Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Linguistik Historis Komparataif Dalam Pemetaan Bahasa-Bahasa Nusantara La Ino
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 2 (2015): October 2015
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.136 KB) | DOI: 10.22225/jr.1.2.41.365-378

Abstract

Linguistik Historis Komparatif sebagai salah satu cabang linguistik mempunyai tugas utama, antara lain menetapkan fakta dan tingkat keeratan dan kekerabatan antarbahasa yang berkaitan erat dengan pengelompokan bahasa-bahasa sekerabat. Bahasa-bahasa sekerabat yang termasuk dalam anggota suatu kelompok bahasa pada dasarnya memiliki sejarah perkembangan yang sama. Sesuai dengan tugas utama tersebut, linguistik historis komparatif memiliki kewenangan dalam mengkaji relasi historis di antara kelompok bahasa tertentu
HEGEMONI DALAM NOVEL TIBA SEBELUM BERANGKAT KARYA FAISAL ODDANG Hardita Hatta; La Ino
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021): Volume 4, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v4i2.1409

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hegemoni tergambar dalam novel Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hegemoni dalam novel Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra, khususnya teori Hegemoni Antonio Gramsci. Data penelitian ini adalah teks cerita yang berkaitan dengan hegemoni dalam Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang, berupa dialog, penggambaran pengarang, maupun tingkah laku tokoh dalam cerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pengarang dan faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya sehingga menggambarkan bentuk-bentuk hegemoni. Adapun hegemoni yang terdapat dalam novel Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang menunjukkan; Pertama, hegemoni agama, hegemoni negara yang meliputi hegemoni oleh partai Golkar, hegemoni tentara Islam Indonesia, hegemoni oleh pimpinan para bissu, serta hegemoni budaya dari sisi kepercayaan masyarakat berupa tingkah laku yang dipercayai sebagai suatu aturan sosial, di antaranya bissu sebagai penyambung lidah masyarakat, budaya tellu cappa, kekuatan badik dan kepala manusia sebagai tumbal. Kata Kunci : Hegemoni, Novel , Pengarang dan Bissu
An Analysis of Translation Errors (A case Study of Students at SMAN 2 Wawonii Tenggara) Yeni Yeni; Tambunan Tambunan; La Ino
Journal of Language Education and Educational Technology (JLEET) Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jleet.v9i1.29840

Abstract

This study examined the errors made by students in translating Indonesian into English using the surface category taxonomy. The research was conducted at SMAN 2 Wawonii Tenggara, focusing on first-grade students. Specifically, the research included all 20 students from class X.IPA. To gather data, the researcher employed a test consisting of 20 Indonesian sentences. The analysis was carried out using a qualitative descriptive method. The results indicated that the students made a total of 222 errors (55.5%) in translating Indonesian into simple English sentences. These errors were categorized into four types: omission errors (112 or 50.45% of the total), malformation errors (75 or 33.79%), addition errors (32 or 14.41%), and misordering errors (3 or 1.35%). Omission errors were the most frequent. Given that the students made 222 errors (55.5% of possible errors), the correct responses numbered 178 (44.5%). According to Rod Ellis, this number classifies the students' ability as poor.
Psycholinguistic Examination of Language Ethics in Everyday Communication: Insights from Five-Year-Olds Ulin Nafiah; Hanna Hanna; La Ino
Journal of Language Education and Educational Technology (JLEET) Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jleet.v8i2.19771

Abstract

This qualitative study delves into the intricacies of language ethics exhibited by a five-year-old child named Dzakwan, drawing upon transcribed audio recordings spanning March to May 2020. Situated within the multifaceted framework of human development encompassing biological, cognitive, and socio-emotional processes, the research seeks to elucidate the factors shaping language ethics acquisition in early childhood. Through descriptive analysis, the study unveils Dzakwan's adeptness in adhering to linguistic norms, attributable to a confluence of influences including health, cognitive prowess, learning experiences, and environmental stimuli. These findings underscore the nuanced interplay between individual characteristics and external factors in the cultivation of language ethics. Furthermore, practical implications emerge, suggesting strategies to nurture language proficiency and ethical communication in young children, such as fostering meaningful dialogue and cultivating responsive interactions within their social milieu. By shedding light on the developmental trajectory of language ethics, this research contributes to a deeper understanding of language acquisition processes and offers actionable insights for promoting linguistic competence in early childhood education and parental guidance.
EXPLORING IMPLICATURE OF MAXIM VIOLATION IN THE U.S. VICE PRESIDENTIAL DEBATE Martisa, Ela; Siti Munawwarah; Rahmawati Azi; La Ino
J-Shelves of Indragiri (JSI) Vol 6 No 2 (2024): J-Shelves of Indragiri (JSI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/jsi.v6i2.2858

Abstract

In political communication, maxim violation as well as its implicature are inevitable. It shows a dynamic of communication particularly how to influence audience perception through argumentative strategies. This study  tries to explore the maxim violation and implicature performed by  Mike Pence and Kamala Harris in the U.S. Vice Presidential Debate in 2020. The study applied the cooperative principle theory particularly maxim violation and implicature by Paul Grice. Descriptive qualitative method was employed through the research. The main source of the data are the utterances of both vice Presidents’candidates which contain violation of maxim and implicature. The result shows that during the debate, there were 10 data of maxim quantity, 3 data of maxim quality, 6 maxim of relevance, and 1 data of maxim of manner. Violation of the maxim of quantity is the most common in the debate. because the candidates giving answers that seem exaggerated to, giving answers that are somewhat not so clear and irrelevant answers to distract the public. It also reveals that generalized conversational implicature is dominant used because political communication is highly context-dependent, and politicians frequently need to convey nuanced messages without being too direct.
Pemberdayaan Masyarakat Maritim Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mendukung Ketahanan Sosial Ekonomi Marhadi, Akhmad; La Ino; Alias; Ahmat Keke; Nurmin Suryati; Taufiq Said
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.221

Abstract

Masyarakat maritim di Kelurahan Petoaha memiliki potensi besar dalam pengolahan hasil laut, tetapi keterbatasan keterampilan dan pengetahuan menghambat peningkatan nilai ekonomi produk perikanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK melalui pelatihan pembuatan abon ikan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan selama tujuh hari di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari, dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan produksi, dan evaluasi. Seluruh proses dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian dan masyarakat guna memastikan keberlanjutan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah ikan menjadi abon yang bernilai jual. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kewirausahaan dan memperkuat kerja sama sosial di lingkungan masyarakat maritim. Produk abon ikan yang dihasilkan menjadi contoh inovasi sederhana berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk pengembangan usaha dan pemasaran produk secara mandiri.