Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL Triyanti Triyanti; Devi Nurmalia; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.45-58

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan program yang sedang gencar dianjurkan oleh pemerintah dan dinyatakan bahwa salah satu tujuannya adalah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Banyak penelitian tentang IMD yang sudah dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang IMD khususnya para ibu hamil.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang IMD terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Penelitian ini bersifat Pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest postest desain. Sampel sebanyak 53 responden yakni ibu hamil. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai p value adalah 0,001 (p < 0,1) dan 0,000 (p < 0,1). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pendidikan kesehatan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas mampu mengakses berbagai informasi tentang IMD baik itu dari petugas kesehatan atau dari media lain. Bagi puskesmas meningkatkan upaya penyuluhan kesehatan tentang IMD kepada masyarakat khususnya ibu hamil. Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pengetahuan dan Sikap. ABSTRACT Introduction: Early Initiation of Breastfeeding is a program that being intensively recommended by governments and stated that one of its goals is to reduce the maternal and infant mortality rates. Many research have been done, however many people do not know about Early Initiation of Breastfeeding specially for pregnant women. Methods: This research is to know the influence of health education for pregnant women’s knowledge and attitudes. This research is a Pre experimentally approach with one group pretest posttest design. Sample of 53 respondents of pregnant women. Samples were taken by simple random sampling. Results: The results of the bivariate analysis used mc nemar test and acquired p value was 0,001 (p < 0,1) and 0,000 (p < 0,1). In this research it can be concluded that there was significant impact between health education about Early Initiation of Breastfeeding toward pregnant women’s knowledge and attitude in the working area of Community Health Centers of Doro 02 Pekalongan Regent. Discussion: Based on these results, it is recommended to pregnant women attitude in the working area of Community Health Centers of Doro 02 Pekalongan Regent to access a variety of Early Initiation of Breastfeeding information on health workers and other information media. And for Community Health Centers is hoped to improve health education about Early Initiation of Breastfeeding to the public, especially pregnant women. Keywords: Health Education, Early Initiation of Breastfeeding, Knowledge and Attitudes.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI ANJURAN Ulfa Maulida; Yuni Dwi Hastuti; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 3 No 2 (2013): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.3.2.2013.79-90

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Pemberian imunisasi lengkap berguna untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya. Dengan memberikan imunisasi lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi akan dirangsang untuk memiliki kekebalan sehingga tubuh mampu bertahan melawan serangan penyakit berbahaya. Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi anjuran di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kendal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif survey. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 0-3 tahun di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kendal sebanyak 114 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total samplingjadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 114 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang mempunyai anak usia 0-3 tahun di Desa Sumur Kecamatan Brangsong mempunyai pengetahuan yang cukup tentang imunisasi anjuran,dan mempunyai sikap yang negatif terhadap Imunisasi Anjuran. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan masyarakat lebih aktif dalam mencari informasi tentang program-program imunisasi yang ada, karena selain imunisasi dasar ada pula imunisasi yang dianjurkan dan dibutuhkan oleh anak anak dalam mencegah berbagai penyakit. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Imunisasi Anjuran ABSTRACT Introduction: Sickening Complete immunizationis useful to provide complete protection against dangerous diseases. By providing a complete immunization schedule, the baby's body will be stimulated to have immunity so that the body is able to defend against the attacks of dangerous diseases. Methods: The purpose of this study is to describe themother's knowledge and attitudes about recommended immunization in the Sumur village Brangsong Kendal. In this study, researchers used a quantitative research method using descriptive survey research design. Subjects in this study were mothers with children aged 0-3 years in the Sumur village Brangsong Kendal is 114 respondents. Sampling techniques in this study using the total sampling so the sample size in this study was114 respondents. Results: The results showed that the majority of mothers with children aged 0-3 years in the Sumur village Brangsong have sufficient knowledge about the recommended immunizations, and has a negative attitude to ward simmunization suggestion. Discussion: Based on the research results, it is suggested the community more active in seeking information about immunization programs that exist, because in addition to the basic immunization some immunizations are recommended and needed by children in preventing various diseases. Keywords : Knowledge, Attitude, Recommended Immunization
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KECERDASAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH Barokah Yudi Irawan; Devi Nurmalia; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 4 No 1 (2014): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.4.1.2014.22-33

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kecukupan zat gizi merupakan prasyarat yang sangat penting dalam perkembangan anak, termasuk di dalamnya perkembangan otak. Seorang siswa yang mengalami kekurangan zat gizi, dapat terjadi gangguan belajar, kemampuan bekerja kurang, kesakitan sampai kematian. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat kecerdasan kognitif anak usia sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Islamiyah Reban Kecamatan Reban Kabupaten Batang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif asosiatif. Populasinya adalah semua siswa MII Reban Kecamatan Reban Kabupaten Batang sebanyak 78 siswa dan teknik samplingnya menggunakan total sampling atau mengambil semua anggota populasi menjadi sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan tingkat kecerdasan kognitif dinilai dari kecerdasan verbal, logika, dan numerik anak usia sekolah di Madrasah Ibtida’iyah Islamiyah Reban Kecamatan Reban Kabupaten Batang, diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Diskusi: penelitian ini diharapkan puskesmas dapat bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan informasi tentang gizi kepada anak usia sekolah dasar, sehingga tingkat kecukupan gizi tetap seimbang dan kecerdasan kognitif semakin meningkat. Kata kunci: Status Gizi, Kecerdasan Kogitif (Verbal, Logika, dan Numerik) ABSTRACT Introduction: Betel chewing a hereditary tradition that is practiced by most people in Indonesia and being able to strengthen teeth Nutrient adequacy is an important prerequisite in child development, including brain development. A student with poor nutrition, learning disorders can occur, the ability to work less, the pain until death. Methods: This study aimed to determine the relationship between nutritional status with intelligence cognitive the children's school-aged in Madrasah Islamiyah Ibtida'iyah Reban sub-district Reban Batang district.This research is descriptive associative. The population is all students MII Reban sub-district Reban Batang district as many as 78 students and a total sampling using sampling techniques or take all members of the population being sampled. Results: The results showed that there is a relationship between nutritional status assessed by the level of cognitive intelligence of verbal intelligence, logic, and numerical school-age children in Madrasah Islamiyah Ibtida'iyah Reban Reban Batang district, the value of p = 0.000 (p <0.05). Discussion: this study are expected to cooperate with the health center to provide information about school nutrition to elementary school age children, so that the level remains balanced nutrition and cognitive intelligence is increasing. Keywords: Nutritional Status, Intelligence Kogitif (Verbal, Logic, and Numerical)
PENGARUH PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMSI ALKOHOL PADA REMAJA PUTRA Fadli Alam Dwi Saputro; Yuni Dwi Hastuti; Triana Arisdiani
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 4 No 2 (2014): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.4.2.2014.70-81

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Budaya minum minuman keras memang sudah ada sejak dulu di Indonesia, bahkan di seluruh belahan dunia. Penyalahgunaan minuman keras saat ini merupakan permasalahan yang cukup berkembang di dunia remaja dengan prevalensi yang sangat tinggi. sebesar 61,7% dari penduduk berusia 15 tahun atau lebih tua (15+) di seluruh dunia pernah minum alkohol dalam 12 bulan terakhir, bahkan sekitar 16,0% adalah peminum berat. Metode: Tujuan penelitian ini untuk pengaruh teman sebaya terhadap perilaku konsumsi alkohol pada remaja putra di Desa Jatibarang Kidul Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desaindeskriptif korelasi dengan metode pendekatancross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling yaitu sebanyak 96remaja putra di Desa Jatibarang Kidul Kabupaten Brebes. Alat penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner dengan analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh teman sebaya terhadap perilaku konsumsi alkohol pada remaja putra di Desa Jatibarang Kidul Kabupaten Brebes(pvalue= 0,001).Diskusi: Peneliti selanjutnya diharapkan meneliti variabel-variabel lain yang berkontribusi dengan perilaku remaja dalam konsumsi minum minuman keras, dengan metode yang berbeda. Kata kunci: Teman Sebaya, Perilaku Komsumsi Alkohol, Remaja. ABSTRACT Introduction: Drinking culture had been there since the first in Indonesia, even in all parts of the world. Abuse of liquor is now a problem that is developing in the world of youth with very high prevalence. amounted to 61.7% of the population aged 15 years or older (15+) in the whole world ever drank alcohol in the past 12 months, even around 16.0% are heavy drinkers. Methods: The purpose of this study to peer influence on the behavior of alcohol consumption in young men in the village of Bradford Jatibarang Kidul Regency. This study used a descriptive correlation design with cross sectional method. The sample in this study were taken by using Proportionate stratified random sampling as many as 96 young men in the village of Bradford Jatibarang Kidul Regency. Tool family support research using questionnaires and questionnaires with data analysis using univariate and bivariate using chi-square statistical test. Results: The results showed no influence of peers on alcohol consumption behavior in young men in the village of Bradford Jatibarang Kidul Regency (p value = 0.001). Discussion: Further research is expected examine other variables that contribute to adolescent behavior in the consumption of drinking, with different methods. Keywords: Peers, Alcohol Consumption Behavior, Teens.
GAMBARAN KARAKTERISTIK BIOGRAFIKAL DAN BUDAYA MENYIRIH PADA LANSIA WANITA Musyafaatun musyafaatun; Triana Arisdiani; Yuni Dwi Hastuti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 7 No 1 (2017): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.32583/pskm.7.1.2017.16-24

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Menyirih merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh sebagianbesar masyarakat di Indonesia dan dianggap dapat menguatkan gigi dan mencegah bau mulut, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak dampak negatif dari menyirih dibandingkan dampak positif. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Karakteristik Biografikal dan Budaya Menyirih pada Lansia Wanita. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdeskriptif survei, sampel 61 responden (total sampling).Subjek pada penelitian ini adalah lansia wanita berusia >60 tahun.Penelitian ini dilakukan di Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan Kendal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya menyirih telah memberikan dampak negatif terhadap kesehatan gigi dan mulut lansia wanita, ditunjukkan dengan banyaknya gigi dan mulut para lansia yang telah mengalami karies gigi, adanya penumpukan plak-plak pada permukaan gigi dan berwarna merah kehitaman, juga disertai dengan adanya luka maupun lesi yang berada di dinding mulut para lansia wanita. Namun, mayoritas responden tetap memiliki keyakinan atau nilai bahwa menyirih memiliki manfaat dan tidak menyebabkan gangguan pada gigi dan mulut, sikap percaya dan perasaan bangga yang tertanam pada diri mereka membuat tradisi ini masih tetap dijaga sampai sekarang. Diskusi: Lansia yang menyirih untuk tetap menjaga dan merawat gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit yang dapat menyerang gigi dan mulut sehingga bisa membuat kesehatan lansia terganggu. Bagi yang belum menyirih untuk tidak menyirih mengingat dampak negatif yang ditimbulkan. Kata kunci:menyirih, lansia, kesehatan gigi dan mulut ABSTRACT Introduction:Betel chewing a hereditary tradition that is practiced by most people in Indonesia and being able to strengthen teeth and prevent bad breath, some research shows that there are many negative effects of chewing compared to a positive impact. Methods:This study aims to determine the characteristics of biographical and Culture Overview betel chewing on Elderly Women. Design of this research is descriptive quantitative research survey, the sample 61 respondents (total sampling). Subjects in this study were elderly women aged> 60 years. This research was conducted in the village of Magelung District of South Kaliwungu Kendal. Results:The results showed that betel chewing culture has a negative impact on oral health of elderly women, indicated by the number of teeth and the mouth of the elderly who have experienced dental caries, the buildup of plaque on the tooth surface and blackish-red, also accompanied by cuts as well as lesions that were on the walls of the elderly woman's mouth. However, the majority of respondents still have a belief or value that betel chewing has benefits and do not cause interference with the teeth and the mouth, the attitude of trust and a sense of pride that is embedded in them make this tradition is still maintained until now. Discussion:the elderly who betel chewing to keep and take care of your teeth and mouth to avoid the disease that can attack the teeth and oral health of the elderly so they can make distracted. For those who have not betel chewing, for not betel chewing considering the negative impacts. Keywords: Betel Chewing, Elderly, Oral Health.