Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MENINGKATKAN HUBUNGAN SOSIAL ANTAR TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM DI SMK NEGERI 1 KUDUS Rifki Nandito; Sucipto Sucipto; Agung Slamet Kusmanto
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.506 KB) | DOI: 10.24176/mrgc.v1i2.8744

Abstract

Research Objectives: 1. Describe the action of Group guidance service with homeroom technique can improve social among peers of Class X SMK N 1 Kudus. 2. Improving social relationships between peers through Group guidance with Homeroom techniques for students X SMK N 1 Kudus. This study is a research action guidance counseling (PTBK). this research is from the application of Group guidance services with homeroom technique to improve the ability to establish social relationships, namely using qualitative and quantitative approaches. The approach used is qualitative and quantitative. In qualitative, the researcher seeks to give an idea of the increase in establishing friendship relationships in students ' social relationships described through descriptive words. While in quantitative, researchers collect data in the form of observation guidelines by comparing class averages, interviews, and documentation. The results of the study an increase in social relations between peers in students at SMK N 1 Kudus at each meeting that refers to each aspect 
MENINGKATKAN KEDISIPLINAN MASUK SEKOLAH MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SELF MANAGEMENT PADA SISWA TKJ SMK NU MA'ARIF KUDUS Zulfa Nurul Ummah; Indah Lestari; Sucipto Sucipto
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.322 KB) | DOI: 10.24176/mrgc.v1i2.8768

Abstract

School entrance discipline is a whole measure of measures that ensure the necessary moral conditions, so that the educational process runs smoothly and is not interrupted. This study aims to obtain an increase in school entrance discipline and implementation of Group guidance services self management techniques in students TKJ SMK NU ma'arif Kudus. Data collection techniques used include interviews and observation techniques. The results proved that the results obtained scores, school entrance discipline score students get an increase of 48 from the initial score when the pre-cycle results obtained an average of 34 with very less category, cycle I obtained an average score of 46 with less category and in Cycle II obtained an average score of 70 with good category. This study should be applied teachers through Group guidance services self management techniques to be more optimal so that students can improve discipline in school well.
Konsentrasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Amalia Adila; Sucipto Sucipto; F. Shoufika Hilyana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3120

Abstract

Konsentrasi belajar merupakan pemusatan pikiran terhadap materi selama pembelajaran. Rendahnya konsentrasi merupakan permasalahan belajar siswa, khususnya pelajaran IPA yang memungkinkan terjadi miskonsepsi. Penelitian bertujuan mendeskripsikan konsentrasi belajar siswa pada pelajaran IPA, faktor pendukung dan penghambat konsentrasi belajar, dan upaya guru mengatasi faktor penghambat konsentrasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitaitf. Penelitian dilakukan di SD 5 Bae, bulan April – Mei dengan subjek penelitian 4 siswa kelas 5, diambil dengan mempertimbangkan kriteria kebiasaan siswa serta guru wali kelas dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V SD 5 Bae memiliki konsentrasi yang baik dalam pembelajaran IPA dari perilaku kognitif dan psikomotorik siswa. Faktor pendukung konsentrasi belajar siswa ialah kondisi jasmani yang sehat, metode pengajaran yang menarik, tidak menekan siswa sehingga siswa lebih nyaman dalam belajar. Faktor penghambat konsentrasi belajar siswa secara eksternal yaitu kondisi ruang kelas yang kurang nyaman dan kebisingan dari kelas lain. Upaya guru menangani faktor penghambat konsentrasi siswa adalah menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, tidak menekan siswa seperti mengisi ice breaking dengan bercerita dan kuis.
Peningkatan Sikap Optimisme Anak Panti Asuhan Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulasi Devita Agustin; Sumarwiyah Sumarwiyah; Sucipto Sucipto
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5155

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dapat meningkatkan sikap optimisme pada anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus, 2. Diperoleh peningkatan sikap optimisme terhadap anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Penelitian ini didesain dengan menggunakan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan subyek penelitian adalah 8 anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus yang memiliki permasalahan sikap optimisme. Variabel penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dan teknik simulasi (Variabel Bebas) dan sikap optimisme anak panti asuhan (Variabel Terikat). Hasil penelitian diketahui sikap optimisme anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus pada periode pra siklus memperoleh skor 16,1 (32%) kategori sangat kurang (SK). Pada siklus I mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 26 (52%) kategori cukup (C). Kemudian pada siklus II juga mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 39 (78%) kategori baik (B). Simpulan peneliti ini sebagai berikut: 1. Aktivitas peneliti dalam memimpin kegiatan layanan bimbingan kelompok teknik simulasi pada siklus I pertemuan pertama memperoleh skor 45 (45%) kategori kurang (K), pertemuan kedua memperoleh skor 54 (54%) kategori cukup (C), dan pertemuan ketiga memperoleh skor 65 (65%) kategori cukup (C). Kemudian pada siklus II pertemuan pertama memperoleh skor 69 (69%) kategori baik (B), lalu pada pertemuan kedua memperoleh skor 76 (76%) kategori baik (B), dan pada pertemuan ketiga memperoleh skor 86 (86%) kategori sangat baik (SB).
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK CERITA RAKYAT KUDUS UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Ashari Mahfud; Indah Lestari; Santoso Santoso; Sucipto Sucipto; Edris Zamroni; Diana Laily Fithri; Paramitha Sylvia Dewi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.2896

Abstract

Pengembangan karakter pada anak adalah hal yang sangat penting. Karakter yang dimiliki oleh anak akan menjadi modal bagi mereka untuk menjalani kehidupan di masa depan. Oleh sebab itu, pendidikan karakter menjadi sebuah kebutuhan saat ini untuk mendorong pertumbuhan karakter anak. Menurut Kementerian Pendidikan Nasional, Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya. Namun, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan sebuah media yang mampu mendorong terwujudnya cita-cita pendidikan. Media tersebut mampu menjadi sarana dalam menumbuhkan karakter bangsa yang berbudaya. Karakter yang mencirikan karakteristik kearifan nilai budaya lokal. Sehingga, anak sebagai penerus bangsa tidak kehilangan jati diri. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kudus memiliki kekurangan media yang mampu mendorong pelaksanaan pendidikan karakter bagi peserta didik. Media tersebut harus mencirikan karakteristik kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat di Kudus. Sehingga, perlu adanya inovasi pendidikan yang mampu memunculkan media dalam rangka mendorong terwujudnya pendidikan karakter bagi anak usia dini di Kudus. Media komik cerita rakyat kudus memiliki kandungan nilai-nilai yang mampu memperkuat karakter anak usia dini di Kudus. Dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik, akan memicu daya tarik bagi anak untuk memperhatikan setiap tampilan cerita, serta merangsang anak untuk berpikir dan mengambil pelajaran dari setiap kisahnya. Oleh sebab itu, upaya dalam mendorong tercapainya pendidikan karakter di kudus, dilaksanakan melalui sebuah kegiatan pendidikan melalui penggunaan media komik cerita rakyat Kudus dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Kudus