Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BERKELANJUTAN DALAM SISTEM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Irsal, Irsal
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v5i2.5814

Abstract

Abstract: Sustainable development and its basics. To create a development plan that relies on the concept of sustainable development, you must know what is needed, as well as what components and tools are needed to build sustainably. Economic, social and environmental sustainability are the pillars of sustainable development that must develop in a balanced manner. Otherwise, development will be trapped in a conventional development model that only emphasizes economic growth and ignores environmental and social development. In addition, for successful sustainable development, social capital is needed which is able to maintain good cooperation between vertical and horizontal government institutions. In addition, the government, private sector and society must work together to create environmentally sound development plans and policies by utilizing a multi-stakeholder approach from these three groups. Keywords: Planning, Sustainable Development, National Development. Abstrak: Pembangunan berkelanjutan dan dasar-dasarnya. Untuk membuat perencanaan pembangunan yang bergantung pada konsep pembangunan berkelanjutan, Anda harus tahu apa yang diperlukan, serta komponen dan alat apa saja yang diperlukan untuk membangun secara berkelanjutan. Berkelanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah pilar-pilar pembangunan berkelanjutan yang harus berkembang secara seimbang. Jika tidak, pembangunan akan terjebak pada model pembangunan konvensional yang hanya menekankan pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan perkembangan lingkungan dan sosial. Selain itu, untuk pembangunan berkelanjutan yang berhasil, diperlukan modal sosial yang mampu menjaga kerja sama yang baik di antara lembaga pemerintahan vertikal dan horisontal. Selain itu, pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat harus bekerja sama untuk membuat rencana dan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan pendekatan multi pihak dari ketiga kelompok tersebut. Kata Kunci: Perencanaan, Pembangunan Bekelanjutan, Pembanguan Nasional.
Peranan Guru Pendidikan Islam dalam Membina Akhlakul Karimah Pada Anak Rambe, Mirza Syadat; Ridho, Raja Rahmad; Ramadhan, Risky Fajar; Majid, Dzul Ananda Rizqon Al; Irsal, Irsal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36632

Abstract

Pendidik adalah bagian yang penting dan tidak bisa diabaikan dalam proses belajar mengajar, karena peran guru memengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam sistem pendidikan harus ada guru yang memiliki kualifikasi yang memadai. Artinya, selain menguasai materi pelajaran dan metode mengajar, seorang guru juga harus memahami dasar-dasar pendidikan. Pengetahuan tentang dasar-dasar pendidikan ini sangat penting bagi seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, karena merupakan cara untuk mendorong dan menginspirasi siswa dalam belajar. Meskipun seorang guru mungkin sangat piawai dalam materi pelajaran, jika tidak didukung dengan pemahaman mengenai faktor-faktor didaktis, maka hal tersebut bisa menghambat kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Namun, pengalaman belajar seorang guru bisa membuatnya lebih mudah dalam menyampaikan materi pelajaran dengan metode yang tepat dan sesuai.
Pemberi Harapan Palsu (PHP) dalam Perspektif Filsafat Islam Irsal, Irsal
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.11182

Abstract

Abstracts : The phenomenon of False Hope Giving (PHP) is a form of social relationship deviation that is increasingly prevalent in modern society, particularly among the younger generation. PHP occurs when someone gives hope or promises of a commitment, such as marriage, but has no genuine intention of fulfilling it. This action often has serious psychological and social impacts on the victim, such as disappointment, trauma, and material loss. This study aims to analyze the phenomenon of PHP from the perspective of Islamic Legal Philosophy, using a qualitative-descriptive approach through literature review. The results show that Islam, as a religion that upholds the values of honesty, trustworthiness, and loyalty, views PHP as a reprehensible form of broken promises. Various verses of the Quran and Hadith explain that keeping promises is a characteristic of a believer, while breaking them is a characteristic of a hypocrite. Therefore, a comprehensive approach is needed to prevent and address this phenomenon, through early character education, contextual preaching, and just and civilized law enforcement. Islam exists not only as a normative system, but also as a moral and social solution to address interpersonal relationship problems that undermine human dignity and integrity.Keywords: Islamic  Philosophy, Giver of False Hope. Abstrak : Fenomena Pemberi Harapan Palsu (PHP) merupakan salah satu bentuk penyimpangan relasi sosial yang semakin marak dalam masyarakat modern, khususnya di kalangan generasi muda. PHP terjadi ketika seseorang memberikan harapan atau janji akan sebuah komitmen, seperti pernikahan, namun tidak memiliki niat sungguh-sungguh untuk merealisasikannya. Tindakan ini sering kali menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang serius bagi korban, seperti kekecewaan, trauma, hingga kerugian materil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena PHP dalam perspektif Filsafat Hukum Islam, dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, amanah, dan kesetiaan, memandang tindakan PHP sebagai bentuk pengingkaran janji yang tercela. Dalam berbagai ayat Al-Qur‘an dan hadis, dijelaskan bahwa menepati janji adalah salah satu ciri orang beriman, sementara mengingkarinya merupakan ciri dari orang munafik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dalam mencegah dan menanggulangi fenomena ini, melalui pendidikan karakter sejak dini, dakwah yang kontekstual, serta penegakan hukum yang adil dan berkeadaban. Islam tidak hanya hadir sebagai sistem normatif, tetapi juga sebagai solusi moral dan sosial dalam menghadapi problematika relasi interpersonal yang merusak martabat dan integritas umat manusia.Kata Kunci: Filsafat  Islam, Pemberi Harapan Palsu.