Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN VARIASI TEAM QUIZ SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI STRUKTUR ATOM Bambang Hermanto; Eny Winaryati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.309 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untukmengetahui 1) bagaimana pengaruh penerapan model Discovery Learning dengan variasi team quizterhadap aktivitas belajar peserta didik pada materi struktur atom. 2) bagaimana pengaruh penerapan model Discovery Learning dengan variasi pembelajaran team quiz terhadap prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran kimia materi struktur atom. Obyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMA Muhammadiyah 1 Semarang tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 34 orang.  Metode padapenelitian ini dengan metode  deskriptif kualitatif.  Desain  Penelitian  Tindakan Kelas dengan  empat  langkah,  yaitu Perencanaan,  Pelaksanaan,  Observasi,  dan Refleksi.  Penelitian  Tindakan  Kelas dilaksanakan selama 2 siklus. Siklus I pada sub materi konfigurasi elektron dan siklus  II pada sub materi  bilangankuantum. Hasil observasi dan interview dari penelitian ini menunjukkan respon dan antusiasme peserta didik sangat luar biasa dengan adanya penerapan Discovery Learning dan team quiz dalam proses pembelajaran kimia. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah aktivitas peserta didik pada siklus I sebesar 73, 53% dengan rata-rata 80,74. Pada siklus II meningkat menjadi 97,06% peserta didik tuntas dengan rata-rata 90,51.  Hasil belajar kognitif pada siklus I rata-rata nilai peserta didik78,94 meningkat pada siklus II dengan ratarata 86,53.  Persentase  ketuntasan  pada  siklus  I  mencapai  76,47%  dan meningkat  pada  siklus  II  menjadi  91,18%.  Kehadiran peserta didik pada siklus I dan II mencapai 100%.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi struktur atom dengan penerapan model Discovery Learning dengan variasi metode team quiz meningkat.Kata kunci : Discovery Learning, team quiz, Aktivitas dan prestasi belajar peserta didik
ANALYSIS PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ”WISATA LOKAL” PADA PEMBELAJARAN SAINS Eny Winaryati; Erma Handarsari; Akhmad Fathurohman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.014 KB)

Abstract

Melalui pembelajaran kontekstual, guru dituntut untuk dapat mengkreasi pembelajaran, agardapat memberikan kemaknaan yang lebih kepada peserta didik. Bagi pembelajaran sains,mendekatkan siswa dengan lingkungan sekitarnya, mendukung terjadinya “active learning”. Potensidaerah termasuk lingkungan yang dekat dengan siswa. Keragamanan potensi daerah dapatdijadikan sebagai laboratorium dan sumber pembelajaran. Tujuan jangka panjang agar generasipenerus didaerah memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengelola potensi daerah secara mandiri,kreatif dan produktif.Konsep ini menjadi dasar disusunnya model pembelajaran “Wisata Lokal”. Desain modelpembelajaran “Wisata Lokal” ini terdiri dari: 1) Wisata lokal-kelas (local tourism-class), ruang kelasdidesain dengan aneka gambar dan produk potensi daerah, 2) Wisata lokal-informasi (local tourisminformation),pembelajaran informasi potensi daerah berbasis web.Sebagai model baru, maka perlu dilakukan penelitian melalui R&D. Tahapan R&D yangdigunakan merupakan kombinasi antara ADDIE Model dan Cennarno dan Kalk, dipadukan denganCirculer Model of R&D. Tahapan pertama kombinasi R&D ini adalah analysis. Tahapan analysis,meliputi: 1) analisis kebutuhan; 2) identifikasi tujuan; 3) analisis pembelajaran; 4) karakteristikpengguna yakni guru dan siswa; 5) menganalisis pengetahuan awal yang harus disiapkan berkenaandengan model pembelajaran “Wisata Lokal” yang direncanakan.
PENGARUH VARIASI METODE PEMBELAJARAN PADA PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN KIMIA Lia Herlina; Eny Winaryati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.325 KB)

Abstract

Student learning result are everything from the learning result that have been followed by students in the form of values and attitudes that have fulfilled the minimal mastery. Good achievement is influenced by good learning process also, the method used by the teacher is one of them. The purpose of this research is to determine whether or not the influence of the methods that teachers use in the achievement of  SMAN 9 Semarang especially chemistry subjects. The method used in this research is descriptive research type with quantitative approach. Quantitative descriptive research is data obtained from the sample population studied in accordance with statistical methods used, with data collection techniques there are three kinds, such as questionnaires, interviews, and observation. The result of this research is the method of learning affect student achievement with the value of 2.88 and including the high category, it is confirmed by the results of interviews and observation that the varied learning methods will attract students' attention in learning and generate maximum achievement. Keywords: learning method, learning performence.
Development of “Pop-Up Book for Kids” as a Learning Media Science theme “Perubahan Cuaca” for Student of Class 3 Elementary School Johara Aulia Zaeni; Eny Winaryati; Eko Yuliyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.509 KB)

Abstract

This study aims to develop “Pop-Up Book for Kids” as a learning media science worthy of use of theme “Perubahan Cuaca” for student of 3rd grade primary school. The model of this research is the development of Borg and Gall procedural methods.   Data were obtained from two specialist material lecturers, two specialist media, two elementary school science teacher as reviewer and students as respondents. In this study, there were three and  five students of class 3  in  limited test  from SD Negeri Kedungmundu. Techniques of data collection were observation, questionnaires, and interviews. the results of the above tests can be concluded that the Pop-Up Book for Kids media can attract students interest in the learning process, this is based on the results of observations that have been done. Based on the results of interviews with one of the subjects of research, according to him learning with this media is very fun because many colors and interesting with the existence of some Pop-Up Book techniques that appear this way studentthinks easier in understanding the material.
ANALISIS SIKAP DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGRI 15 SEMARANG TERHADAP MATA PELAJARAN KIMIA Aisyiyah Dinnur Utami; Eny Winaryati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.743 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the measures and the behaviour of students and the lack of interest in of students to study a class of XI at the senior high school 15 Semarang the capital city of against learning to promote disorder to chemical .Was used in the study a method of descriptive of quantitative .The collection of data in the manner of a triangulation of pt pgn promised to supply kuisoner , observation , and conducting interviews .The research sample over the withdrawal of funds there were a total of 57 respondents in the present study.The findings of this glory if it is found of the study are: 1 ) an attitude and activity of student of class XI at the senior high school  15 semarang the capital city of against learning to promote disorder to chemical, 2 ) the activity itself to of students to study in also had an impact indirect positive impact on the lack of interest in of students to study a class of XI at the senior high school n 15 semarang the capital city of against learning to promote disorder to chemical.Keyword :Research, students attitude, interest students, chemical.
PENERAPAN MODEL PBL PADA MATERI REAKSI-REAKSI SENYAWA HIDROKARBON UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 SEMARANG Dwi Anggraeni Ristanti; Eny Winaryati; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.173 KB)

Abstract

Penelitian penerapan Model PBL Pada Materi Reaksi-Reaksi Senyawa Hidrokarbon ini  dikasanakan melalui metode Penelitian Tindakan Kelas. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitataif. Tehnik pengambilan data yaitu  observasi, dokumentasi, angket terbuka serta wawancara. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 15 Semarang pada bulan Agustus  2018. Obyek penelitiannya adalah siswa kelas XI semester 1, yang terdiri atas 2 kelas yaitu kelas XI A4 dan XI A 6 yang mempunyai karakteristik yang sama. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa : (1) Keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 33 % sedangkan pada siklus 2 sebesar 50 % ;(2) Kognitif siswa pada siklu 1 menunjukkan tingkat ketuntasan sebesar 56 % sedangkan pada siklus 2tingkat ketuntasannya sebesar 75%.;(3) Afektif yang meliputi 3 (tiga) indikator yaitu kerjasama, kekompakkan dalam kelompok dan rasa ingin tahu (motivasi memahami materi) pada siklus 1 masih terlihat kurang baik. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri, kurang kompak dan rasa ingin tahu yang kurang. Pada siklus 2 siswa cenderung untuk bekerjasama, kompak dan mempunyai rasa ingin tahu yang baik;(4) Psikomotor yang meliputi 4 (empat) indikator yaitu berani mengemukakan pendapat / saran dalam diskusi kelompok, mengikutikegiatan presentasi secara aktif,  mengajukan pertanyaan yang  relevan dengan tema  dan  menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan.Pada siklus 1 kegiatan presentasi berjalan kurang baik, kurang kondusif dan interaksi antara kelompok yang maju di depan kelas dengan kelompok yang lain kurang terlihat. Pada siklus 2 kegiatan presentasi berlangsung dengan baik.Kelompok yang maju ke depan semua anggotanya berusaha untuk aktif dalam kegiatan diskusi. Kelompok yang lain juga terlihat aktif menanggapi sehingga interaksi antar kelompok dan guru terlihat baik. Kata kunci: model PBL, Hidrokarbon, keaktifan, prestasi belajar
PERRBEDAAN PERSEPSI ANTAR JENIS KELAMIN TERHADAP PERAN GENDER DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT : Antara Harapan dan Kenyataan pada Guru-guru SD di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Setia Iriyanto; Eny Winaryati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.972 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Guru SD N di  kec. Tembalang Kota Semarang. Berdasarakan  perhitungan diperoleh besar sampel 77 orang, dengan rincian 49 guru perempuan, 28 guru laki-laki, yang diambil dari 15 SDN yang direndom secara acak. Pengambilan data dilakukan  melalui kuesioner. Hasil penelitian ini ditemukan  adanya ketimpangan gender berkenaan  dengan  kesempatan  mengakses  pendidikan, baik pada guru  maupun pasangannya.  Kesempatan mengakses informasi guru  perempuan relatif lebih rendah.  Tugas mencari nafkah dan pekerjaan RT menjadi tanggung jawab bersama, namun berkenaan dengan konsep pendidikan anak adalah menjadi tanggung jawab ibu. Secara teoritis guru laki-laki mengakui tentang keadilan gender, namun realitanya kaum perempuan merasakan perlakuan tidak adil. Secara konsep guru perempuan menyampaikan kesamaan dalam kegiatan kemasyarakatan, namun  realitanya merasakan tidak cukup waktu. Antara persepsi dengan realita ditemukan adanya perbedaan, karena pada realita terjadi ketidakadilan gender. 
ENTERPREUNERSHIP KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA WARGA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Eny Winaryati; Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.991 KB)

Abstract

Sampah yang ada di Unimus berasal dari kampus satu dan kampus dua. Jumlah total sampah berkisar antara 4-5 kubik perhari. Sampah kini jadi ancaman serius bagi keberlangsungan universitas. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Sampah baik jenis organik maupun anorganik, sesungguhnya dapat dilakukan proses lanjut menjadi produk yang lebih bermanfaat. Limbah organik dapat diolah melalui proses fermentasi dapat diubah menjadi kompos, biogas, pakanikan dll. Limbah anorganik dapat dikumpulkan kemudian dijual dan diolah lanjut misal menjadi berbagai bentuk keterampilan. Berbagai teknologi telah dikembangkan, agar limbah ini menjadi produk yang bernilai ekonomi dan punya nilai yang lebih bermanfaat. Terkait dengan   hal di atas, maka tim memetakan berbagai kegiatan, dengan harapan agar limbah/sampah ini menjadi lebih bermanfaat. Tahapan-tahapan kegiatan dilakukan, diantara adalah pemberdayaan masyarakat sekitar kampus. Lingkungan yang ada di sekitar kampus diantaranyaadalah: SMA Negeri 15, SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dan Warga PKK RW 2. Tujuannya ada dua yaitu pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair dan limbah anorganic menjadi berbagai keterampilan. Metode pelaksanaan pemberdayaannya lebih diarahkan pada edukasi dan penyelesaian, melalui pemberdayaan, pelatihan dan kemungkinan solusinya. Keberhasilan kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar kampus, meliputi masyarakat warga PKK dan masyarakat pendidikan yaitu sekolah. Tahapan kegiatannya adalah pelatihan keterampilan bahan anorganik, pelatihan bank sampah, dan cara penanganan danpembuatan kompos cair dari bahan rumah tangga atau kantin. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan tujuan kegiatan tersebut yaitu a). Adanya Sosialisasi pengelolaan sampah di sekitar kampus telah dilakukan yaitu dilakukan ke SMA Negeri 15 Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Semarang dan Ibu ibu PKK Rt 3 Rw 2 Semarang. b). Adanya eduksi lingkungan pada siswa SMA N 15 dan SMA M 1 Semarang. c). dilakukannya pelatihan Bank Sampah pada warga RT 3 Rw 2 Kedungmundu. d). Produk-produk kerajinan dari sampah telah diproduksi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Kata kuci: Enterpreunership, Lingkungan, Sekolah
OPTIMALISASI HOME INDUSTRI MASYARAKAT DESA UJUNGRUSI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH DARI TAHU MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI Eny Winaryati; Siti Aminah; Setia Iriyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.85 KB)

Abstract

Desa Ujungrusi berada di kecamatan Adiwerna, dan terkenal sebagai sentra industri makanan kecil,  seperti pilus, krupuk, onde, arisah, stik dan makanan ringan lainnya. Geliat home industri di desa Ujungrusi sangat tinggi. Home industri kerupuk, dalam sejarahnya pernah berjaya. Namun dalam perkembangannya tergilas oleh home industri dari luar kota. Oleh karenanya perlu adanya perbaikan dan pembinaan home industry kerupuk ini. Selain itu perlu adanya pemanfaatan bahan baku berupa ampas tahu yang melimpah dari desa tetangga yaitu desa  Adiwerna. Limbah ampas tahu ini dijual dengan harga yang sangat murah, sekitar Rp 2000 – 2500/kg, padahal nilai gizi ampas tahu masih tinggi. Terkait dengan hal  ini, maka perlu adanya pengolahan lanjut dari limbah ampas tahu, menjadi produk makanan yang bernilai jual tinggi, yang berdampak pada optimalisasi home industri di desa Ujungrusi. Kegiatan di atas dilaksanakan melalui program KKN-PPM. Pelaksanaannya terdiri dari pra KKN-PPM dan pelaksanaan KKN. Kegiatan Pra KKN meliputipembekalan, magang dan pelatihan pada mahasiswa.  Pelaksanaan KKN-PPM meliputi kegiatan pembuatan aneka produk makanan dari ampas tahu, baik dengan melalui domonstrasi, pelatihan, dan  pendampingan. Produk yang dihasilkan adalah:  pembuatan nugget, mie, chiestik, onde-onde ketawa, saos,  selai, dan susu kedelai. Pada home industri kerupuk, diberi pelatihan aneka produkkrupuk dengan berbagai rasa, dan teknik pengolahan, serta penyerahan PIRT sebanyak 8 produsen. Rincian tahapan kegiatannya adalah: demonstrasi, survey,  pembentukan KUBE, observasi, pelatihan, pendampingan, pembuatan merk usaha, penyuluhan produk, lomba, dan penyerahanhadiah, Kegiatan tambahan yang dilakukan adalah: silaturohmi, pengajian, mengajar di TPQ, kerja bakti, pendataan kesehatan reproduksi sebanyak 100 warga, kegiatan menjelang tujuh belas agustus, dll.  Keywords:  optimalisasi home industry, limbah tahu, bernilai ekonomi.
KERENTANAN FUNGSI REPRODUKSI: SEBUAH REALITA TINGKAT PENGETAHUAN, DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI SERTA GIZI DAN STATUS GIZI PADA SISWI SMP MUHAMMADIAYAH SE- KOTA SEMARANG Eny Winaryati; Setia Iriyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.726 KB)

Abstract

Kurang Kalori Protein (KKP) dan Anemia Gizi masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Keadaan tersebut secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian. Kesehatan wanita dimasa dewasa dan tua tidak terlepas dari kondisi sebelumnya yaitu masa remaja. Masa remaja  merupakan masa yang tepat untuk intervensi pendidikan dasar tentang kesehatan. Penelitian tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sangat penting. Hasil penelitian ini adalah: berkenaan dengan penengetahuan siswi tentang kesehatan reproduksi   53,5%  mempunyai tingkat pengetahuan sedang, dan yang kurang ada  98 siswi (45,2%).  Pengetahuan tentang gizi telah baik  (73,7%). Perilaku tentang kesehatan reproduksi dan gizi adalah 73,7% berada pada kategori sedang, kurang 21,7%; Perilaku gizi menunjukkan masih kurang ada 85,7%.