Martini Hartawan
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas UdayanaJl. P. B. Sudirman, Denpasar, Bali

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KUALITAS KIMIA FISIK BAKSO AYAM YANG DIMARINASI DENGAN ASAP CAIR DALAM WAKTU BERBEDA Pertiwi M.E.D; Miwada IN.S.; Hartawan M
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia fisik bakso ayam yang dimarinasi dengan asap cair dalam waktu berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi dan Mikrobiologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama dua bulan, dari tanggal 30 Januari sampai 31 Maret 2014. Asap cair yang digunakan dalam penelitian ini adalah asap cair dengan konsentrasi 3%. Bakso yang digunakan berasal dari perusahan bakso yang sering dikonsumsi masyarakat Bali. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang meliputi P15 (waktu marinasi 15 menit), P20 (waktu marinasi 20 menit), P25 (waktu marinasi 25 menit) dan P30 (waktu marinasi 30 menit). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, aktifitas air (?w), kadar fenol, kadar asam dan nilai TBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asap cair dengan waktu marinasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar fenol dan nilai TBA. Namun, belum berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air, aktifitas air (?w) dan kadar asam. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan asap cair dengan waktu marinasi yang berbeda berpengaruh pada waktu optimal 20 menit. Waktu marinasi 20 menit memberikan hasil terbaik dengan hasil analisa kadar air 69,64%, aktivitas air 0,67%, kadar fenol 0,14%, kadar asam 0,32% dan nilai TBA 0,04%. Berdasarkan hasil tersebut pengunaan asap cair pada waktu marinasi 20 menit berperan dalam daya simpan, memberikan cita rasa, aroma serta berfungsi sebagai antimikroba, antioksidan dan efektif menekan kerusakan asam lemak tak jenuh ditinjau dari segi kualitas kimia fisik produk.
Protein Retention and Organoleptik Characteristic of Broiler Meat by Adding Sour Soy Milk in Drinking Water (1-5 Weeks) Ida Ayu Okarini; Anak Agung Sagung Putu Kartini; Martini Hartawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 4 No. 1 (2009)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.372 KB)

Abstract

This research was carried out to study effect sour soy milk in drinking water on protein retention of bdy chich and organoleptic test broiler cooked meat. The Completely Randomized Design (CRD)  were used which considered of three treatment and four replicates. Each refricate consists of five chickens. The treatments are as follow: A as control of drinking water not added sour soy milk; B 1% of sour soy milk in 1 liter drinking water (B = 83.3 g sour soy milk + 916.7 ml water) and C 2% of sour soy milk in 1 liter drinking water (C = 166.7  sour soy milk + 833.3 ml water). Sour soy milk contains total lactic acid bacteria (LAB) 8.98 x 104 – 1.96 x 106 cfu/g with pH 5.00 – 5.06. Sour soy milk made with natural fermentation (18 hours) at room temperature (30-32oC), no added starter culture LAB. Commercial diets concentrate type CP 511 (for starter phase 1-3 weeks) and type CP 512 for finisher phase 3-5 weeks. Drinking water was gien ad libitum. Crude protein body chick analyzed used ICW method and organoleptic test (Larmond, 1977) with hedonic scale (9.0 like – 1.0 dislike). Statistically analyzed by Anova (Gomez and Gomez, 1995) to significant different on the treatment. This results showed that B and C treatment no significant effect on protein retention, but the quantitative higher 10.53% and 13.16% than A treatment (protein retention = 38.9%). Its also C treatment higher 2.38% than B treatment. Organoleptic test by 20 judgement showed increasing like value: arome, texture, flavour, and overall acceptance on B and C treatment than control (A) treatment. Colour like meat not different on three treatment.In conclusion of the reserach effect sour soy milk 2% treatment on drinking water (1-5 weeks), showed that increase of organoleptic value aroma like and overall acceptance than control treatment, and also increasing protein retention body chick.   Keywords : Sour soy milk, protein retention body chick, organoleptic
AKTIVITAS ANTIMIKROBA YOGURT BERBASIS AIR KELAPA MENGHAMBAT BAKTERI PATOGEN SECARA IN VITRO S. A., Lindawati; Y. S., Haniyah; I N. S., Miwada; N. W. T., Inggriati; M., Hartawan; I GD, Suarta
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.405 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2014.v17.i02.p03

Abstract

Yogurt merupakan minuman susu yang difermentasi dengan menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophyllus sebagai starter. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan tertinggi dari yogurt berbasis air kelapa dalam menghambat pertumbuhan bakteri pathogen (Salmonella, Staphylococcus, Klebsiela pneumonia dan E.coli) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Keempat perlakuan tersebut: Ko: susu skim 12%+air; K1: susu skim 12%+air kelapa gading; K2: susu skim 12%+kelapa gading bulan; K3: susu skim 12%+air kelapa hijau. Peubah yang diamati adalah aktivitas antimikroba yogurt terhadap bakteri pathogen (Salmonellatyphi, Staphylococcus, Klebsiella pneumonia dan E.coli), total plate count (TPC), total bakteri asam laktat dan E,coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa bulan terhadap bakeri Salmonella typhi dan Staphylococcus masing-masing sebesar 0,21 dan 0,26 cm dengan total bakteri asam laktat1,1×107 cfu/mL sedangkan untuk Klebsiella pneumonia dan E.coli diperoleh pada yogurt berbasis air kelapa gading sebesar 0,38 dan 0,64 mm dengan total bakteri asam laktat 3,1×106 cfu/mL.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yogurt berbasis air kelapa gading, bulan, hijau dan tanpa air kelapa memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas (menghambat bakteri gram positif dan negatif).