Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Pengaruh Kawasan Malioboro Sebagai Area Pedestrian Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan Lilik Edi Saputro; Nining Yuniati; Tutut Herawan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malioboro is one of the popular tourist destinations in the city of Yogyakarta, and also as a tourism icon in the city of Yogyakarta which is often visited by tourists. Malioboro is also a link between the monument and the palace or better known as the imaginary line that cannot be separated from the concept of the Yogyakarta Palace's urban planning philosophy. Pedestrian Malioboro is located in the tourist area of Malioboro with high economic, social and cultural values, making it a favorite destination for tourists. The method used in this study uses quantitative methods. The quantitative method in this study was used to analyze the influence of the Malioboro area as a pedestrian area on the interest of tourist visits. Interest in visiting is basically a feeling of wanting to visit an interesting place to visit. Interest in visiting is the act of tourists in choosing or deciding to visit a tourist attraction based on their experience in traveling.
MODEL PERILAKU WISATAWAN DOMESTIK DALAM MEMILIH HOTEL HIJAU Nining Yuniati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 8: Juli 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan model secara kuantitatif gambaran perilaku wisatawan domestic dalam memilih hotel hijau (green hotel) di Yogyakarta, dengan melibatkan sejumlah variabel uji dengan 5 variabel terikat (pengalaman ramah lingkungan, kepedulian lingkungan, citra hotel, harga, dan kelompok referensi) dan variable bebas keputusan pembelian ramah lingkungan, kepuasan konsumen, dan loyalitas konsumen. Penelitian di lakukan terhadap 215 responden yang menginap di sejumlah hotel yang telah mendapat penghargaan ramah lingkungan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, kemudian dilakukan uji model dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil yang di dapatkan bahwa 4 variabel bebas berpengaruh signifikan pada keputusan pembelian hijau, kecuali harga. Pada tipikal konsumen yang mengedepankan kepedulian lingkungan harga tidak menjadi sebuah pertimbangan penting. Pada pengujian lanjutan yaitu uji model nilai Good of Fit memenuhi kriteria uji sehingga model reliabel digunakan. Penelitian ini penting menjadi referensi bagi segenap pelaku usaha pariwisata khususnya hotel hijau bagaimana mengelola dan menjaring pangsa pasar domestik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Peserta Untuk Berpartisipasi Pada Event Bisnis di Yogyakarta Nining Yuniati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1: Desember 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i1.1077

Abstract

Penelitian yang membahas tentang keputusan berpartisipasi pada event belum banyak dibahas, dan penelitian ini adalah upaya menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi delegasi yaitu para wisatawan bisnis (business traveller) berpartisipasi pada event JITM 2019 di Yogyakarta. Faktor yang dimaksud meliputi aksesibilitas, event organizer (EO), akomodasi, lokasi (venue), dan harga-harga. Dari hasil observasi pada 100 peserta dengan menggunakan uji asumsi klasik di dapatkan bahwa faktor-faktor tersebut yaitu aksesibilitas, EO, akomodasi, venue, dan persepsi harga secara signifikan mempengaruhi keputusan partisipasi peserta.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Candi Borobudur Magelang Evi Sulami; Nining Yuniati; Damiasih Damiasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4: Maret 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i4.1455

Abstract

Pariwisata berperan dalam kesejahteraan masyarakat, sebagaimana dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan pada pasal 3. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan beberapa fungsi kepariwisataan ialah untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, serta intelektual wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan, juga meningkatkan pendapatan negara dengan jalan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Masyarakat dapat berperan pengembangan pariwisata dalam hal pengembangan kesadaran, pemahaman, dan juga penghayatan. Untuk itu peran masyarakat mencoba melakukan sebuah pendekatan berbasis akademik dalam melihat dan mengembangkan pariwisata dengan mempergunakan metode yang cocok dalam meningkatkan minat dan ketertarikan dengan menggunakan Metode 4A atau dalam pengartian adalah Attraction, Accesibilty, Amenity, Anciliary Services. Penelitian ini berjenis kuantitatif deskriptif. Yang mana data yang didapatkan berbentuk angka, lalu dilakukan pengolahan dan alasisis data untuk memperoleh gambaran dan hubungannya antara variabel yang dilibatkan pada penelitian. Alat analisis data yang menggunakan software SPSS 26.0 yang meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menjelaskan seluruh variabel berpengaruh secara signifikan ialah attraction (X1), amenity (X2), accesbility (X3), dan acilliary (X4), berpengaruh positif dan signifikan kepada motivasi berkunjung wisatawan ke Candi Borobudur, dan variabel yang paling berpengaruh atau memiliki pengaruh yang paling besar adalah variabel amenity (X2).
Dampak Pola Kemitraan Pada Pertumbuhan Bisnis Perhotelan di Gorontalo Trisagia Mokodongan; Nining Yuniati; Sarbini Sarbini
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i7.1699

Abstract

Kemitraan pada bisnis perhotelan terbentuk tidak hanya dikarenakan adanya unsur saling membutuhkan dengan mitra namun juga memberikan dampak pada pertumbuhan bisnis hotel. Gambaran pola kemitraan dan dampak terhadap pertumbuhan bisnis hotel belum banyak ditelaah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola kemitraan, serta dampak kemitraan pada bisnis perhotelan di Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan terpilih, observasi lapangan, dan dokumentasi temuan. Data yang telah terkumpul selanjutnya direduksi dan disajikan melalui uraian serta bagan dan gambar. Berdasarkan hasil penelitian, pola kemitraan yang umum diterapkan oleh hotel dengan mitra berbentuk Pola Kemitraan Inti plasma dan Pola Kemitraan Subkontrak. Dampak yang dihasilkan dengan adanya bentuk kemitraan tersebut yaitu pertumbuhan bisnis hotel bertambah dari segi properti. Kemitraan yang terbangun perlu dilandasi kontrak kerja sama secara tertulis untuk memberikan dampak positif tidak hanya bagi bisnis hotel namun juga pemasok. Kerja sama yang terbangun menjadi dukungan satu sama lain untuk membuat perputaran ekonomi terus berjalan dan dapat dirasakan oleh semua pihak.
Pengaruh Citra Destinasi, Nilai Produk dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Museum Sonobudoyo Yogyakarta Putri Pebriani; Nining Yuniati; Tonny Hendratono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i7.1763

Abstract

Yogyakarta is known as a city with history and culture that is strongly connected with Javanese ancestral values, there are more than 10 (ten) museums in Yogyakarta. The Sonobudoyo Museum is one of the historical tourist destinations in Yogyakarta which has experienced a very productive decline in tourist visits from the 2017-2021 period. The purpose of this study was conducted to determine the effect of destination image, product value, and service quality on tourist satisfaction at the Yogyakarta Sonobudoyo Museum. The sampling technique used purposive sampling with a total of 256 respondents, the data collection instrument used a questionnaire with a Likert scale. Analysis was performed using multiple linear regression, as well as significant tests (t test and F test). The conclusion from this study is that there is an influence of destination image, product value, and service quality on tourist satisfaction at the Sonobudoyo Museum. The correlation coefficient shows that there is a quant relationship between variable X and variable Y.
Analisis Marketing Mix Destinasi Wisata Candi Borobudur Nining Yuniati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i7.1798

Abstract

Candi Borobudur adalah destinasi wisata yang sudah mendunia dan dikunjungi jutaan wisatawan baik domestic maupun manca. Penelitian ini berusaha mengungkapkan sisi marketing mix pada Candi Borobudur yang dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara, dan data sekunder. Pengamatan yang dihasilkan berupa kelompok segmen pasar, dan aspek marketing mix yang terdiri produk, harga, tempat, promosi, proses, sumberdaya manusia, dan bukti fisik. Berdasarkan hasil analisis di di dapatkan bahwa di hampir semua aspek bauran pemasaran menunjukkan performa yang baik hal ini memperlihatkan bahwa Candi Borobudur adalah destinasi tujuan wisata yang sudah maju
Destination Attributes dan Implikasi Kebijakan Manajemen Daya Tarik MICE di Indonesia Nining Yuniati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.2154

Abstract

This paper is a semi-systematic literature review because it combines several studies at once with a qualitative review. There are a number of previous studies that have found a number of attributes that are criteria in determining the best MICE destinations. However, every researcher has their own point of view, even though in absolute terms most of the opinions have almost the same major criteria. In Indonesia, a number of these studies were later adapted and rolled out in the form of policies whose purpose is to provide guidelines for regions throughout Indonesia so that they are able to develop their regions into good MICE destinations. There is no clear reference which is best, but in the case of Indonesia, the official regulations set by the government are very good to implement