Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Temperatur Terhadap Pembentukan Metana Dari CO2 Dengan Zn Dan Katalis Ni/Al2O3 Toluna, Yona; Junaidi, Robert; Zamhari, Mustain
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.409

Abstract

Gas karbon dioksida (CO2) telah menjadi ancaman besar bagi lingkungan bumi karena emisinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Efek rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global, meningkatkan suhu bumi, mencairnya gletser dan menaikkan permukaan air laut, dan lain-lain, terutama disebabkan oleh emisi CO2 yang setara dengan 80% dari total emisi. Pembentukan CH4 dari CO2 pada suhu rendah adalah terobosan signifikan dalam memahami peran dan penggunaan CO2, meskipun tingkat konversinya masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah gas CO2 menjadi gas metana menggunakan katalis Ni/Al2O3 serta untuk mempelajari dampak variasi temperatur dan aktivasi katalis melalui metode in situ. Penelitian ini memanfaatkan CO2sebagai bahan baku dengan katalis Ni/Al2O3 dan variasi temperatur dalam satuan (oC) yang akan diatur sebesar 110 oC dan 120 oC. Gas metana (CH4) yang dihasilkan akan dianalisis menggunakan Multi Gas Detector Analyzer. Penelitian menunjukkan bahwa kadar gas metana tertinggi yang dihasilkan secara in situ diperoleh pada suhu 120 °C dengan perlakuan katalis ke-5/Ni_R4, yaitu sebesar 50,56%.
Pembuatan Nanosilikon dari Abu Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Katalis untuk Proses Hidrogenasi Air Wahyudi, Riki; Junaidi, Robert; Dewi, Erwana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrogen memberikan kontribusi penting dalam menyediakan energi untuk masa depan. Hidrogen adalah pasokan bahan baku yang melimpah, memiliki tingkat energi H2 286 kJ / mol, dan juga bermanfaat bagi lingkungan. Dengan komposisi SiO2 60%, abu cangkang sawit diketahui mengandung sejumlah besar silika. Penciptaan nanosilikon adalah salah satu kegunaan potensialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanosilikon, memurnikannya menggunakan berbagai konsentrasi zat pereduksi, kemudian menggunakan nanosilikon murni untuk menghasilkan hidrogen menggunakan berbagai konsentrasi NaOH. Variasi dalam rasio silika-aluminium pada 1: 0,25, 1: 0,5, 1: 0,8, dan 1: 1 diperlukan untuk isolasi nanosilikon. Konsentrasi NaOH dalam proses produksi hidrogen juga disesuaikan menjadi 2 M, 2,5 M, 3 M, dan 3,5 M. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode presipitasi untuk ekstraksi silika, metode metalotermal untuk isolasi nanosilikon, pemurnian HCl nanosilikon, dan hidrogenasi NaOH. Aluminium dan silika direduksi dalam tungku selama tiga jam pada suhu 850°C untuk menghasilkan nanosilikon. Dengan intensitas 5517 cps dan hasil 93%, rasio silika terhadap aluminium 1: 1 menghasilkan hasil terbaik dalam sintesis nanosilikon. Dengan bantuan nanosilikon yang diperoleh, hidrogen dapat diproduksi dengan kandungan gas hidrogen 421 ppm pada rasio nanoSi: NaOH 3,5 M. Mengingat sifat hidrogen yang menguntungkan secara ekologis dan potensi untuk menggunakan bahan yang tersedia seperti abu cangkang sawit untuk pembuatan nanosilikon, penelitian ini dapat memiliki konsekuensi untuk penyediaan energi di masa depan.
Pemanfaatan Zeolite Alam Sebagai Katalis Untuk Sintesis Biodiesel Darmawan, Azzahrah Putri; Zamhari, Mustain; Junaidi, Robert
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel adalah sumber bahan bakar alternatif yang dapat dihasilkan dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi merupakan salah satu potensi untuk digunakan sebagai bahan dasar produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan waktu katalis zeolite terhadap biodiesel yang dihasilkan. Sintesis biodiesel diawali dengan pembuatan katalis Zeolit melalui proses kalsinasi Zeolit pada suhu 800 oC, 900 oC, 950 oC kemudian dilakukan perendaman dengan larutan KOH 1 : 1 dalam 100 ml pelarut air. Kemudian dilanjutkan proses pengeringan selama ± 1 jam pada suhu 110 oC dan kalsinasi pada suhu 800 oC, 900 oC, dan 950 oC. Perbandingan volume minyak dan methanol sebesar 1:19 dengan katalis 2% dari berat minyak. Hasil analisa XRD katalis zeolite dengan kristalinitas 1500 cps, untuk standar kualitas biodiesel parameter yang diuji yaitu densitas 0,86gr/cm2 ,viskositas 1,45mm2/s dan %yield 72,5%.
Konversi Gas CO2 menjadi Gas Metana (CH4) menggunakan Katalis Ni/Al2O3 Saputra, Mailanda; Amin, Jaksen M; Junaidi, Robert
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13329

Abstract

Carbon dioxide (CO2) pollution is a global environmental issue that needs to be addressed. Data from the Indonesian Central Statistics Agency shows that CO2 emissions in Indonesia increased by 4.54% from 2015 to 2019. One of the researched solutions is the conversion of CO2 into methane gas (CH4) through the methanation process. This study uses a Nickel (Ni) catalyst with Al2O3 support to investigate the effect of temperature and catalyst mass variations on the conversion of CO2 into CH4. The aim of this research is to study the impact of variations in Ni/Al2O3 catalyst mass and production temperature on the conversion of CO2 into CH4 gas. Ni catalyst was chosen for its ability to absorb hydrogen and its high selectivity in CH4 formation. The use of a stainless steel reactor with a heating coil allows for higher operating temperatures compared to previous studies using glass reactors. The results of the study show that the higher the mass of the Ni/Al2O3 catalyst (5 g, 10 g, 15 g) and production temperature (100°C, 120°C, 150°C), the higher the percentage of CO2 conversion into CH4. The highest CH4 conversion percentage was obtained using 15 g of Ni/Al2O3 catalyst and a production temperature of 150°C, reaching 25.27%. This indicates that the quality of the CH4 gas produced is significantly influenced by the catalyst mass and production temperature. Additionally, the remaining unreacted CO2 gas also decreases with increasing catalyst mass and production temperature.
Pengoptimalan Pengolahan Air Pada Proses Koagulasi dengan Kombinasi Bahan Kimia Aluminium Sulfat dan Poly Aluminium Chloride PT. Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) Palembang Muhajir, Ahmad; Junaidi, Robert; Aznury, Martha
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13359

Abstract

PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) is a clean water provider company operating in Palembang City. The TSM Water Treatment Plant (WTP) processes surface water from the Musi River with a total capacity of 230 liters/second. However, the TSM WTP is facing a shortage of clean water supply due to an increase in demand from new customers. This has led to a decrease in the duration of water flow to customers' homes. This problem is caused by 5% of the byproducts being sludge and wastewater, as well as the filter washing process that causes production to stop for 30 minutes three times a day. Therefore, this study aims to analyze the use of a combination of aluminum sulfate and poly aluminum chloride coagulants to reuse the sludge and minimize filter washing, in order to improve water treatment performance at the TSM WTP. The analysis results show that the alum and PAC dose ratio of 3:1 and 4:1 produced the highest turbidity reduction, which are 85.1% and 91.3%, as well as good floc formation. Thus, the use of this coagulant combination can be a solution to increase the productivity of the TSM WTP in providing sustainable clean water supply.
Pemanfaatan Fly Ash Batubara dalam Penurunan Kadar Besi dan Mangan Limbah Air Asam Tambang PT Bukit Asam Sari, Rahmaida; Yerizam, Muhammad; Junaidi, Robert
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13362

Abstract

PT Bukit Asam Tbk is one of the largest coal producers in Indonesia. Fly ash, the primary waste from the operations of PLTU Bukit Asam, is a fine particle residue from coal combustion that can cause environmental pollution if not properly managed. Based on Government Regulation No. 22 of 2021, fly ash is no longer categorized as hazardous waste (B3), leading to increased research on its utilization. This study aims to utilize fly ash from PLTU Bukit Asam as an adsorbent to reduce iron (Fe) and manganese (Mn) content from acid mine drainage at PT Bukit Asam Tbk, using NaOH as a basic activator and varying contact time and adsorbent mass. Characterization of the fly ash morphology using Scanning Electron Microscopy (SEM) showed that activated fly ash has a more porous structure compared to before activation, increasing the specific surface area and adsorption potential. The study results indicated that the adsorption efficiency of Fe increased with the increasing adsorbent dose, reaching the highest efficiency of 99.95% at a dose of 500 grams and a contact time of 50 minutes. The Langmuir and Freundlich isotherm models were used to describe the adsorption process. The high determination coefficient (R²) values, ranging from 0.9474 to 0.9916 for Fe and 0.99602 to 0.99862 for Mn, indicate the suitability of these models in the studied adsorption system.
Kinetika Pembentukan Silika Gel dari Bottom Ash Sebagai Adsorben Pramudya, Nabila Salwa; Hasan, Abu; Junaidi, Robert
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14796

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kinetika Pembentukan Silika Gel dari Bottom Ash Sebagai Adsorben” menghasilkan beberapa kesimpulan penting. Pertama, kandungan silika yang relatif sedikit pada bottom ash menyebabkan beberapa sampel gagal membentuk gel. Kedua, efisiensi adsorpsi CuSO₄ oleh bottom ash meningkat seiring dengan peningkatan waktu kontak dan suhu operasi. Ketiga, efisiensi adsorpsi tertinggi dicapai oleh sampel C pada suhu operasi 100°C dan waktu kontak 120 menit, dengan efisiensi mencapai 68%. Terakhir, efisiensi adsorpsi menurun dengan meningkatnya konsentrasi awal Cu²⁺, karena rasio antara ion Cu²⁺ dan situs aktif pada permukaan adsorben menjadi lebih rendah.
Pemanfaatan Ekstrak Silika Bottom Ash Batubara untuk Reaksi Hidrolisis Aluminium dalam Produksi Gas Hidrogen di Fixed Bed Reactor Wulandari, Wahyu; Junaidi, Robert; Hasan, Abu
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2025.012.02.2

Abstract

ABSTRAK Hidrogen merupakan salah satu sumber energi potensial yang berkelanjutan dan bersih dengan kepadatan energi tinggi (140 MJ/kg). Abu berat merupakan limbah padat yang sulit larut dan menguap serta memerlukan pengolahan khusus. Pembakaran batubara di PLTU menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash dalam jumlah besar setiap tahunnya, yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dimanfaatkan dengan tepat. Pada tahun 2021, Indonesia menghasilkan sekitar 9.7 juta ton limbah abu terbang (fly ash dan bottom ash). Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kandungan 53-70 Si pada abu terbang untuk meningkatkan gas hidrogen dengan menambahkan zat pereduksi aluminium dan memvariasikan konsentrasi katalis KOH. Katalis KOH digunakan karena KOH menghasilkan lebih banyak gas hidrogen dibandingkan NaOH. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan 3 sampai 6 gram aluminium: silikon dengan air suling dan katalis KOH 4,5 M - 5M dan ini dilakukan pada temperatur 50°C selama 15 menit. Dengan berat auminium:silicon 6 gran dan konsentrasi KOH 5.5 M menghasilkan produksi gas hydrogen sebesar 68%. Semakin banyak penggunaan aliminium:silikon dan semakin tinggi konsentrasi KOH yang digunakan maka gas hidrogen yang dihasilkan akan semakin banyak. Kata kunci: Aluminium, bottom ash batubara, hidrogen, silikon ABSTRACT Hydrogen is a potential sustainable and clean energy source with a high energy density (140 MJ/kg). Heavy ash is a solid waste that is difficult to dissolve and evaporate, requiring special treatment. In 2021, Indonesia produced approximately 9.7 million tons of fly ash and bottom ash. This study aims to utilize the 53–70% Si content in fly ash to enhance hydrogen gas production by adding aluminum as a reducing agent and varying the concentration of KOH catalyst. KOH was selected as the catalyst because it generates more hydrogen gas compared to NaOH. The experiment was carried out by reacting 3 to 6 grams of aluminum:silicon with distilled water and KOH catalyst at concentrations ranging from 4.5 M to 5 M, maintained at 50°C for 15 minutes. The highest hydrogen gas production of 68% was obtained with 6 grams of aluminum:silicon and a KOH concentration of 5.5 M. The results showed that increasing the amount of aluminum:silicon and the concentration of KOH led to greater hydrogen gas generation. Keywords:  Aluminum, coal bottom ash, hydrogen, silicon
Pengaruh Variasi Temperatur dan Promotor Zn terhadap Konversi Karbon Dioksida (CO2) Menggunakan Katalis Ni/Al2O3 Novariana, Mayra; Junaidi, Robert; Mujiyanti, Apri
Jurnal Teknologi Vol 25, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v25i3.7923

Abstract

The ever-increasing need for fossil fuels, including natural gas, petroleum, and coal, to drive economic growth, has triggered a significant increase in carbon dioxide emissions. Methane is the most basic hydrocarbon compound, under standard temperature and pressure conditions, methane is a colorless and odorless gas. Nickel-based catalysts are the most widely used catalysts in the CO₂ methanation process because they have high activity and selectivity towards methane (CH₄) formation. This study aims to optimize the conversion of carbon dioxide into methane gas using a Catalytic Batch Reactor with the help of a Ni/Al₂O₃ catalyst with variations in temperature and NaOH flow rate. In this study, CO₂ is used as a raw material with a Ni/Al₂O₃ catalyst and a Zn promoter. The Zn Promoter Mass and temperature will be regulated with variations. For methane gas analysis, a Multi Gas Detector Analyzer will be used. From this study, the results showed that the highest methane gas (CH₄) was obtained at a temperature of 200°C with the addition of 15 grams of Zn promoter, which is 56.44%.
Pengaruh Variasi Jumlah Katalis Ni/Al2O3 dan Konsentrasi KOH Terhadap Efisiensi Metanasi CO2 Gilang Ramahdan; Junaidi, Robert; Ekawati, Linda
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i01.24201

Abstract

Pencemaran karbon dioksida (CO2) adalah salah satu permasalahan lingkungan global yang saat ini menjadi isu yang sangat penting. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, emisi karbon dioksida di Indonesia meningkat sebesar 4,54% dari tahun 2015 hingga 2019. Pada tahun 2015, emisi karbon dioksida di Indonesia mencapai sekitar 505,3 juta ton CO2. Namun pada tahun 2019, emisi karbon dioksida meningkat menjadi sekitar 527,3 juta ton CO2 . dari batu bara naik 1,6% sedangkan emisi bahan bakar minyak meningkat 2,5%. Salah satu cara untuk mengurangi karbon dioksida di atmosfer adalah dengan mengubah karbon dioksida dan menggunakannya dalam bahan kimia, misalnya dengan menghidrogenasi CO2 menjadi metana. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan gas metana dari karbon dioksida menggunakan variasi jumlah katalis Ni/Al2O3 dan variasi konsentrasi KOH. Dalam penelitian ini, digunakan CO2 sebagai bahan baku dengan katalis Ni/Al2O3 dan logam Zn. Jumlah Katalis Ni/Al2O3 diatur dengan variasi (51,52, 53 dan 54 gram), konsentrasi KOH diatur dengan variasi (3,5M; 4M; dan 4,5M) dan waktu operasi 20 menit. Untuk analisa gas metana (CH4) yang dihasilkan akan dianalisa menggunakan Multi Gas Detector Analyzer. Berdasarkan hasil penelitian ini gas metana hasil konversi paling tinggi diangka 47,58% dengan variasi pada jumlah katalis 54 gram dan konsentrasi KOH 4,5M