Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : CERMIN

PENGARUH PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PERUM PEGADAIAN DI KABUPATEN TEGAL (KASUS PERUM PEGADAIAN CABANG SLAWI, BANJARAN DAN TALANG KABUPATEN TEGAL) Jalil, Mahben; Gunistiyo, M.Si., Drs.
CERMIN No 045 (2009): Oktober
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.352 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan danfasilitas terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian di Kabupaten Tegal danuntuk mengetahui variabel yang memberikan pengaruh lebih besar diantarapelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian diKabupaten Tegal.Berdasarkan pengujian dengan Chi square (2), diperoleh bahwa terdapathubungan yang signfikan antara pelayanan dan kepuasan konsumen, atau semakin baikpelayanan yang diberikan, semakin baik pula kepuasan konsumennya. Untuk analisishubungan antara Fasilitas dan kepuasan konsumen,diperoleh bahwa terdapathubungan yang signfiikan antara fasilitas dan kepuasan konsumen, atau semakin baikfasilitas yang diberikan, semakin baik pula kepuasan konsumennya. Dari hasilperhitungan diketahui pula bahwa pelayanan memberikan pengaruh lebih besarterhadap kepuasan konsumen dibandingkan dengan fasilitas, sehingga hipotesis keduadapat diterima.
PARADIGMA BISNIS DAN REVITALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ERA PERUBAHAN Jalil, Mahben
CERMIN No 040 (2006): September
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3812.322 KB)

Abstract

Perubahan paradigma bisnis adalah suatu respon dari perubahan global. Perubahan dalam berbagai aspek lingkungan bisnis, seperti perubahan sosial, perubahan politik, perubahan tata ekonomi duania (misalnya kesepakatan tentang GATT, AFTA, NAFTA, dan WTO), perubahan dan kemajuan teknologi ini mempengaruhi pergeseran paradigma bisnis. Perubahan paradigma bisnis menuntut adanya perubahan di dalampengelolaan kegiatan perusahaan. Salah satu dimensi kegiatan perusahaan yang memerlukan pendekatan baru dalam pengelolaannya adalah pendayagunaan sumber daya manusia. Pandangan lama tentang sumber daya manusia haruss ditinggalkaan dan diganti dengan pandangan baru. Pandangan lama melihat sumber daya manusia bukan dalam kedudukan yang vital, sedangkan pandangan baru melihat sumber daya manusia sebagai sesuatu aspek vital dalam perusahaan. Pandangan baru ini menuntut adanya penyesuaian di dalam pola kerja perusahaan. Di dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia cara-cara lama yang meletakkan peranan divisi personalia di suatu perusahaan hanya sebagai unit yang bersifat administratine kini berubah total fungsinya. Kalau dahulu divisi personalia hanya merekam riwayat hidup karyawan, kapan mulai bekerja, latar belakang pendidikan, besar gaji yang harus dibayar, jumlah absen, dan tindakan indisipliner, kini fungsi tersebut telah berubah drastis. Pada akebanyakan oerusahaan nama divisipun berubah dari personalia menjadi divisi pengembangan sumber daya manusia. Untuk merealisasi sumber daya manusia peranan visi perubahan sangat besar. Sebab vissi adalah suatu statement yang berisikan arahan yang jelas tentang apa yang akan diperbuat oleh perusahaan dimana yang akan datang. Secara sederhana Burt Nanus (1992) mengatakan “a vision is a realistic, credible, attractive future for your organisation”. Visi adalah suatu impian masa depan yang realistik dan dapat dicapai. Kata Kunci : Paradigma, Bisnis, Previtalisasi Sumber Daya Manusia
Persepsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal Terhadap Etika Bisnis Jalil, Mahben; Mubarok, Abdulloh
CERMIN No 46 (2010): Maret
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3079.492 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal terhadap etika bisnis dan apakah ada perbedaan persepsi yang signifikan tentang etika bisnis antara mahasiswa tersebut yang belum bekerja dan yang sudah pernah bekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 99 responden penelitian yang terdiri dari 58 responden mahasiswa yang belum bekerja (kelompok 1) dan 41 mahasiswa yang sudah pernah bekerja (kelompok 2). Pemilihan responden(sampel) dilakukan secara convennience. Uji validitas dilakukan dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator, sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan uji statistik cronbach alpha. Untuk mengetahui seberapa baik persepsi tentang etika bisnis, data dianalisis dengan memproporsikan total skor perhitungan dari masing-masing kelompok responden dengan total skor idealnya. Kemudian diinterpretasikan dengan kriteria interpretasi skor. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut dilakukan dengann uji statistik beda-test, SPSS for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti tegal yang belum bekerja ataupun yang sudah (perna) bekerja mempunyai persepsi yang baik terhadap etika bisnis. Kalau dibandingkan antara kedua kelompok tersebut persepsi mahasiswa yang belum bekerja lebih baik (76,98 %) dari pada mahasiswa yang sudah (pernah) bekerja (74,96 %). Apabila dibandingkan antara kedua kelompok tersebut memang ada perbedaan persepsi tentang etika bisnis antara mahasiswa yang belum bekerja (103,90) dan mahasiswa yang sudah bekerja (101,20). Namun demikian perbedaannya tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari sampel variance assumed sebesar 1,263 dengan probabilitas signifikansi 0,210 (>0,05). Kata Kunci : persepsi, etika bisnis
Analisis Penetapan Strategi Perusahaan Dengan Matriks Internal dan Eksternal pada Industri Konveksi Busana Muslim di Kabupaten Tegal-Jawa Tengah Jalil, Mahben
CERMIN No 047 (2010): September
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5036.054 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui strategi yang tepat bagi Industri Konveksi Busana Muslim menurut Matriks Internal dan Eksternal. Memilih Industri Konveksi Busana Muslim sebagai obyek penelitian karena di tengah persaingan yang semakin ketat perusahaan ini dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perkembangan yang dia alami Industri Konveksi Busana Muslim diikuti munculnya pesaing yang memiliki kesamaan dalam hal penawaran berupa bahan kain jadi. Dalam menghadapi persaingan itu Industri Konveksi Busana Muslim tentunya membutuhkan analisis perencanaan strategis yang dapat digunakan pada masa mendatang. Tujuanya adalah untuk memantapkan posisis Industri Konveksi Busana Muslim di pasar konveksi di Industri Kabupaten Tegal- Jawa Tengah. Metide pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui metode wawancara dan pertanyaan yang diisi oleh manajer perusahaan sebagai responden. Data variabel faktor internal dan variabel faktor eksternal yang sudah dianalisis menghasilkan skor akhir dan kemudian dipetakan pada matriks internal dan eksternal. Skor akhir pada faktor internal dan eksternal pada matriks internal dan eksternal akan menunjukan strategi yang dapat dilakukan Industri Konveksi Busana Muslim. Berdasarkan analisis data total skor faktor internal 3,68 dan skor faktor eksternal 3,77 yang dipetakan pada Matriks Internal dan Ekternal menunjukan bahwa posisi strategis Industri Konveksi Busana Muslim berada pada sel I. Jadi kesimpulan utama yang dapat diambil, strategi yang tepat bagi Industri Konveksi Busana Muslim berdasarkan posisi strategis perusahaan pada matrikss internal dan eksternal adalah strategi pertumbuhan konsentrasi melalui integrasi vertikal. Melalui strategi ini perusahaan dapat melakukan perluasan bidang usaha dengan cara menjalin kerjasama dengan supplier (backward integration) bahan baku yang lebih berkualitas untuk memenuhi ketersediaan bahan baku atau dengan cara menambah jaringan distribusi (forward integration) dengan tujuan memantapkan ciri khas produk Industri Konveksi Busana Muslim kepada konsumen.
Analisis Penetapan Strategi Perusahaan Dengan Matriks Internal dan Eksternal pada Industri Konveksi Busana Muslim di Kabupaten Tegal-Jawa Tengah Jalil, Mahben
CERMIN No 047 (2010): September
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5036.054 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui strategi yang tepat bagi Industri Konveksi Busana Muslim menurut Matriks Internal dan Eksternal. Memilih Industri Konveksi Busana Muslim sebagai obyek penelitian karena di tengah persaingan yang semakin ketat perusahaan ini dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perkembangan yang dia alami Industri Konveksi Busana Muslim diikuti munculnya pesaing yang memiliki kesamaan dalam hal penawaran berupa bahan kain jadi. Dalam menghadapi persaingan itu Industri Konveksi Busana Muslim tentunya membutuhkan analisis perencanaan strategis yang dapat digunakan pada masa mendatang. Tujuanya adalah untuk memantapkan posisis Industri Konveksi Busana Muslim di pasar konveksi di Industri Kabupaten Tegal- Jawa Tengah. Metide pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui metode wawancara dan pertanyaan yang diisi oleh manajer perusahaan sebagai responden. Data variabel faktor internal dan variabel faktor eksternal yang sudah dianalisis menghasilkan skor akhir dan kemudian dipetakan pada matriks internal dan eksternal. Skor akhir pada faktor internal dan eksternal pada matriks internal dan eksternal akan menunjukan strategi yang dapat dilakukan Industri Konveksi Busana Muslim. Berdasarkan analisis data total skor faktor internal 3,68 dan skor faktor eksternal 3,77 yang dipetakan pada Matriks Internal dan Ekternal menunjukan bahwa posisi strategis Industri Konveksi Busana Muslim berada pada sel I. Jadi kesimpulan utama yang dapat diambil, strategi yang tepat bagi Industri Konveksi Busana Muslim berdasarkan posisi strategis perusahaan pada matrikss internal dan eksternal adalah strategi pertumbuhan konsentrasi melalui integrasi vertikal. Melalui strategi ini perusahaan dapat melakukan perluasan bidang usaha dengan cara menjalin kerjasama dengan supplier (backward integration) bahan baku yang lebih berkualitas untuk memenuhi ketersediaan bahan baku atau dengan cara menambah jaringan distribusi (forward integration) dengan tujuan memantapkan ciri khas produk Industri Konveksi Busana Muslim kepada konsumen.
PARADIGMA BISNIS DAN REVITALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ERA PERUBAHAN Jalil, Mahben
CERMIN No 040 (2006): September
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3812.322 KB)

Abstract

Perubahan paradigma bisnis adalah suatu respon dari perubahan global. Perubahan dalam berbagai aspek lingkungan bisnis, seperti perubahan sosial, perubahan politik, perubahan tata ekonomi duania (misalnya kesepakatan tentang GATT, AFTA, NAFTA, dan WTO), perubahan dan kemajuan teknologi ini mempengaruhi pergeseran paradigma bisnis. Perubahan paradigma bisnis menuntut adanya perubahan di dalampengelolaan kegiatan perusahaan. Salah satu dimensi kegiatan perusahaan yang memerlukan pendekatan baru dalam pengelolaannya adalah pendayagunaan sumber daya manusia. Pandangan lama tentang sumber daya manusia haruss ditinggalkaan dan diganti dengan pandangan baru. Pandangan lama melihat sumber daya manusia bukan dalam kedudukan yang vital, sedangkan pandangan baru melihat sumber daya manusia sebagai sesuatu aspek vital dalam perusahaan. Pandangan baru ini menuntut adanya penyesuaian di dalam pola kerja perusahaan. Di dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia cara-cara lama yang meletakkan peranan divisi personalia di suatu perusahaan hanya sebagai unit yang bersifat administratine kini berubah total fungsinya. Kalau dahulu divisi personalia hanya merekam riwayat hidup karyawan, kapan mulai bekerja, latar belakang pendidikan, besar gaji yang harus dibayar, jumlah absen, dan tindakan indisipliner, kini fungsi tersebut telah berubah drastis. Pada akebanyakan oerusahaan nama divisipun berubah dari personalia menjadi divisi pengembangan sumber daya manusia. Untuk merealisasi sumber daya manusia peranan visi perubahan sangat besar. Sebab vissi adalah suatu statement yang berisikan arahan yang jelas tentang apa yang akan diperbuat oleh perusahaan dimana yang akan datang. Secara sederhana Burt Nanus (1992) mengatakan ?a vision is a realistic, credible, attractive future for your organisation?. Visi adalah suatu impian masa depan yang realistik dan dapat dicapai. Kata Kunci : Paradigma, Bisnis, Previtalisasi Sumber Daya Manusia
Persepsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal Terhadap Etika Bisnis Jalil, Mahben; Mubarok, Abdulloh
CERMIN No 46 (2010): Maret
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3079.492 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal terhadap etika bisnis dan apakah ada perbedaan persepsi yang signifikan tentang etika bisnis antara mahasiswa tersebut yang belum bekerja dan yang sudah pernah bekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 99 responden penelitian yang terdiri dari 58 responden mahasiswa yang belum bekerja (kelompok 1) dan 41 mahasiswa yang sudah pernah bekerja (kelompok 2). Pemilihan responden(sampel) dilakukan secara convennience. Uji validitas dilakukan dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator, sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan uji statistik cronbach alpha. Untuk mengetahui seberapa baik persepsi tentang etika bisnis, data dianalisis dengan memproporsikan total skor perhitungan dari masing-masing kelompok responden dengan total skor idealnya. Kemudian diinterpretasikan dengan kriteria interpretasi skor. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut dilakukan dengann uji statistik beda-test, SPSS for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pancasakti tegal yang belum bekerja ataupun yang sudah (perna) bekerja mempunyai persepsi yang baik terhadap etika bisnis. Kalau dibandingkan antara kedua kelompok tersebut persepsi mahasiswa yang belum bekerja lebih baik (76,98 %) dari pada mahasiswa yang sudah (pernah) bekerja (74,96 %). Apabila dibandingkan antara kedua kelompok tersebut memang ada perbedaan persepsi tentang etika bisnis antara mahasiswa yang belum bekerja (103,90) dan mahasiswa yang sudah bekerja (101,20). Namun demikian perbedaannya tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari sampel variance assumed sebesar 1,263 dengan probabilitas signifikansi 0,210 (>0,05). Kata Kunci : persepsi, etika bisnis
PENGARUH PELAYANAN DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PERUM PEGADAIAN DI KABUPATEN TEGAL (KASUS PERUM PEGADAIAN CABANG SLAWI, BANJARAN DAN TALANG KABUPATEN TEGAL) Jalil, Mahben; Gunistiyo, M.Si., Drs.
CERMIN No 045 (2009): Oktober
Publisher : CERMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.352 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan danfasilitas terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian di Kabupaten Tegal danuntuk mengetahui variabel yang memberikan pengaruh lebih besar diantarapelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan konsumen pada Perum Pegadaian diKabupaten Tegal.Berdasarkan pengujian dengan Chi square (?2), diperoleh bahwa terdapathubungan yang signfikan antara pelayanan dan kepuasan konsumen, atau semakin baikpelayanan yang diberikan, semakin baik pula kepuasan konsumennya. Untuk analisishubungan antara Fasilitas dan kepuasan konsumen,diperoleh bahwa terdapathubungan yang signfiikan antara fasilitas dan kepuasan konsumen, atau semakin baikfasilitas yang diberikan, semakin baik pula kepuasan konsumennya. Dari hasilperhitungan diketahui pula bahwa pelayanan memberikan pengaruh lebih besarterhadap kepuasan konsumen dibandingkan dengan fasilitas, sehingga hipotesis keduadapat diterima.