Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Boablingin Sings of The Helong Soul : A Semiotic And Cultural Reading of A Traditional Song: English Lasi, Apri Marleni; Isu, Rudolof Jibrael; Radja, Markus Dimu
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.532

Abstract

This research explores the cultural, semiotic, and social meanings embedded in the traditional song "Boablingin", which originates from the Helong tribe of East Nusa Tenggara, Indonesia. As part of a rich oral tradition, the song plays a vital role not only in preserving musical heritage but also in transmitting values, beliefs, and the Helong people's worldview. Using a descriptive qualitative method, data were collected through documentation studies, in-depth interviews with local elders, and textual analysis of the lyrics. The findings reveal that Boablingin contains symbolic representations of nature, love, community solidarity, and ancestral reverence. These elements reflect the interconnectedness between humans and the environment, a fundamental aspect of Helong cosmology. Moreover, the song functions as a cultural text that reinforces ethnic identity, strengthens intergenerational transmission, and resists cultural erosion in the face of modernization. This study not only contributes to the preservation of intangible cultural heritage, but also offers a model for integrating semiotic analysis and ethnographic approaches in the study of indigenous music traditions.
Silent Songs of Kolbano : Messages And Meanings In Dawan Death Speech Tradition In South Pene Kolbano Subdistrict South Central Timor Regency: English Sabuna, Fodita; Anabokay , Yanrini Martha; Isu, Rudolof Jibrael
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.555

Abstract

This study explores the "Function, Meaning, and Value of the Death Speech of the Dawan Ethnic Group in South Pene Village, Kolbano Subdistrict, South Central Timor Regency." The death speech is a central element of funeral rituals, serving as a medium for cultural, social, and spiritual expression. The research employs a descriptive qualitative method, with data gathered through observation, interviews, and documentation. The analysis is grounded in cultural linguistics, Jakobson’s theory of language functions, and Alisjahbana’s classification of values. Findings reveal that death speech performs multiple essential functions: guiding the soul to the ancestral realm (spiritual), uniting the community in mourning (social), affirming inheritance rights (customary), conveying moral lessons (educational), and preserving cultural identity (cultural). It embodies symbolic, religious, historical, and genealogical meanings and reflects the core values of Dawan life. The study concludes that death speech is not merely a traditional practice but a vital form of intangible cultural heritage that must be preserved and passed on to future generations.
The Grammatical Errors in Translating Indonesian into English of the English Study Program Students Isu, Rudolof Jibrael; Dewi, Ni Putu Juliani Lestari
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.118

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: (1) Apa saja kesalahan yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris? (2) Bagaimana tingkat kompetensi mahasiswa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris? Berdasarkan pernyataan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, dan (2) Mendeskripsikan tingkat kompetensi mahasiswa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah 20 orang mahasiswa. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Penulis memberikan sebuah teks bacaan berbahasa Indonesia kepada siswa dan siswa menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Jenis kesalahan tata bahasa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris berdasarkan penghilangan, penambahan, kesalahan urutan dan kesalahan pembentukan. Kesalahan tata bahasa yang paling banyak ditemukan dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa adalah penghilangan sebanyak 98 kalimat. (2) Tingkat kompetensi, berada pada tingkat kurang. _________________________________________________________________________________ The study aimed to address the following research questions: (1) What are the most common errors made by students of the English Study Program when translating Indonesian texts into English? (2) What is the level of competence of these students in translating Indonesian texts into English? Based on these questions, the objectives of the study were: (1) To identify the most common errors made by English Study Program students in translating Indonesian texts into English, and (2) To describe the students’ levels of competence in translating Indonesian texts into English. The subjects of this study were 20 students. A qualitative method was used for data collection, focusing on describing the errors made by the students. The students were given Indonesian texts to translate into English. The results of the study are as follows: (1) Types of grammatical errors in translating Indonesian texts into English, made by the students, included omission, addition, mis-ordering, and mis-formation. The most common grammatical error was omission, with 98 sentences exhibiting this issue. (2) The overall level of competence among the students was assessed as poor.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa tentang Perkalian Bilangan 2 Angka Melalui Metode Bermain Sambil Belajar dengan Media Ular Tangga di SD I Fatukoat Kelas III Hadi, Melkianus Pote; Isu, Rudolof Jibrael
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2020): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v1i1.25

Abstract

Abstrak: Rumusan masalah yang di kaji dalam penelitian ini adalah, Bagaimanakah Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Perkalian Bilangan 2 Angka Melalui Metode Bermain Sambil Belajar Dengan Media Ular Tangga Pada Siswa Kelas III SD Inpres Fatukoat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Metode Bermain Sambil Belajar Dengan Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Tentang Perkalian Bilangan 2 Angka Pada Siswa Kelas III SD I Fatukoat.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif Kualitatif. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode dalam Pengumpulan Data Melalui Obserfasi, Wawancara, Tes, Dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III SD Inpres Fatukoat yang berjumlah 16 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan Metode Bermain Sambil Belajar Dengan Media Ular Tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Inpres Fatukoat, Terlihat dari nilai rata-rata hasil pengamatan aktifitas guru dalam mengelola pembelajaran, serta aktifitas peserta didik dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I hingga siklus II. Jumlah peserta didik yang tuntas pada siklus I sebanyak 10 orang dengan nila rata-rata 61,87% serta persentase ketuntasan 62,5%. Dan jumlah peserta didik yang tuntas pada sikus II sebanyak 16 orang , dengan nilai rata-rata 90,62% serta persentase ketuntasan mencapai 100%. Dari hasil belajar tersebut terjadi peningkatan proses belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika materi Perkalian Bilangan 2 Angka yang di laksakan oleh Guru menggunakan Metode Bermain Sambil Belajar Dengan Media Ular Tangga.
Penerapan Model Word Square dan Model Talking Stick untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Peserta Didik Kelas III SD GMIT Airnona 2 Isu, Rudolof Jibrael; Hadi, Melkianus Pote
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2020): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v1i1.27

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di SD GMIT Airnona 2 pada tanggal 28 Agustus sampai dengan 05 September 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PKn dengan menggunakan model word square dan model talking stick pada peserta didik kelas III SD GMIT Airnona 2 tahun ajaran 2019/2020.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SD GMIT Airnona 2 sebanyak 29 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model word square dan model talking stick pada saat proses pembelajaran berlangsung peserta didik sangat aktif dan berani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, sehingga presentase ketuntasan hasil belajar peserta didik pada siklus I berjumlah 68,96 % mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 96,55 %. Maka penelitian ini dengan menggunakan model word square dan model talking stick dianggap berhasil meningkatkan hasil belajar PKn peserta didik kelas III SD GMIT Airnona 2.
Pengaruh Upacara Rumah Adat Terhadap Ketertinggalan Pendidikan Anak di Desa Oenbit Isu, Rudolof Jibrael; Lopo, Ferdinan Leonadus
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.694 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v2i2.1448

Abstract

This study aims to determine the effect of traditional house ceremonies on children's educational backwardness in Oenbit Village. This research is located in Oenbit Village, Insana District, North Middle East Regency. The population in this study were 295 heads of families and the sample was 32 heads of families. Sampling according to Arikunto (2010) that if the subject is less than 100, it is better to take all so that the research is a population study. Furthermore, if the subject is large, it can be taken between 10-15% or 20-25%. The data collection technique used is a questionnaire and observation technique, while the data analysis technique used in this study is simple linear regression. The results of the research on traditional house ceremonies on the backwardness of children's education in Oenbit Village. Because based on the results of the study, F table 0.05 = 3.295 < F count 0.05 = 25.909, the hypothesis Ha has a significant effect between traditional house ceremonies and children's educational backwardness. With the influence of traditional house ceremonies on the backwardness of children's education. Based on statistical calculations F count > F table. This means proving that traditional house ceremonies can have an impact on children's education.
Ritual Adat Dab’ba Pada Masyarakat Desa Eilogo Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua : Sebuah Kajian Perspektif Linguistik Kebudayaan Ingunau , Temy M. E.; Isu, Rudolof Jibrael; Boimau , Sanhedri
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.86 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v2i2.1484

Abstract

Paralelisme Makna Tuturan Ritual Saeba Bunuk Hau No Pada Guyub Tutur Etnik Dawan di Desa Nunle’u, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Isu, Rudolof Jibrael; Manek, Agnes Odiyanti; Ingunau, Temy M. E.
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.254 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v3i1.1849

Abstract

Tulisan ini bertajuk Paralelisme Makna Tuturan Ritual Saeba Bunuk Hau no pada Guyub Tutur Etnik Dawan di Desa Nunle’u, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tuturan. Penelitian ini merupakan kajian linguistik kebudayaan yang berlandaskan pada pendekatan etnografi, paralelisme, dan teori semiotik sosial. Data bersumber pada data lisan berupa tuturan ritual Saeba Bunuk Hau no. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan wawancara dengan teknik rekam dan teknik catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode padan dengan teknik ganti dan teknik perluas. Hasil analisis disajikan dengan metode penyajian formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk paralelisme semantik dalam tuturan ritual berladang Saeba Bunuk Hau no pada guyub tutur etnik Dawan terdiri atas hubungan makna antarperangkat diad dan hubungan makna antarunsur paralel. Selain bentuk paralelisme semantik, ditemukan juga makna budaya yang terkandung dalam tuturan ritual tersebut, seperti makna yang menggambarkan hubungan manusia dengan sesamanya..