Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SIFAT FISIK GRANUL AMILUM JAGUNG YANG DIMODIFIKASI SECARA ENZIMATIS DENGAN Lactobacilus acidophilus PADA BERBAGAI WAKTU FERMENTASI Rissang Bagus Sigit Priyanta; Cokorda Istri Sri Arisanti; I G.N. Jemmy Anton P
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 1, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.771 KB)

Abstract

Corn starch is the one type of starch that potential to be developed as an excipient in manufacture of pharmaceutical dosage forms. However, corn starch has the bad flow and compactibility properties. According to that matters, chemicaly modified corn starch using ? amilase enzym which is produced by Lactobacillus acidophilus highly neccesesary. It is known that ?-amylase enzyme is capable of changed the microscopic structure of starch then produced better flow rate and compactibility properties. This study was conducted to see the effect of variations in the concentration of bacteria Lactobacillus acidophilus producing ?-amilase enzime on the granule physical properties of fermented corn starch. This research was done by fermentating the corn starch using the Lactobacillus acidophilus bacteria with a variations time of fermentation which is 0, 24, 48, 72, and 84. The effect of variations time of fermentation which used Lactobacillus acidophilus on physical properties of fermented corn starch is performed by flow rate and compressibility test. The data were analyzed using one-way ANOVA with 95% confidence level. Results showed that the concentration of the Lactobacillus acidophilus bacteria significantly influence the granule physical properties of fermented corn starch. Fermented corn starch for 72 hours had been produced the best physical properties in flow rate and compactibility properties.
PENGGUNAAN VARIASI KECEPATAN SFERONISASI DALAM PEMBUATAN PELET BEREKSIPIEN AMILUM SINGKONG PREGELATINASI MELALUI METODE EKSTRUSI-SFERONISASI Kurniawan I. N. Y.; Dewantara P. I G. N. A.; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.712 KB)

Abstract

Amilum singkong pregelatin merupakan eksipien yang memungkinkan untuk digunakan dalam pembuatan pelet. Disamping memiliki sifat pengikat dan penghancur, amilum ini juga mampu larut dalam air sehingga memudahkan pembuatan massa basah sebagai langkah awal pembuatan pelet. Dalam pembuatan pelet, kecepatan sferonisasi berpengaruh terhadap kekerasan dan ukuran pelet, sehingga diperlukan kecepatan sferonisasi yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan sferonisasi terhadap sifat fisik pelet yang menggunakan amilum singkong pregelatinasi sebagai eksipien. Komposisi pelet terdiri dari parasetamol (sebagai model), amilum singkong pregelatin, dan akuades dengan perbandingan 1 : 15 : 10 (b/b). Massa basah yang terbentuk diekstrusi sampai terbentuk ekstrudat. Ekstrudat dikeringkan di dalam oven pada suhu 50 °C selama 20 menit, kemudian di sferonisasi selama 10 menit dengan kecepatan yang bervariasi, yaitu 300, 400, dan 500 rpm. Pelet dikeringkan selama 30 menit di dalam oven pada suhu 50 °C, dan dilakukan pengujian terhadap perolehan rendemen, ukuran, bentuk, kelembaban, sifat alir, kompresibilitas, serta kerapuhan. Selanjutnya, dilakukan uji statistik menggunakan One-Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan terjadi penurunan perolehan rendemen, ukuran, bentuk (derajat sferisitas), dan kelembaban pelet secara signifikan (p<0,05) pada kecepatan sferonisasi 300 rpm dibandingkan dengan kecepatan sferonisasi 400 dan 500 rpm. Sementara itu, kecepatan sferonisasi 400 rpm yang dibandingkan dengan kecepatan 500 rpm tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan perolehan rendemen, ukuran, bentuk (derajat sferisitas), dan kelembaban pelet.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 95% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Puspitasari L; Swastini, D.A.; Arisanti C. I. S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.309 KB)

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) segar diketahui memiliki aktivitas antiluka pada diabetic rat. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak kulit buah manggis segar hasil merasi etanol 95%, yang bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% kulit buah manggis segar (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polivenol, serta steroid dan triterpenoid.
Analisa Kesukaan Produk Balsem Aroma Bunga NK Warditiani; CIS Arisanti; DA Swastini; IMAG Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.035 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p09

Abstract

Balm is a thick oil containing resin oil and essential oils, feels hot. Balm is applied by rubbing and rubbing on the skin. The balm has the benefit of reducing muscle aches, which are caused by the burning sensation of the balm. Essential oils can cause a refreshing and soothing sensation after the use it. This balm can calm consumers who experience muscle pain. The aim of this study is to find out the best formula preferred by consumers aged 20 to 60 years. The method of this study is a qualitative analysis, based on the answers of questionnaires by respondent. Four balm formula was tested, namely Balm no 1, Balm no 2, Balm no 3, Balm no 4. The parameter assessed is aroma, texture, color and warm sensation. The results show that the description of male consumers (54.5%), women (45.5%), ages 20-30 years (45.5%), ages 31-40 years (27.3%), ages 41-50 years (18.2%), aged 51 years and over (9%). The results showed that most respondent liked Balm No. 4, both in terms of aroma, texture, color and warm sensation. It is expected that this warm feeling will be able to reduce the aches in the muscles of respondent.
PENGARUH JENIS DAN RASIO MALTODEKSTRIN DE 10 DAN GUM ARAB TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN STABILITAS MIKROENKAPSULASI ANTOSIANIN EKSTRAK ETANOL UMBI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) Ni Putu Uma Sari Dewi; A.A.I.A. Sica Oktavillariantika; Ni Luh Putu Kris Monika Yanti; Cokorda Istri Sri Arisanti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7, No. 1, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.397 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i01.p05

Abstract

Lipstik merupakan salah satu produk kosmetika dekoratif yang digemari oleh sebagian besar kaum wanita di Indonesia. Namun, ditahun 2014 BPOM menemukan bahwa beberapa merk kosmetika mengandung pigmen sintetis rhodamin B yang berbahaya serta mampu mengiritasi. Di sisi lain, Indonesia mengalami peningkatan produksi umbi ubi jalar ungu pada tahun 2013. Umbi ubi jalar ungu banyak mengandung senyawa berkhasiat, seperti antosianin yang berpotensi sebagai pewarna alami merah-keunguan (violet) baik pada makanan, obat, maupun kosmetika. Sayangnya, antosianin tidak stabil terhadap pemanasan tinggi, perubahan pH, enzim, cahaya, ion logam, dan oksidasi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu melindungi antosianin dari proses degradasi dan aplikasi penggunaan antosianin ekstrak umbi ubi jalar ungu termikroenkapsulasi terhadap stabilitas fisik terutama warna sediaan lipstik. Metode yang dilakukan pada penelitian adalah microwave-assisted dengan bantuan pengeringan radiasi gelombang mikro. Rasio perbandingan bahan pelapis maltodekstrin DE 10; gum arab; kombinasi gum arab maltodekstrin (1:1) dengan ekstrak etanol umbi ubi jalar ungu sebesar (2:1)% dan (3:1)% b/b. Serbuk kering umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) diekstraksi dengan etanol 70% dalam suasana asam, dikentalkan. Ekstrak kental kemudian dimikroenkapsulasi. Formula optimum mikroenkapsulasi kemudian dijadikan lipstik dan diuji sifat fisisnya meliputi uji organoleptis dan homogenitas, kekuatan, uji pH, titik lebur, dan stabilitas fisik. Data dianalisis dengan metode Analysis of Variance (ANOVA) one-way, taraf kepercayaan 95% dengan hasil uji sifat fisik mikroenkapsulasi pada formula III dihasilkan nilai kelembaban 2,44±0,03%, ukuran partikel ±304 µm, serta efisiensi penjerapan tertinggi sebesar 51,78 ±0,06% dengan stabilitas yang lebih baik pada suhu 28oC dibandingkan dengan lima formula lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, tidak ditemukan adanya pengaruh jenis dan rasio bahan pelapis kombinasi maltodekstrin dan gum arab (2:1)%b/b sebagai dinding mikroenkapsulasi pigmen antosianin umbi ubi jalar ungu terhadap warna sediaan lipstik.
PENGARUH WAKTU SFERONISASI TERHADAP SIFAT FISIK PELET YANG DIBUAT MENGGUNAKAN METODE EKSTRUSI-SFERONISASI Paradipa I P.B.M; Wijayanti N P.A.D; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.292 KB)

Abstract

Amilum singkong pregelatin dapat digunakan sebagai eksipien pelet karena dapat bersifat sebagai bahan pengikat untuk menghasilkan pelet yang tidak mudah hancur, selain itu amilum singkong pregelatin dapat bersifat sebagai bahan penghancur yang bertujuan untuk melepaskan kandungan bahan obat di dalamnya. Pada tahap sferonisasi, kecepatan putaran sferoniser dan waktu sferonisasi berpengaruh terhadap kualitas pelet yang dihasilkan. Kecepatan sferonisasi yang digunakan adalah 400 rpm dengan lamanya waktu sferonisasi yang bervariasi antara 2 hingga 15 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu sferonisasi terhadap sifat fisik pelet yang dibuat menggunakan metode ekstrusi-sferonisasi. Massa plastis dihasilkan dari perbandingan  bahan amilum singkong pregelatin : parasetamol : air (15 : 1 : 10). Semua bahan kemudian diekstrusi, ekstrudat yang terbentuk dikeringkan dalam oven 50ºC selama 20 menit lalu disferonisasi menggunakan kecepatan 400 rpm dengan variasi waktu 5, 10, dan 15 menit. Pelet dikeringkan dalam oven 50ºC selama 30 menit. Evaluasi pelet meliputi perhitungan rendemen pelet, ukuran pelet, bentuk pelet, kelembaban pelet, sifat alir pelet, kompresibilitas pelet, dan kerapuhan pelet. Variasi waktu sferonisasi menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap rendemen dan ukuran pelet (p < 0,05). Semakin lama waktu sferonisasi, rendemen pelet yang dihasilkan semakin sedikit dan ukuran pelet akan semakin besar. Pelet yang dihasilkan dari masing-masing waktu sferonisasi hanya memenuhi kriteria pada penentuan ukuran dan pengujian kompresibilitas pelet, sedangkan pada pengujian sifat fisik lainnya masih belum memenuhi kriteria sifat fisik pada pustaka.
OPTIMASI KOMPOSISI SPAN® 60 DAN TWEEN® 80 SEBAGAI EMULGATOR TERHADAP STABILITAS FISIK DALAM FORMULASI COLD CREAM EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Wedana JS S. M.; N P. E. Leliqia; Arisanti C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.243 KB)

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan konsentrasi 10% telah terbukti memiliki aktivitas antiluka. Ekstrak tersebut diformulasikan menjadi sediaan cold cream. Penggunaan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 bertujuan untuk mendapatkan formula cold cream yang paling stabil. Untuk menentukan kestabilan cold cream, maka dilakukan pengujian pengaruh variasi nilai HLB emulgator Span® 60 dan Tween® 80 terhadap stabilitas fisik cold cream ekstrak kulit buah manggis. Variasi nilai HLB dengan kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4,958; 5,573 dan 6,760. Untuk mengetahui pengaruh nilai HLB dilakukan pengujian terhadap stabilitas fisik yang meliputi pH, tipe emulsi dan derajat pemisahan fase. Uji stabilitas dilakukan pada suhu penyimpanan yang berbeda yaitu suhu ruang (25-28 °C) dan suhu 40°C. Data hasil pengujian tersebut dianalisis dengan metode ANOVA one-way, uji Least Significant Different (LSD) dan Independent Samples Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian terhadap stabilitas fisik cold cream ekstrak kulit buah manggis menunjukkan bahwa variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span® 60 dan Tween® 80 tidak berpengaruh terhadap tipe emulsi namun memberikan pengaruh terhadap pH dan derajat pemisahan fase. Uji stabilitas menunjukkan bahwa perbedaan suhu penyimpanan tidak menyebabkan perubahan tipe emulsi, namun berpengaruh terhadap pH dan derajat pemisahan fase sediaan cold cream ekstrak kulit buah manggis. Formula dengan kombinasi Span® 60 dan Tween® 80 dengan nilai HLB 4,958 menghasilkan sediaan cold cream dengan stabilitas fisik yang paling stabil.
PENGARUH KONSENTRASI AMILUM JAGUNG PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR TERHADAP SIFAT FISIK TABLET VITAMIN E UNTUK ANJING Komang Ayu Mariyani; Cok. Istri Sri Arisanti; Eka Indra Setyawan
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 1, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.971 KB)

Abstract

Corn starch is widely used as excipient in the manufacture of tablets. Native corn starch that have a bad flowability were modificated into pregelatinized corn starch to increase it flowability. The aim of this research was to know the effect of the use of pregelatinized corn starch as disintegrant on the physical properties of Vitamin E tablets for dogs with direct compression method. Pregelatinized corn starch is made by heating the suspenssion of starch at 550 C for 10 minutes and then dried. Pregelatinized corn starch is used as a disintegrants of vitamin E tablets for dog which made by direct compression with three variation of pregelatinized corn starch concentration, that is 5%; 7.5%; and 10%. Quality of resulting tablet are known through the hardness test, friability test, and disintegrating time test. The result from the research will be analysed by One-way ANOVA method. The result showed that the use of pregelatinized corn starch as disintegrant at concentration 5%; 7.5%; and 10% with direct compression method do not give an effect to physical properties of the tablets and  do not meet the requirements of a good tablet.
UJI KANDUNGAN MINUMAN ISOTONIK (Arensweet?) DAN GULA KRISTAL (Palmsugar?) HASIL PRODUK OLAHAN NIRA AREN D.A. Swastini; Y. Ramona; C.I.S Arisanti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 2, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.892 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i02.p05

Abstract

Nira aren memiliki kandungan gizi beragam dan berpotensi diolah menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi, seperti minuman isotonik dan gula semut/kristal. Standar mutu merupakan syarat utama suatu produk untuk dapat dipasarkan, yang salah satunya ditentukan dari komposisi kandungan suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dari produk minuman isotonik dan gula kristal dengan acuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian menggunakan sampel produk minuman isotonik dan gula semut produksi petani Aren Desa Taro Tegallalang Gianyar. Pengujian meliputi uji kadar sukrosa, mineral, Vitamin C dan pH sebagai persyaratan mutu minuman isotonik; kadar sukrosa, kadar abu dan air serta cemaran timbal sebagai persyaratan mutu gula kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman isotonik memiliki kadar sukrosa 0.52%, Mineral (Ca 11.05%, F 120.3 %), dan Vitamin C 0,21 % dengan pH 4.87. Gula kristal mengandung sukrosa 70.25%, Kadar abu 2.85%, dan kadar air 3%, serta tidak ditemukan cemaran Pb. Secara keseluruhan hasil kandungan minuman isotonik dan gula semut memenuhi pernyaratan SNI.
PENGARUH VARIASI SUHU PEMANASAN TERHADAP SPESIFIKASI AMILUM SINGKONG FULLY PREGELATINIZED SEBAGAI EKSIPIEN TABLET Wiguna I P.G.S.D.; Prasetia I G.N.J.A; Arisanti C.I.S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.056 KB)

Abstract

Modifikasi amilum dilakukan untuk memperbaiki kualitas amilum. Salah satu modifikasi amilum adalah amilum singkong fully pregelatinized. Salah satu faktor dari kualitas amilum adalah spesifikasi amilum. Spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized dipengaruhi oleh suhu pemanasan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan terhadap spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized. Amilum singkong alami dibuat dari Manihot esculenta Crantz. Amilum singkong fully pregelatinized dibuat pada variasi suhu pemanasan yaitu 80°C, 90°C, dan 100°C. Selanjutnya dilakukan uji spesifikasi kepada amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinized. Uji spesifikasi amilum meliputi uji identifikasi, organoleptik, mikroskopik, ukuran partikel, kadar air, kelarutan dan pH. Hasil uji spesifikasi menunjukkan amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinizedsesuai dengan standar Handbook of Pharmaceutical Excipient.Variasi suhu pemanasan pembuatan amilum singkong fully pregelatinized tidak berpengaruh terhadap identifikasi, organoleptis dan kelarutan dalam air, namun berpengaruh terhadap mikroskopik, kadar air, pH danmeningkatkan ukuran partikel secara signifkan (p<0,05)