Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Adaptations of Three Cash Crops to Climate Change Eming Sudiana; Edy Yani; Lucky Prayoga; Darsono Darsono; Edy Riwidiharso; Slamet Santoso
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 12, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v12i2.23489

Abstract

Climate change is likely to lead to adaptations among important crop species. Elevational gradients can be used to illustrate the effects of climate change on crop adaptation patterns. The research aimed to determine adaptation patterns in crop species across an elevational (and therefore temperature and humidity) gradient. A factorial design was applied with two factors within a simple Randomized Complete Block Design, wherein the primary factor was elevation (10 – 1,000 m). Three crop species (long bean, common bean, and winged bean) were used as test species. Growth rate and flower number were used as adaptation parameters. The results indicated that these three cash crop species showed different adaptation patterns. Common bean showed the greatest vegetative growth at approximately 600 m in elevation, long bean at 400 m in elevation, and winged bean at 10 m in elevation. The results of this study indicate that the three tested agricultural crops have different adaptation patterns, and these results was the first finding to be published in Indonesia. For agriculture practices, it can be recommended that planting of these cash crops be adapted to the elevation of the planting area. 
Hubungan Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Bunga Tagetes erecta L. dengan Suhu Udara Harian di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Dwi Yuliani; Nur Setyaningsih; Eming Sudiana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19838

Abstract

Keanekaragaman serangga penyerbuk memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan penyerbukan dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Bunga Tagetes erecta L. diketahui mampu menarik berbagai jenis serangga penyerbuk, namun hubungan antara kondisi lingkungan, khususnya suhu udara harian, dengan keanekaragaman serangga penyerbuk pada tanaman ini masih belum banyak dikaji, terutama di wilayah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keanekaragaman serangga penyerbuk pada bunga T. erecta L. dengan suhu udara harian di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap serangga penyerbuk yang mengunjungi bunga T. erecta L pada beberapa waktu pengamatan dalam satu hari serta pencatatan suhu udara di lokasi penelitian. Data keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan indeks Shannon–Wiener dan indeks kemerataan, sedangkan hubungan antara suhu udara dan keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas serangga penyerbuk didominasi oleh ordo Hymenoptera dengan tingkat keanekaragaman pada kategori sedang dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) sebesar 2,31 dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,93. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara suhu udara harian dan keanekaragaman serangga pengunjung (r = −0,87; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan suhu udara diikuti dengan penurunan keanekaragaman serangga. Penelitian ini ini memberikan informasi penting mengenai peran faktor suhu mikro dalam mempengaruhi aktivitas serangga penyerbuk pada tanaman berbunga di wilayah dataran tinggi. Penelitian ini berkontribusi sebagai data dasar dalam pengelolaan agroekosistem berbasis konservasi penyerbuk serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi budidaya tanaman berbunga yang mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati. Kata kunci : keanekaragaman serangga, penyerbuk, Tagetes erecta L., suhu udara, Bumijawa.