Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Mendekatkan Sumber Sejarah di Era Digital: Virtual Tour sebagai Alternatif Pembelajaran di SMA Negeri 1 Lembean Timur Winoto, Darmawan Edi; Khoeriyah, Ngismatul; Dasfordate, Aksilas
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v6i1.738

Abstract

Latar Belakang: Di era digital, pembelajaran sejarah mengalami transformasi signifikan melalui media virtual interaktif. Platform seperti augmented reality dan virtual tours membuat peristiwa sejarah lebih hidup, menarik minat siswa, serta memperkuat pemahaman konseptual melalui pengalaman belajar yang imersif dan partisipatif. Tujuan: bertujuan memperkenalkan virtual tour sebagai alternatif pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Lembean Timur. Metode: pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan angket kepada guru dan 30 siswa kelas XI IPS. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: virtual tour mampu meningkatkan minat belajar siswa, memberikan pengalaman kontekstual terhadap materi sejarah, serta mempermudah guru dalam proses pengajaran. Meskipun menghadapi kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan akses internet, respon peserta terhadap media ini sangat positif. Kesimpulan: virtual tour merupakan alternatif efektif untuk mendekatkan siswa kepada sumber sejarah di era digital dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran sejarah di tingkat sekolah menengah.
Mendalami Situs Sejarah Lesung Batu: Praktik Pengalaman Lapangan Kolaboratif di Kali Oki Winoto, Darmawan Edi; Dasfordate, Aksilas; Tamon, Max Laurens; Pelealu, Aldegonda E.; Khoeriyah, Ngismatul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.753

Abstract

Pelaksanaan praktik pengalaman lapangan memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan bidang ilmu yang didalami. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman nyata untuk menyeimbangkan kebutuhan teori di kelas dan praktik dilapangan. Kolaborasi dengan praktisi juga perlu dilaksanakan. Artikel ini membahas praktik pengalaman lapangan mahasiswa di Desa Kali Oki. Memakai pendekatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menjabarkan kegiatan tentang sosialiasi Desa Kali Oki meliputi aspek geografis dan sejarahnya yang dilaksanakan di aula Desa setempat. Bagian pertama, sambutan dari dosen pendamping dan pegawai desa, kemudian perkenalan singkat di mulai dari dosen pendamping dan mahasiswa sebagai tamu, serta dilanjutkan perangkat desa sehagai tuan rumah. Dijelaskan kajian tentang perlawanan terhadap bangsa Belanda oleh masyarakat lokal. Pelaksanaan praktik kerja lapangan di Lesung Batu di Desa Kali Oki meliputi sejarah Kali Oki, penedalaman situs Lesung Batu, serta legenda Lesung Batu. Mahasiswa mendapat arahan tentang Lesung Batu yang ada di depannya. Arahan ini disampaikan langsung oleh dosen sejarah lokal dan pegawai desa yang mengetahui secara rinci sejarah tempat tersebut.
Pendampingan dan Kolaborasi dengan Mahasiswa di Sekolah Dasar di Tomohon Winoto, Darmawan Edi; Dasfordate, Aksilas; Pelealu, Aldegonda E.; Imbar, Meike; Khoeriyah, Ngismatul
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.771

Abstract

Pendampingan terhadap mahasiswa sebagai kegiatan tidak terpisahkan dari tugas seorang dosen. Banyak hal yang dapat diterapkan dan dikomunikasikan bersama mahasiswa bimbingan ketika mereka terjun di lapangan seperti di sekolah dari tangkat dasar sampai tingkat tinggi. Setiap kegiatan mahasiswa yang didampingi dosen membawa misi tertentu yang pada intinya demi perbaikan pendidikan sekolah. Tujuan dari artikel ini tidak lain untuk memotret pelaksanaan pendampingan terhadap mahasiswa yang bertugas mengenal lingkungan sekolah dasar dimana mereka diturunkan. Metode pendampingan intensif yang dilaksanakan mulai dari pra kegiatan, pelaksanaan, sampai pasca pelaksanaan. Hasil kajian dapat kita lihat bahwa kolaborasi mampu meningkatkan komunikasi berbagai pihak yang termasuk masyarakat di luar sekolah. Bimbingan dan pendampingan mahasiswa mampu memberikan jalan bagi mahasiswa terhadap berbagai permasalahan yang ditemui disekolah. Permasalahan mahasiswa dapat dilihat pada laporan setiap minggu yang mereka sampaikan baik melalui tulisan maupun disampaikan secara langsung. Komunikasi menjadi kunci penting bagi kesuksesan pelaksanaan pendampingan bersama mahasiswa maupun pihak terkait. Kegiatan mahasiswa memberi dampak besar bagi siswa di sekolah. Kata kunci: Pendampingan, Mahasiswa, Masyarakat, Sekolah
JEJAK DISKUSI AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT KAMPUNG JAWA TOMOHON Winoto, Darmawan Edi; Khoeriyah, Ngismatul; Dasfordate, Aksilas; Burdam, Yohanes
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.20129

Abstract

Dokumentasi tertulis sejarah dan akulturasi budaya masyarakat Kampung Jawa Tomohon yang masih minim perlu mendapat perhatian yang serius terutama bagi generasi mudanya. Informasi mengenai akulturasi budaya banyak didapatkan dari lapangan ketika kegiatan sosialisasi. Dari kegiatan tersebut banyak diperoleh informasi baru dari hasil tradisi lisan masyarakat. Sosialisasi menggunakan metode caramah, diskusi dan tanya jawab. Sosialisasi dilaksanakan di Kelurahan Kampung Jawa Tomohon, kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Penelitian ini dimulai dari survei lokasi. Materi dijelaskan mengenai terjadinya akulturasi budaya yang terjadi di Kampung Jawa Tomohon. Materi tersebut pada dasarnya sebagai pemicu untuk dapat lebih menggali informasi dari masyarakat. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Jawa Tomohon merupakan masyarakat hasil interaksi budaya Jawa dan Minahasa yang terlihat dari bahasa yang dipakai sehari-hari. Bahasa yang digunakan merupakan bahasa perpaduan beberapa kata memakai kata yang asalnya dari bahasa Jawa, Sebagian kata yang lain berasal dari bahasa Totemboan. Budaya asli yang dibawa nenek moyang yang berasal dari Banten, seiring waktu berakulturasi dalam budaya Minahasa yang menjadi identitas budaya baru masyarakat Kampung Jawa Tomohon.
Dinamika Pelabuhan Tradisional dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Nelayan Tangkap di Belang (Minahasa Tenggara) Triyarti Halusa, Nurul; Dasfordate, Aksilas; winoto, Darmawan Edi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan Pelabuhan di Belang Minahasa Tenggara,  sebagai tempat mata pencaharian khususnya Masyarakat pesisir, dan bagaimana melihat dampak dari Pelabuhan atau dermaga Belang dari segi sosial dan budaya dengan menggunakan Metode Sejarah. Menurut Marc Bloch.  Empat tahap yang dilakukan dalam metode ini yakni: pertama: perumusan masalah penelitian, kedua: melakukan observasi historis melalui sumber sejarah, ketiga: melakukan analisis atau pengkajian data -dan keempat: melakukan pencarian (analisis) sebab-akibat dari masalah. Hasil penelitian mengambarkan keberadaan Pelabuhan Belang memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat pesisir, terutama dalam peningkatan aktivitas ekonomi, perubahan pola mata pencaharian, serta terbentuknya interaksi sosial yang lebih intens dengan masyarakat luar daerah. Di sisi lain, perkembangan pelabuhan juga membawa perubahan sosial dan budaya, seperti pergeseran nilai-nilai tradisional, pola kerja, serta dinamika kehidupan masyarakat pesisir. Dengan demikian, Pelabuhan Belang tidak hanya berperan sebagai sarana transportasi dan distribusi hasil laut, tetapi juga sebagai faktor penting dalam proses perubahan sosial dan budaya masyarakat pesisir di Minahasa Tenggara.
Gabungan Politik Indonesia Masa Pergerakan Nasional 1939-1942 (Dinamika, Strategi, dan Pengaruhnya terhadap Perjuangan Kemerdekaan) Mumekh, Ingriet Mahgrita Olfia; Dasfordate, Aksilas; Winoto, Darmawan Edi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika politik pada akhir masa kolonial Hindia Belanda yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan nasionalisme dan stagnasi kebijakan kolonial. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) muncul sebagai respons terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika GAPI pada periode 1939–1942 dalam konteks perubahan politik menjelang pendudukan Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan menelaah perkembangan masa lampau secara sistematis, serta menerapkan metode sejarah melalui tahapan pengumpulan sumber, kritik ekstern dan intern, kategorisasi data, dan analisis sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GAPI berperan penting dalam mengonsolidasikan kekuatan politik nasional melalui kampanye “Indonesia Berparlemen” yang mendorong reformasi politik kolonial. Organisasi ini juga berhasil memperkuat persatuan antarpartai nasionalis dan menciptakan strategi perjuangan yang lebih terkoordinasi. Namun, gerakan GAPI menghadapi berbagai hambatan, termasuk kebijakan represif pemerintah kolonial dan dampak Perang Dunia II. Pembubaran GAPI pada tahun 1942 tidak hanya disebabkan oleh pendudukan Jepang, tetapi juga oleh terbatasnya ruang politik yang telah lama dibentuk oleh pemerintah kolonial. Kesimpulannya, GAPI memiliki peran signifikan dalam memperkuat kesadaran politik nasional dan menjadi fondasi penting bagi perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.