Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EVALUASI PELAYANAN ANGKUTAN PEDESAAN: STUDI KASUS : TRAKYEK PASAR SIMPANG – TERMINAL WANAYASA KABUPATEN PURWAKARTA Judiantono, Tonny
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.059 KB)

Abstract

Transportasi merupakan kegiatan yang berperan sebagai urat nadi pembangunan dan perekonomian suatu daerah. Penataan sistem transportasi harus dilakukan secara terpadu sebagai satu kesatuan sistem transportasi nasional agar mampu mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang seimbang dengan tingkat kebutuhan/permintaan, yang layak dengan biaya murah sehingga dapat terjangkau oleh seluruh rakyat. Untuk itu perlu adanya suatu sistem transportasi yang dapat menciptakan kenyamanan bagi penumpang yang aman dan lancar. Evaluasi Pelayanan Angkutan Pedesaan Trayek Terminal Pasar Simpang - Terminal Wanayasa Kabupaten Purwakarta merupakan bertolak dari isu permasalahan yang ada. Analisis yang digunakan dalam menilai atau mengevaluasi trayek angdes rute pasar simpang – terminal wanayasa ini dilakukan dengan penilaian terhadap Load Factor, Kecepatan Perjalanan, Headway, Waktu Perjalanan, Waktu Pelayanan, Frekuensi/jam, Jumlah Kendaraan Beroperasi dan Waktu Tunggu. Kemudian dari indikator tersebut disesuaikan dengan standar penilaian dari The World Bank-Urban Transport masih dalam kategori standar pelayanan yang baik pula. Berdasarkan hasil analisis kualitas angdes rute pasar simpang – terminal wanayasa penumpang umum dengan nilai 21. Penilaian disesuaikan dengan standar penilaian dari The World Bank-Urban Transport masih dalam kategori standar pelayanan yang baik. Yang artinya evaluasi ini tidak perlu dilanjutkan kembali karena pelayanan yang ada dilapangan sudah baik.
KAJIAN TARIF ANGKUTAN KOTA TRAYEK 011 DI KOTA TASIKMALAYA Tonny Judiantono; Yoga S. Permana; Ofyar Z. Tamin
Jurnal Transportasi Vol. 9 No. 1 (2009)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.998 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v9i1.345.%p

Abstract

The identification of transportation cost structure could help public transportation managers to determine the minimum tariff that can provide the maximum service for peoples. The tariff should be acceptable by the users and still gives fair profit for the operators. This study investigated the public transport Rute number 011(Sub Terminal Pancasila – Pasirangin) in Tasikmalaya City, to find the ability and the willingness to of the users. It was found that the current fare of public transport for Kota Tasikmalaya is higher than the ability to pay of the users.Keywords: tariff, fare, public transportation, and ability to pay.
Optimalisasi Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki Kota Pekanbaru Provinsi Riau Anggi Pratama; Tonny Judiantono
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.789 KB) | DOI: 10.29313/jrpwk.v1i2.381

Abstract

Abstract. Terminal Type A Bandar Raya Payung Sekaki is the largest terminal in the city of Pekanbaru and Riau Province with quite volatile arrival and departure movements. The current condition of the BRPS Terminal is not as expected because there are still many passengers who are reluctant to get on and off at the terminal because the location of the terminal is quite far from the center of activities such as the center of trade, socio-economic and other activities so that there is a lack of movement through the BRPS Terminal. The analytical method used is qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis is used to describe current conditions such as system activity conditions, terminal utilization, terminal accessibility and SWOT. While the quantitative analysis is IPA analysis, movement and passenger potential analysis using growth factors and terminal income potential analysis. From the results of the SWOT analysis, it is stated that the terminal is in quadrant I (aggressive). From the results of the IPA, there are 15 service indicators that need to be improved. From the analysis of potential demand, there are 25.34% additional passengers for AKDP and 41.61% for AKAP. From the results of the analysis of potential income has a potential income of Rp. 569,250,000/year of potential land lease. Based on the analysis of potential demand and income, the terminal has great potential to be optimized. Terminal optimization is carried out by improving terminal services, increasing terminal accessibility and connectivity Abstrak. Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki merupakan terminal terbesar di kota Pekanbaru dan Provinsi Riau dengan pergerakan kedatangan dan keberangkatan yang cukup fluktuatif. Kondisi Terminal BRPS saat ini tidak seperti yang diharapkan karena masih banyak penumpang yang enggan naik dan turun di terminal karena lokasi terminal berada cukup jauh dari pusat kegiatan seperti pusat perdagangan, sosial ekonomi dan kegiatan lainnya sehingga kurangnya pergerakan yang melewati Terminal BRPS. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi terkini seperti kondisi sistem aktivitas, pemanfaatan terminal, aksesibilitas terminal dan SWOT. Sedangkan analisis kuantitatif yaitu analisis IPA, analisis potensi pergerakan dan penumpang menggunakan growth factor dan analisis potensi pendapatan terminal. Dari hasil analisis SWOT menyatakan terminal berada di kuadran I (agresif). Dari hasil IPA terdapat 15 indikator pelayanan yang perlu ditingkatkan. Dari hasil analisis potensi demand terdapat penambahan penumpang AKDP 25,34% dan AKAP 41,61%. Dari hasil analisis potensi pendapatan memiliki pendapatan potensial sebesar Rp. 569.250.000/tahun dari sewa lahan potensial. Berdasarkan hasil analisis potensi demand dan pendapatan maka terminal memiliki potensi yang besar untuk dioptimalkan. Optimalisasi terminal dilakukan dengan cara meningkatan pelayanan terminal, meningkatan aksesibilitas dan konektivitas terminal
Kajian Biaya Dampak Pembangunan Revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Muhammad Dzulfikar; Tonny Judiantono; Yulia Asyiawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.324 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3596

Abstract

Abstract. In 2016, the West Java Provincial Government has planned development activities for the Revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area, which is included in the Building and Environmental Management Plan for the Linggajati Village Cultural Heritage Tourism Area. The revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area is not only the revitalization of the Linggarjati Negotiation Building, but the revitalization activities consist of the development of tourism areas so as to have an impact on local government finances in meeting the level of service for public goods. The purpose of this study is to identify the predicted impact of local government financing in the revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area. The approach used to achieve the study objectives is a special procedure approach with the case study method analysis method. From the results of the study, it was found that the financing issued by the Regional Government was Rp. 205,857,496,234, for the fulfillment of infrastructure needs. Meanwhile, the income that is expected to be received by the regional government is Rp. 323,983,216,483 sourced from permits, taxes, and regional levies. Based on the analysis carried out, it can be concluded that the construction of the revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area is not expected to be a burden on the regional government's finances. The Regional Government of Kuningan Regency must prepare regulations related to the amount of retribution. Abstrak. Pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merencanakan kegiatan pembangunan untuk Revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati, yang termasuk kedalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Wisata Cagar Budaya Kelurahan Linggajati. Revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati tidak hanya revitalisasi Gedung Perundingan Linggarjati, tapi kegiatan revitalisasi tersebut terdiri dari pengembangan kawasan pariwisata sehingga menimbulkan dampak terhadap keuangan Pemerintah daerah dalam pemenuhan tingkat pelayanan terhadap barang public. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi prediksi dampak pembiayaan Pemerintah Daerah dalam pembangunan revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati. Pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan studi adalah pendekatan prosedur khusus dengan metode analisis case study method. Dari hasil studi diperoleh bahwa pembiayaan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp. 205.857.496.234, untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur Sedangkan pendapatan yang diperkirakan akan diterima Pemerintah daerah adalah sebesar Rp. 323.983.216.483 yang bersumber dari perizinan, perpajakan, dan retribusi daerah. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembangunan revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati diperkirakan tidak akan membebani terhadap keuangan Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan harus mempersiapkan aturan-aturan yang terkait dengan besaran retribusi.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERANGKUTAN PASCA PRODUKSI PERTANIAN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rubiyana Septian; Tonny Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.865 KB) | DOI: 10.29313/jpwk.v16i1.284

Abstract

Kecamatan Lembang memiliki potensi pada sektor pertanian yang tinggi khususnya untuk komoditas sayuran, tetapi tingginya potensi pertanian tersebut tidak diimbangi dengan sistem perangkutan yang baik dimana proses perangkutan masih bersifat tradisional dan memerlukan orang ketiga dalam proses pendistribusiannya sehingga menyebabkan waktu dan biaya perjalanan semakin tinggi padahal komoditas sayuran sendiri mempunyai karakteristik yang mudah busuk sehingga proses pendistibusiannya dibatasi biaya dan waktu, dengan adanya penelitian ini akan mengetahui karakteristik perangkutan dan permasalahan-permasalahan utama yang terjadi di Kecamatan Lembang. metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan desktriptif statistik dimana dengan metode ini dapat mengetahui permasalahan perangkutan secara terukur dimulai lokasi produksi hingga ke pasar, hasil dari penelitian ini diketehui bahwa karakteristik perangkutan pertanian di Kecamatan Lembang dipengaruhi oleh kondisi prasarana dan penggunaan sarana, dimana kondisi prasarana di Kecamatan Lembang mengakibatkan peningkatan biaya sebesar 11 % dan waktu sebesar 15 %. Pengunaan sarana pula mengakibatkan biaya perangkutan menjadi lebih tinggi yakni sebesar 25 %, total biaya perangkutan pertanian mencapai Rp. 11.424.609 serta waktu perangkutan mencapai rata-rata 1867 menit dengan kecepatan mencapai 3 Km/menit.
Evaluasi Efektivitas Terminal Penumpang Cileunyi Azmi Nofal Farghani; Tonny Judiantono; Dadan Mukhsin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6139

Abstract

Abstract. The transportation system is affected by dynamic regional developments, one of which is the Cileunyi Terminal as a transportation node in Bandung Regency, which has problems with limited land and poor supporting facilities that affect the operational effectiveness of the passenger terminal. The purpose of this study was to assess the effectiveness of the operation of the Cileunyi Terminal, both as a type B terminal and as a type C terminal. This study used a resource approach based on terminal accessibility, terminal integration, policy synchronization, service facilities, and distance between terminals. The findings of this study indicate that Cileunyi Terminal is only effective in supporting city transportation services when it is implemented as a type C terminal rather than a type B terminal. Abstrak.Sistem transportasi dipengaruhi oleh perkembangan wilayah yang dinamis, salah satunya Terminal Cileunyi sebagai simpul transportasi di Kabupaten Bandung yang memiliki permasalahan keterbatasan lahan dan fasilitas penunjang yang kurang baik sehingga mempengaruhi efektivitas operasional terminal penumpang. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas penyelenggaraan Terminal Cileunyi, baik sebagai terminal tipe B maupun terminal tipe C. Penelitian ini menggunakan pendekatan sumber berdasarkan aksesibilitas terminal, integrasi terminal, sinkronisasi kebijakan, fasilitas pelayanan, dan jarak antar terminal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Terminal Cileunyi hanya efektif beroperasi untuk mendukung layanan angkutan kota ketika diimplementasikan sebagai terminal tipe C daripada sebagai terminal tipe B.
Community interest in developing tourist villages based on neuroscience methods Imam Indratno; Chusarini Chamid; Tonny Judiantono; Vermanda Maharani Sonya; Nurrhisma Yuniar
Jurnal Teknosains Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.78610

Abstract

Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency with insignificant development since its establishment. Community participation is important in the stages of development. However, measuring context in real time and accurately is generally difficult. Neuroscience can be used to control the validity and subjectivity of the questionnaire and interview methods used to examine neural responses to tourism conditions. Thus this study aims to identify the people of Rawabogo Village's interest in developing a tourism village based on neuroscience methods. The results of the data analysis show that the people of Rawabogo Village have a strong interest in developing a tourist village. The result is indicated by the entropy value obtained and the results of the questionnaire scoring. The neuroscience method in tourism village development acts as a method that supports, complements, and validates existing tourism village development concepts or methods such as Community Based Tourism (CBT).
Evaluasi Efektivitas Terminal Penumpang Cileunyi Azmi Nofal Farghani; Tonny Judiantono; Dadan Mukhsin
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v3i1.2056

Abstract

Abstract. The transportation system is affected by dynamic regional developments, one of which is the Cileunyi Terminal as a transportation node in Bandung Regency, which has problems with limited land and poor supporting facilities that affect the operational effectiveness of the passenger terminal. The purpose of this study was to assess the effectiveness of the operation of the Cileunyi Terminal, both as a type B terminal and as a type C terminal. This study used a resource approach based on terminal accessibility, terminal integration, policy synchronization, service facilities, and distance between terminals. The findings of this study indicate that Cileunyi Terminal is only effective in supporting city transportation services when it is implemented as a type C terminal rather than a type B terminal. Abstrak.Sistem transportasi dipengaruhi oleh perkembangan wilayah yang dinamis, salah satunya Terminal Cileunyi sebagai simpul transportasi di Kabupaten Bandung yang memiliki permasalahan keterbatasan lahan dan fasilitas penunjang yang kurang baik sehingga mempengaruhi efektivitas operasional terminal penumpang. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas penyelenggaraan Terminal Cileunyi, baik sebagai terminal tipe B maupun terminal tipe C. Penelitian ini menggunakan pendekatan sumber berdasarkan aksesibilitas terminal, integrasi terminal, sinkronisasi kebijakan, fasilitas pelayanan, dan jarak antar terminal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Terminal Cileunyi hanya efektif beroperasi untuk mendukung layanan angkutan kota ketika diimplementasikan sebagai terminal tipe C daripada sebagai terminal tipe B.
Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Tingkat Kenyamanan Termal di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Fadia Anzira Yasmin; Tonny Judiantono; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.7989

Abstract

Abstract. Temperature Humidity Index (THI) is an indicator that can determine the level of thermal comfort in which the sensation of thermal comfort is received by people in an urban area. The situation and atmosphere in Sukajadi District can be said to lack climate control media, so that when the temperature is high it will feel very hot and arid. The existing green open space in Sukajadi District is only available for 2.7% of the total area which is due to limited land and space. The temperature in Sukajadi District is at an average temperature of 27.8°C – 30.5°C. The purpose of this study is to provide directions and recommendations for the development of green open space to achieve thermal comfort standards in Sukajadi District. The methods used are Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Urban Heat Island (UHI), Temperature Humidity Index (THI), calculation of green open space needs based on THI, and formulation of green open space development directions using a qualitative descriptive method. The results of this study are that Sukajadi District has a THI value of 25-29, belonging to two classes, namely some are uncomfortable and some are uncomfortable. Provision of green open space to achieve thermal comfort of 43.03 Ha. There are alternative ways to obtain land that has the potential to become green open space, namely land consolidation and acquisition of private green open space by planting vegetation that can reduce temperature and protect from sun exposure. Abstrak. Temperature Humidity Index (THI) merupakan suatu indikator yang dapat menentukan tingkat kenyamanan termal yang dimana sensasi dari kenyamanan termal diterima oleh masyarakat di suatu wilayah perkotaan. Keadaan dan suasana di Kecamatan Sukajadi bisa dikatakan kurang adanya media pengatur iklim, sehingga di kala suhu sedang tinggi akan dirasa sangat panas dan gersang. RTH eksisting yang ada pada Kecamatan Sukajadi hanya tersedia sebesar 2,7 % dari luas wilayah yang dimana luas wilayah akibat keterbatasan lahan dan ruang. Suhu di Kecamatan Sukajadi berada pada rata – rata suhu sebesar 27,8°C – 30,5°C. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan arahan dan rekomendasi pengembangan RTH untuk mencapai standar kenyamanan termal di Kecamatan Sukajadi. Metode yang digunakan yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Urban Heat Island (UHI), Temperature Humidity Index (THI), perhitungan kebutuhan RTH berdasarkan THI, dan perumusan arahan pengembangan RTH dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu Kecamatan Sukajadi memiliki nilai THI sebesar 25-29, termasuk ke dalam dua kelas yaitu sebagian tidak nyaman dan tidak nyaman. Penyediaan RTH untuk mencapai kenyamanan temal sebesar 43,03 Ha. Terdapat cara alternatif untuk mendapatkan lahan yang berpotensi menjadi RTH yaitu konsolidasi lahan dan akuisisi RTH privat dengan dilakukan penanaman vegetasi yang dapat mereduksi suhu dan melindungi dari paparan sinar matahari.
ESTIMASI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM KOTA BANDA ACEH Tonny Judiantono; Rica Rachmawati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 2 (2010)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v10i2.245

Abstract

Permasalahan yang dihadapi angkutan umum labi-labi pada tahun 2007 adalah pelayanan jaringan rute yang ada tidak dapat menjangkau seluruh pelosok Kota Banda Aceh, karena untuk saat ini cakupan daerah pelayanan angkutan umum labi-labi hanya 37% sehingga masih 63% daerah yang tidak terlayani. Berdasarkan analisis potensi travel demand maka di dapat jumlah pergerakan penumpang angkutan umum di Kota Banda Aceh pada tahun 2007 sebesar 18.513 orang/hari. Dengan zona pembangkit terbesar adalah Kuta Alam dengan 1.386 pergerakan orang/hari. Dan zona penarik terbesar adalah Kampung Baru dengan pergerakan 1.314 orang/hari. Sedangkan ada juga yang melakukan pergerakan ke luar dari Kota Banda Aceh misalnya ke daerah Kab.Aceh Besar. Bila dilihat dari pergerakan keluar kota yang menjadi pembangkit paling besar adalah Kec.Suka Makmur yaitu dengan pergerakan sebesar 991 orang/hari. Sehingga total pergerakan yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Banda Aceh diluar kota adalah 2.463 orang/hari. Sedangkan untuk pergerakan antar kelurahan tahun 2017 sebesar 22.583 orang/hari maka dengan melihat dari data HI