Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGHADIRKAN FILM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA `JERMAN SEBAGAI BAHASA ASING (DEUTSCH ALS FREMDSPRACHE) Julaikah, Dwi Imroatu
Paramasastra Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p

Abstract

German language is taught in Indonesia as a foreign language, or we usually call as DAF (Deutsch als Fremdsprache). This language is taught in formal and non-formal institutions. In this context, it is very important, especially for the teacher to bring interactive and joyfull learning in the classroom, and it is challenging for the teacher. Thus, presenting interesting language in the class, full of innovativation in learning prosess of German language, must be done. One of the choices to get those situations in the classroom is to bring a good media. Film is one alternative that can be presented. This paper discusses how to bring movies in learning a foreign language (German). Further discussion is more about (a) Definition of film, (b) Film, as a medium in teaching learning process, and (c) How to teach German with didactic and methodic in learning German language.
IMPLEMENTATION OF BINNENDIFFERENZIERUNG IN WRITING FOR GERMAN LEARNERS AS DAF Julaikah, Dwi Imroatu; Mustofa, Ali; Titaley, Audrey; Rusmiyati; Ridwan, Agus; Bingku, Soflies Marry E.
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v12n1.p137-150

Abstract

German is widely taught as a foreign language (DaF; Deutsch als Fremdsprache) in Indonesia. However, observations during German language instruction at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) have revealed that writing skills pose a significant challenge for many learners. Preliminary observations suggest that diverse language proficiency levels is a primary contributing factor to this challenge. Notably, a substantial portion of German Education students at UNESA did not have prior German language course’s exposure in high school. In light of these observations, the present study underscores the urgency of implementing Binnendifferenzierung, a differentiated instruction approach, to address the diverse skill levels among learners. This qualitative descriptive research aims to describe the implementation of Binnendifferenzierung—differentiation learning—in the "Thematisches Schreiben" (Thematic writing) course. The study employed one form of differentiation: Differenzierung nach Aufgaben (task differentiation). Differenzierung nach Aufgaben involved introducing two variations of writing exercises at the A2 level: Aufgabe A. These variations included (a) vocabulary enrichment exercises, (b) guided writing with keywords, (c) serial writing based on cartoon images, and (d) free-theme writing. Differenzierung nach Sozialformen involved differentiating the teaching methods based on learners' preferences and learning styles. The findings of the study demonstrate that the implementation of Binnendifferenzierung in both forms effectively accommodated the heterogeneity of learners and provided opportunities for individualized learning tailored to their interests and abilities. This approach also introduced variations that aligned with the diverse needs of the learners.
UTILIZATION OF THE DIGITAL MEDIA EDUCANDY AS AN EFFORT TO IMPROVE STUDENTS’ GERMAN LANGUAGE COMPETENCE Lestari, Tri Edliani; Titaley, Audrey Gabriella; Julaikah, Dwi Imroatu; Mitta, RR Maha Kalyana; Sri, Dwi Nur Cahyani; Kartika, Ajeng Dianing
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.5340

Abstract

The rapid development of digital technology in the Society 5.0 era demands innovation in foreign language learning. This study focuses on the utilization of the digital learning medium Educandy as an effort to enhance students’ competence and motivation in learning German. This topic is considered important because most teachers still use conventional teaching methods that tend to be less engaging and result in low student involvement. The research activities were conducted through a community service program at SMAN 1 Driyorejo, involving teachers and students of German language subjects. The method employed was descriptive qualitative with a participatory training model, which included the stages of preparation, training, mentoring, and evaluation. Data were obtained through observation, interviews, and documentation of activities. The results show that the implementation of Educandy in the learning process is able to improve students’ mastery of vocabulary and grammar, foster learning motivation, and encourage active participation in classroom activities. Teachers also experienced greater ease in the assessment process and in creating interactive learning media. These findings demonstrate that interactive digital media can serve as an effective, innovative, and relevant learning tool that meets the educational needs of the modern era. Thus, the use of Educandy contributes significantly to improving students’ language competence while simultaneously strengthening teachers’ digital pedagogical skills.
Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Lirik Jula Juli untuk Melestarikan Budaya pada Siswa SMAN 12 Surabaya Kusumaningtyas, Dwi Nur Cahyani Sri; Ariyanti, Lisetyo; Koiri, Much; Mustofa, Ali; Julaikah, Dwi Imroatu
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i2.26369

Abstract

Abstrak Pelatihan penulisan lirik Jula Juli di SMAN 12 Surabaya merupakan inisiatif yang berfokus pada pengembangan kreativitas siswa dalam melestarikan budaya lokal. Sekolah ini dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena SMAN 12 Surabaya memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan keterampilan siswa dalam berbagai aspek, termasuk kegiatan seni dan budaya. SMAN 12 Surabaya, sebagai lembaga pendidikan, mendukung penuh pelatihan ini sebagai bagian dari upaya mereka untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik kepada siswa. Dalam pelatihan ini, tidak hanya siswa yang menjadi peserta utama, tetapi juga melibatkan sejumlah guru sebagai fasilitator. Para guru tersebut memiliki peran penting dalam mendampingi siswa dalam proses pembelajaran kreatif, memberikan bimbingan, dan mendukung mereka dalam mengasah kemampuan menulis lirik Jula Juli. Metode yang diadopsi dalam pelatihan ini adalah partisipatif, di mana siswa diajak untuk aktif berpartisipasi dalam setiap aspek pembelajaran. Pertemuan tatap muka dilakukan selama dua kali untuk menyampaikan teori dasar mengenai penulisan lirik Jula Juli. Pada pertemuan ini, guru dan pembimbing memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek kreatif dalam menulis lirik, serta memberikan inspirasi dari karya-karya lirik Jula Juli yang sudah ada. Selain pertemuan tatap muka, pelatihan ini juga memanfaatkan teknologi dengan mengadakan dua kali pertemuan virtual melalui Google Classroom. Platform ini digunakan untuk sesi praktikum, di mana siswa dapat secara langsung mengaplikasikan teori yang telah dipelajari. Pembimbing memberikan umpan balik secara langsung, memandu siswa untuk mengatasi hambatan, dan membantu mereka mengembangkan kemampuan menulis lirik Jula Juli secara lebih mendalam. Pentingnya memberikan pelatihan penulisan lirik Jula Juli ini karena mereka adalah generasi muda dan pada masa yang emas sehingga diharapkan melalui pelatihan ini, siswa siswi SMA dapat melestarikan budaya khas Jawa Timur ini. Dalam pelatihan ini, SMAN 12 Surabaya juga berperan aktif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung. Mereka menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk ruang kelas dan akses ke teknologi yang diperlukan. Dukungan ini menjadi landasan kuat untuk keberhasilan pelatihan penulisan lirik Jula Juli sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dan mendukung perkembangan kreativitas siswa.