Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS SAMBUNGAN ANTARA BALOK IWF DENGAN KOLOM BAJA AKIBAT BEBAN SIKLIK Riyanto, Eko
Semesta Teknika Vol 22, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.221236

Abstract

AbstrakPenggunaan tabung baja dengan isian beton dapat meningkatkan kekuatan gaya aksial pada kolom. Selain itu, tabung baja berfungsi juga sebagai bekisting untuk inti beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku histeristis, kekuatan, kekakuan serta pola keruntuhan pada sambungan dalam menahan beban siklik. Dalam penelitian ini, dibuat dua buah benda uji yaitu benda uji sambungan menerus balok-kolom tabung baja dengan isian beton dan benda uji sambungan menerus balok-kolom tabung baja tanpa adanya isian beton. Sambungan sayap pada profil IWF yang menghubungkan kolom dan balok dibuat menembus kolom tabung baja dan dilas pada permukaan kolom. Benda uji dibebani dengan siklus beban yang mengacu pada ACI 374.1-05. Hasil pengujian menunjukkan benda uji dengan sambungan balok-kolom tabung baja isian beton memiliki histeresis lebih besar dari kolom tabung baja tanpa isian  beton. Benda uji memiliki kegagalan  tipe daktilitas parsial jika sebagai kriteria untuk memenuhi strong column weak beam. AbstractThe use of steel tube columns has several advantages including: steel tubes also function as formwork for concrete cores, with the presence of concrete fillers in steel tubes, the compressive strength of steel tubes against axial forces will also increase. In addition the steel tube serves to prevent cracks in the concrete, and the composite column greatly increases stiffness and significant strength compared to the construction of steel frames and ordinary reinforced concrete. The connection between beams and steel tube columns must have sufficient strength to withstand earthquake loads. This study aims to determine the ability of beam joints with columns and to know the strength, as well as the pattern of joint collapse in resisting cyclic loads. In this study, a continuous steel beam column column test specimen was made with concrete fillings and continuous test specimens of steel tube columns without concrete filling. The wing joint on the IWF profile that connects columns and beams is made through steel tube columns and welded to the column surface. The test object is loaded with the load cycle referred to in ACI 374.1-05. The test results showed that the steel tube column-beam joint test object with concrete filling had a hysteresis loops larger than steel tube columns without concrete filling. The test object has a partial ductileity type failure as a criterion of strong colun weak beam.
Pemanenan Air Hujan Menggunakan Ground Water Tank untuk Pemenuhan Air Baku Di Lokasi Bangunan Perkuliahan (Lokasi Penelitian : Kampus 3, UM Purworejo) Riyanto, Eko; Setiawan, Agung
Semesta Teknika Vol 23, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus 3 (tiga) Universitas Muhammadiyah Purworejo yang beralamat di Jalan Lingkar Barat Purworejo tepatnya di Desa Sucen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Puworejo merupakan gedung perkuliahan untuk Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Purworejo, dengan demikian kebutuhan air bersih untuk mahasiswa dan dosen di kampus tersebut relatif cukup banyak. Waktu musim hujan volume air berlebih menyebabkan limpasan air permukaan menjadi meningkat  terutama di sekitar kampus sedangkan pada musim kemarau terjadi kekurangan air. Sehingga merancang  tampungan air hujan sangat diperlukan untuk tampungan air sehingga air hujan tidak terbuang sia-sia dan dapat digunakan pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan data perhitungan hujan kawasan  merujuk pada teori Polygon Thiessen  serta menggunakan data curah hujan andalan 80%, kemudian mengenai intensitas hujan digunakan teori tentang mononobe, sedangkan perancangan desain dan elemen pendukung tangki penampung air hujan digunakan standar ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2014, tentang Diseminasi Standar dan Manual Penampung Air Hujan. Hasil penelitian menunjukan potensi volume suplai air hujan didapatkan sebesar  976,99 m³/ tahun, dan penghematan air sebesar 0,76 % dari total kebutuhan air gedung perkuliahan sebesar 86.400 m³/ tahun. Perhitungan RAB tangki didapatkan sebesar Rp. 93.998.000,00 untuk dimensi tangki tampungan air hujan sebesar 8 x 5 x 3 m.                    Campus 3 (three) Muhammadiyah University Purworejo which is located at Jalan Lingkar Barat Purworejo, precisely in Sucen Village, Bayan District, Puworejo Regency is a lecture building for the Faculty of Economics, Muhammadiyah University of Purworejo, thus the need for clean water for students and lecturers on the campus is relatively sufficient. Lots. During the rainy season the excess water volume causes surface water runoff to increase, especially around the campus, while in the dry season there is a lack of water. So that designing rainwater storage is very necessary for water storage so that rainwater is not wasted and can be used in the dry season. This study uses regional rainfall calculation data referring to the Polygon Thiessen theory and using 80% reliable rainfall data, then regarding the rain intensity the mononobe theory is used, while the design design and supporting elements of rainwater storage tanks are used as standard provisions from the Ministry of Public Works and Public Housing. 2014, concerning Dissemination of Standard and Manual of Rainwater Storage. The results showed that the potential volume of rainwater supply was 976.99 m³ / year, and water savings of 0.76% of the total water demand for the lecture building was 86,400 m³ / year. The calculation of the RAB for the tank is Rp. 93,998,000.00 for the dimensions of the rainwater storage tank of 8 x 5 x 3 m. 
Pemanenan Air Hujan Menggunakan Ground Water Tank untuk Pemenuhan Air Baku Di Lokasi Bangunan Perkuliahan (Lokasi Penelitian : Kampus 3, UM Purworejo) Riyanto, Eko; Setiawan, Agung
Semesta Teknika Vol 23, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v23i1.8535

Abstract

Kampus 3 (tiga) Universitas Muhammadiyah Purworejo yang beralamat di Jalan Lingkar Barat Purworejo tepatnya di Desa Sucen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Puworejo merupakan gedung perkuliahan untuk Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Purworejo, dengan demikian kebutuhan air bersih untuk mahasiswa dan dosen di kampus tersebut relatif cukup banyak. Waktu musim hujan volume air berlebih menyebabkan limpasan air permukaan menjadi meningkat  terutama di sekitar kampus sedangkan pada musim kemarau terjadi kekurangan air. Sehingga merancang  tampungan air hujan sangat diperlukan untuk tampungan air sehingga air hujan tidak terbuang sia-sia dan dapat digunakan pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan data perhitungan hujan kawasan  merujuk pada teori Polygon Thiessen  serta menggunakan data curah hujan andalan 80%, kemudian mengenai intensitas hujan digunakan teori tentang mononobe, sedangkan perancangan desain dan elemen pendukung tangki penampung air hujan digunakan standar ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2014, tentang Diseminasi Standar dan Manual Penampung Air Hujan. Hasil penelitian menunjukan potensi volume suplai air hujan didapatkan sebesar  976,99 m³/ tahun, dan penghematan air sebesar 0,76 % dari total kebutuhan air gedung perkuliahan sebesar 86.400 m³/ tahun. Perhitungan RAB tangki didapatkan sebesar Rp. 93.998.000,00 untuk dimensi tangki tampungan air hujan sebesar 8 x 5 x 3 m.                    Campus 3 (three) Muhammadiyah University Purworejo which is located at Jalan Lingkar Barat Purworejo, precisely in Sucen Village, Bayan District, Puworejo Regency is a lecture building for the Faculty of Economics, Muhammadiyah University of Purworejo, thus the need for clean water for students and lecturers on the campus is relatively sufficient. Lots. During the rainy season the excess water volume causes surface water runoff to increase, especially around the campus, while in the dry season there is a lack of water. So that designing rainwater storage is very necessary for water storage so that rainwater is not wasted and can be used in the dry season. This study uses regional rainfall calculation data referring to the Polygon Thiessen theory and using 80% reliable rainfall data, then regarding the rain intensity the mononobe theory is used, while the design design and supporting elements of rainwater storage tanks are used as standard provisions from the Ministry of Public Works and Public Housing. 2014, concerning Dissemination of Standard and Manual of Rainwater Storage. The results showed that the potential volume of rainwater supply was 976.99 m³ / year, and water savings of 0.76% of the total water demand for the lecture building was 86,400 m³ / year. The calculation of the RAB for the tank is Rp. 93,998,000.00 for the dimensions of the rainwater storage tank of 8 x 5 x 3 m. 
Analisa Sistem Distribusi Air Bersih PDAM Purwodadi, Purworejo Agung Setiawan; Eko Riyanto; Among Prayogo
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dan telah menjadi salah satu kekayaan yang sangat penting. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat harus diikuti ketersediaan air bersih yang cukup. Air tersebut dapat berasal dari air tanah, air permukaan maupun dari air hujan (misalnya air sungai, air danau, dan lain sebagainya) yang sebelum digunakan harus diolah terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan air minum tidak saja diorientasikan pada kualitas sebagai persyaratan kesehatan air minum, tetapi sekaligus menyangkut kuantitas dan kontinuitasnya. Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Purworejo sebagian besar dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari. PDAM diharapkan mampu mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan air bersih dengan baik dan merata untuk masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif-kuantitatif yang bertujuan mengetahui kebutuhan air pelanggan PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi pada tahun 2024, memprediksi jumlah sambungan rumah (SR) sampai tahun 2024 dan untuk mengevaluasi kemampuan debit air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sampai tahun 2024. Sehingga PDAM Tirta Perwitasari dapat melayani semua pelanggan pada saat ini dan yang akan datang dalam pendistribusian yang merata, agar masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lancar. Berdasarkan analisa dengan menggunakan regresi didapat kebutuhan air bersih PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi untuk tahun 2024 sebesar 481.397 m³. Perkiraan sambungan rumah (SR) tahun 2024 sebesar 2.103 SR sedangkan untuk debit air produksi PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi untuk tahun 2024 sebesar 523.348 m³. Untuk kehilangan air untuk tahun 2024 sebesar 84.385 m³. Berdasarkan perhitungan neraca air tahun 2019-2024 didapat neraca air defisit sebesar -42.434 m³, sehingga PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi perlu meningkatkan ketersediaan air sebesar 438.963 m³ agar dapat melayani semua pelanggan dengan baik.
Analisis Penurunan Kadar Besi (Fe) dalam Air Sumur Gali dengan Metode Variasi Waktu Aerasi Filtrasi Menggunakan Aerator Gelembung dan Variasi Saringan Pasir Lambat Eko Riyanto; Muhamad Taufik; Meta Saputri
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryabeton.v5i1.1102

Abstract

Air merupakan sumber daya yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Masalah yang sering timbul atau dijumpai pada air tanah adalah kandungan Fe yang masih cukup tinggi atau melebihi standar kualitas air minum yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan tahun 2010 sebagai menteri yang berwenang, contohnya seperti pada air sumur gali yang berlokasi di daerah Purwodadi Purworejo, yang penulis jadikan sebagai tempat pengambilan sampel, di mana kandungan besinya masih melebihi batas syarat yang ditetapkan. Padahal batas syarat yang ditetapkan oleh Permenkes No.492 tahun 2010 tersebut, kadar Fe dalam air bersih maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/L. Penelitian ini dilakukan dengan 3 sampel air sumur gali melalui proses aerasi dan filtrasi dengan aertor gelembung dan SPL diharapkan kandungan Fe yang ada di dalam air dapat diturunkan hingga memenuhi batas syarat kualitas air minum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 6 variasi waktu aerasi menggunakan aerator gelembung yakni 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit, dan 60 menit. Kemudian variasi pasir SPL dengan variasi 30 cm, 40cm, dan 50 cm. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 3 sampel, didapat sampel A memiliki kadar Fe dengan rata-rata 1,744 ppm, sampel B 1,941, dan sampel C 0,689. Maka dilakukan pengujian air dengan aerator gelembung dan didapat efektifitas penurunan kadar Fe terjadi pada menit ke 60 yakni pada sampel A mencapai 36,671%, sampel B mencapai 30,689%, dan sampel C mencapai 58,325%, di mana rata-rata hasil kadar Fe pada sampel A yakni 1,105; sampel B 1,345; dan sampel C 0,287. Dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu aerasi menggunakan aerator gelembung, maka semakin tinggi kadar Fe yang berkurang, namun didalam penelitian hanya sampel C yang memenuhi standar Permenkes di mana kadar Fe maksimal yakni 0,3 ppm. Dan dilakukan pengujian air dengan saringan pasir lambat di mana tebalnya penggunaan pasir sangat mempengaruhi kekeruhan dari air, di mana semakin tebalnya pasir maka semakin baik kualitas air tersebut.
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS AIR SUMUR GALI METODE FILTRASI SEDERHANA DENGAN SABUT KELAPA SESUAI SYARAT AIR BERSIH Larashati B'tari Setyaning; Eko Riyanto; Mohammad Irfansyah
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryabeton.v5i2.1310

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi mahluk hidup. Akan tetapi tidak sedikit masyarakat yang lupa akan cara memanfaatkan air yang baik. Masalah yang sering timbul atau dijumpai pada air tanah adalah kandungan Fe dan Mn yang masih cukup tinggi atau melebihi standar kualitas air bersih yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan air sumur gali yang berlokasi di Desa Andong Kutoarjo, yang memiliki kandungan besinya masih melebihi batas syarat ketentuan yang ditetapkan oleh Permenkes No.32 Tahun 2017 tersebut, kadar Fe dalam air bersih maksimum yang dibolehkan adalah 1 mg/L, dan kadar Mn maksimum adalah 0,5 mg/L. Penelitian ini dilakukan menggunakan 5 sampel air sumur gali melalui proses filtrasi sederhana dengan variasi sabut kelapa yang diharapkan kandungan Fe dan Mn yang terkandung di dalam air sumur dapat diturunkan hingga memenuhi syarat kualitas air bersih. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 variasi ketebalan sabut kelapa yaitu dengan ketebalan 15 cm, 20 cm, dan 25 cm. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 5 sampel, didapat hasil untuk kadar Fe sempel A memiliki kadar sebesar 0,595 mg/L, sempel B 1,177 mg/L, sempel C 1,771 mg/L, sempel D 0,929 mg/L, sempel E 1,237 mg/L. Untuk kadar Mn sempel A memiliki kadar sebesar 0,902 mg/L, sempel B 0,822 mg/L, sempel C 2,326 mg/L, sempel D 2,158 mg/L, sempel E 2,019 mg/L. Maka dilakukan pengujian air dengan filtrasi sederhana ini dan didapat penurunan rata-rata kadar Fe pada variasi ketebalan 15 cm sebesar 4,063%; ketebalan 20 cm sebesar 27,361%; ketebalan 25 cm sebesar 46,889%. Untuk penurunan rata-rata kadar Mn pada variasi ketebalan 15 cm sebesar 22,084%; ketebalan 20 cm sebesar 45,299%; ketebalan 25 cm sebesar 65,522%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan sabut kelapa sebagai variasi filtrasi dapat meningkatkan kualitas air sumur gali, dan variasi ketebalan filtrasi mempengaruhi banyaknya penurunan kadar Fe dan Mn yang terkandung dalam air. Ketebalan optimal untuk peningkatan kualitas air sumur gali dala penelitian ini adalah 25 cm.
KAJIAN BETON POROUS MENGGUNKAN AGREGAT 1-2 CM DENGAN PENGISI ABU BATU Siti Nurfaizatu Zahro; Agung Setiawan; Eko Riyanto
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryabeton.v5i2.1416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pengaruh penambahan abu batu terhadap kuat tekan, infiltrasi, dan permebilitas beton porous dengan menggunakan ukuran agregat 1-2 cm yang berasal dari Sungai Jali, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan mengetahui komposisi campuran beton porous yang sesuai dengan tambahan abu batu 100% dan fas 0,4 dengan mempertimbangkan Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan empat varaisi perbandingan campuran. Benda uji yang digunakan untuk menguji kuat tekan beton adalah silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300, infiltrasi dan permeabilitas mengunakan cetakan paralon berukuran 6 inci dengan tinggi 200 mm. Hasil pengujian kuat tekan maksimal beton porous dengan penambahan abu batu sebagai filler dapat meningkatkan kuat tekan beton porous sebesar 67,57%, akan tetapi nilai infiltrasi mengalami penurunan sebesar 36,36 % dan permeabilitas 70,11%. Kuat tekan maksimal yang dihasilkan adalah sebesar 7,47 MPa umur beton 28 hari terdapat pada sampel KDA 5 (variasi campuran 1:1:5), dengan hasil nilai infiltrasi 0,28 cm/detik dan permeabilitas 0,84 cm/detik yang di uji pada umur beton 14 hari. Hasil kuat tekan maksimal masuk dalam standar ACI 522R-10 yaitu 2,8-28 MPa dengan hasil permeabilitas 0,84 cm/detik, masuk dalam standar ACI 522R-10 yaitu 0,14-1,22 cm/detik. Semakin besar perbandingan variasi campuran maka nilai kuat tekan semakin kecil, akan tetapi nilai infiltrasi dan permeabilitas semakin besar.
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM PURWODADI, PURWOREJO Agung Setiawan; Eko Riyanto; Among Prayogo
SURYA BETON - Fakultas Teknik Vol 2, No 01 (2020): Jurnal Surya Beton
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dan telah menjadi salah satu kekayaan yang sangat penting. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat harus diikuti ketersediaan air bersih yang cukup. Air tersebut dapat berasal dari air tanah, air permukaan maupun dari air hujan (misalnya air sungai, air danau, dan lain sebagainya) yang sebelum digunakan harus diolah terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Purworejo sebagian besar dikelola oleh PDAM Tirta Perwitasari. PDAM diharapkan mampu mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan air bersih dengan baik dan merata untuk masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskritif-kuantitatif. Penelitian untuk mengetahui kebutuhan air pelanggan PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi Tahun 2024, memprediksi jumlah sambungan rumah (SR) sampai Tahun 2024 dan untuk mengevaluasi kemampuan debit air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sampai Tahun 2024. Sehingga PDAM Tirta Perwitasari dapat melayani semua pelanggan pada saat ini dan yang akan datang dalam pendistribusian yang merata, agar masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan lancar.Berdasarkan analisis dengan menggunakan regresi didapat kebutuhan air bersih PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi untuk Tahun 2024 sebesar 481.397 m³. Perkiraan sambungan rumah (SR) Tahun 2024 sebesar 2.103 SR. Sadangkan untuk debit air produksi PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi untuk Tahun 2024 sebesar 523.348 m³. Untuk kehilangan air untuk Tahun 2024 sebesar 84.385 m³. Berdasarkan perhitungan neraca air Tahun 2019-2024 didapat neraca air defisit sebesar -42.434 m³, sehingga PDAM Tirta Perwitasari Cabang Purwodadi perlu meningkatkan ketersediaan air sebesar 438.963 m³ agar dapat melanyani semua pelanggan.   Kata kunci: kebutuhan, debit, distribusi.
Analisis Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbahan Silica Fume dan Kapur Tohor Eko Riyanto; Eksi Widyananto; Rahul Ray Renaldy
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 17, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v17i1.35901

Abstract

ABSTRACT Cement Portland is an essential ingredient in infrastructure development, but in portland cement production, there is a release of carbon dioxide (CO2). Innovation in materials in the construction of mortars, namely geopolymer mortars, is expected to reduce cement and air pollution. The research using experimental methods, aimed at locating the effect of the use of silica fume and quick lime with variations of silica fume: quick lime 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50, using a cube mold of 5 x 5 x 5 cm as much as 120 items, for testing age 7, 14, 28 days. Research has a compressive strength with an optimum geopolymer mortar on a variation of silica fume: quick lime 70:30, which is 3.52 MPa at the age of 28. Based upon compressive strength results, apply the age of mortar 7, 14, 28 days known the longer a strong mortar age agency.  Silica fume and quick lime may be used as alternative materials to replace cement. Based on ASTM C 270 to imply mortars type K and type O. ABSTRAKSemen portland merupakan bahan material penting dalam pembangunan khususnya di bidang teknik sipil, namun dalam proses produksi semen portland terjadi pelepasan karbon dioksida (CO2). Perlu adanya inovasi bahan dalam pembuatan mortar yaitu mortar geopolimer yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan semen dan polusi udara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan silica fume dan kapur tohor terhadap mortar geopolimer dengan variasi silica fume:kapur tohor 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50, benda uji berbentuk kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm sebanyak 120 benda uji, pengujian umur 7, 14,  28 hari. Hasil penelitian didapat kuat tekan optimum mortar geopolimer pada variasi silica fume:kapur tohor 70:30 yaitu 3,52 MPa pada umur 28 hari. Berdasarkan hasil kuat tekan pengaruh umur mortar 7, 14, 28 hari diketahui semakin lama umur mortar kuat tekan semakin meningkat. Silica fume dan kapur tohor dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti semen. Berdasarkan ASTM C 270 termasuk dalam mortar tipe K dan tipe O.
Analisis Sambungan Antara Balok Iwf dengan Kolom Baja Akibat Beban Siklik Eko Riyanto
Semesta Teknika Vol 22, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.221236

Abstract

AbstrakPenggunaan tabung baja dengan isian beton dapat meningkatkan kekuatan gaya aksial pada kolom. Selain itu, tabung baja berfungsi juga sebagai bekisting untuk inti beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku histeristis, kekuatan, kekakuan serta pola keruntuhan pada sambungan dalam menahan beban siklik. Dalam penelitian ini, dibuat dua buah benda uji yaitu benda uji sambungan menerus balok-kolom tabung baja dengan isian beton dan benda uji sambungan menerus balok-kolom tabung baja tanpa adanya isian beton. Sambungan sayap pada profil IWF yang menghubungkan kolom dan balok dibuat menembus kolom tabung baja dan dilas pada permukaan kolom. Benda uji dibebani dengan siklus beban yang mengacu pada ACI 374.1-05. Hasil pengujian menunjukkan benda uji dengan sambungan balok-kolom tabung baja isian beton memiliki histeresis lebih besar dari kolom tabung baja tanpa isian  beton. Benda uji memiliki kegagalan  tipe daktilitas parsial jika sebagai kriteria untuk memenuhi strong column weak beam. AbstractThe use of steel tube columns has several advantages including: steel tubes also function as formwork for concrete cores, with the presence of concrete fillers in steel tubes, the compressive strength of steel tubes against axial forces will also increase. In addition the steel tube serves to prevent cracks in the concrete, and the composite column greatly increases stiffness and significant strength compared to the construction of steel frames and ordinary reinforced concrete. The connection between beams and steel tube columns must have sufficient strength to withstand earthquake loads. This study aims to determine the ability of beam joints with columns and to know the strength, as well as the pattern of joint collapse in resisting cyclic loads. In this study, a continuous steel beam column column test specimen was made with concrete fillings and continuous test specimens of steel tube columns without concrete filling. The wing joint on the IWF profile that connects columns and beams is made through steel tube columns and welded to the column surface. The test object is loaded with the load cycle referred to in ACI 374.1-05. The test results showed that the steel tube column-beam joint test object with concrete filling had a hysteresis loops larger than steel tube columns without concrete filling. The test object has a partial ductileity type failure as a criterion of strong colun weak beam.