Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Pemasangan Dynamic Voltage Restorer (DVR) terhadap Kedip Tegangan akibat Gangguan Hubung Singkat 3 Fasa pada Penyulang Kampus I Gusti Agung Alit Teja Kusuma Putra; I Wayan Rinas; Yanu Prapto Sudarmojo
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 3 (2017): (September - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i03p17

Abstract

Salah satu gangguan yang timbul dalam pendistribusian tenaga listrik adalah gangguan hubung singkat 3 fasa. Gangguan hubung singkat 3 fasa yang terjadi dalam pendistribusian energi listrik tidak hanya menyebabkan timbulnya arus gangguan yang besar pada fasa-fasa yang mengalami gangguan akan tetapi juga menyebabkan kedip tegangan pada sistem distribusi. Secara umum gangguan kedip tegangan dapat mengakibatkan kerusakan/ kegagalan peralatan dan terganggunya kinerja peralatan pengaman jaringan. Penelitian ini menganalisis pengaruh pemasangan Dynamic Voltage Restorer (DVR) terhadap kedip tegangan di Penyulang Kampus, menggunakan software MATLAB-Simulink, dengan gangguan hubung singkat 3 fasa dan 5 variasi beban yaitu dengan persentase beban 50%, 55%, 60%, 65%, dan 70% dari total daya trafo distribusi untuk mengetahui pengaruh pemasangan DVR pada setiap beban. Berdasarkan hasil analisis semakin besar persentase beban maka gangguan kedip tegangan juga semakin besar sehingga menyebabkan tegangan fundamental pada setiap fasa menurun. Penurunan tegangan dapat dipulihkan oleh DVR dengan menyuplai tegangan pada setiap fasa yang mengalami penurunan tegangan. DVR menyuplai tegangan hingga menjadi 1 pu pada setiap fasa. Pada persentase beban sebesar 50% DVR menyuplai tegangan sebesar 0,29 pu pada fasa A, 0,24 pu pada fasa B dan 0,29 pu pada fasa C. [Thurnitin 15% 11 Maret 2017]
Penggunaan Filter Hibrid Konfigurasi Seri Untuk Memperbaiki Kinerja Filter Pasif Dalam Upaya Peningkatan Pereduksian Harmonisa Pada Sistem Kelistrikan Di Rsup Sanglah I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11 No 2 (2012): (July - Decenber) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Pusat  Sanglah adalah salah satu tempat yang banyak mengoperasikan peralatan-peralatan beban non linier, sehingga mengakibatkan kandungan harmonisa arusnya melebihi 8% , kondisi ini tidak sesuai dengan batas kandungan harmonisa berdasarkan IEEE standar 519-1992 sebesar 8%. Pada penelitian sebelumnya, digunakan filter pasif untuk mengatasi  harmonisa tersebut. Penurunan harmonisa arus setelah penggunaan filter pasif rata-rata sebesar 7,71%. Untuk lebih meningkatkan kerja filter pasif dalam mengatasi harmonisa maka dilakukan penelitian dengan melakukan simulasi pengoperasian filter hibrid. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kandungan THD di RSUP Sanglah dan penanggulangannya dengan simulasi penggunaan filter hibrid konfigurasi seri menggunakan software simulink MATLAB. Hasil simulasi penggunaan filter hibrid konfigurasi seri sebagai upaya perbaikan filter pasif menunjukkan THD arus dan tegangan  mengalami penurunan dari sebelumnya. Kandungan THD arus setelah penggunaan filter hibrid mengalami penurunan rata-rata sebesar 3,17%, dan penurunan THD tegangan sebesar rata-rata 1,2%.
PENGGUNAAN METODE URUTAN (SEQUENCE METHOD) PADA ANALISIS HARMONISA UNTUK SISTEM KELISTRIKAN TAK-SEIMBANG I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 6 No 1 (2007): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan beban-beban nonlinier yang terpasang pada sistem akan menyebabkan terjadinya distorsi harmonisa. Distorsi harmonisa pada bentuk gelombang tegangan dan arus dapat mengakibatkan kondisi tidak normal pada sistem.Pada sistem 3 phasa nonlinier, distorsi harmonisa akan menyebakan kondisi takseimbang. Tegangan takseimbang dapat memunculkan komponen urutan negatif dan urutan nol yang merugikan sistem. Komponen urutan negatif akan mengakibatkan peningkatan panas yang berlebihan, sedangkan komponen urutan nol disamping dapat menyebabkan peningkatan rugi-rugi pada jaringan transmisi juga mengakibatkan gangguan pada sistem proteksi dan masalah interference.Analisis harmonisa dilakukan untuk mengevaluasi efek distorsi dari arus dan tegangan non-sinusoidal pada sistem daya listrik .
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN FILTER PASIF DAN FILTER AKTIF UNTUK MENANGGULANGI THD PADA SISTEM KELISTRIKAN DI RUANG PUSKOM JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 10 No 1 (2011): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban-beban nonlinear yang terpasang pada sistem tenaga listrk akan menyebabkan terjadinya distorsi harmonisa. Distorsi harmonisa pada bentuk gelombang tegangan dan arus dapat mengakibatkan kondisi tidak normal pada sistem kelistrikannya, seperti beban-beban yang dioperasikan di Lab Puskom Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana memiliki kandungan harmonisa yang tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Akibat yang dapat ditimbulkan dari kandungan THD (Total Harmonics Distortion) arus yang berlebih dapat mengganggu peralatan elektronik yang bersifat sensitif, pemanasan berlebih, mengurangi umur kerja peralatan dan meningkatkan rugi-rugi daya.  Untuk mengatasi masalah harmonisa ini akan disimulasikan pengoperasian filter aktif shunt dan filter pasif shunt yang bertujuan untuk meredam harmonisa yang muncul. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi penggunaan filter aktif dan pasif dengan menggunakan sofware simulink MATLAB 7.0.4, pengelompokkan jenis beban nonlinear, perhitungan daya aktif (P) dan arus beban (IL), simulasi pada sistem sebelum dan sesudah penggunaan filter aktif dan pasif, analisa perbandingan antara filter aktif dan filter pasif, analisis daya distorsi (D), dan analisis THD hasil simulasi sesuai dengan IEEE 152-1992. Hasil analisis menunjukkan pemasangan filter aktif menyebabkan terjadi penurunan kandungan THD arus yang lebih significan dibandingkan dengan filter pasif. Kandungan THD arus setelah pemasangan filter telah sesuai dengan IEEE 152-1992. Distorsi daya yang disebabkan oleh harmonisa pada sistem akan mengalami penurunan dan terjadi peningkatan faktor daya yang mendekati unity power factor pada feeder
STUDI ANALISIS KAPASITAS PENGAMAN KOPEL DALAM MENSUPLAI DAYA DI BANDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI SAAT HILANGNYA SUPLAI DAYA DARI PENYULANG GAYATRI ATAU PENYULANG BANDARA yoga armika; dyana arjana; wayan rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 2 (2017): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p03

Abstract

Hilangnya suplai daya listrik dapat diakibatkan oleh gangguan atau pekerjaan jaringan, untuk menjaga kontinuitas daya listrik di bandara Internasional Ngurah Rai saat hilangnya suplai daya dilakukan manuver beban. Manuver beban dilakukan dengan menghubungkan bus beban Bandara I dan bus beban Bandara II menggunakan bantuan kopel . Kopel dilengkapi pengaman rele arus lebih yang bekerja dengan membandingkan besar input arus dengan setting rele. Hasil yang diperoleh setelah analisa dengan perhitungan manual yaitu nilai nominal beban Bandara I dan beban Bandara II sebesar 300 A, didapat setting arus lebih pada kopel sebesar Iset = 180 A, waktu kerja rele 0.025 detik dengan Tms = 0.052 SI dan untuk setting GFR didapat setting arus sebesar Iset = 28.028 A dengan Tms = 0,008 SI. Simulasi dilakukan dengan memberi gangguan di bus beban Bandara I, dimana rele akan bekerja dengan waktu 0.025 detik untuk memerintahkan PMT pada kopel lepas, sehingga tidak mengganggu jaringan di sisi Penyulang Ngurah Rai I dan Penyulang Ngurah Rai II, sehingga kontinuitas daya beban Bandara II tetap terjaga.
ANALISIS PENGARUH HARMONISA TERHADAP RUGI -RUGI DAYA (LOSSES) PADA TRANSFORMATOR DI PENYULANG SEDAP MALAM I Gede Ariana; I G Dyana Arjana; I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.1601.14

Abstract

The aim of this study is to analyze the influence of harmonic to power losses in transformator at Sedap Malam feeder by using the help of ETAP power station, so we can obtain how much the influence of harmonic in distribution system. By measuring THDv and THDI in DT0042, DT0048 and DT0319 transformator we got THDv value of 1.1% in DT0042, 1.56% in DT 48 and 1.23% in DT0319 from maximum margin of 5.0% in THDV according to IEEE 519–1992 standard. As for THDI we got the value of 9.36% in DT0042, 12.4% in DT0048 and 14.2% in DT0319 from maximum margin of 8.0% in THDI according to IEEE 519 – 1992 standard. On other side, the result by running ETAP power station we got THDI value of 1.59% in D00T42, 1.95% in DT0048 and 1.71% in DT0319. As for THDv we got running result of 12.22% in DT0042, 12.96% in DT0048 and 13.54% in DT0319. Based on the result of performed analisis of the influence of harmonic to power losses in transformator at Sedap Malam feeder, we obtained that the amount of power losses was 43,2 kW before having harmonic and 45,7 kW after having harmonic. The raise of 2,5 kW was caused by occurance of harmonic in DT0042, DT0048 and DT0319 transformator from total of 44 existed transformators Penelitian ini menganalisis pengaruh harmonisa terhadap rugi-rugi daya (losses) pada Transformator di peyulang sedap malam menggunakan bantuan ETAP power station, sehingga dapat diketahui hasil seberapa besar pengaruh harmonisa pada sistem distribusi. Hasil pengukuran THDv dan THDi pada Transformator DT0042, DT0048 dan DT0319 dari diperoleh hasil THDv sebesar 1,1% pada DT0042, 1,56% pada DT0048 dan 1,23% pada DT0319 dari batas maksimum THDV menurut standar IEEE 519–1992 adalah 5.0%. Untuk hasil pengukuran THDI didapatkan hasil pengukuran sebesar 9,36% pada DT0042. 12,4% pada DT0048 dan 14,2% pada DT0319 dari batas maksimum THDI menurut standar IEEE 519 – 1992 adalah 8.0 %. Sedangkan untuk hasil running ETAP power station hasil THDI yang didapatkan sebesar 1,59% pada DT0042. 1,95% pada DT0048 dan 1,71% pada DT0319 untuk hasil THDv di dapatkan hasil running sebesar 12,22% pada DT0042. 12,96% pada DT0048 dan 13,54% pada DT0319. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pengaruh harmonisa terhadap rugi-rugi daya (losses) pada Transformator di penyulang Sedap Malam didapatkan hasil rugi-rugi daya sebesar 43,2 kW sebelum adanya harmonisa dan setelah adanya harmonisa menjadi 45,7 kW peningkatan sebesar 2,5 kW ini di dapatkan dengan masuknya harmonisa di Trasformator DT0042,DT0048 dan DT0319 dari total Transformator yang ada sebanyak 44 buah. Kata kunci : Distribusi, Harmonisa, THDv,THDi, Rugi Daya DOI: 10.24843/MITE.1601.14
ANALISA PENANGGULANGAN THD DENGAN FILTER PASIF PADA SISTEM KELISTRIKAN DI RSUP SANGLAH I Nengah Suweden; I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 8 No 2 (2009): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kelistrikan RSUP Sanglah terdiri dari lima buah MDP (Main Distribution Panel) yang melayani begitu banyak beban yang menuntut kualitas tegangan dan arus yang baik demi kelancaran pelayanan kesehatan. Dari hasil simulasi THD (Total Harmonic Distortion) pada beban listrik di RSUP Sanglah dengan simulink MATLAB 7.04, untuk THDv sudah sesuai standar sedangkan untuk THDi pada beberapa MDP tidak sesuai dengan standar yang diperbolehkan yaitu IEEE standard 519 – 1992. Dengan hasil THDi bervariasi antara 4,68% – 17,84% dan THDv bervariasi antara 0,46% - 3,77%. Dengan pengoperaian filter pasif, THD arus mengalami penurunan. Sehingga THD arus dan THD tegangan memenuhi standar IEEE 152-1992. THD arus setelah pemakaian filter memiliki nilai terendah pada 2,36 % hingga nilai tertinggi pada 2,97%. Setelah penambahan filter pasif, maka daya distorsi sistem kelistrikan di RSUP Sanglah menurun dari 40.484,068 VA menjadi 15.437,219 VA. Sehingga daya distorsi mengalami penurunan dengan total penurunan untuk keseluruhan feeder adalah 25.046,85 VA.
Simulasi Penggunaan Filter Pasif, Filter Aktif dan Filter Hybrid Shunt untuk Meredam Meningkatnya Distorsi Harmonisa yang Disebabkan Oleh Munculnya Gangguan Resonansi I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 12 No 2 (2013): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban nonlinier merupakan salah satu penyebab terjadinya distorsi harmonisa. Harmonisa yang terjadi menyebabkan bentuk gelombang arus dan tegangan tidak sinusoidal sehingga dapat merusak peralatan-peralatan elektronik yang dioperasikan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membahas mengenai penggunaan filter pasif, filter aktif dan filter hybrid shunt dalam meredam gangguan harmonisa yang terjadi di RSUP Sanglah, namun dalam penelitian-penelitian tersebut diasumsikan tidak terjadi gangguan resonansi yang dapat menimbulkan harmonisa yang tinggi pada sistem kelistrikanny, sehingga belum diketahui kemampuan dari filter-filter harmonisa tersebut dalam meredam gangguan resonansi harmonisa. Gangguan resonansi yang tinggi dapat menyebabkan meningkatnya harmonisa yang dapat mencapai 4 sampai 10 kali pada kondisi muatan penuh. Sehingga perlu diteliti kemampuan dari filter pasif, filter aktif, dan filter hybrid shunt dalam meredam gangguan resonansi harmonisa agar didapat nilai THD yang sesuai standar IEEE 519 tahun 1992. Dalam penelitian ini simulasinya menggunakan sofware simulink MATLAB. Dari penggunaan ketiga filter dalam meredam gangguan resonansi harmonisa didapatkan hasil antara lain filter pasif memiliki kandungan THDi rata-rata 82.67% sedangkan THDv 7.22%, untuk filter aktif memiliki kandungan THDi rata-rata 26.01% dan THDv 2.58% sedangkan penggunaan filter hybrid shunt nilai rata-rata THDi sebesar 8.78% dan THDv sebesar 2.08% . Sehingga penggunaan filter harmonisa yang paling baik dalam menurunkan nilai THDi serta THDv adalah filter hybrid shunt, dimana memiliki nilai THDi serta THDv yang paling kecil dan sesuai standar IEEE 519 Tahun 1992.
Analisis Pengaruh Total Harmonic Distortion Terhadap Losses dan Efisiensi Transformator RSUD Kabupaten Klungkung Wayan Agus Adi Widiastra; I Wayan Rinas; I Wayan Sukerayasa
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulnya harmonisa disebabkan karena pengoperasian beban listrik nonlinier. Tingkat distorsi harmonisa atau disebut dengan Total Harmonic Distortion (THD) pada transformator berpotensi menimbulkan losses sehingga berpengaruh terhadap efisiensi transformator. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran THD pada satu transformator di RSUD Kabupaten Klungkung yang kemudian dibandingkan dengan hasil simulasi THD pada simulink Matlab. VTHD berdasarkan hasil pengukuran yaitu sebesar 1.51% dan berdasarkan hasil simulasi yaitu sebesar 1.49%, ITHD berdasarkan hasil pengukuran yaitu sebesar 16.73% dan berdasarkan hasil simulasi yaitu sebesar 16.45%. Hasil pengukuran dan simulasi diketahui bahwa VTHD masih sesuai standar IEEE 519-2014, sedangkan ITHD diketahui tidak sesuai dengan standar IEEE 519-2014. Berdasarkan analisis losses tanpa pengaruh harmonisa, diperoleh losses yaitu sebesar 0.62kW. Akibat adanya pengaruh harmonisa sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan losses menjadi 8,885kW. Berdasarkan hasil analisis losses tanpa pengaruh harmonisa, diperoleh hasil perhitungan efisiensi yaitu sebesar 99.654%. Namun terjadinya peningkatan losses akibat pengaruh harmonisa sehingga menyebabkan terjadinya penurunan efisiensi menjadi 95.048%. DOI: 10.24843/MITE.1601.15
ANALISIS SISTEM PENGAMAN ARUS LEBIH PADA PENYULANG ABANG DENGAN BEROPERASINYA PLTS PADA SALURAN DISTRIBUSI TEGANGAN LISTRIK 20 KV DI KARANGASEM Made Benny Nurcahyadi; I Wayan Rinas; A.A.Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.1601.09

Abstract

Penyulang Abang merupakan salah satu penyulang di pulau Bali yang sumber energi listriknya berasal dari Gardu Induk Amlapura. Penyambungan unit pembangkit listrik yang baru ke jaringan distribusi dapat meningkatkan arus hubung singkat apabila terjadi gangguan pada saluran. Simulasi gangguan hubung singkat pada program ETAP dilakukan dengan dua simulasi yaitu simulasi gangguan hubung singkat tanpa beroperasinya PLTS dan setelah beroperasinya PLTS. Hasil analisis gangguan hubung singkat tanpa beroperasinya - PLTS didapat arus hubung singkat terbesar pada titik 1 yaitu bus B217 sebesar 1026 A, sedangkan akibat beroperasinya PLTS arus gangguan hubung singkatnya menjadi 1224 A. Tanpa beroperasinya PLTS arus hubung singkat terkecil pada titik 5 yaitu pada bus B366 sebesar 792 A sedangkan akibat beroperasinya PLTS arus gangguan hubung singkatnya menjadi 882 A. Peningkatan arus hubung singkat mengakibatkan perubahan waktu kerja dari rele di lima titik gangguan sebesar 0,123 - 0,131 detik dengan kondisi tanpa PLTS, sedangkan dengan beroperasinya PLTS perubahan waktu kerja rele yaitu0,117 – 0,127 detik.