Yuliana Setyaningsih
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KEMBARA

Kata-kata emotif pengungkap rasa kasih dalam Anak Bajang Menggiring Angin Sindhunata: Perspektif stilistika pragmatik Yuliana Setyaningsih; Kunjana Rahardi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v7i2.16983

Abstract

Ekspresi terhadap objek dapat disampaikan melalui kata-kata yang memiliki daya stilistika untuk mewakili kondisi objek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna pragmatik dari pemanfaatan kata-kata emotif bernuansa makna kasih sayang. Sumber data substantif penelitian ini adalah novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata yang diterbitkan pada tahun 2010. Data penelitian berupa tuturan tokoh yang mengandung kata-kata emotif bernuansa kasih sayang. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca dan teknik catat. Selanjutnya, data yang terkumpul diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan maksud kata-kata emotif pengungkap rasa kasih. Langkah berikutnya adalah triangulasi data untuk mendapatkan data yang benar-benar valid untuk dianalisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis padan ekstralingual dengan mendasarkan pada konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 10 macam makna pragmatik kata-kata emotif pengungkap rasa kasih sayang. Makna pengungkap rasa kasih tersebut dinyatakan dengan: (1) janji, (2) kekecewaan, (3) kebahagiaan, (4) kesedihan, (5) perasaan haru, (6) ratapan, (7) penyesalan, (8) permohonan doa, (9) belas kasih, dan (10) nasihat.
Dimensi-dimensi autentik multimodalitas sosial-semiotik pembelajaran afiksasi dalam morfologi kontekstual Jasmine Belinda Budijanto; Yuliana Setyaningsih
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21743

Abstract

Multimodalitas kini menjadi salah satu perspektif yang dapat digunakan untuk menganalisis bentuk, makna, dan fungsi afiksasi dalam morfologi kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji afiksasi dengan dimensi dimensi aurtentik multimodalitas sosial-semiotik pada pembelajaran morfologi kontekstual. Sumber data substansif penelitian ini adalah komik, iklan, dan video. Data penelitian berupa kata-kata yang mengandung afiksasi. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca dan teknik catat. Data yang terkumpul diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan afiksasi dan dimensi multimodalitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis padan intralingual dengan mendasarkan pada teori morfologi dan metode padan ekstralingual dengan mendasarkan pada multimodalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk afiks, yaitu prefiks, sufiks, dan konfiks. Setiap kata berafiks tersebut memiliki makna yang dapat dianalisis dengan menggunakan dimensi multimodalitas, seperti aspek visual, aural, gestural dan linguistis. Aspek multimodalitas dapat berfungsi untuk menafsirkan makna kata sesuai dengan konteks dan mengonfirmasi makna kata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran afiksasi dengan memanfaatkan dimensi autentik multimodalitas dapat membantu peserta didik memaknai makna kata dan fungsi kata yang mengalami proses morfologis. Pembelajaran afiksasi tersebut bermakna gramatikal, sehingga dimensi multimodalitas dapat menegaskan kembali makna dan fungsi kata berafiks tersebut sehingga pembelajaran afiksasi menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.
The Values of Local Wisdom in the Oral Tradition of Healing Spells for the People of Osing, Banyuwangi Regency: An Anthropolinguistic Study Caesarine, Regina Dhea; Setyaningsih, Yuliana
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i2.26056

Abstract

The study of oral traditions needs to be encouraged as a form of effort to preserve local wisdom values. One oral tradition that has not been widely studied is the healing mantra of the Osing people. This research aims to describe the values of local wisdom in the oral tradition of healing mantras of the Osing people of Banyuwangi Regency from an anthropolinguistic perspective. The research method used is a qualitative research method with a Spradley ethnographic approach consisting five research steps. This research data collection is classified based on primary data. Primary data were obtained through interviews with native sources in Ngaliyan Village, Rogojampi District, Banyuwangi City. Data were collected using interview, listening, and speaking methods. The collected data were analyzed based on three main components: data reduction, data presentation, and conclusions or verification. This research found four forms of local wisdom values in the oral tradition of healing mantras of the Osing Community, which include: (1) the value of asking God for healing, (2) the value of asking God for an abundance of grace, (3) the value of abstaining from acting carelessly, and (4) the value of the benefits of plants and nature. These four local wisdom values are depicted through a series of excerpts from the healing mantras of the Osing Community, Banyuwangi Regency, which has a wealth of distinctive traditions. Local wisdom values such as national wealth need to be cared for, including the oral tradition of Osing's magical mantras. In the modern society, the existence of this oral tradition is increasingly fading and will gradually fade if it is not preserved.