tayangan ber-rating 21+. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memahami rating 21+ sebagai bentuk pembatasan usia sekaligus peringatan terhadap konten sensitif. Rating dipersepsikan sebagai mekanisme proteksi psikologis bagi anak dan remaja, terutama dari paparan kekerasan dan seksual yang berpotensi memengaruhi perilaku. Namun, bagi penonton dewasa, rating 21+ juga dimaknai sebagai legitimasi untuk mengakses tayangan tertentu, meskipun tetap disertai pertimbangan kesiapan mental pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem rating usia tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh tingkat literasi media dan kesadaran individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem rating 21+ memiliki fungsi sosial yang kompleks sebagai alat pembatas, panduan, dan kontrol simbolik dalam konsumsi media televisi. Oleh karena itu, penguatan literasi media masyarakat menjadi aspek penting untuk meningkatkan efektivitas klasifikasi usia dalam melindungi kelompok rentan.
Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Laut Tengah ( Semiotika Roland Barthes ) Ulfah Rahmawaty; Hamidah Hamidah; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8465

Abstract

Film ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pesan dakwah dalam film “Laut Tengah” dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini sebagai media komunikasi massa yang memiliki kekuatan visual dan simbolik yang mampu menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara persuasif dan menyentuh emosi penonton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, scene, serta simbol-simbol yang terdapat dalam film. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan makna menurut Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, untuk mengungkap makna tersirat dari pesan dakwah yang disampaikan. Dengan data yang dikumpulkan kemudian di analisis menggunakan analisis pendukung yaitu komunikasi islam Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Laut Tengah mengandung pesan dakwah yang mencakup aspek Aqidah, Syariah, dan Akhlak. Pesan aqidah tergambar melalui sikap tawakal dan keimanan kepada takdir Allah SWT. Pesan syariah tercermin dalam praktik ibadah dan kepatuhan terhadap aturan Islam, sedangkan pesan akhlak terlihat melalui nilai kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Laut Tengah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara kontekstual di era modern.