Sarjito Jokosisworo
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Salinitas Terhadap Laju Korosi Merata Baja SS 400 Dengan Variasi Ketebalan Coating Noormansyah, Faridz Aditya; Jokosisworo, Sarjito; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi menjadi salah satu penyebab berkurangnya kualitas dari suatu baja, pengaruh terjadinya korosi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan pada sekitar baja. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya korosi adalah kadar garam atau kadar salinitas. Semakin tinggi kadar salinitasnya maka nilai laju korosi semakin tinggi. Karena faktor lingkungan tidak dapat di hindari maka langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan pada materialnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pelapisan coating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar salinitas terhadap laju korosi merata baja SS 400 dengan menggunakan coating. Jenis material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja SS 400 dan jenis cat yang digunakan pada proses coating adalah polyurethane dengan menggunakan variasi ketebalan yaitu 250 μm, 350 μm, 450 μm sesuai dengan ASTM D7091. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan metode weight loss dengan media pengkorosi adalah larutan bersalinitas 32‰, 34‰, 36‰, dan 38‰. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil dengan laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 450 μm dan pada larutan salinitas 32‰ dengan nilai 5,E-05 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 250 μm dan pada larutan salinitas 38‰ dengan nilai 5,E-03 mmpy. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lapisan coating dapat menghambat laju korosi dan perbedaan kadar salinitas berpengaruh terhadap kenaikannya laju korosi.
Perancangan Kapal Container 4000 TEU Untuk Rute Jakarta – Shanghai Abizar, Muhammad Affan; Budi Santosa, Ari Wibawa; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dibutuhkan pengangkutan muatan kargo melalui transportasi laut sebagai konektivitas antar pulau dan juga mendorong pertumbuhan perekonomian global. Kapal container yang akan dirancang untuk menunjang proses distribusi muatan dari Jakarta – Shanghai akan memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hambatan kapal, stabilitas kapal dan hidrostatis kapal. Metode perancangan kapal container tersebut memerlukan kapal pembanding sebagai acuannya. Tujuan penelitian tersebut ialah untuk merancang kapal container yang dimana perancangan tersebut memudahkan dalam pengiriman pada muatan barang melalui jalur laut dan data yang didapatkan sesuai dalam kriteria di perairan wilayah Jakarta – Shanghai. Pada perancangan kapal ini perancang menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, menggunakan aplikasi Maxsurf sebagai pemodelan dan sebagai analisa karakteristik dari kapal tersebut. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 175,41 m, B = 27,67 m, H = 17,19 m, T = 11,34 m, Vs = 13,90 knot, dengan displacement 44352 ton dan Cb = 0,78  
Analisis Pengaruh Luasan Coating Scratch dan Kadar Salinitas Terhadap Laju Korosi Pada Baja A36 Amru, Syafiq Nada; Jokosisworo, Sarjito; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kapal berlayar merupakan lingkungan yang korosif dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah kadar garam (salinitas) yang terkandung dalam air. Kadar garam (salinitas) yang terkandung pada tiap lingkungan tentunya berbeda seperti halnya kadar garam (salinitas) pada danau (air tawar), perairan payau (air payau), dan air laut. Meskipun kadar garam yang terkandung berbeda-beda pada tiap lingkungan, tetap diperlukannya perlindungan pada kapal yang berlayar terutama pada bagian lambung kapal yang selalu bersentuhan langsung dengan lingkungan korosif. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perlindungan dengan metode coating. Ada banyak cara dalam metode coating salah satunya adalah dengan cara pengecatan. Namun dalam beberapa kasus lapisan pelindung coating dapat tergores sehingga mengurangi efektifitas dari perlindungan terhadap korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji laju korosi yang terjadi pada baja A36 dengan lingkungan air yang berbeda yakni kadar garam (salinitas) dan juga goresan/luka (scratch) pada coating yang mempengaruhi laju korosi. Pada penelitian ini spesimen diberi perlakuan scratch dengan luasan yang diinginkan yakni 10%,20%,30%,40% dan 50% yang nantinya akan direndam dengan media pengkorosi yang berbeda kadar salinitas yakni 0‰,12‰ dan 32‰. Dari hasil uji yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai laju korosi berbanding lurus dengan kadar garam pada air (salinitas) dan juga luas luka (scratch) pada coating. Sehingga dalam penelitian ini nilai laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen yang memiliki luka(scratch) 50% dan dengan media korosi paling tinggi (salinitas 32‰) dengan nilai laju korosi 2,39x10-1 mmpy.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS LAMINASI KAYU SURIAN DAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF KOMPONEN KAPAL KAYU Tambunan, Govinda Daniel Parasian; Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kayu secara terus-menerus yang mengakibatkan kelangkaan mendorong inovasi baru untuk mencari alternatif penggati kayu, salah satunya menggunakan material komposit. Salah satunya berupa papan laminasi yang dewasa ini digunakan sebagai alternatif penggunaan kayu konvensional pada manufaktur kapal kayu. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis perubahan nilai teknis berupa nilai uji tarik dan uji tekuk serta nilai ekonomis balok laminasi dengan varisi persentase bahan 0% kayu 100% bambu, 10% kayu 90% bambu, 20% kayu 80% bambu, 30% kayu 70% bambu, 40% kayu 60% bambu. Jenis pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji tarik , uji tekuk, kadar air, dan massa jenis. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa balok laminasi kayu surian dan bambu petung memiliki ratarata kadar air 8,18-9,15%, berat jenis 0,7-0,79 gr/cm3, memiliki rata-rata kuat tarik sebesar 158,96 - 215,42 MPa, meningkat sebesar 100,20% dari kuat tarik kayu surian, serta rata-rata kuat tekuk sebesar 206,13 - 244,53 MPa, meningkat sebesar 122,12% dari kuat tekuk kayu surian. Manufaktur lambung kapal yang menggunakan papan laminasi kayu surian bambu petung mengalami persentase penurunan biaya sebesar 63% dengan harga Rp 167.693.778 pada variasi 60% kayu 40% bambu dibandingkan dengan kayu Jati. Berdasarkan stndar BKI maka laminasi kayu surian dan bambu petung tergolong ke dalam kayu kelas kuat I dan dapat digunakan sebagai alternatif material komponen kapal.
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT KULIT ROTAN SEBAGAI PENGUAT PADA KOMPOSIT POLIMER DENGAN MATRIKS POLYESTER YUKALAC 157 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN DAN TEKUK Sarjito Jokosisworo
TEKNIK Vol 30, No 3 (2009)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.677 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v30i3.1893

Abstract

This time, rattan bark fiber’s used in furniture industries and home industries because it is easy to get, cheap,not to be danger for our health, and it can lesson environment pollution (biodegradability); so, with exploit ascomposites lasing fibre, later, it can overcome the environment problem. The rattan bark development ascomposite material has already know, in view of the raw material of natural fibre (rattan) available, Indonesiahas many raw material. From this case, this research conducted to get technical analysis of tensile strength andbending from rattan bark fibre composite that is using woven roving treatment of variation matting pattern onfibre direction 0º/90º and 45º angles as polyester resin matrix.The purpose of this research is: to identify the tensile strength and bending of composite of rattan bark fibrewhich influence fibre direction between 0º/90º and 45º angles. From the result of specimen trial is served intensile strength and bending, and compared with tensile strength and bending value which permitted by BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) as theory of standardization trial. On the research, the writer found composite thathave rattan bark fibre compared 0º/90º and 45º angle of fibre direction, the treatment of matting pattern fibre,volume fraction 42,8% matrix polyester and 57,2% rattan bark fibre to specimen of tensile strength trial,volume fraction 50% matrix polyester and 50% rattan bark fibre to specimen bending trials. Conducted handlay up method, from the result study found the price maximum of tensile strength has got by composite with0º/90º and 45º fibre direction and maximum bending has got by composite with 45º fibre direction.
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Ade Purnawan Aditya Rio Prabowo Adnan Septi Hadi Romadlon Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Naufal Akbar Triansyah Akhmad Rosihan Adam Ali Mustofa Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andhyka Cakrabuana Adhitama Ari Wibawa Budi Santosa Arif Putra Rizky Arif Rahman Aziz Mukhsin Berlian Arswendo Adietya Bernadi Ramazini Bismika Burhan Biwa Abi Laksana Brata Wahyu Setya Budi Deddy Chrismianto Dennis Oscha Cholik Dhony Catur Pamungkas Dwi Joko Purnomo Edwin Wijaya Egi Juniawan Eko Sasmito Hadi Eli Akim Sipayung Enggal Noor Laksono Fachrurrozi Setiawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Gema Mar'ie Habibie Gusti Mirza Hafizh Bahtiar Hanung Bayu Setiawan Hartono Yudo Hartono Yudo Huda, Muhammad Hafid Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Artanto Jajang Sebastian Jonathan, Mario K Kiryanto K. Kiryanto Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lukman Gewa Nurhakim Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti Maftuh Murtiyoso Mathews Yose Pratama Mawahib, M Zaenal Maxwell Pradolin Muchammad, Rizky Muhammad Dikwan Muhammad Jordi Noormansyah, Faridz Aditya Nurhafid, Aji Parlindungan Manik Parlindungan Manik Pratiwi, Ovin Ranica Putra, Ridwan Redi Reka Purnawati Rendy Kastanto Ridwan Redi Putra Rio Leksa Muchtiwibowo Rismawan Rismawan Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Rizka Cholif Arrahman Rizky Cahya Kusuma Rizky Perdana Putra Sadewo, Guntur Samuel Samuel Sukanto Jatmiko Syahrul Mubarak Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Untung Budiarto Valentino Pasalbessy Vicky Bhaskara Sardi Wendi Riyandi Widyanto Widyanto Wilma Amiruddin