Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Effect of Application of Endophytic Bacteria on the Development of Bacterial Leaf Blight Disease, Growth, and Production of Rice Plants Marwan, Husda; Hayati, Islah; Defitri, Yuza
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i1.10832

Abstract

Bacterial leaf blight can be found in various stages of rice plant growth, so this disease can affect the growth and production of rice plants. This research aims to determine the effect of applying an endophytic bacterial formula to rice seedlings on the development of HDB disease, growth, and production of rice plants. This study used 4 isolates of endophytic bacteria (isolates BE-KH1, BE-M2, BE-M3, and BE-S5) which were formulated in coconut water waste + peptone. The results of the study showed that the application of the endophytic bacterial formula to rice seedlings was able to reduce the severity of bacterial leaf blight by 54,5 – 63,2% and had an effect on growth, full grain weight, and rice grain weight in rice plants inoculated with Xanthomonas oryzae pv. oryzae bacteria.
Efikasi Cendawan Entomopatogen Sebagai Agens Hayati Dalam Mengendalikan Spodoptera frugiperda J.E Smith (Lepidoptera: Noctuide) Aulia, Rizki; Wilyus, Wilyus; Hayati, Islah
Jurnal Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v10i2.279

Abstract

This study was conducted to determine the ability of entomopathogenic fungi as biological agents in controlling Spodoptera frugiperda J.E. Smith. The study was conducted at the Laboratory of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, University of Jambi. Pathogenicity tests were conducted on six types of fungi (Beauveria bassiana from four different sources, Lecanicillium lecanii, Metarhizium anisopliae, and Trichoderma harzianum) and controls for three stages of S. frugiperda (eggs, 3rd instar larvae, pupae) using the dip inoculation method. Efficacy tests were conducted on B. bassiana (Jatisari isolation) using the dip method, including variations in spore concentration (10⁶-10⁹ conidia/ml) and dual application (on eggs and larvae). The variables observed included the incubation period, infection symptoms, mortality, and survival of S. frugiperda at each stage. B. bassiana (Jatisari isolate) showed the highest efficacy on larvae (mortality up to 84% at a concentration of 10⁹ conidia/ml), increasing with increasing spore concentration and multiple applications. Although the effect on adults was not significant, the reduction in larval population showed the potential of B. bassiana as an effective biological agent for controlling S. frugiperda.
Pengaruh Mikroklimat dan Praktik Pengelolaan Perkebunan Kopi Liberika (Coffea liberica L.) terhadap Tingkat Serangan dan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hertanti, Septinita; Wilyus, Wilyus; Hayati, Islah
Jurnal Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v10i2.281

Abstract

This study aimed to analyze the effects of microclimate and management practices on the infestation level and population of the coffee berry borer (Hypothenemus hampei Ferr.) in Liberica coffee (Coffea liberica L.) plantations in Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province. Three categories of plantations with different management levels were observed: well-managed, moderately managed, and unmanaged plantations. The analyzed microclimatic variables included canopy temperature, canopy humidity, light intensity, soil temperature, and soil moisture. In addition, plantation characteristics such as plant age, planting distance, pruning, fertilization, and the fresh and dry weight of weeds were examined to assess their relationship with pest infestation dynamics. The results showed that plantation management level had a significant effect on both infestation rate and population density of H. hampei. Well-managed plantations exhibited the lowest average infestation rate (10.92%), classified as light infestation, whereas unmanaged plantations had the highest rate (29.97%), categorized as moderate infestation. Similarly, the highest pest population was found in unmanaged plantations, with an average of 0.89 individuals per berry. Regression analysis revealed that canopy temperature was the only microclimatic variable significantly affecting H. hampei infestation (p < 0.05). Moreover, both fresh and dry weed biomass showed a significant positive correlation with pest population, indicating that unmanaged weeds may increase micro-humidity favorable for pest development. This study concludes that good plantation management—particularly pruning, weed control, and fertilization—can significantly reduce the population and infestation levels of H. hampei. These findings are expected to serve as a scientific basis for recommending more effective and sustainable pest management strategies in Liberica coffee plantations.
Penularan Patogen CVPD Melalui Vektor D. citri Stadia Imago dan Nimfa pada Bibit Jeruk Rough Lemon dan Siem Marlina, Marlina; Mapegau, Mapegau; Hayati, Islah
Biospecies Vol. 15 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i1.17120

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mempelajari penularan penyakit CVPD melaluivektor Diaphorina citri stadia imago dan nimfa pada jeruk Siem dan Rough Lemon. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dua faktor.Faktor Kultivar Jeruk (Rough Lemon, dan Siem) diletakkan sebagai faktor pertama, sedangkan fakor stadia vektor (Nimfa, dan Imago) sebagai faktor kedua. Empat kombinasi perlakukan masing-masing diulang 5 kali.Tiap perlakuan terdiri dari 2 pot tanaman percobaan.Data respons tanaman terhadap penyakit CVPD yang diinokulast melalul vektor D.citri berbeda stadia diperoleh dengan menghitung:1) masa inkubasi yang diperoleh dengan cara mengamati lamanya waktu yang diperlukan tanaman sejak diinokulasi patogen sampai timbulnya gejala pertama;2) persentase daun klorosis yang diperoleh melalui pengamatan daun sampel yang diambil secara acak dan dihitung jumlah daun yang klorosis dari jumlah daun tanaman sampel, 3) persentase cabang yang bergejala, diperoleh dengan menghitung jumlah cabang yang bergejala dari jumlah cabang seluruhnya per tanaman tiap perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit CVPD, persentase daun klorosis, dan persentase daun bergejala lebih cepat dan lebih tinggi pada jeruk Siem dibandingkan dengan pada jeruk Rough Lemon, baik yang ditulari melalui inokulasi dengan D. citri stadia imago maupun stadia nimfa. Tetapi penularan melalui inokulasi D. citri pada stadio imago lebih cepat memunculkan masa inkubasi, persentase daun, klorosis, dan persentase cabang bergejala lebih tinggi dibandingkan dengan stadia nimfa. Jeruk siem dan penularan penyakit CVPD melalui D. citri stadia nimfa dapat dijadikan cara deteksi dini penyakit CVPD pada jeruk
EFEK RESIDU BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Mapegau, Mapegau; Setyaji, Hajar; Hayati, Islah; Putri Ayuningtiyas, Septiani
Biospecies Vol. 15 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i1.17121

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek residu biochar sekam padi dengan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.Penelitian dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi dari bulan April sampai dengan Agustus 2019, satu tahun setelah penelitian biochar pada tanaman jagung dilaksanakan pada lokasi yang sama. Sebagai rancangan lingkungan digunakan rancangan acakkelompok (RAK) 3 ulangan sesuai dengan rancangan penelitian awal. Dosis residu biochar sebagai perlakuan 2,5 ton/ha, 5,0 ton/ha, dan 7,5 ton/ha. Pupuk kandang ayam 2,5 ton/ha, 5,0 ton/ha, dan 7,5 ton/ha. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu biochar sekam padi masih berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, sedang pupuk kandang ayam tidak mempengaruhi pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan hasil biji kering tanaman jagung. Residu biochar sekam padi dengan dosis5,0 dan 7,5 ton.ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman jagung.Tidak ada perbedaan pertumbuhan dan hasil yang diperoleh pada penelitian awal dengan yang diperoleh pada penelitian residu.
PENGARUH PEMANGKASAN DAUN PADA POSISI SPESIFIK TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG: Effect of leave pruning on specific position on the corn yield Mapegau, Mapegau; Sari Fitriani, Miranti; Hayati, Islah; Rumita Sari, Puput
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.19962

Abstract

Pemangkasan daun pada posisi tertentu pada batang, merupakan salah satu teknik yang dapa dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi pemangkasan daun pada batang yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2020 di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan. Perlakuan pemangkasan yang cobakan berdasrkan posisi daun pada batang adalah: Tanpa pemangkasan (kontrol/p0), pemangkasan 3 helai daun pada possis dekat permukaan tanah (p1), pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol (p2), pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol (p3), dan pemangkasan 3 daun pada posisi diatas tongkol (p4). Jagung ditanam dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm pada petakan berukuran 4 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan daun berpengaruh nyata pada berat tongkol kering berkelobot, berat 100 butir biji kering, dan hasil biji kering, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat tongkol kering tanpa kelobot. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi di bawah tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobotsebesar 14,91%, berat 100 butir biji kering sebesar16,27%, dan hasil biji kering sebesar 35,07% dibandingkan tanpa pemangkasan. Pemangkasan 3 helai daun pada posisi sekitar tongkol dapat meningkatkan berat tongkol kering berkelobot sebesar 28,00%, berat 100 butir biji kering sebesar 19,19%, dan hasil biji kering 27,96% dibandingkan tanpa pemangkasan