Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Guru Wali Kelas SMAN 1 Sugihwaras dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Mira Rahmadhani; Isa Anshori
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3558

Abstract

Perilaku menyimpang siswa merupakan tantangan yang dihadapi sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan guru wali kelas SMAN 1 Sugihwaras dalam mengatasi perilaku menyimpang siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap guru wali kelas SMAN 1 Sugihwaras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi, Pendekatan Personal Strategi utama, Sistem Penanganan Berjenjang, sanski edukatif, Kolaborasi dengan Berbagai Pihak . Faktor pendukung keberhasilan strategi adalah komunikasi yang baik antara guru dan siswa, dukungan manajemen sekolah, serta partisipasi orang tua. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu guru, pengaruh lingkungan pergaulan siswa, dan minimnya kesadaran sebagian orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru wali kelas sangat strategis dalam mengatasi perilaku menyimpang siswa melalui pendekatan yang holistik dan kolaboratif.
Strategi Rumah Tangga Berpendapatan Rendah Menghadapi Kenaikan Harga Pangan Pokok di Desa Sumorame Kabupaten Sidoarjo Musta, Muhammad Fawaidul Musta'in; Isa Anshori
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Masyarakat dan Desa
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v6i2.776

Abstract

Kenaikan harga pangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang terus menanjak dan semakin menekan kemampuan beli rumah tangga berpendapatan rendah di Indonesia. Data inflasi pangan 2024–2025 memperlihatkan bahwa kenaikan harga pada komoditas pokok, terutama beras, gula, dan telur menjadi pemicu utama inflasi, terutama di kawasan pedesaan yang sangat bergantung pada dinamika pasar lokal. Situasi ini membuat rumah tangga miskin berada dalam posisi rentan karena sebagian besar pendapatan mereka tersedot untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana rumah tangga berpendapatan rendah di Desa Sumorame, Kabupaten Sidoarjo, merespons tekanan kenaikan harga pangan pokok. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan penelusuran dokumentasi guna menangkap pengalaman hidup serta pola adaptasi yang dijalankan keluarga. Temuan penelitian menunjukkan adanya tiga pola strategi utama: strategi konsumsi, strategi pendapatan, dan strategi sosial. Pada strategi konsumsi, rumah tangga cenderung mengurangi porsi makan atau mengganti menu dengan bahan pangan yang lebih murah. Pada ranah pendapatan, banyak keluarga menambah pekerjaan sampingan atau menjalankan usaha berskala kecil untuk menutup kekurangan biaya hidup. Sementara itu, strategi sosial tercermin dari kuatnya solidaritas komunitas desa, seperti praktik pinjaman informal, gotong royong, dan dukungan keluarga. Keseluruhan temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan rumah tangga miskin dibangun melalui perpaduan antara upaya ekonomi dan pemanfaatan modal sosial masyarakat. Kata Kunci: Strategi Rumah Tangga, Kenaikan Harga Pangan, Modal Sosial, Strategi Penanggulangan
Makna Gadget Dalam Kehidupan Sosial Di Keluarga Muhammad Hafidz Alzavier Agda; Isa Anshori
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.3045

Abstract

Penelitian ini menyoroti fenomena penggunaan gadget dalam keluarga modern serta konsekuensinya bagi pola interaksi sosial di dalam rumah. Tujuan utamanya adalah untuk menggambarkan bagaimana anggota keluarga memaknai penggunaan gadget dan mengidentifikasi perubahan dinamika sosial yang muncul sebagai akibatnya. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam terhadap enam anggota keluarga dari beberapa rumah tangga berbeda (misalnya Ayah, Ibu, dan dua anak pada dua keluarga) untuk memperoleh pemahaman langsung tentang pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan awal Ini memperlihatkan bahwa gadget dipandang sebagai sarana penting untuk komunikasi praktis dan kebutuhan pekerjaan (bermakna secara instrumental), namun penggunaannya juga memunculkan gejala seperti “phubbing” (mengabaikan lawan bicara karena fokus pada ponsel) dan berkurangnya waktu interaksi tatap muka. Kondisi ini menimbulkan jarak emosional meskipun anggota keluarga berada dalam satu ruang fisik. Analisis teoritis mengaitkan Hasil temuan tersebut dengan teori tindakan sosial Max Weber membandingkan rasionalitas instrumental dan rasionalitas nilai dalam praktik penggunaan gadget serta konsep fenomenologi dunia kehidupan Alfred Schutz untuk menjelaskan bagaimana teknologi membentuk kembali relasi intersubjektif dalam keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna penggunaan gadget di lingkungan keluarga bersifat dinamis, terus dinegosiasikan antara kebutuhan fungsional dan kebutuhan kedekatan emosional. Oleh karena itu, disarankan agar keluarga menerapkan batasan digital yang jelas demi mengoptimalkan manfaat teknologi sekaligus menjaga keharmonisan sosial.
Dari Meja Layanan ke Dunia Profesional: Pembentukan Kesiapan Kerja melalui Interaksi Pelanggan dan Tim di PT. Kopi Mesra Abadi di Surabaya Ferdiansyah Satya Adinata; Isa Anshori
YASIN Vol 6 No 2 (2026): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i2.9269

Abstract

Work readiness is an important aspect that the younger generation needs to possess before entering the workforce, especially in facing the dynamics of the service industry that demand technical skills and interpersonal abilities. Internship programs serve as one of the effective learning means in shaping work readiness through direct experience in a professional environment. This study aims to analyze the process of forming the work readiness of internship participants through interactions with customers and team-work dynamics at PT. Kopi Mesra Abadi Surabaya. This study employed a qualitative approach with a field research method. Data were collected through in-depth interviews with senior employees, participatory observation during operational activities, and documentation to strengthen the research findings. The analysis based on symbolic interactionism theory shows that work readiness is formed through a process of interpreting symbols and repeated social experiences. The results show that the internship program plays an important role in shaping participants’ work readiness through social interaction in the workplace. Internship participants not only learned technical skills in café service, but also developed interpersonal communication skills, teamwork, the ability to adapt to a dynamic work rhythm, and a professional attitude in serving customers. Guidance from senior employees and experience in interacting directly with customers became the main factors supporting this process. These findings confirm that the café service counter functions not only as a space for work practice, but also as a space for the formation of professional identity and work readiness that is adaptive to the demands of the working world. The implications of this study show the importance of integrating internship programs more systematically into higher education curricula, as well as providing a reflective and collaborative work environment to strengthen the formation of internship participants’ work readiness.
Kemitraan PT JDOR Express Indonesia dan Inovasi Digital di Desa Rengel Kabupaten Tuban Anggi Sina Permata; Isa Anshori
Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupsim.v5i1.6064

Abstract

The sustainability of MSMEs in Rengel Village, Tuban Regency, is strongly influenced by the integration of digital innovation and strategic partnerships with local logistics services. Within the ongoing shift toward technology-based economic transformation, digital innovation enhances operational efficiency, expands market reach, and strengthens competitiveness through the use of social media, online ordering platforms, and digital payment systems. Partnership with PT JDOR Express Indonesia plays a crucial role in overcoming distribution barriers that previously limited MSME growth. Supported by a network of more than 400 partners across its Soko, Rengel, and Plumpang branches, JDOR Express offers fast, affordable, and integrated logistics services, including motorcycle transport, delivery orders, child-friendly services, and the “JDOR Cangkingan” program. The synergy between digital innovation and logistics partnership encourages MSMEs to be more adaptive to market changes and improves both visibility and market access for local products. These findings highlight the importance of strengthening digital literacy and fostering cross-sector collaboration to build a more inclusive and sustainable MSME ecosystem.
Perjalanan Syaikh Ahmad Khatib dalam Melahirkan Tokoh Pergerakan dan Pendidikan Islam di Nusantara Azhar Nurachman; Isa Anshori
ANWARUL Vol 4 No 1 (2024): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v4i1.2384

Abstract

This article will discuss a Nusantara scholar who became a Grand Teacher in Mecca, contributing to the emergence of figures in the Islamic movement and education in Nusantara, namely Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. It will explore his journey to becoming a significant scholar in Mecca, along with his various students, particularly those from Nusantara. Furthermore, it will delve into his influence on the thoughts of independence movements among his Nusantara students and the scholarly impact he had on the renewal and Islamic education in various regions of Nusantara. Lastly, the article will highlight his renowned and influential works in the Islamic movement and education in Nusantara.