This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan
Vandri Kallo
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 TOULUAAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ransun, Meiny; Rompas, Sefty; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 3 (2015): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i3.10389

Abstract

Abstract :“The Relationship Of Knowledge And Smoking Behavior In Adolescents In SMK N 1Touluaan district Minahasa Southeast”. Thesis, nursing science courses medical school ManadoSam Ratulangi University. Supervisor SeftiRompas and VandriKallo. Smoking is burning tobaccothen smoked using a cigarette or pipe. Smoking behavior is the activity of a person who is aperson’s response to external stimuli. The aim of knowing the relationship of knowledge andsmoking behavior in adolescents in SMK N 1 Touluaan district MinahasaSoutheast.Design thisstudy design using analytic method with cross sectional approach. Population in this study is theoverall object of study or the object under study in SMK N 1 Touluaan district MinahasaSoutheast.Thesample is total populationthat is 45 peopleof two classes, X and XI. Data processedby univariate and bivariate by using SPSS program (Statistic Program for Social Science) throughchi-square calculations. The results show there is influence between knowledge and smokingbehavior in adolescents in SMK N 1 Touluaan district Minahasa Southeast. The conclusion is thereis influence between knowledge and smoking behavior in remaja in SMK N 1 Touluaan districtMinahasa Southeast. Advice for teens to better understand the risks and dangers of smoking.Key words : adolescent smoking behavior.Abstrak : “Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di SMK N 1 TouluaanKabupaten MinahasaTenggara”. Skripsi, Program Studi Ilmu Keoerawatan Fakultas KedokteranUniversitas Sam Ratulangi Manado. Dosen Pembimbing Sefti Rompas danVandri Kallo.Merokokadalah membakar tembakau kemudian di hisap, menggunakan rokok maupun pipa. Perilakumerokok adalah aktifitas seseorang yang merupakan respon orang tersebut terhadap rangsangan dariluar. Tujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku merokok pada remaja di SMK N1 Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara. Desain penelitian ini menggunakan metode analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan objekpenelitian atau objek yang diteliti di SMK N 1 Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara. Sampeladalah total popilasi 40 orang dari dua kelas, yaitu kelas X dankelas XI. Data diolah secara univariatdan bivariate dengan menggunakan program SPSS (Statistic Program for Social Science) melaluiperhitungan Chi Square . Hasil menunjukan ada pengaruh antara pengetahuan dengan perilakumerokok pada remaja di SMK N 1 Touluaan kabupaten Minahasa Tenggara . Kesimpulan adalahada pengaruh antara pengetahuan dengan perilaku merokok pada remaja di SMK N 1 TouluaanKabupaten Minahasa Tenggara. Saran bagi remaja agar lebih memahami tentang resiko dan bahayamerokok.Kata kunci :Perilaku Merokok Remaja
PENGARUH TERAPI MUSIK INSTRUMENTALTERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DI RUMKIT TK.III R.W.MONGINSIDI TELING DAN RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Katuuk, Mario E.; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25162

Abstract

Abstract : Fracture broken bones is the most of disruption of the bone structure. Clinical manifestations in patients with fracture is an acute pain. One of the management of pain non - pharmacological is distraction techniques with music therapy. The purpose of the research to determine the effect of instrumental music therapy to changes in the scale of pain in patients pre - surgery fracture in Tk. III R. W. Monginsidi Teling hospital and GMIM Bethesda Tomohon hospital. The design of this research use pre experimental, to collect the data from pretest then do intervention and then collect the data again through the posttest. The sample used non random (non probability) sampling with the number of samples of 18 people. Result using Wilcoxon signed rank test with confidential value 95% (α=0,05) and get p value 0,000 < 0,05 The conclusion, there is the influence of music therapy instrument to changes pain scale in patients pre - surgery fracture Tk. III R. W. Monginsidi Teling hospital and GMIM Bethesda Tomohon hospital.Keywords : Fracture, Pain, Instrumental Music TherapyAbstrak : Fraktur atau patah tulang merupakan gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Manifestasi klinis pada pasien dengan fraktur adalah nyeri akut. Manajemen nyeri non farmakologi salah satunya adalah teknik distraksi dengan terapi musik.Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh terapi musik instrumental terhadap perubahan skala nyeri pada pasien pre operasi fraktur di Rumkit Tk.III R.W. Monginsidi Teling dan RSU GMIM Bethesda Tomohon.Desain Penelitian ini menggunakan pra eksperimental yaitu data diambil melalui pretest kemudian dilakukan intervensi kemudian data diambil lagi melalui posttest. Teknik pengambilan Sampel menggunakan Non Random (Non Probability) Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang. Hasil uji statistik Wilcoxon signed rank test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dan diperoleh p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu terdapat Pengaruh Terapi Musik Instrumental Terhadap Perubahan Skala Nyeri Pada Pasien Pre Operasi Fraktur di Rumkit Tk.III R.W. Monginsidi Teling dan RSU GMIM Bethesda Tomohon.Kata Kunci : Fraktur, Nyeri, Terapi Musik Instrumental
PERBEDAAN RESPON STRES-ADAPTASI PADA REMAJA JALANAN KOMUNITAS DINDING PASAR BERSEHATI DAN REMAJA PANTI ASUHAN BAKTI MULIA MANADO Titaheluw, Keysea; Kanine, Esrom; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5262

Abstract

Abstract: Adolescents street are adolescents aged 10-19 years who spend all or most of his time on the street by doing activities to earn money or to survive. Meanwhile, adolescents orphanage is adolescents 10-19 years old are cared for by a family function replacement service agencies. The number of changes that must be faced, requires rapid adaptation and adjustment, where it is not easily achieved and implemented by all people with equal ease can cause stress. The purpose of this study was to determine whether there are differences in stress-adaptation in adolescents street and orphanages. This study is descriptive and analytical, sample selection with purposive sampling with a sample of 30 adolescents street and 30 adolescents orphanage by means of measuring the DASS questionnaire using 14 items that only specific measure stress levels. Based on the results of the study found that there was no difference in stress adaptation response in adolescents street and adolescents orphanages, street adolescents with a mean of 2.27 and adolescents orphanage with a mean 2.07, (p=0,456 > α 0,05). Keywords : Stress-Adaptation, Adolescent Street, Adolescent Orphanage Abstrak: Remaja jalanan adalah remaja yang berusia 10-19 tahun yang menghabiskan seluruh atau sebagian waktunya dijalan. Sedangkan, remaja panti asuhan adalah remaja yang berusia 10-19 tahun yang diasuh oleh suatu lembaga pelayanan pengganti fungsi keluarga. Banyaknya perubahan yang harus dihadapi, menuntut adaptasi dan penyesuaian yang pesat, hal dimana tidak mudah dicapai dan dilaksanakan oleh semua orang dengan sama mudahnya bisa menyebabkan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan stres adaptasi pada remaja jalanan dan panti asuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, pemilihan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 remaja jalanan dan 30 remaja panti asuhan dengan cara ukur menggunakan kuisioner DASS yang hanya menggunakan 14 item yang khusus mengukur tingkat stres. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak ada perbedaan respon stress adaptasi pada remaja jalanan dan remaja panti asuhan, remaja jalanan dengan mean 2,27 dan remaja panti asuhan dengan mean 2,07, (p=0,456 > α 0,05). Kata kunci : stres adaptasi, remaja jalanan, remaja panti asuhan
GAMBARAN TINGKAT KEGAWAT DARURATAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA MANADO Sahensolar, Livnie Nansi; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36763

Abstract

Abstract: Background in this research, namely a State of emergency is situation that requires the handling or action immediately to eliminate the treat life of the victim. The research of aim is to know the Description of the level of emergency patients in the Emergency Room (ER) Hospital Bhayangkara Manado City. The Method is using descriptive research. Sample in this research amounted to 100 respondents obtained through medical record with the research instrument used is in the form of observation sheet which consists of the priority handling of patients is to determine priority I and Priority II. The results of the research, the characteristics based on the age of the response and the most on the age of The Elderly the Beginning of 46-55 years with a total of 24 respondents (24%), characteristics based on the gender of largest in the male gender with a total of 54 respondents (54%), characteristics based on the medical diagnosis most are on the medical diagnosis of Dyspepsia with the number 47 diagnosis (47%), and based on Emergency patients are on Emergency priority of yellow with the amount of 62 respondents (62%). Conclusion, Patients who come to the emergency room with emergency patients with Priority triage shows the most Priority Triage yellow.Keywords : Dyspepsia; Emergency Room; Priority of the Patient; Rate of Emergency Patients; TriageAbstrak: Latar Belakang penelitian yaitu Keadaan gawat darurat merupakan keadaan yang memerlukan penanganan atau tindakan segera untuk menghilangkan ancaman nyawa korban. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran tingkat kegawat daruratan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Kota Manado. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Sampel, pada penelitian ini berjumlah 100 responden yang diperoleh melalui rekam medis dengan instrument penelitian yang digunakan yaitu dalam bentuk lembar oservasi yang terdiri dari prioritas penanganan pasien yaitu untuk menentukan prioritas I dan Prioritas II. Hasil penelitian, karakteristik berdasarkan umur respon dan terbanyak pada umur Masa Lansia Awal 46-55 tahun dengan jumlah 24 responden (24%), karakteristik berdasarkan jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin laki-laki dengan jumlah 54 responden (54%), karakteristik berdasarkan diagnose medis terbanyak berada pada diagnose medis Dysepsia dengan jumlah 47 diagnose (47%), dan berdasarkan kegawat daruratan pasien terbanyak berada pada kegawat daruratan prioritas kuning dengan jumlah 62 responden (62%). Kesimpulan, Pasien yang datang ke Instalasi gawat darurat dengan kegawat daruratan pasien dengan Prioritas triase menunjukan sebagian besar Prioritas Triase kuning.Kata Kunci : Dispepsia; Instalasi Gawat Darurat; Prioritas Pasien; Tingkat Kegawat daruratan Pasien; Triase
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN KECEMASAN PASIEN DI UNIT GAWAT DARURAT RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Tambengi, Henny; Mulyadi, Ns; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14854

Abstract

ABSTRACT: One form of service quality often complained of patients is the waiting time. The waiting time is the time the patient arrives at the emergency room starting from registration to the administration or from the triage process to completion of service in the ER. Waiting can provide an emotional reaction to the patient, such as anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship with the patient's anxiety waiting time at IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Samples are 40 respondents in the can by using the technique of accidential sampling. Design of descriptive analytic research with cross sectional approach and the data collected from respondents using STAI anxiety questionnaire and observation sheet. Chi square test research results obtained by the significant value of p = 0.011 <0.05. These results indicate that there is a relationship between the waiting time with the anxiety of patients in the Emergency Department RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Recommendations for further research are expected to investigate more about the influence of the first visit in the ER with a patient's anxiety level. Keywords: Waiting time, anxiety ABSTRAK: Salah satu bentuk mutu pelayanan yang sering dikeluhkan pasien adalah waktu tunggu. Waktu tunggu adalah waktu pasien tiba di IGD yang dimulai dari pendaftaran sampai administrasi atau dari proses triase sampai selesai pelayanan di IGD. Menunggu dapat memberikan suatu reaksi emosional bagi pasien, seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kecemasan pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Sampel berjumlah 40 responden yang di dapat dengan menggunakan teknik accidential sampling. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kusioner kecemasan STAI dan lembar observasi. Hasil penelitian uji chi square diperoleh nilai signifikan p = 0,011 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara waktu tunggu dengan kecemasan pasien di Unit Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut tentang pengaruh kunjungan pertama di UGD dengan tingkat kecemasan pasien. Kata Kunci : Waktu tunggu, kecemasan
HUBUNGAN MOTIVASI MENJADI PERAWAT DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2013 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT MANADO Wungow, Veronika Esther; Pondaag, Linnie; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14992

Abstract

Abstrak: Success in education or so-called achievement is one of the main objectives in the learning process. Academic achievement (learning) is a testament to the success of learning or the ability of a student to perform learning activities in accordance with the weight achieves. A person who do not have a motivation in itself will emerge feeling lazy to learn and follow the lessons that can affect learning outcomes. This will impact on the ability of individuals to apply the knowledge they had received in carrying out their duties and responsibilities, in the sense that the individual is not able to do their job properly or an error could occur would be action taken. The aim of research to find out if there is a relationship between motivation Being a Nurse with Learning Achievement Student of 2013 PSIK FK UNSRAT Manado. Samples were taken using purposive sampling collection is numbered 42 people. The study design was an observational analytic with cross sectional approach and data were collected using a questionnaire and assessment form of the study program. Statistical test research results obtained Ficher's exact p = 0275. Conclusion there is no relationship between the motivation to become a nurse with the achievement of students. Suggestions for nursing students need to create strategies to increase motivation as a nurse to read a variety of books to accumulate a sense of belonging and promote for profession as a nursing student. Keywords: Motivation to become a nurse + learning achievement Abstrak: Keberhasilan dalam pendidikan atau yang biasa disebut prestasi merupakan salah satu tujuan utama dalam proses pembelajaran. Prestasi akademik (belajar) merupakan suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam dirinya akan muncul rasa malas untuk belajar dan mengikuti pelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar. Hal ini akan berdampak pada kemampuan individu dalam mengaplikasikan ilmu yang sudah diterimanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dalam arti individu tersebut tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik atau bisa terjadi kesalahan akan tindakan yang dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Motivasi Menjadi Perawat dengan Prestasi Belajar Mahasiswa angkatan 2013 PSIK FK UNSRAT Manado. Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling yaitu berjumlah 42 orang. Desain Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan lembar penilaian dari program studi. Hasil penelitian uji statistic ficher’s exact didapatkan p = 0.275. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa. Saran bagi mahasiswa keperawatan perlu membuat strategi untuk meningkatkan motivasinya sebagai perawat dengan membaca berbagai buku untuk menumpuk rasa memiliki dan untuk memajukan profesinya sebagai mahasiswa keperawatan. Kata kunci: Motivasi menjadi perawat + prestasi belajar