Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Jigsaw untuk Meningkatkan Partisipasi Murid Berkesulitan Belajar di dalam Kelas Inklusif Lerianto Lerianto; Atien Nur Chamidah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2rysnf37

Abstract

Perilaku pasif dan rendahnya partisipasi siswa berkesulitan belajar selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V inklusif SD Negeri 001 Malinau Utara melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini, yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran serta meningkatkan partisipasi aktif siswa berkesulitan belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dengan melibatkan dua belas subjek (lima siswa laki-laki dan tujuh siswa perempuan) berkarakteristik akademik heterogen. Data partisipasi siswa dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi siswa yang signifikan, dari 39,29% (kategori "kurang") pada tahap prasiklus menjadi 64,29% (kategori "cukup") pada Siklus I, dan mencapai 85,71% (kategori "sangat baik") pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Peningkatan paling signifikan terjadi pada empat siswa berkesulitan belajar, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan diskusi kelompok maupun presentasi. Temuan ini mengonfirmasi efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan partisipasi aktif dan menumbuhkan inklusi sosial bagi siswa berkesulitan belajar di kelas inklusif.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Media Visual untuk Meningkatkan Literasi Menulis Teks Prosedur Murid dengan Hambatan Belajar Apriani Apriani; Atien Nur Chamidah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5167

Abstract

Menulis teks prosedur menuntut murid mengubah gagasan menjadi urutan langkah yang runtut serta menggunakan struktur dan unsur kebahasaan yang tepat. Tuntutan ini lebih menantang bagi murid dengan hambatan belajar yang memerlukan contoh konkret, pengulangan instruksi, dan bantuan bertahap. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis media visual dan peningkatan kemampuan literasi menulis teks prosedur pada empat murid kelas VII dengan hambatan belajar di SMP inklusif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes menulis teks prosedur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Diferensiasi diterapkan dengan menyesuaikan kompleksitas materi, petunjuk visual, kerangka tulisan, dan scaffolding guru berdasarkan kesiapan murid. Rata-rata skor menulis meningkat dari 46,25 pada pra-tindakan menjadi 67,50 pada siklus I dan 82,50 pada siklus II. Ketuntasan meningkat dari 0% menjadi 25% dan 100%, sedangkan rata-rata N-gain dari pra-tindakan ke siklus II mencapai 0,68 atau kategori sedang. Aktivitas belajar meningkat dari 64,75 menjadi 87,00. Gambar berseri, kartu urutan, contoh teks sederhana, dan pengurangan bantuan secara bertahap membantu murid mengorganisasi gagasan, menggunakan struktur prosedur, serta berpartisipasi lebih percaya diri. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis media visual berpotensi mendukung pembelajaran menulis di kelas inklusif, meskipun jumlah subjek yang kecil dan desain tindakan kelas membatasi generalisasi hasil.