I Nyoman Budiarsa .
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana Bali

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penurunan Temperatur Kondensor pada Sistem Pendingin Central Processing Unit (CPU) Berbasis Cascade Straight Heat Pipe Imanuel Adam Tnunay; Wayan Nata Septiadi; I Nyoman Budiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i02.p05

Abstract

Dalam menunjang kehidupan manusia, teknologi terus mengalami perkembangan. Hal ini terlihat dalam dalam berbagai bidang teknologi seperti elektronik, pembangkit listrik, robotik, permesinan dan lain-lain. Perkembangan CPU terus mengarah kepada dimensi yang semakin kecil namun kinerja meningkat sehingga membutuhkan sistem pendingin yang memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk mampu menjaga kinerja dan umur CPU. Belakangan ini teknologi Heat Pipe mulai banyak digunakan karena memiliki kemampuan kinerja sangat baik dalam mentransfer panas. Kemampuan yang baik dalam menstransfer panas berdampak pada temperatur buang di bagian kondensor yang juga tinggi mencapai 500C -600C. Hal ini akan berdampak kurang baik terhadap komponen lain yang berada di sekitar CPU. Berdasarkan hal tersebut peneliti mencoba menerapkan metode cascade straight heat pipe, guna menurunkan temperatur yang di buang pada bagian kondensor, akan tetapi kinerja pengangkutan panas pada bagian CPU tetap optimal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem Pendingin CPU CHP kondensor tunggal mampu menurunkan temperatur kondensor pada kondisi idle sebesar 14,94 0Cdan pada kondisi maksimal sebesar 21,12 0C . Cascade Double kondensormampu menurunkan temperatur kondensor pada kondisi idle sebesar 17,12 0C , dan pada kondisi maksimal sebesar 24,16 0C. Hasilnya lebih rendah bila dibandingkan dengan sistem pendingin NC.Persentasi penurunan temperatur kondensor beban idle dengan menggunakan sistem pendingin CPU CHP terhadap temperatur kondensor Non Cascade adalah dengan menggunakan CHP tunggal kondensor sebesar 28% dan CHP Doublesebesar 32 %. Pada bebanmaksimal adalah dengan menggunakan CHP tunggal kondensor sebesar 35 % dan dengan CHP Double Kondensor sebesar 40 %. In supporting human life, technology continues to develop. This looks in various fields of technology such as electronics, power generation, robotics, machinery and others - other. Development CPU continues to lead to ever smaller dimensions but increased performance so requires a cooling system that has a high enough ability to be able to maintain the performance and age of the CPU . Lately Heat Pipe technology began to be widely used because it has excellent performance capabilities in heat transfer . Good capability in heat transfer has an impact on the exhaust temperature in the condenser section which also reaches a high of 50 0C -60 0C. This will have an adverse effect on other components around the CPU. Based on this, the researchers tried to apply the cascade straight heat pipe method, in order to reduce the exhaust temperature in the condenser section, but the heat transport performance in the CPU section remained optimal . The results showed that the CPU Cooling System of a single HP condenser was able to reduce the temperature of the condenser at idle conditions by 14.94 0Cand at maximum conditions of 21.12 0C. Cascade Double Condenser able to reduce the temperature of the condenser at idle at 17.12 0C and the maximum condition of 24.16 0C. The result was lower when compared with the Cooling system NC . The percentage decrease in temperature of the idle load condenser by using the CPU CHP cooling system to the temperature of the Cascade Non Ccondenser is to use CHP single condenser of 28 % and CHP Double 32%. On load the maximum is to use a single CHP condenser of 35% and with CHP Double Condenser at 40%.
Uji Variasi Tekanan Nosel Terhadap Karakteristik Semprotan Bahan Bakar Biodiesel I Wayan Suma Wibawa; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Nyoman Budiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the middle of the thinness of the availability of fossil fuels, making researchers from various countries are aggressively seeking alternative energy sources that can be renewed, one of which is biodiesel from callophyluminophylum. Callophyluminophylum use of biodiesel in diesel engines still experiencing problems, due to the viscosity and density higher than petroleum diesel it results in the performance of the diesel engine is not optimal. One solution to overcome the above problems is to put more pressure on the injector so that the spray is more subtle, then tested the effect of pressure injector / nozzle of the spray characteristics. The variations in the pressure nozzle 90 bar, 100 bar, 110 bar, 120 bar and 130 bar (range working pressure nozzle from the factory) using petroleum diesel (100%), callophyluminophylum biodiesel 100% and callophyluminophylum biodiesel 5% + petroleum diesel 95 %. Fuel spray characteristics test in the penetration of the spray tip length (L), spray rate (v or Uin), spray angle (?), and distribution of large granules are formed on each - each variation of pressure. From the testing that was done then get the following, at a pressure of 120 bar nozzle BD 5% has characteristics that most closely D 100% (petroleum diesel) both of the speed of the spray, spray angle and the amount of the grain. Key words: Pressure nozzle, the length of the spray, spray time, spray angle, the distribution of grain.
UJI EKSPERIMENTAL MATERIAL KAWAT BAJA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI DAWAI ALAT MUSIK SASANDO Damianus Manesi; I Ketut Gede Sugita; I Nyoman Budiarsa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.597 KB)

Abstract

Penggunaan serat kawat baja dari kabel katup throtlle sepeda motor sebagai dawai alat musik sasando bukan merupakan hal baru. Masalahnya adalah beberapa pembuat dan pemain sasando tetap menggunakan kawat baja sebagai dawai. Penelitian ini bertujuan menguji apakah kawat baja pantas digunakan sebagai dawai alternatif alat musik sasando? sebagai pembandingnya penelitian ini juga meneliti sifat dan model mekanik dawai gitar akustik. Sebagai langkah awal dilakukan uji eksperimen untuk mengetahui komposisi kimia dan kemampuan mekanis kedua material dawai. Uji eksperimen menggunakan kawat baja dan dawai gitar dengan dimensi yang sama yaitu panjang 600mm dan diameter 1.2mm. Hasil uji eksperimen akan digunakan untuk pemodelan dengan software ABAQUS. Berdasarkan hasil pengujian eksperimen diketahui bahwa jumlah unsur pembentuk kawat baja lebih banyak dibanding unsur pembentuk kawat gitar, dimana unsur besi (Fe) merupakan unsur yang paling dominan. Prosentase karbon (C) menunjukkan bahwa kedua jenis dawai tergolong baja lunak karena memiliki nilai karbon dibawah 0,2%. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan kekuatan luluh material kawat baja lebih baik dibanding dawai gitar. Dari hasil uji numerikal diketahui bahwa model yang dihasilkan adalah valid dan mendekati sifat material asli. Hasil numerikal juga menunjukkan terjadi peningkatan distribusi tegangan pada dawai hingga putus pada bagian ujung. Hasil ini sama dengan hasil uji eksperimen yang juga diketahui kedua jenis dawai mengalami putus pada bagian ujung. Berdasarkan hasil uji eksperimen dan numerikal disimpulkan bahwa kawat baja secara mekanik layak digunakan sebagai dawai alternatif sasando.
Optimasi Pengaruh Parameter Terhadap Sifat Mekanis pada Sambungan Similar Baja Tahan Karat AISI 304 I Putu Agus Tina; I Nyoman Budiarsa; I G usti Ngurah Nitya Santhiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i01.p08

Abstract

Kekuatan sambungan dan sifat las titik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketebalan pelat, ukuran strip, waktu pengelasan, tegangan dan beban yang diberikan selama proses las. Sambungan dalam hal ketebalan dan ukuran diameter kerucut dalam pembuatan nugget sangat penting saat menghubungkan panel saat merakitbodi sebagai bagian yang menentukan kelayakan dan keselamatan transportasi. Periksa sambungannya. Secara umum, banyak penelitian telah dilakukan pada pengelasan titik tentukan parameter yang dapat mempengaruhi hasil las. Pengujian tarikdan teknik pengelasan titik uji digunakan untuk menentukan kekuatan sambunganlembaran baja tahan karat. Optimasi Pengaruh Parameter Terhadap Sifat Mekanis Pada Sambungan Similar Baja Tahan Karat AISI 304. dimana pada spesimen 1.26V 4mm tegangan maksimum 119 MPa, spesimen 1.26V 5mm tegangan maksimum 76 MPa, spesimen 1.26V 6mm tegangan maksimum 131 MPa, spesimen 1.37V 4mm tegangan maksimum 215 MPa, spesimen 1.37V 5mm tegangan maksimum 122 MPa, spesimen 1.37V 6mm tegangan maksimum 71 MPa, spesimen 1.48V 4mm tegangan maksimum 104 MPa, spesimen 1.48V 5mm tegangan maksimum 76 MPa, spesimen 1.48V 6mm tegangan maksimum 49 MPa. Jadi dari hasil ke 9 pengujian dengan menggunakan voltase dan taper berbeda nilai tegangan maksimum yang tertinggi yaitu pada spesimen (137V,4mm) Hal ini karena sampel ujisampai benar-benar mengalami ekstraksi atau perpindahan yang maksimal dibandingkan sampel lainnya. The strength of the joint and the properties of the spot weld are affected by several factors such as plate thickness, strip size, welding time, stresses and loads applied during the welding process. The connection in terms of thickness and size of the cone diameter in the manufacture of nuggets is very important when connecting panels when assembling the body as a part that determines the feasibility and safety of transportation. Check the connection. In general, a lot of research has been carried out on point welding to determine the parameters that can affect the welding results. Tensile testing and test point welding techniques are used to determine the joint strength of stainless steel sheets. Optimizing the Effect of Parameters on Mechanical Properties at Similar Connections of AISI 304 Stainless Steel. Where in the specimen 1.26V 4mm maximum stress is 119 MPa, specimen 1.26V 5mm maximum stress is 76 MPa, specimen 1.26V 6mm maximum stress is 131 MPa, specimen 1.37V 4mm maximum stress 215 MPa, specimen 1.37V 5mm maximum voltage 122 MPa, specimen 1.37V 6mm maximum voltage 71 MPa, specimen 1.48V 4mm maximum voltage 104 MPa, specimen 1.48V 5mm maximum voltage 76 MPa, specimen 1.48V 6mm maximum voltage 49 MPa. So from the results of the 9 tests using different voltages and tapers, the highest maximum voltage value is in the specimen (137V,4mm). This is because the test sample actually experiences maximum extraction or displacement compared to other samples.
PENGARUH PELATIHAN SINGLE LEG HOPS TERHADAP KEKUATAN DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI ., I Nyoman Budiarsa; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.2651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan single leg hops terhadap kekuatan dan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Petang tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan “the pre-test post-test control group design”. Subjek penelitian ini anggota siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Petang dengan jumlah 40 orang siswa. Pelatihan ini dilakukan 3 kali dalam seminggu atau 12 kali pertemuan selama satu bulan. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yakni: kelompok (1) kelompok perlakuan dan kelompok (2) kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini tes leg dynamometer untuk kekuatan otot tungkai dan tes standing broad jump untuk daya ledak otot tungkai. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi () 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji-t independent untuk data kekuatan otot tungkai diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,003. Sedangkan untuk data daya ledak otot tungkai diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,032. Disimpulkan bahwa pelatihan single leg hops berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan dan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP Negeri 3 Petang tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : pelatihan single leg hops, kekuatan dan daya ledak otot tungkai This study aims to determine the effect of training single leg hops on strength and explosive power limb muscle class VII student son SMP Negeri 3 Petang academic year 2013/2014 . This type of research is a quasi experimental design to " the pre - test post-test control group design " . This research subjects by boys class members SMP Negeri 3 Petang with number 40 students . The training was carried out 3 times a week or 12 sessions for one month . Subjects were divided into 2 groups , namely : group ( 1 ) group and the treatment group ( 2 ) the control group . The instrument used in this study leg dynamometer tests for leg muscle strength and standing broad jump tests for leg muscle explosive power. Data were analyzed by independent t-test at significance level (  ) 0.05 with SPSS 16.0 . Based on the results of data analysis using independent t-test for leg muscle strength data obtained significance count value is smaller than the value of α ( Sig < 0.05 ) is equal to 0.003 . As for the leg muscle explosive power of data obtained significance count value is smaller than the value of α ( Sig < 0.05 ) is equal to 0.032 . It was concluded that the single -leg hops training effect on improvement of muscle strength and explosive power leg sons class VII student of SMP Negeri 3 Petang academic year 2013/2014 .keyword : traning single leg hops, strength, power limb muscle