Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MEASUREMENT OF PUBLIC TRANSPORT ACCESSIBILITY CONDITION AT KOTA BANDA ACEH Tonny Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 1 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i1.251

Abstract

Kota Banda Aceh with 224.233 peoples at 2007 deserved by 1.012 units of public transportation in any type, it means there are 5,1 seats for each 100 peoples of Kota Banda Aceh. Length of road which deserved by public transport is 45,35 Km, it means only 10,92% length of road in Kota Banda Aceh. For Banda Aceh with wide 61,359 Km2, the coverage of public transport just 15,9%. Any type these accessibility measurement will give us different means the level of public transport accessibility. Through this accessibility level measuring, we will gets some recomendation for public transport policy of Kota Banda Aceh and its implication, as consideration for Public Transport decision maker.
ANALISIS POLA DAN ESTIMASI PERGERAKAN BARANG SEBAGAI PERTIMBANGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN BENGKALIS - PROVINSI RIAU Tonny Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 11 No. 2 (2011)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.255

Abstract

Bagi daerah dengan luas daerah yang besar, kepadatan penduduk rendah dan sebaran penduduk tidak merata seperti Kabupaten Bengkalis, maka identifikasi pola pergerakan dan estimasi pergerakan barang sebagai pendorong perekonomian daerah menjadi bagian pertimbangan penting dalam penyediaan sarana dan prasarana transportasi. Melalui analisis regresi atas gunalahan eksisting dan rencana pengembangannya di masa datang terhadap data OD, disintesiskan dengan analisis LQ, dan Shift-share atas data produksi beberapa komoditi unggulan Kab.Bengkalis, dapat disimpulkan bahwa pembangunan jaringan jalan internal Kabupaten Bengkalis dan sarana pendukungnya yang terintegrasi (linkage) melalui titik-titik simpul (node) dengan ruas jalan menuju arah Sumatera Utara, Pekanbaru dan Sumatera Selatan penting untuk mendapat prioritas pembangunan guna mendukung pergerakan barang di internal dan eksternal Kabupaten Bengkalis.
EVALUASI PELAYANAN ANGKUTAN PEDESAAN: STUDI KASUS : TRAKYEK PASAR SIMPANG – TERMINAL WANAYASA KABUPATEN PURWAKARTA Tonny Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v15i1.280

Abstract

Transportasi merupakan kegiatan yang berperan sebagai urat nadi pembangunan dan perekonomian suatu daerah. Penataan sistem transportasi harus dilakukan secara terpadu sebagai satu kesatuan sistem transportasi nasional agar mampu mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang seimbang dengan tingkat kebutuhan/permintaan, yang layak dengan biaya murah sehingga dapat terjangkau oleh seluruh rakyat. Untuk itu perlu adanya suatu sistem transportasi yang dapat menciptakan kenyamanan bagi penumpang yang aman dan lancar. Evaluasi Pelayanan Angkutan Pedesaan Trayek Terminal Pasar Simpang - Terminal Wanayasa Kabupaten Purwakarta merupakan bertolak dari isu permasalahan yang ada. Analisis yang digunakan dalam menilai atau mengevaluasi trayek angdes rute pasar simpang – terminal wanayasa ini dilakukan dengan penilaian terhadap Load Factor, Kecepatan Perjalanan, Headway, Waktu Perjalanan, Waktu Pelayanan, Frekuensi/jam, Jumlah Kendaraan Beroperasi dan Waktu Tunggu. Kemudian dari indikator tersebut disesuaikan dengan standar penilaian dari The World Bank-Urban Transport masih dalam kategori standar pelayanan yang baik pula. Berdasarkan hasil analisis kualitas angdes rute pasar simpang – terminal wanayasa penumpang umum dengan nilai 21. Penilaian disesuaikan dengan standar penilaian dari The World Bank-Urban Transport masih dalam kategori standar pelayanan yang baik. Yang artinya evaluasi ini tidak perlu dilanjutkan kembali karena pelayanan yang ada dilapangan sudah baik.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERANGKUTAN PASCA PRODUKSI PERTANIAN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rubiyana Septian; Tonny Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i1.284

Abstract

Kecamatan Lembang memiliki potensi pada sektor pertanian yang tinggi khususnya untuk komoditas sayuran, tetapi tingginya potensi pertanian tersebut tidak diimbangi dengan sistem perangkutan yang baik dimana proses perangkutan masih bersifat tradisional dan memerlukan orang ketiga dalam proses pendistribusiannya sehingga menyebabkan waktu dan biaya perjalanan semakin tinggi padahal komoditas sayuran sendiri mempunyai karakteristik yang mudah busuk sehingga proses pendistibusiannya dibatasi biaya dan waktu, dengan adanya penelitian ini akan mengetahui karakteristik perangkutan dan permasalahan-permasalahan utama yang terjadi di Kecamatan Lembang. metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan desktriptif statistik dimana dengan metode ini dapat mengetahui permasalahan perangkutan secara terukur dimulai lokasi produksi hingga ke pasar, hasil dari penelitian ini diketehui bahwa karakteristik perangkutan pertanian di Kecamatan Lembang dipengaruhi oleh kondisi prasarana dan penggunaan sarana, dimana kondisi prasarana di Kecamatan Lembang mengakibatkan peningkatan biaya sebesar 11 % dan waktu sebesar 15 %. Pengunaan sarana pula mengakibatkan biaya perangkutan menjadi lebih tinggi yakni sebesar 25 %, total biaya perangkutan pertanian mencapai Rp. 11.424.609 serta waktu perangkutan mencapai rata-rata 1867 menit dengan kecepatan mencapai 3 Km/menit.
Analisis Pengaruh Operasional Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah pada Kinerja Jalan Mempawah-Pontianak Siti Ruqoyyah; Dadan Mukhsin; Tonny Judiantono
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v4i1.3655

Abstract

Abstract. Port as a place used as a ship to lean, get on and off passengers, or unload goods, or is a terminal and berthing for ships equipped with supporting activity facilities and as a place for intra and intermodal transportation transfers. Kijing Terminal Port is built in the middle of the sea between Temaju Island and Kijing Beach, this terminal is planned to be operational in 2020, and will be dredging to a minimum depth of -15m (fifteen meters). The purpose of this study is to determine the achievement of the operational target of Kijing Mempawah Port in 2023. The approach methods in this study are one time survey and exploratory, hinterland analysis method with LQ analysis, port loading and unloading achievements using simple exponential methods and descriptive analysis, as well as traffic analysis and traffic characteristics. The results of the analysis of loading and unloading activities in 2022 missed far from what was projected in the 2016 Pontianak RIP, the existing condition of commodities from 2020 to 2021 experienced an upward trend. The coverage of kijing port stewards provides several additions to the city district in 2027. Singkawang City is not included in the hinterland area of Kijing Port. The geometric condition of the existing road in 2022 reaches 80 km / h, in full operation the speed of existing goods vehicles reaches 58 km / h, with DS 0.00056. Abstrak. Pelabuhan sebagai tempat yang digunakan sebagai kapal bersandar, naik turun penumpang, ataupun bongkar muataan barang, ataupun merupakan terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas kegiatan penunjang serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi. Pelabuhan Terminal Kijing di bangun di tengah laut antara Pulau Temaju dan Pantai Kijing, terminal ini direncanakan pada tahun akan beroperasi pada tahun 2020, dan akan dilakukan pengerukan  hingga kedalaman minimal -15m (lima belas meter). Tujuan  dari penelitian ini yaitu Mengetahui capaian target operasional Pelabuhan Kijing Mempawah pada tahun 2023. Metode pendekatan dalam penelitian ini yaitu one time survey dan eksploratoris, metode analisis hinterland dengan analisis LQ, capaian bongkar muat pelabuhan menggunakan metode eksponensial sederhana dan analisis deskriptif, serta analisis lalu lintas dan karakteristik lalu lintas.Hasil analisis dari kegiatan bongkar muat tahun 2022 meleset jauh dari yang di proyeksikan pada RIP Pontianak 2016, kondisi eksisting komoditas 2020 hingga 2021 mengalami tren kenaikan. Cakupan pelayan pelabuhan kijing mengahskan beberapa penambahan pada kabupaten kota tahun 2027. Kota singkawang tidak termasuk dalam wilayah hinterland pelabuhan kijing. Kondisi geometric jalan eksisting tahun 2022 mencapai 80 km/jam, pada beroperasi penuh kecepatan kendaraan barang eksisting mencapai 58 km/jam, dengan DS 0,00056.
PREFERENSI PENUMPANG KERETA API CIKURAY (GARUT KOTA-PASAR SENEN PP) Yusuf Erlangga, Rizki; Syiddatul Akliyah, Lely; Judiantono, Tonny
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 1 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i1.907

Abstract

Cikuray train is an economy class train that serves Garut Kota, West Java province, to Pasar Senen station in Jakarta. The train has operated since early 2022 and shows a significant passenger increase. Amid the many choices of modes for this route, it is interesting to study the preferences of the train passenger in terms of the choice of modes. This study aims to determine the preferences of passengers using this train from Garut to Jakarta and other cities that it passes. Questionnaires were distributed to 211 passengers using cluster random sampling and assessed by the Likert scoring method and descriptive statistics on the reasons for using the train and first and last-mile modes. The analysis results show that ease of access, comfort, and safety are the main factors of choice; travel time and frequency of departure are the last considerations. ABSTRAK KA Cikuray merupakan kereta api kelas ekonomi yang melayani rute Garut Kota, Provinsi Jawa Barat hingga Stasiun Pasar Senen di Jakarta. Kereta api tersebut telah beroperasi sejak awal tahun 2022 dan menunjukkan peningkatan penumpang yang signifikan. Di tengah banyaknya pilihan moda pada jalur ini, menarik untuk mengkaji preferensi pilihan moda penumpang kereta api ini. Penelitian ditujukan untuk mengetahui preferensi penumpang yang menggunakan kereta api ini dari Garut menuju Jakarta dan kota-kota lain yang dilaluinya. Kuesioner dibagikan kepada 211 penumpang secara cluster random sampling, dan dinilai dengan metoda Likert, serta statistik deskriptif terhadap alasan penggunaan kereta api serta moda first dan last mile nya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemudahan akses, kenyamanan, dan keamanan menjadi faktor utama pilihan, sedangkan waktu tempuh dan frekuensi keberangkatan menjadi pertimbangan terakhir.
Determining the Location of Public Green Open Space (Case Study: Soreang Urban Area) Setiawan, Muhammad Arief; Judiantono, Tonny; Saraswati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v20i1.4247

Abstract

The increasing urban population will have an impact on the declining quality of the environment. These problems include high air pollution, flooding, and decreased community productivity due to stress caused by limited social interaction space. This needs to be suppressed by the presence of green open spaces (RTH) where RTH is the lungs of the city, microclimate regulators, shade, oxygen producers, rainwater absorbers, animal habitat providers and others. However, RTH only lowers the temperature in the surrounding area and does not lower the temperature of the entire urban area. In addition, RTH has a limited service range. Seeing this phenomenon, there needs to be an explanation why the location of RTH must be one stretch or preferably partial/spread so that in its implementation it is right on target according to needs. This study uses a social and environmental approach. The social approach uses the variables of population and land/land ownership. The environmental approach uses the Urban Heat Island variable and the range of RTH services. These variables are then analyzed spatially using arcgis software. Based on the UHI variables, the range of RTH services, the location of built-up land, the results of the study show that in order for the benefits of RTH to be maximized, in determining the location of RTH, the location of RTH should be partial/spread and not one stretch.
STABILISASI TANAH LEMPUNG LUNAK MENGGUNAKAN KALSIT DAN RCC 15 DALAM PENINGKATAN NILAI CBR UNSOAKED Rizky, Fahrul; Syahril, Syahril; Judiantono, Tonny; Shaputra, M Rio Eka
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 1 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i1.5946

Abstract

Soft clay soil, which is often found in coastal and lowland areas of Indonesia, has characteristics such as low bearing capacity, high plasticity, and easy to subside under load, making it a challenge in infrastructure projects. Various soil stabilization methods have been developed, one of which is the use of chemical stabilizers. This study examines the use of Calcite (CaCO3) and Spent Catalyst RCC 15 as stabilization materials to improve the quality of soft clay soil. Calcite is known to reduce plasticity and increase soil bearing capacity, while Spent Catalyst RCC 15, as industrial waste, has the potential to improve soil structure and increase soil stability. Tests were conducted in the laboratory by mixing 6% Calcite and variations of Spent Catalyst RCC 15 (0%, 4%, and 8%) in soil samples from Cililin, West Java. The test results showed that the combination of Calcite and Spent Catalyst RCC 15 significantly increased the California Bearing Ratio (CBR) value of the soil, which means increasing the soil bearing capacity. The higher the percentage of Spent Catalyst RCC 15, the higher the CBR value obtained, indicating the effectiveness of this combination of stabilization materials in improving soft clay soil. These findings indicate the potential for an economical and sustainable solution to address soft clay soil problems in Indonesia and support more environmentally friendly industrial waste management.