Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Ata Mbeko Tepo: Pilihan Pengobatan Tradisonal Patah Tulang pada Masyarakat Desa Ruang Nuheng, Maria Restiana; Sudiarna, I Gusti Putu; Laksmiwati, Ida Ayu Alit
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 7 No 2 (2023): Volume 7. No. 2. September 2023
Publisher : Department of Anthropology Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SP.2023.v7.i02.p05

Abstract

The development of the modern medical system is sometimes less able to efficiently answer various health problems experienced by the community. In handling fractures, the people of Ruang Village in come to ata mbeko tepo. This can be seen in the beliefs and habits of the people of Ruang Village who use the services of ata mbeko tepo. This study aims to explain the fracture treatment technique through ata mbeko tepo and explain the survival factors of ata mbeko tepo. Using the service of ata mbeko tepo in the treatment of fractures by the people of Ruang Village will use the theory of health behavior and theory of symbolic interaction, meanwhile the reason for the people of Ruang Village still choose ata mbeko tepo for the treatment of fractures using the theory of health belief model. This research uses qualitative research methods with ethnographic research models through observation techniques and interview. The result of the research show that the fracture treatment technique through ata mbeko tepo, improved massage techniques, massaged, and pulled the broken bone to return it to its original position.
Bentuk Adaptasi Etnis Bugis terhadap Lingkungan Sosial-Budaya di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan Cinderela Dwi Prameswari; I Gusti Putu Sudiarna; I Nyoman Suarsana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3: Februari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i3.1236

Abstract

Kelurahan Serangan adalah salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Kelurahan Serangan identik dengan etnis Bugis yang sejak lama mendiami daerah Serangan dari 17 M hingga saat ini. Etnis Bugis yang di Serangan mampu beradaptasi dengan lingkungan etnis Hindu Bali yang dapat dikatakan kedua etnis tersebut berbeda dari segi lingkungan dan kebudayaannya. Oleh karena itu dirumuskanlah masalah penelitian untuk mengetahui (a) bagaimana strategi adaptasi etnis Bugis dalam kaitannya dengan dinamika sosial budaya di Kelurahan Serangan dan (b) bagaimana perilaku adaptif etnis Bugis di Kelurahan Serangan dalam kaitannya dengan multikulturalisme. Dalam menganalisis permasalahan penelitian, peneliti menggunakan teori adaptasi dari Bennett. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka.  Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa etnis Bugis di Serangan menunjukkan sikap kerukunan antarsesama etnis tanpa memandang suku, ras dan agama. Strategi yang dilakukan etnis Bugis dalam menghadapi dinamika perubahan sosial budaya yakni Etnis Bugis di Kelurahan Serangan selalu ikut ke dalam kegiatan-kegiatan adat serta keagamaan etnis Hindu Bali. Hal tersebut yang mendasari bentuk kerukunan masyarakat di Kelurahan Serangan.
Tradisi Kirab Pusaka Pada Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta (Analisis Fungsionalisme Struktural Pada Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta) Olga Chanda; I Gusti Putu Sudiarna; I Nyoman Suarsana
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i5.1518

Abstract

Abstract: Di antara adat Jawa yang terkenal dan lekat dengan ajaran-ajaran agama ialah prosesi kirab. Prosesi kirab merupakan suatu kegiatan simbolis yang penuh dengan makna. Setiap prosesi kirab mempunyai keterhubungan pada setiap bagian-bagiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan deskripsi tradisi Kirab Pusaka Satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta sebagai wujud pelestarian budaya Jawa di Surakarta. Dalam mengungkap permasalahan penelitian, peneliti menggunakan Teori interpretatif dan teori fungsionalisme struktural. Dalam teori interpretatif, pelaksanaan kirab Pusaka ini merupakan pola dari (model of) sedangkan tatacara yang dijadikan pedoman untuk melakukan upacara kirab tersebut merupakan pola bagi (model for) kelakuan. Teori fungsionalisme disini mengungkap fungsi dari kebudayaan Kirab Pusaka yang dianalisis oleh peneliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kirab Pusaka yang merupakan suatu bentuk acara adat setiap menjelang malam 1 Suro atau Tahun Baru Jawa, bukanlah ajang untuk memamerkan artifak senjata kuno, namun merupakan bentuk upaya meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Agung, akan rahmatNya atau untuk mendapatkan sih-wilasaning Pangeran Ingkang Maha Wikan (wahyu atau anugerah Ilahi) sehingga kekuatan magis, prabawa Pusaka-Pusaka yang dikirabkan akan memberi keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan untuk Keraton Kasunanan Surakarta dan Negara Indonesia seluruhnya.