Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rekonstruksi Nilai-Nilai Kebhinekaan dalam Pembelajaran Sejarah untuk Memperkokoh Toleransi: Studi pada SMA Negeri 1 Miomafo Barat Nusa Tenggara Timur Omiano Sabu; Temy M.E. Ingunau
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v3i2.5604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan rekonetruksi nilai kebinekaan dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Miomafo; 2) impelemntasi pembelajaran rekonetruksi nilai kebinekaan dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Miomafo; dan 3) evaluasi rekonetruksi nilai kebinekaan dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Miomafo. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Miomafo Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Milles & Hubeman, yang terdiri dari tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapati hasil sebagai berikut ini: 1) perencanaan rekonstruksi nilai-nilai kebinekaan dalam pembelajaran sejarah dilakukan dengan melakukan dua hal utama, yakni analisis relevansi (tema dan muatan nilai) dan menyusun strategi; 2) pelaksanaan rekonstruksi nilai-nilai kebinekaan dalam pembelajaran sejarah dilakukan dengan model pembelajaran kooperatif yang terdiri dari tiga kegiatan utama (pendahuluan, inti dan penutup); dan 3) evalusi rekonstruksi nilai-nilai kebinekaan dalam pembelajaran sejarah dilakukan terhadap dua komponen utama, yakni hasil dan proses. 
Tuturan Ritual Be’eula dalam Upacara Kematian pada Masyarakat Desa Oetutulu Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao Rudolof J. Isu; Temy M. E. Ingunau
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the meaning and function contained in the Ritual Speech of Be'eula in the death ceremony at the Oetutulu Village Community, North West Rote District, Rote Ndao District. Be'eula's ritual speech is the process of handing over betel nut sites from families who are grieving to parents or traditional elders who have selected the same age as those who have died after the funeral process. Attitudes to maintain cultural traditions, especially beeeula in the community of Oetutulu Village, North West Rote Subdistrict, Rote Ndao District illustrate people's obedience to ancestral heritage. The people of Oetutulu Village, North West Rote Subdistrict, Rote Ndao District are aware that Be'eula Ritual speech has meaning and function that is very important for their lives. The intended meaning and function also describe their existence or identity as a civilized society. The results of the study showed that in the ritual speech of be’eula in the death ceremony that occurred in the community of Oetutulu Village, Rote Barat Laut District, Rote Ndao District contained several meanings. The meanings meant here are (1) Religious Meaning; (2) Meaning of Togetherness; and (3) The Meaning of Affection. While the function in the ritual speech be'eula in Oetutulu Village community, North West Rote District, Rote Ndao Regency, consists of three functions, namely: (1) Poetic Function; (2) Religious functions; and (3) Function of Directive.
Permainan Tradisional Tali Merdeka dapat Meningkatkan Jarak Capaian Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Siswa Kelas V SD Dixon E. M. Taek Bete; Temy M. E. Ingunau
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.93 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4420379

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SDK Fatubena Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka, ada beberapa fakta permasalahan dalam pembelajaran penjaskes yaitu kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran atletik. Hal ini disebabkan karena guru memberikan pembelajaran atletik tidak diselingi dengan permainan sehingga siswa mudah untuk bosan dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan jarak capaian lompat jauh gaya jongkok. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen. Penelitian di lakukan di SDK Fatubena Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan 3 kali pertemuan setiap minggu. Sampel yang digunakan berjumlah 11 orang dipilih berdasarkan : jenis kelamin laki-laki, umur 10-12 tahun. Data dalam penelitian ini bersifat kuantitatif atau angka, maka teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik yang diolah menggunakan program SPSS. Dari hasil analisis data tersebut diperoleh bahwa uji normalitas menggunakan saphiro wilk test, menunjukan bahwa data pada penelitian berdistribusi normal dengan nilai p>0,05 (0,363>0,05). Hasil uji t-paired (paired-t test) menunjukkan bahwa rerata tes awal 1,208 meter, tes akhir 1,623 meter dan hasil uji beda rerata setelah dilakukan pelatihan sangat signifikan karena nilai p<0,05 (0.000<0,05), serta beda peningkatan antara tes awal dan tes akhir adalah 1,823 meter. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa Permainan Tali Merdeka yang dilakukan satu minggu 3 kali selama 6 minggu dapat meningkatkan jarak Capaian Lompat Jauh Gaya Jongkok pada siswa kelas V SDK Fatubena, Kabupaten Malaka.
Phonology of Savu Language Mehara Dialect: Descriptive Generative Rudolof J. Isu; Rocky P. Sekoni; Temy M.E. Ingunau
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1840

Abstract

Savu language, Mehara dialect is the language of the Savu indigenous people located in Savu island, Savu Raijua district, East Nusa Tengggara province. This paper only focuses on the Mehara dialect of Savu language. The purpose of this research is to reveal the sound process or phonology of Savu language in Mehara dialect. In this article, the theory used is the Generative phonology approach with qualitative methods. The result of this paper is that Savu language Mehara dialect has 25 phonemes consisting of 6 vowel phonemes and 19 consonant phonemes. Each of these phonemes is a phoneme of origin that can form base morphemes phonetically. (1) Mehara dialect of Savu language has 11 syllable structures. (2). Mehara dialect has 2 phonological processes, namely the process of deletion, and the process of adding glottal [ ' ]. (3). Mehara Savu dialect is a vocalic language because there are no consonants at the end of words. (4). Another prominent feature of Mehara dialect is the sound segments: bilabial aspirate /bh/, dental aspirate /dh/, palatal aspirate /dj/, and velar aspirate /gh/
Perwatakan Tokoh Antagonis Novel ‘Firdaus yang Hilang’ Karya Mira W. Boimau, Sanhedri; Ingunau, Temy M. E.; Waluwandja, Petrisia Anas; Sakoni, Rocky P.
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v5i2.76

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perwatakan tokoh antagonis dalam novel Firdaus Yang Hilang karya Mira W. Manfaat yang diharapkan dari penelitian penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) menambah wawasan pengetahuan penulis dalam mengembangkan keterampilan menulis ilmiah; (2) menambah wawasan tentang sastra serta penguasaan terhadap bahasa dan sastra; (3) merangsang minat pembaca dengan menjadikan tulisan ini sebagai sumber belajar. (4) Mendorong para guru agar selalu memotivasi anak didik untuk tetap berpikir rasional; dan (5) Menjadikan tulisan ini sebagai sumber belajar bagi anak didik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori struktural, sedangkan metodenya adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Firdaus Yang Hilang karya Mira W. memiliki tiga tokoh antagonis yaitu Harliman, Ayah Lestari dan Mbak Wiwiek Sartono dengan karakter yang khas masing-masing, yakni Harliman memiliki karakter kejam dan jahat, Ayah Lestari memiliki karakter egois dan keras kepala, serta Mbak Wiwiek Sartono memiliki karakter yang licik
Upaya Guru Bimbingan Konseling Terhadap Dampak Pembelajaran Sistem Online Masa Pandemi Covid-19 pada Siswa SMA Negeri 2 Amarasi Barat: Indonesia Taebenu, Yulinda; Ingunau, Temy; Leto, Oktovianus
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v6i1.106

Abstract

West Amarasi 2 Public High School implemented online system learning media during the Covid-19 pandemic since the outbreak of the covid-19 occurred for 4 semesters, until it ended until now, of course students who experienced changes in learning patterns had positive and negative impacts on students the. The positive impact carried out by students and teachers in online learning is that teachers and students are able to learn and master technology, the material shared by students who do not know the teacher is more creative in the methods used during the online learning process. In the online process there are negative impacts, namely the process of learning material is incomplete, limitations in the use of technology (mobile phones, computers, networks, internet pulses) which are difficult to access, there is a buildup of assignments from subject teachers, lack of communication when there are difficulties in doing assignments. The method that will be used in this research is descriptive qualitative. This research is used to develop a theory that is built from data obtained in the field through observation. Research Results of Online System Learning During the Covid-19 Pandemic in Amarasi Barat 2 Public High School Students learn through distance by using the zoom application, google class room, whatsapp group and Facebook group. Efforts of Teacher Counseling Guidance In online system learning there is no face-to-face face-to-face between the teacher and students but it is done online using a network on the internet. The teacher must prove that teaching and learning activities continue as usual. The solution that must be done is to be able to process learning media as innovative, creative and able to think critically to utilize online media (online).
The Religious Meaning of “Kulut Kaet” (Mourning Lament) in Dawan Ethnic in Nusa Village In East Nusa Tenggara: An Ethnographic Perspective Study Isu, Rudolof Jibrael; Yanrini M. Anabokay; Ni Putu Juliani Lestari Dewi; Yennsy M. Fanggidae; Rocky P. Sekoni; Markus D. Radja; Temy M. E. Ingunau; Agnes O. Manek
E-Link Journal Vol 12 No 01 (2025): E-Link Journal
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ej.v12i01.1252

Abstract

Kulut kaet, or mourning lament, is an important tradition in the Dawan ethnic community in South Central Timor District, East Nusa Tenggara (NTT), which carries deep religious significance. It is more than just an expression of grief over loss, but also a means of honoring the spirit of the deceased and maintaining the connection between the living world and the spiritual world. This article aims to explore the religious significance of the Kulut kaet emphasizing the spiritual dimension of the mourning ritual. Through a qualitative and ethnographic approach, this study analyses how Kulut kaet functions as a form of respect for the spirits of the deceased, as a way of maintaining relationships with ancestors, as well as a collective healing mechanism for the Dawan community. The results show that Kulut kaet is not only an expression of personal grief, but also a ritual that involves the community in the process of grieving together. This lament becomes important in strengthening social solidarity, preserving traditions, and carrying out religious obligations as a tribute to the spirits of the deceased.
Paralelisme Makna Tuturan Ritual Saeba Bunuk Hau No Pada Guyub Tutur Etnik Dawan di Desa Nunle’u, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Isu, Rudolof Jibrael; Manek, Agnes Odiyanti; Ingunau, Temy M. E.
Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Program Studi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.254 KB) | DOI: 10.37478/rjpbsi.v3i1.1849

Abstract

Tulisan ini bertajuk Paralelisme Makna Tuturan Ritual Saeba Bunuk Hau no pada Guyub Tutur Etnik Dawan di Desa Nunle’u, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tuturan. Penelitian ini merupakan kajian linguistik kebudayaan yang berlandaskan pada pendekatan etnografi, paralelisme, dan teori semiotik sosial. Data bersumber pada data lisan berupa tuturan ritual Saeba Bunuk Hau no. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan wawancara dengan teknik rekam dan teknik catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode padan dengan teknik ganti dan teknik perluas. Hasil analisis disajikan dengan metode penyajian formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk paralelisme semantik dalam tuturan ritual berladang Saeba Bunuk Hau no pada guyub tutur etnik Dawan terdiri atas hubungan makna antarperangkat diad dan hubungan makna antarunsur paralel. Selain bentuk paralelisme semantik, ditemukan juga makna budaya yang terkandung dalam tuturan ritual tersebut, seperti makna yang menggambarkan hubungan manusia dengan sesamanya..