Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Skema Trip Non-Kaskade Penyulang GI Marisa untuk Mencegah Incoming Trip Akibat Akumulasi Arus Gangguan Denny Fratista, Kadek Agus; Pambudi, Muhammad Ridho; Jaya, Arif; Syarifuddin, Andi; Syamsir
Jurnal LOGITECH Logika Technology Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/n67j1877

Abstract

Sistem proteksi bertujuan mengisolasi area gangguan agar sistem kelistrikan tetap beroperasi normal. GI Marisa 150 kV, di bawah pengelolaan PLN UPT Manado, memiliki satu trafo dan enam penyulang. Pada Trafo #1, diterapkan skema proteksi kaskading antara sisi 150 kV, incoming 20 kV, dan penyulang, sesuai Pedoman Proteksi Trafo PLN UIP3B Sulawesi 2019. Pada 2 Februari 2023, terjadi gangguan bersamaan pada penyulang MR3 dan MR4 akibat konduktor putus. Keduanya memiliki konstruksi double sirkit pada satu tiang, sehingga arus gangguan terakumulasi ke sisi incoming. Akibatnya, relay incoming trip lebih cepat daripada relay penyulang, menyebabkan padam meluas sebesar 16.43 MW. Kasus ini menunjukkan kelemahan skema kaskading. Tugas akhir ini bertujuan mengevaluasi penerapan skema proteksi non-kaskade untuk mencegah trip incoming akibat akumulasi gangguan penyulang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif (rancangan skema) dan kualitatif (evaluasi penerapan). Skema non-kaskade memanfaatkan sinyal pickup awal dari relay dan direct trip ke PMT penyulang, dengan syarat dua penyulang pickup dan diikuti pickup incoming dengan delay 100 ms. Skema ini mulai diterapkan pada Trafo #1 sejak 3 November 2023. Setelah implementasi, terjadi tiga gangguan dua penyulang dan seluruhnya berhasil diamankan tanpa trip incoming. Evaluasi menunjukkan skema non-kaskade berhasil 100% mencegah kegagalan proteksi yang sebelumnya terjadi pada skema kaskading.
Evaluasi Setting Over Current Relay dan Ground Fault Relay pada Penyulang Bili-Bili Satu GI Borongloe Muzayyana, Syaira; Rahmawati, Aprilia Dwi; Nawir, Muhammad; Jaya, Arif; Syarifuddin, Andi
Jurnal LOGITECH Logika Technology Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/fwbp0303

Abstract

Sebab distribusi tenaga listrik merupakan sistem tenaga listrik yang menyalurkan energi listrik ke konsumen, untuk menjaga pendistribusian tenaga listrik agar tidak terganggu maka sistem proteksi yang terpasang pada jaringan distribusi tenaga listrik harus bekerja secara maksimal. Koordinasi antara peralatan proteksi yang terpasang pada jaringan distribusi tenaga listrik sangat berpengaruh pada kualitas pendistribusian energi listriknya. Oleh karena itu, sistem proteksi harus memiliki tingkat selektifitas, ekonomis, kecepatan bereaksi, dan tingkat kepekaan yang tinggi sehingga sistem proteksi yang dipasang dapat dikatakan handal. Proteksi yang digunakan adalah OCR (Over Current Relay) dan GFR (Ground Fault Relay)  yaitu relai yang berfungsi memberi perintah PMT untuk membuka, sehingga saluran yang terganggu dipisahkan dari jaringan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai setting relai, pengaturan waktu kerjanya, serta mendapatkan perbandingan data setting lapangan dengan data perhitungan manual antara OCR (Over Current Relay) dan GFR (Ground Fault Relay) pada sistem proteksi penyulang. Penelitian dan pengumpulan data ini dilaksanakan di ULTG Panakukkang, Gardu Induk Borongloe, UP3 Makassar, dan ULP Sungguminasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan nilai setting relai OCR (Over Current Relay) dan GFR (Ground Fault Relay) dilakukan dengan menghitung impedansi ekivalen jaringan penyulang untuk mendapatkan arus gangguan hubung singkat sebagai dasar penetapan waktu kerja relai (TMS). Nilai TMS yang diperoleh untuk OCR (Over Current Relay) sisi incoming adalah 0,199 detik dan sisi penyulang sebesar 0,174 detik, sedangkan untuk GFR (Ground Fault Relay) masing-masing sebesar 0,203 detik dan 0,092 detik. Koordinasi waktu kerja antara relai sisi penyulang dan sisi incoming belum sepenuhnya sesuai dengan standar grading time yang ideal (0,35–0,4 detik), karena selisih waktu yang diperoleh justru melebihi batas tersebut, yaitu 0,533 detik untuk OCR (Over Current Relay)  dan 0,582 detik untuk GFR (Ground Fault Relay). Selain itu, terdapat perbedaan antara hasil setting relai berdasarkan data lapangan dan hasil perhitungan, yang umumnya masih dalam batas wajar, kecuali pada OCR (Over Current Relay)  sisi penyulang yang menunjukkan perbedaan cukup besar akibat pengaruh nilai beban.