This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan
Vandri Kallo
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI POLI KIA PUSKESMAS TUMINTING Wanda K, Asri; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5307

Abstract

Abstract: Anxiety (Anxiety) is a fear that is not clear and is not supported by the circumstances. Pregnancy can be a source of anxiety stressor, Pregnancy classified into the first trimester, second trimester and third trimester. Anxiety experienced by pregnant women were divided into categories of types of pregnancy gravidity, age, and education level. The purpose of the study to determine the relationship of the characteristics of third trimester pregnant women with levels of anxiety in facing childbirth. Design research uses descriptive analytical method using a cross-sectional study design (cross-sectional study). The sample of 60 people. Analysis of the data using chi-square test (X2), the 95% significance level (α ≤ 0.05) showed the value of p= 0,017. Conclusion no relationship characteristics third trimester pregnant women with levels of anxiety in facing childbirth at Poly KIA public health of Tuminting. Advice for health care workers is expected to increase consulting services for pregnant women to be able to cope with anxiety in the face of labor. Keywords: Characteristics pregnant women, Anxiety Abstrak: Kecemasan (Ansietas) adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Kehamilan dapat merupakan sumber stressor kecemasan, Kehamilan di kelompokkan menjadi trimester I, trimester II dan trimester III. Kecemasan yang dialami ibu hamil dibagi kedalam kategori jenis kehamilan graviditas, usia, dan tingkat pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil trimester III dengan tingkat kecemasan dalam mengahadapi persalinan. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study (study potong lintang). Sampel dalam penelitian berjumlah 60 orang. Analisa data menggunakan uji chi-square (X2), pada tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05) menunjukkan nilai p=0,017. Kesimpulan ada hubungan karakteristik ibu hamil trimester III dengan tingkat kecemasan dalam mengahadapi persalinan di Poli KIA Puskesmas Tuminting. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan jasa konsultasi bagi ibu hamil untuk dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi persalinan. Kata kunci: Karakteristik Ibu hamil, Kecemasan
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN KELUARGA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSU GMIM KALOORAN AMURANG Tumbuan, Fega Cristera; Mulyadi, Ns; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14888

Abstract

Abstract : Intensive Care Unit (ICU) is hospital ward with staff and specialited equipment inlended to anage patients with trauma or life threatening complications at any time due to failure or dysfunction of the organ or systemthat is still a possibility curable back through intensive care unit and treatment. The purpose of this study aimed to the relationship between therapeutic communication nurse with a confidence level of the patients’s family in the Intensive Care Unit at GMIM Kalooran Amurang hospital. The design uses the approach of cross sectional. Sampling techniques using a purposive sampling, with the sample in this research is a 44 person test result statistics Chi-Square test with a confidence level of 95% (α = 0.05) and the obtained p value (α = 0.05 < 0037). These results indicate there are Therapeutic Communication relationship relationships the nurse with the patient's family trust level in the Intensive Care Unit (ICU) RSU GMIM Amurang Kalooran. Keyword : Therapeutic Communication, Level of confidence. Abstrak : Intensive Care Unit (ICU) adalah ruang rawat rumah sakit dengan staf dan perlengkapan khusus ditujukan untuk mengelola pasien dengan penyakit, trauma atau komplikasi yang mengancam jiwanya sewaktu-waktu karena kegagalan atau disfungsi satu organ atau sistem masih ada kemungkinan dapat disembuhkan kembali melalui perawatan dan pengobatan intensif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepercayaan keluarga pasien di Intensive Care Unit (ICU) RSU GMIM Kalooran Amurang. Desain Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan Sampel menggunakan purposive sampling, dengan Sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang Hasil uji statistik Chi-Square test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value (0.037 < α = 0.05). Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepercayaan Keluarga Pasien di Intensive Care Unit ( ICU ) RSU GMIM Kalooran Amurang. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Tingkat Kepercayaan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL (PERCAYA DIRI) REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO Pertiwi, Endang; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12911

Abstract

Abstract: Parenting parents is a process of educating, guiding given to children in shaping the personality of the child, in order to achieve the appropriate maturity period and get a good social development. Good social development will lead children in a social environment and foster a sense of trust that is appropriate.Research Purpose: To determine the relationship of parenting parents with social development (confidence) adolescent in SMAN 7 Manado. Methods: The design of this research is analytic survey with cross sectional approach. The population in this study were 55 students at SMA Negeri 7 Manado. The sampling technique using total sampling. The study involved 55 students as respondents. The instrument used in this study were questionnaires parents' parenting and social development of the questionnaire. Results: analysis using Pearson Chi-Square and shows the p-value 0.000 (p <0.05).Conclusion: there is a relationship between parenting parents with social development (confidence) adolescent in SMAN 7 Manado. Suggestion:For parents as the first education for their children, should be able to provide appropriate parenting namely democratic parenting to support social development of adolescent. KeyWords: parenting parents, social development, adolescent. Abstrak: Pola asuh orang tua merupakan suatu proses mendidik, membimbing yang diberikan kepada anak dalam membentuk kepribadian anak, untuk mencapai masa kedewasaan yang sesuai dan mendapatkan perkembangan sosial yang baik. Perkembangan sosial yang baik akan menuntun anak dalam lingkungan sosialnya dan menumbuhkan rasa percaya yang sesuai. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial (percaya diri) remaja di SMA Negeri 7 Manado. Metode: desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 65 siswa di SMA Negeri 7 Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini melibatkan 55 siswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner perkembangan sosial. Hasil: analisis menggunakan Pearson Chi-Square dan menunjukkan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Simpulan: terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial (percaya diri) remaja di SMA Negeri 7 Manado. Saran:Bagi orang tua sebagai pendidikan pertama bagi anak-anaknya, sebaiknya dapat memberikan pola asuh yang tepat yakni pola asuh demokratik untuk mendukung perkembangan sosial remaja. Kata Kunci: pola asuh orang tua, perkembangan sosial, remaja
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA LANSIA Kaunang, Vindy Dortje; Buanasari, Andi; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.24475

Abstract

Abstract: Elderly there is gradual physical and psychological deterioration, where the declinein conditions can cause stress to some elderly people. Psychosocial problems in the elderly caninclude stress, anxiety (anxiety) and depression. The problem comes from several aspects,including changes in physical, psychological and social aspects. This study was conducted todescribe stress levels in the elderly at Badan Penyantunan Sosial Usia Terlantar Senja Cerah.Methods of this research is a descriptive survey research. The research was carried out at theBadan Penyantunan Sosial Usia Terlantar Senja Cerah in June to July 2019. This study usedthe Depression Anxiety Stress Scale 42 instrument which was changed to 20 questions.Univariate analysis to find out and describe the description of each variable consisting of age,type of sex, physical stress and psychological stress. These data are displayed in the form offrequency distribution tables and percentages. The results showed that of the 51 elderly in thisstudy, 47 elderly (92.2%) experienced mild physical stress. This study also found that of 51elderly people in this study, 43 elderly (84.3%) experienced mild psychological stress. Inconclusion, the results of this study get an overview of physical and psychological stress in theelderly at the Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah.Keywords: Physical Stress, Psychological Stress, Elderly.Abstrak: Lansia terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap, dimana penurunankondisi tersebut dapat menimbulkan stres pada sebagian lansia. Masalah psikososial pada lansiadapat berupa stres, ansietas (kecemasan) dan depresi. Masalah tersebut bersumber dari beberapaaspek, diantaranya perubahan aspek fisik, psikologis dan social. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui gambaran tingkat stress pada lansia di Balai Penyantunan Sosial Lanjut UsiaTerlantar Senja Cerah. Metode penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif. Penelitiantelah dilaksanakan di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja pada Juni sampaidengan Juli 2019. Penelitian ini menggunakan instrumen Depression Anxiety Stres Scale 42yang dirubah menjadi 20 pertanyaan. Analisis univariat untuk mengetahui dan mendeskripsikangambaran pada masing-masing variabel yang terdiri dari umur, jenis kelamin, stress fisik danstress psikologi. Data-data tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi danpersentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 lansia dalam penelitian ini, sebanyak47 lansia (92,2%) mengalami stress fisik ringan. Penelitian ini juga mendapatkan dari 51 lansiadalam penelitian ini, sebanyak 43 lansia (84,3%) mengalami stress psikologis ringan.Kesimpulan, hasil penelitian ini mendapatkan gambaran stress fisik dan psikologis pada lansiadi Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah.Kata Kunci: Stres Fisik, Stres Psikologis, Lansia.
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA ANAK BALITA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU Pelealu, Andriani Angelia Alda; Palendeng, Ora Et Labora; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.24451

Abstract

Absrtack : Febrile seizures are seizures that occur at an increase in body temperature (temperature 38 ° C) caused by an extracranial process. This is as a factor in increasing anxiety levels for mothers. The Distribution of health education is very important to control the anxiety levels, because of anxiety levels in mother can affected into the point view and behavior that she would do next. The aim of this study was to determine the effect of providing health education on the management of febrile seizures in children to the level of anxiety in mothers at the RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. The research method used the quasy experiment method with the pretest-posttest one group design. Respondents consisted of 15 respondents with the technique of determining the sample using a different test formula 2 proportions. Data collection using a questionnaire. Wilcoxon Signed Rank. Test Results where the value of p value = 0.001 is smaller than α = 0.05. Conclusion Health education is very decisive at the level of consideration in the mother. In this study, the respondent's response to the level of participation before being carried out and after taking action to provide health education about the management of febrile seizures in children under five was obtained by the respondent's level or the mother became mildly anxious.Keywords: Health Education, Fever Seizures, Anxiety Level.Abstrak : Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Hal ini disadari sebagai salah satu faktor tingkat kecemasan pada sebagian besar ibu bertambah. Pemberian pendidikan kesehatan sangat penting agar tingkat kecemasan dapat berubah, karena perubahan tingkat kecemasan pada ibu juga mempengaruhi cara pandang dan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tetang penanganan kejang demam pada anak terhadap tingkat kecemasan pada ibu di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian menggunakan metode quasy experiment dengan pretest-posttest one group design. Responden terdiri dari 15 responden dengan teknik penentuan sampel menggunakan rumus uji beda 2 proporsi . Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test dimana nilai p value = 0,001 lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang penanganan kejang demam pada anak balita terhadap tingkat kecemasan pada ibu . Kesimpulan pendidikan kesehatan sangat berpengaruh pada tingkat kecemasan pada ibu. Dalam penelitian ini mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan sedang sebelum dilakukan dan setelah dilakukan tindakan pemberian pendidikan kesehatan tentang penanganan kejang demam pada anak balita didapatkan tingkat kecemasan responden atau ibu menurun menjadi cemas ringan.Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Kejang demam, Tingkat Kecemasan
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP DENGAN PELAKSANAAN PROSEDUR TETAP PERAWATA LUKA DI RUANG PERAWATAN BEDAH BADAN RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN BANGGAI Noch, Leiksen; Rompas, Sefty S.; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.6735

Abstract

Abstract: Nursing profession claimed to have intellectual ability , interpersonal technical capabilities , and moral . The initial step to be implemented by the Professional nursing is expanding higher education and provide opportunities for nurses to pursue higher education so hopefully by the end of 2002 all existing nurse education at hospital already meets the minimum requirements as a graduate nursing DIII in 2015 already more than 80% of nurses educated Ners . The purpose of the relationship education level and attitude to performing procedures on a regular wound care surgical treatment for Banggai Hospital regency. Analytical methods the selection of the sample , the sampling in this study only in the surgical treatment rooms using purposive sampling method and the object studied met the inclusion criteria surgeon volume n = 32 . The results showed that , the level of higher education that do good wound care SOPs total of 19 respondents ( 90.5 % ) and a bad number 2 respondents ( 9.% ) . Categorized good attitude and good SOPs do wound care 13 respondents ( 92.9 % ) and a bad number one respondent ( 7.1 % ) . The conclusion in this study is relationship between the level of education and attitude to the implementation of operating care procedures wound surgery treatment space gain for Banggai Hospital Regency who is shown with the inclusion of educational level 0,003 and attitudes 0.044’. The Sugestioan to health institution, this results showed can be used for development excelent service, the sugestion to education instotution hopefully can be giving scientisic information to be useful for development education to the relationship with implementation of wound care procedures, the sugestion to nursing institution hopefully can be higher knowledge and capabillity of nursing to implementation of wound care procedures, the sugestion for the next licerser, this result showed giving the information and also giving the reference to the next licerser. Keywords : Relationships , Level of Education and Attitude, procedures on a regular wound care surgical treatment Abstrak: Profesi keperawatan dituntut untuk memiliki kemampuan intelektual, interpersonal kemampuan teknis, dan moral. Langkah awal yang perlu ditempuh oleh Perawat Profesional adalah mengembangkan Pendidikan Tinggi Keperawatan dan memberikan kesempatan kepada para perawat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sehingga diharapkan pada akhir 2002 semua pendidikan perawat yang ada dirumah sakit sudah memenuhi kriteria minimal sebagai perawat lulusan DIII keperawatan dan pada tahun 2015 sudah lebih dari 80% perawat berpendidikan Ners. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan sikap dengan pelaksanaan prosedur tetap perawatan luka di ruang Perawatan Bedah Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banggai. Metode Analitik. Pemilihan sampel, pengambilan sampel pada penelitian ini hanya pada ruangan perawatan bedah dengan menggunakan metode purposive sampling dan objek yang diteliti memenuhi kriteria inklusi jumlah n bedah = 32. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pendidikan tinggi yang melakukan protap perawatan luka dengan baik sejumlah 19 responden (90,5%) dan yang tidak baik sejumlah 2 responden (9,5%). Sikap yang dikategorikan baik dan dalam melakukan protap perawatan luka di kategorikan baik sejumlah 13 responden (92,9%) dan yang tidak baik sejumlah 1 responden (7,1%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat pendidikan dan sikap dengan pelaksanaan prosedur tetap perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banggai yang di tunjukkan dengan nilai inklusi tingkat pendidikan 0,003 dan sikap 0,044. Saran bagi Institusi Kesehatan agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk pengembangan pelayanan yang prima, bagi Institusi Pendidikan diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan pembelajaran yang berhubungan dengan pelaksanaan protap perawatan luka, bagi Bidang Keperawatan diharapkan agar dapat menambah pengetahan dan meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan tindakan protap perawatan luka, bagi peneliti diharapkan dapat meningkatkan peneliti dalam bidang riset dan penelitian serta menambah wawasan peneliti dalam bidang Ilmu Keperawatan, bagi peneliti selanjutnya agar hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya. Kata Kunci : Hubungan, Tingkat Pendidikan dan Sikap, Prosedur Tetap Perawatan Luka
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN GOUT ARTRITIS DI PUSKESMAS TOBELO KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA Bobaya, Paulina; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11889

Abstract

ABSRACT Background of the Study, Stress is the body's reaction to situations that cause stress, changes, quietness emotions and disturb the balance. purpose of this study is to determine the relationship with Genesis Gout Arthritis Stress at sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. This study using cross sectional method. Sample by using total sampling the number of samples used were 42 respondents. The data collected by using primary and secondary data collection. Population is all of Gout Arthritis Patients who come for treatment at the health center patients Tobelo Number of Respondents 42 people. results show the value of p = 0.009 with significance level α = 0:05 this shows that p <α this shows that There Stress Relationship with Gout Arthritis events in the sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. conclusion of this research is: There is a significant relationship between the incidence of Gout Arthritis Stress at sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. Suggestions: This study can be used as information materials for health centers to improve services, especially in the fight against disease Gout Arthritis. Keywords: Stress, Gout Arthritis ABSTRAK, Latar belakang studi, Stres merupakan reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketengangan emosi, serta menganggu keseimbangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan metode Cross sectional. Pemilihan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan yaitu 42 responden. Cara pengumpulan data dengan menggunakan pengumpulan data Primer dan sekunder. Populasi adalah seluruh Pasien Gout Atritis yang dating berobat di Puskesmas Tobelo Jumlah Responden pasien 42 Orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0.009 dengan tingkat kemaknaan α = 0.05 hal ini menunjukkan bahwa p < α hal ini menunjukkan bahwa Ada Hubungan Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : Terdapat Hubungan yang signifikan antara Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Saran : penelitian ini dapat dijadikan Sebagai bahan informasi bagi Puskesmas dalam meningkatkan pelayanan khususnya dalam upaya penanggulangan penyakit Gout Atritis. Kata kunci : Stres , Gout Atritis
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK HUSADA KIMIA FARMA SARIO MANADO Saring, Hidayati Ratriyo; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 7 No. 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25201

Abstract

Abstract : Psychological Well-being is a full achievement of one's psychological potential and a situation when individuals can accept their own strengths and weaknesses as they are, have life goals, develop positive relationships with others, become independent individuals, able to control the environment, and continue to grow personally . The Purpose of this study was to find out whether there was a correlation between religiosity and psychological well-being in patients with diabetes mellitus at the Husada Kimia Farma Sario Manado Clinic. Samples were taken by purposive sampling technique that is as many as 70 people who meet the inclusion criteria. The research design used was a cross sectional study and data collected from respondents used a religiosity questionnaire and psychological well-being. The results of the Spearman Rho statistical test obtained a correlation coefficient of 0.570 (with a value of p = 0,000) which means the value of p <α (0.05). Conclution of this research hypothesis was accepted, this shows that there’s a correlation between religiosity and psychological well-being in patients with diabetes mellitus at the Husada Kimia Farma Sario Manado Clinic. Keywords : Religiosity, Psychological Well-Being, Diabetes Mellitus PatientsAbstrak : Kesejahteraan Psikologis ialah sebuah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan terus bertumbuh secara personal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada penderita diabetes mellitus di klinik husada kimia farma sario manado. Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling yaitu sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Desain Penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner religiusitas dan kesejahteraan psikologis. Hasil Penelitian uji statistik Spearman Rho diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,570 (dengan nilai p= 0,000) yang berarti nilai p < α (0,05). Kesimpulan bahwa hipotesis penelitian diterima, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada pasien dengan diabetes mellitus di Klinik Husada Kimia Farma Sario Manado.Kata Kunci : Religiusitas, Kesejahteraan Psikologis, Pasien Diabetes Mellitus
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP STRES PSIKOLOGIS PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDHA KOTA MANADO Samodara, Christina; Palandeng, Henry; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7640

Abstract

Abstract: The increase in the number of elderly living certainly have more impact to the occurrence of diseases in the elderly. Elderly will experience a variety of physical problems, mental, social, economic, and psychological. One of the psychological issues that may be experienced by the elderly are stressed. One type of therapy that can induce relaxation to reduce the stress that laughter therapy. The purpose of this study was to determine the therapeutic effect of laughter on psychological stress in the elderly in Nursing Elderly Manado. The design of this research was experimental with One Group Pre-Test -Post-Test Design. The sampling technique was performed with total sampling with a sample of 37 peoples. Test results using Paired Samples T-Test obtained p value = 0.000 <α = 0.05. The Conclusion based on the results of this research showed that there are significance influence of laughter therapy on psychological stress in the elderly Elderly Nursing Manado. Recommended that improve the quality of health of the elderly and good handling of the elderly who experience stress by providing complementary therapies such as laughter therapy. Keywords: Stress, Laughter Therapy, Elderly Abstrak: Peningkatan jumlah lansia hidup tentunya mempunyai dampak lebih banyak terjadinya gangguan penyakit pada lansia. Lansia akan mengalami berbagai masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, dan psikologis. Salah satu masalah psikologis yang dapat dialami oleh lansia adalah stres. Salah satu jenis terapi yang dapat menimbulkan relaksasi sehingga dapat mengurangi stres yaitu terapi tertawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap stres psikologis pada lansia di Panti Werdha Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan One Group Pre-Test-Post-Test Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling dengan jumlah sampel 37 orang. Hasil penelitian menggunakan Uji T-Test Paired Samples Test didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi tertawa terhadap stres psikologis lansia di Panti Werdha Manado. Saran meningkatkan mutu kesehatan lansia dan penanganan baik terhadap lansia yang mengalami stres dengan cara memberikan terapi-terapi komplementer seperti terapi tertawa. Kata Kunci: Stres, Terapi Tertawa, Lansia
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN INTENSIVE CARE UNIT RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Wollah, Miranda Octavia; Rompas, Sefti; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i2.17874

Abstract

Abstract Stress is a situation of emotional tension / pressure experienced by someone facing enormous demands. classification of stress levels such as, mild, moderate, and severe stress. Performance is the level of achievement of the results or the implementation of certain tasks in order to realize the goals and objectives of the company The purpose of this study to analyze the relationship between nurses work stress with the performance of nurses in the EI and ICU Pancaran Kasih General Hospital GMIM Manado. The research method is analytic observational with cross sectional approach. Sampling technique in this study total sampling. The data were collected by using questionnaires. Data processing using computer program with pearson chi-square test with significance level 95% (α =, 005). The result of this research by using pearson chi-square analysis showed that there was a significant correlation between work stress and performance on nurse (p = 0,001). Conclusion there is relationship between nurse work stress with nurse performance in EI and ICU Pancaran Kasih General Hospital GMIM Manado. Keywords: job stress, nurse performanceAbstrak Stres adalah situasi ketegangan/tekanan emosional yang dialami seseorang yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar. klasifikasi tingkat stres diantaranya, stres ringan, sedang, dan berat. Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atau pelaksanaan tugas tertentu dalam rangka mewujudkan sasaran dan tujuan perusahaan Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan antara stres kerja perawat dengan kinerja perawat di IGD dan ICU RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.Metode penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian initotal sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program komputer dengan uji pearson chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = ,005). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis pearson chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan stres kerja dengan kinerja pada perawat (p= 0,001). Kesimpulan terdapat hubungan antara stres kerja perawat dengan kinerja perawat di IGD dan ICU RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata kunci : stress kerja, kinerja perawat