Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN KERAJINAN NENTU: PEMBERDAYAAN MAHASISWA DALAM PEMBUATAN GANTUNGAN KUNCI RAMAH LINGKUNGAN DARI SERAT NENTU La Ode Marhini; Agus Rihu; La Ode Muhamad Sardin; Shinta Arjunita Saputri; Edy Samiel; Taufiq Said
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6074

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan pembuatan kerajinan gantungan kunci berbahan dasar serat nentu, yaitu serat alam lokal yang belum banyak dimanfaatkan tetapi memiliki potensi tinggi sebagai bahan kriya ramah lingkungan. Dalam konteks meningkatnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif, pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan keterampilan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan mahasiswa berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan mengenai kelebihan dan kekurangan gantungan kunci berbahan serat nentu melalui dialog interaktif antara mahasiswa dan pengrajin nentu, demonstrasi teknik pengolahan serat, serta praktik langsung pembuatan produk. Peserta dibimbing mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan serat, perancangan desain produk, hingga strategi pemasaran sederhana yang selama ini diterapkan oleh pengrajin. Peserta kegiatan berjumlah 25 mahasiswa Program Studi Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berpartisipasi aktif dalam dialog, terlibat secara langsung dalam proses demonstrasi, serta berhasil menghasilkan produk gantungan kunci berbahan serat nentu yang dinilai sangat baik oleh pengrajin.
Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran Inovatif dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Iklan Alias; Muh. Al Kausar; Ahmat Keke; Lestariwati; Taufiq Said; Karoluslina
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.207

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perlunya inovasi dalam proses pembelajaran. Hal ini diperlukan sebagai upaya pengembangan keterampilan menulis kreatif di kalangan mahasiswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis iklan mahasiswa melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo, selama dua minggu pada semester genap tahun akademik 2024/2025. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community-based participatory learning yang melibatkan 25 mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek struktur penulisan, kreativitas ide, dan kejelasan pesan iklan. Mahasiswa juga menunjukkan perubahan sikap terhadap teknologi dengan munculnya kesadaran baru akan pentingnya literasi digital dan kolaborasi dalam pembelajaran. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemanfaatan AI mampu memperkuat kompetensi menulis iklan mahasiswa sekaligus mendorong transformasi pola pikir menuju pembelajaran yang adaptif dan inovatif di era digital.
Pemberdayaan Masyarakat Maritim Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mendukung Ketahanan Sosial Ekonomi Marhadi, Akhmad; La Ino; Alias; Ahmat Keke; Nurmin Suryati; Taufiq Said
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.221

Abstract

Masyarakat maritim di Kelurahan Petoaha memiliki potensi besar dalam pengolahan hasil laut, tetapi keterbatasan keterampilan dan pengetahuan menghambat peningkatan nilai ekonomi produk perikanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK melalui pelatihan pembuatan abon ikan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan selama tujuh hari di Kelurahan Petoaha, Kota Kendari, dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan produksi, dan evaluasi. Seluruh proses dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian dan masyarakat guna memastikan keberlanjutan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah ikan menjadi abon yang bernilai jual. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kewirausahaan dan memperkuat kerja sama sosial di lingkungan masyarakat maritim. Produk abon ikan yang dihasilkan menjadi contoh inovasi sederhana berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk pengembangan usaha dan pemasaran produk secara mandiri.
Ritual Mo’oli dalam Mencari Orang Hilang  Pada Masyarakat Tolaki Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Alvira Olivia Saputri; Rahmat Sewa Suraya; Irma Magara; La Ode Muhammad Sardin Sardin; Taufiq Said
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/eca90j61

Abstract

Ritual Mo’oli secara etimologi dalam Bahasa Tolaki “Mo’oli” berati membeli. Namun secara Bahasa dapat diartikan sebagai “upaya kompromistis dengan makhluk-mahluk astral penguasaan wilayah gaib”. Ritual Mo’oli dilakukan ketika ada korban hilang. Seperti orang tenggelam dikali, korban kecelakaan yang dimana tempat korban kecelakaan itu dianggap sangat keramat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang   dan untuk mengetahui bagaimana makna ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang Pada Masyarakat Tolaki di Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang memiliki beberapa tahapan yaitu: Memberi informasi kepada Sando (dukun), persiapan material/bahan ritual, tahap pelaksaan ritual Mo’oli, kunjungan ke tempat orang hilang, pelepasan bahan, tahap akhir. Adapun makna dari ritual Mo’oli yaitu : Makna telur sebagai bentuk permohonan izin kepada penghuni gaib yang diyakini mendiami perairan, dengan harapan agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan, Makna Pisang sebagai gigi buaya dalam pelaksanaanya, Makna Uang sebagai pembelinya kebutuhan penghuni seperti kita manusia kita pergi belanja, Makna daun sirih (Obite), pinang (Ineya), kapur sirih (Ineri), rokok (Po’ombiya) sebagai mengambut tamu, Makna Ayam sebagai pengganti orang yang hilang, dan Makna Beras Ketan sebagai makanan penghuni di air.
ANALISIS NARASI LISAN MASYARAKAT NAMBO TENTANG PENYAKIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT Hasdairta Laniampe; Bainudin; Irawati Tapasi; Taufiq Said
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh narasi lisan masyarakat Nambo tentang penyakit terhadap perilaku mereka dalam mencari pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat, dukun/tradisional healer, serta tenaga medis di Desa Nambo, Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pengobatan didorong oleh Explanatory Model of Illness yang mengklasifikasikan penyakit ke dalam ranah medis-biologis dan spiritual-nonmedis. Narasi lokal mengaitkan penyakit spiritual dengan etiologi personalistik yang dipandang berada di luar jangkauan layanan medis formal. Selain itu, protokol budaya bersyarat sering kali mewajibkan pelaksanaan ritual tradisional sebelum intervensi medis diperbolehkan. Akibatnya, layanan kesehatan formal kerap diposisikan sebagai pilihan terakhir atau alternatif sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan dan keterlambatan dalam pengobatan medis bersumber dari konflik antara etiologi budaya dan protokol medis formal. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas menerapkan pendekatan Culturally Sensitive Care (pelayanan yang peka terhadap budaya) guna menjembatani kesenjangan antara narasi medis dan narasi lokal, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien serta efektivitas pelayanan kesehatan di masyarakat yang bersifat pluralistik.