Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penanganan Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa Di Panti Renceng Mose, Manggarai, Nusa Tenggara Timur Adelian, Isabela Dibyacitta; Pujaastawa, Ida Bagus Gde; Sudiarna, I Gusti Putu
Syntax Idea Vol 3 No 7 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v3i7.1373

Abstract

Di Mangggarai, Nusa Tenggara Timur masih sering dijumpai fenomena Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kurang mendapat perhatian dari keluarga. ODGJ berkeliaran di jalanan dan menjadi bahan ejekan. Bahkan, keluarga cenderung menganggap ODGJ sebagai aib yang memalukan, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penanganan terhadap ODGJ, yakni pemasungan. Upaya penanganan ODGJ dapat dilakukan melalui rehabilitasi dengan tujuan untuk mempersiapkan dan memampukan ODGJ hidup mandiri di masyarakat. Di Manggarai, Renceng Mose merupakan tempat rehabilitasi bagi ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena rehabilitasi ODGJ dan implikasinya terhadap ODGJ serta keluarganya. Penelitian yang bersifat kualitatif ini membahas tentang persepsi orang Manggarai terhadap etiologi gangguan jiwa, faktor yang mempengaruhi proses dan mekanisme pengambilan keputusan sistem perawatan kesehatan ODGJ, dan implikasi penanganan rehabilitasi terhadap ODGJ dan keluarganya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan rehabilitasi mampu mengembalikan ODGJ pada peran normalnya di masyarakat. Namun, stigma terhadap ODGJ dan keluarganya masih tetap ada, sehingga dapat menyebabkan ODGJ yang telah sembuh menjadi kambuh.
Penanganan Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa Di Panti Renceng Mose, Manggarai, Nusa Tenggara Timur Isabela Dibyacitta Adelian; Ida Bagus Gde Pujaastawa; I Gusti Putu Sudiarna
Syntax Idea Vol 3 No 7 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v3i7.1373

Abstract

Di Mangggarai, Nusa Tenggara Timur masih sering dijumpai fenomena Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kurang mendapat perhatian dari keluarga. ODGJ berkeliaran di jalanan dan menjadi bahan ejekan. Bahkan, keluarga cenderung menganggap ODGJ sebagai aib yang memalukan, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penanganan terhadap ODGJ, yakni pemasungan. Upaya penanganan ODGJ dapat dilakukan melalui rehabilitasi dengan tujuan untuk mempersiapkan dan memampukan ODGJ hidup mandiri di masyarakat. Di Manggarai, Renceng Mose merupakan tempat rehabilitasi bagi ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena rehabilitasi ODGJ dan implikasinya terhadap ODGJ serta keluarganya. Penelitian yang bersifat kualitatif ini membahas tentang persepsi orang Manggarai terhadap etiologi gangguan jiwa, faktor yang mempengaruhi proses dan mekanisme pengambilan keputusan sistem perawatan kesehatan ODGJ, dan implikasi penanganan rehabilitasi terhadap ODGJ dan keluarganya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan rehabilitasi mampu mengembalikan ODGJ pada peran normalnya di masyarakat. Namun, stigma terhadap ODGJ dan keluarganya masih tetap ada, sehingga dapat menyebabkan ODGJ yang telah sembuh menjadi kambuh.
Faktor-Faktor Pendorong Masyarkat Urban Kota Denpasar Menggunakan Bumble untuk Mencari Jodoh Ferdeo Ferdeo; Aliffiati Aliffiati; I gst Putu Sudiarna
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9565

Abstract

Penelitian ini membahas adanya kebutuhan memiliki pasangan hidup atau yang disebut juga dengan jodoh bagi setiap orang yang berkeinginan untuk hidup jangka panjang dengan seorang pasangan. Kini tren adalah dengan memanfaatkan teknologi digital berbasis aplikasi, yakni menggunakan aplikasi Bumble. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini menggunakan teori pencarian jodoh dan teori penetrasi sosial yang sama-sama menjelaskan bahwa dalam proses mencari jodoh pasti terdapat tahapan-tahapan yang menentukan cocok atau tidaknya kedua belah pihak yang sedang mencari jodoh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, serta studi kepustakaan dengan hasil akhir tulisan kualitatif dengan deskripsi mendalam. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya berbagai alasan penggunaan Bumble serta mekanisme penggunaan aplikasi Bumble guna mencari jodoh secara rinci. Adapun alasan penggunaan Bumble khususnya bagi pengguna perempuan adalah karena keefektifan dan efisiensi Bumble, kesamaan tujuan antara pengguna Bumble, diperhitungkannya keberperanan perempuan, dan untuk menambah koneksi.
Mitologi sebagai Kearifan Ekologis Masyarakat Wawowae Leonarda Paula Mao; I Gusti Putu Sudiarna; Aliffiati Aliffiati
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.656 KB) | DOI: 10.24843/SP.2019.v3.i01.p03

Abstract

Wawowae Village is one of the villages in Ngada Regency, East Nusa Tenggara. This village has a mythology in the forest of Watuata where everything in the forest is associated with humans, animals, names of places and plants. So that all activities undertaken by the Wawowae people in the forest, must go through a process of ritual. This research aims to identify mythology in the forest of Watuata and its meaning, community perception, and forest conservation actions undertaken by the society. The study used the ethnoecological approach and Clifford Geertz's Interpretative theory to see the mythological significance of the Watuata forest from the viewpoint of its people. This study was conducted for a month using qualitative research methods implementing ethnographic research models. The ethnography includes observation, interviews, and library studies. The supporting instruments of this research are interview guidelines, voice recording equipment, cameras, and stationery.
Fungsi dan Makna Paon bagi Masyarakat Banjar Cekeng di Desa Sulahan, Bangli Ida Bagus Putu Adhi Purnama; I Gusti Putu Sudiarna; I Ketut Kaler
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.542 KB) | DOI: 10.24843/SP.2022.v6.i02.p06

Abstract

The Bajar Cekeng community, Sulahan Village, Bangli District has a Paon building or kitchen that is different from the Paon layout in general. Every traditional house in Banjar Cekeng, Sulahan Village has a Paon which is located to the right of the sanggah or place of worship as its uniqueness. This study aims to determine the function of Paon in the traditional house of Banjar Cekeng, Sulahan, Susut, Bangli. This study uses qualitative methods emphasizing descriptive and interpretative, using functional and interpretive theory. Paon for the people of Banjar Cekeng serves as a place to cook rice, water, snacks and other foods, and can be used as a bed if you don't have a building to sleep in, usually those who sleep in Paon are pelingsir (elders). Paon is interpreted as unifying energy with each other as well as a reflection of family life.
Menilik Keberadaan Komunitas “Mega Fit Club” terhadap Gaya Hidup Masyarakat Perkotaan di Kota Denpasar, Provinsi Bali Sintha Rohfifah; A.A. Ngr. Anom Kumbara; I Gusti Putu Sudiarna
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SP.2021.v5.i02.p02

Abstract

The behavior of today's society does not carry out a healthy lifestyle, especially in urban communities. The development of the world of agricultural technology and instant food processing has caused fundamental changes to diet. Technological sophistication, especially in urban areas, makes people's work easier, so that people are very dependent on technology in various ways. This condition causes the physical activity of urban communities to decline. This can cause health problems, one of which is obesity. Urban people who are starting to realize that their health is compromised, finally decide to join a health community such as the “Mega Fit Club”. Mega Fit Club is a place for urban people who want to change their lifestyle to be healthier. The theory used in this study is the symbolic interaction theory of Herbet Blumer. This theory is used to examine the implications of the existence of the "Mega Fit Club" community on the lifestyle of urban communities. The method used in this study is a qualitative method with data collection techniques of observation, interviews and document studies. Data analysis used interpretive descriptive analysis. The results showed that the existence of the Mega Fit Club was able to have implications for the lifestyle of urban communities. These implications are positive which makes them healthier and more active in their daily lives. In addition, changes in their lifestyle in the Mega Fit Club also have implications for their body condition, namely the body becomes healthier, reduces complaints of disease experienced by urban communities, relieves stress, increases enthusiasm for living a healthy life, and improves appearance by obtaining an ideal body and become slimmer.
Sistem Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan di Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar terhadap Penyakit Scabies Hikmah Rian Jaya; . Aliffiati; I Gusti Putu Sudiarna
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.617 KB) | DOI: 10.24843/SP.2022.v6.i02.p02

Abstract

Scabies disease is an infectious skin disease caused by infection with the bacteria Sarcoptes scabiei. In Islamic boarding schools, students are often identified with scabies disease. This study aims to determine the knowledge system of students and caregivers about scabies disease such as views, causes, disease phases, and also the impact and health behavior. This study uses medical systems theory by Foster and Anderson and also uses qualitative research methods through data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation as well as using inductive data analysis techniques. Based on the results of the study, it was found that the biological impact of this disease is itching and pain experienced by the body and its social impacts such as being bullied by students who have not been infected and can also interfere with teaching and learning activities. There is an effective alternative treatment used by students and caregivers, namely the method of bathing on the beach and the compress method. Modern medicine is still used but only in a small way.
Ekowisata Air Terjun Cunca Rami Dalam Bingkai Partisipasi Masyarakat Desa Golo Ndaring Kabupaten Manggarai Barat Lydia Muen; Ida Bagus Gde Pujaastawa; I Gusti Putu Sudiarna
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.702 KB) | DOI: 10.24843/SP.2020.v4.i01.p02

Abstract

Cunca Rami is one of the interesting tourist destinations that are currently getting the attention of the local government. The purpose of this study was to analyze the participation of the people of Golo Ndaring Village in the Development of Ecotourism in Cunca Rami Waterfall. The formulation of the problems in this study include (1) How Community Participation in the Development of Ecotourism Cunca Rami Waterfall; (2) What factors influence community participation in the development of Cunca Rami Waterfall Ecotourism; (3) What are the implications of community participation in the development of Cunca Rami Waterfall Ecotourism.This research uses participation theory and tourism impact theory. The analysis used is descriptive qualitative. The research was conducted using the participatory observation method, the writer as a researcher lives in the context of his community. The author also participates in community activities carried out by local residents. Data collection was carried out by in-depth interview method in order to obtain actual data. The results of the study concluded that there was the participation and involvement of the village community of Golo Ndaring in the development of Cunca Rami Waterfall Ecotourism. This community participation is influenced by the increasing popularity of the Waterfall, regional tourism development policies and economic motivation. The implications for community participation include: economic implications, socio-cultural implications, and environmental implications.
Penganut Hare Krishna: Proses Ritual Aliran Gaudiya Vaisnawa Kadek Widyantari; I Gusti Putu Sudiarna; I Nyoman Sama
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.174 KB) | DOI: 10.24843/SP.2019.v3.i02.p04

Abstract

Penelitian ini mencoba mengkaji ritual aliran Gaudiya Vaisnawa di Pasraman Sri-Sri Jagannatha Gaurangga sebagai tempat berkumpul untuk belajar Weda, Berjapa. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada (a) Gaya hidup penganut Hare Krishna (b) proses ritual umum penganut Hare Krishna. Permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan Teori Azas Religi dan Teori Gaya Hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil analisis terhadap permasalahan menyimpulkan bahwa Gaya hidup di pasraman yang biasa disebut aturan dan peraturan pasraman memiliki makna sebagai pelayanan kepada Sri Krishna. Gaudiya Vaisnawa adalah pemujaan (bhakti) kepada Radha dan Krishna. Hare Krishna merupakan gerakan bhakti kepada Tuhan Krishna yang diprakarsai oleh Sri Caitanya Mahaprabhu ia sendiri dianggap inkarnasi dari Tuhan, di pasraman ini memuja arca Jagannatha, Baladeva, Subadra, Sri Narasimha, Srila Prabhupada, dan garis perguruan parampara.
Penganut Hare Krishna: Proses Ritual Aliran Gaudiya Vaisnawa Kadek Widyantari; I Gusti Putu Sudiarna; I Nyoman Sama
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.174 KB) | DOI: 10.24843/SP.2019.v3.i02.p04

Abstract

Penelitian ini mencoba mengkaji ritual aliran Gaudiya Vaisnawa di Pasraman Sri-Sri Jagannatha Gaurangga sebagai tempat berkumpul untuk belajar Weda, Berjapa. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada (a) Gaya hidup penganut Hare Krishna (b) proses ritual umum penganut Hare Krishna. Permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan Teori Azas Religi dan Teori Gaya Hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil analisis terhadap permasalahan menyimpulkan bahwa Gaya hidup di pasraman yang biasa disebut aturan dan peraturan pasraman memiliki makna sebagai pelayanan kepada Sri Krishna. Gaudiya Vaisnawa adalah pemujaan (bhakti) kepada Radha dan Krishna. Hare Krishna merupakan gerakan bhakti kepada Tuhan Krishna yang diprakarsai oleh Sri Caitanya Mahaprabhu ia sendiri dianggap inkarnasi dari Tuhan, di pasraman ini memuja arca Jagannatha, Baladeva, Subadra, Sri Narasimha, Srila Prabhupada, dan garis perguruan parampara.