Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Memajukan Desa Melalui Inisiatif Pembenahan Fasilitas Publik Bela, Krisantos Ria; Seran, Christine Monalisa; Belo, Martino; Loe, Michael Marco A. Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.5758

Abstract

Desa Penfui Timur menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan fasilitas publik, khususnya Kantor Desa dan sarana pendukungnya, yang berdampak pada rendahnya kualitas layanan dan partisipasi masyarakat. Pentingnya pembenahan fasilitas publik menjadi fokus kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, karena fasilitas publik memegang peran sentral dalam meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Tujuan kegiatan ini adalah memperbaiki infrastruktur publik dan meningkatkan keterampilan serta partisipasi aktif masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan pekerja bangunan, survei database, site survey, perbaikan atap dan talang air, pengecatan ulang aula, pembangunan gapura kantor desa, dan kerja bakti bersama. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Desa Penfui Timur, dengan 30 orang mitra aktif dan 12 anggota tim KKN (mahasiswa dan dosen). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hard skill pekerja bangunan sebesar 25% (skor pre-test 60% menjadi 85% pada post-test), dan 90% mitra menyatakan puas atas hasil program ini. Kerja bakti bersama juga meningkatkan soft skill berupa kolaborasi dan kepedulian sosial. Selain itu, pembangunan gapura dan perbaikan fasilitas publik memicu kebangkitan ekonomi desa melalui peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Program ini menjadi model kolaborasi lintas sektoral dalam membangun desa berkelanjutan
Pengaruh Perbedaan Produksi Minimum antara Alat dan Tenaga Kerja terhadap Waktu Penyelesaian, Biaya Proyek, dan Keuntungan Angul, Aurelia Lete; Lulu, Laurensius; Bela, Krisantos Ria; Sianto, Paulus; Manubulu, Christiani Chandra; Usboko, Gregorius Paus
Local Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v3i1.155

Abstract

A project is a detailed series of activities within a limited timeframe aimed at achieving specific objectives. Resources such as manpower, equipment, materials, money, and time are crucial for project success. The research objective is to determine the impact of minimum production differences between equipment and labor on project completion time, costs, and profits. The completion time for the binder course work item, based on labor and equipment, is 0.83 days, with a minimum production used of 10,000 liters. Conversely, based on equipment's minimum production, the completion time is 0.47 days, with a minimum production used of 17,500 liters. This shows a difference in completion time of 0.35 days with a reduction of 0.43%. According to the Bill of Quantities (RAB) data, the project cost is lower compared to the project cost based on labor, equipment, and labor and equipment combined. The initial profit according to the Bill of Quantities data is Rp 337,328,068.10, and the profit based on minimum labor production is Rp 145,723,835.86, resulting in a profit decrease of -56.80%.
Shear Capacity on Corroded Fly Ash Reinforced Concrete Beam Using Galvanostatic Method Mooy, Merzy; Manubulu, Christiani Chandra; Bees, Azarya; Bela, Krisantos Ria
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024): EDISI MARET 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v9i1.5577

Abstract

Corrosion can be triggered by a chemical reaction to the materials, establishing reinforced concrete's failure. For a long time, researchers have tried to find out how to prevent corrosion, a main structural construction issue. As a technology of waste material, fly ash has predominance, i.e., it is safer and greener than Portland cement. The finer size of fly ash can be an advantage in filling the concrete materials well. This research is about using fly ash as supplementary material on reinforced concrete beams and the galvanostatic method to accelerate corrosion. This research will compare the shear strength after corrosion of each normal beam and fly ash as a supplementary beam. A shear test of fly ash and a normal reinforced beam has been applied. Results showed that fly ash beams have 14% higher compressive strength and 3% higher shear strength with 14% smaller crack width than normal beams after corrosion. It also has a 3,5 times lower rate and 62% level of corrosion than normal beam
Pelatihan Pekerjaan Plafon Gybsum untuk Kelompok Tukang Lokal di Oetalu, Kabupaten Kupang: Gypsum Ceiling Work Training for Local Craftsmen in Oetalu, Kupang Regency Usboko, Gregorius Paus; Pedo, Krisantus Satrio Wibowo; Bees, Azarya; Bela, Krisantos Ria
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.10050

Abstract

One type of ceiling often found in commercial buildings today is gypsum board. Slowly, the ceiling of the house made directly from wooden ribs and plywood began to decrease, and in general, local artisans in the Oetalu area, East Penfui, Kupang Regency, are not yet skilled in installing gypsum ceilings and do not even know how to do it. What often happens is that foreign artisans from Java or Sulawesi do gypsum ceiling work. This is a problems for empowering and developing local artisans' skills. In addition to the problems mentioned above, to become a professional artisan in construction, you must be certified by a certification body and the public works department. The qualifications of gypsum ceiling artisans are at class/level 3, and their classification is gypsum ceiling artisans with the number TA013. Ownership of a craftsman's competency certification is an obligation for construction workers as regulated in the Construction Services Law. After that, a training activity was carried out with lectures and practical training for three days, starting from purchasing materials, assembling steel frames, and installing gypsum boards, and ending with finishing. The results of this training activity are that the training participants, in this case, members of the local artisans group, are skilled in gypsum ceiling work and are ready to become gypsum ceiling workers, ready to take the craftsman certification test organized by the association or public works department. There was a significant increase in knowledge and skills among local artisans in gypsum ceiling installation work.
Hubungan Daya Dukung Tanah Berdasarkan Hasil Sondir, SPT dan Laboratorium Bela, Krisantos Ria; Seran, Engelbertha Noviani Bria; Dale, Oswaldus Febriano Wawo
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2024.V1102.0128-137

Abstract

Daya dukung tanah menjadi kunci dalam pemilihan pondasi yang tepat untuk pembangunan di Desa Tunfeu, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung tanah melalui tiga metode pengujian yaitu Sondir (DCPT), Standard Penetration Test (SPT) dan pengujian laboratorium. Data diperoleh dari tiga titik pengujian yang mencerminkan variasi kondisi tanah di lokasi penelitian. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai daya dukung tanah dari ketiga metode tersebut. Nilai rata-rata daya dukung tanah tertinggi ditemukan pada metode DCPT/sondir (0.944 kg/cm²), diikuti oleh SPT (0.730 kg/cm²), dan pengujian laboratorium (0.223 kg/cm²). Korelasi positif terlihat antara hasil DCPT dan SPT, sementara korelasi dengan hasil laboratorium lebih rendah. Kombinasi hasil pengujian lapangan dan laboratorium diperlukan untuk evaluasi yang lebih komprehensif. Pentingnya mempertimbangkan gangguan sampel dalam pengujian laboratorium juga ditekankan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mengevaluasi daya dukung tanah untuk mendukung pembangunan yang aman dan berkelanjutan. Dengan data yang akurat (DCPT: 0.944 kg/cm², SPT: 0.730 kg/cm²), keputusan pondasi yang tepat dapat diambil, mendukung infrastruktur yang kokoh dan tahan lama.
SOSIALISASI PENTINGNYA DINDING PENAHAN TANAH DI DESA BAUMATA TIMUR, KABUPATEN KUPANG Mooy, Merzy; Bela, Krisantos Ria; Fernandes, Igidio; Hane, Angela Seralita; Ignasia, Angela Maria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.26153

Abstract

Kondisi topografi pada Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang adalah berupa tanah berbukit – bukit, bergunung – gunung dan dataran rendah serta jenis tanah lempung berpasir halus dengan ketinggian daerah 0 – 500 mdpl. Dengan kondisi topografi seperti ini, maka dipastikan beberapa wilayah desa memiliki kondisi tanah curam sehingga sulit dilakukan pembangunan rumah tinggal maupun gedung. Oleh karena itu, salah satu alternatif pilihan adalah dengan membuat dinding penahan tanah agar menjamin kestabilan tanah sehingga bangunan akan tetap kokoh dan tahan lama. Bentuk kerja sama antara Universitas Katolik Widya Mandira dan Desa Baumata Timur salah satunya adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi dan pemberian contoh desain dinding penahan tanah yang dilakukan oleh para Dosen maupun Mahasiswa peserta KKNT Fakultas Teknik. Pemberian apresiasi oleh Aparat Desa kepada Unwira menjadi tanda keberhasilan terjalinnya kerja sama yang baik di antara kedua pihak.
SOSIALISASI PENTINGNYA RUMAH DESA SEHAT DAN BANTUAN DESAIN RUMAH DESA SEHAT BAGI MASYARAKAT WILAYAH NUNSUI, KUPANG Mooy, Merzy; Bees, Azarya; Bela, Krisantos Ria; Manubulu, Christiani Chandra; Seran, Engelbertha Noviani Bria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30973

Abstract

Rumah desa sehat dapat dikatakan sebagai salah satu struktur penunjang yang penting dalam suatu desa maupun wilayah. Kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan bidang kesehatan seperti posyandu, pemeriksaan kehamilan, seminar kesehatan dan sebagainya dapat dilakukan pada rumah desa sehat tersebut. Manfaat adanya bangunan tersebut adalah dapat membantu masyarakat mendapatkan akses kesehatan dengan biaya yang lebih efisien dalam waktu yang efektif. Demikian juga yang dibutuhkan oleh masyarakat Wilayah Nunsui, Kota Kupang. Meskipun termasuk dalam kategori wilayah kota, namun akses kesehatan oleh masyarakat terbilang cukup sulit. Jarak dan waktu operasional sarana kesehatan, serta kondisi ekonomi menjadikan sebanyak 50% masyarakat lebih memilih membeli obat – obatan langsung di apotik terdekat bahkan kios – kios tanpa melakukan pemeriksaan jelas di Puskesmas maupun Rumah Sakit. Berdasarkan hal tersebut, tim Teknik Sipil, Fakultas Teknik melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Wilayah Nunsui berupa sosialisasi mengenai pentingnya rumah desa sehat. Selain itu, tim pelaksana kegiatan tersebut juga memberikan bantuan desain bangunan rumah desa sehat berdasarkan peraturan dan standar nasional Indonesia yang kemudian hasil desaninnya diberikan kepada aparat wilayah. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari pemerintah maupun masyarakat Wilayah Nunsui dan akan ditindaklannjuti berupa pembangunan di waktu mendatang.