This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan
Vandri Kallo
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN HILANGNYA GEJALA KLINIS TUBERKULOSIS PARU DI POLI PARU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Beelt, Melinda Christine; Ismanto, Yudi; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5998

Abstract

Abstract: Pulmonary tuberculosis ( tb ) , is an infective disease caused by bacteria mikrobakterium tuberculosis. Pulmonary tuberculosis is a disease killer second largest after the human immunodeficiency virus hiv ) / ( acquired immune deficiency syndrom ( aids ) around the world caused by infectious agents single. Treatment of disease tuberculosis treatment is very closely to do with compliance , interconnected and the two things relating , a tuberculosis sufferers compliance can be seen of how he routinely drink medicine regularly , checking phlegm to the rules that has been recommended , and taking a drug and health services to the health check every month. Research purposes to analyze relations treatment compliance with loss of clinical symptoms pulmonary tuberculosis.Design this research is by descriptive analytic approach cross sectional. Research conducted in october 2014 1-9 of date in RSUP. Prof.Dr..R.D.With sample kandou manado totaled 30 respondents. The results of research calculated by applying chi-square test on a significance level 95% (α > 0,05) and obtained p = 0,000 , which means H0 rejected. Conclusion 100 % there are the relationship between compliance treatment with the loss of clinical symptoms pulmonary tuberculosis in pulmonary poli RSUP.Prof .Dr .R .D .Kandou manado. Suggestion for people to more attention to the danger of pulmonary tuberculosis with making efforts to prevent and treat disease pulmonary tuberculosis. Abstrak: Tuberkulosis paru (TB), adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium tuberkulosis. Tuberkulosis paru adalah penyakit pembunuh kedua terbesar setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired immune Deficiency Syndrom (AIDS) di seluruh dunia yang disebabkan oleh agen infeksi tunggal. Pengobatan penyakit Tuberkulosis sangat erat hubungannya dengan kepatuhan pengobatan, kedua hal tersebut saling berhubungan dan berkaitan, kepatuhan seorang penderita Tuberkulosis dapat dilihat dari bagaimana ia rutin meminum obat secara teratur, memeriksakan dahak sesuai aturan yang telah dianjurkan, dan mengambil obat serta memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan setiap bulannya.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kepatuhan pengobatan dengan hilangnya gejala klinis tuberkulosis paru. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada dari tanggal 1-9 Oktober 2014 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan sampel berjumlah 30 responden. Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan Uji Chi-square pada tingkat kemaknaan 95% (α > 0,05) dan diperoleh p = 0,000, yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan 100 % terdapat hubungan antara Kepatuhan Pengobatan dengan Hilangnya Gejala Klinis Tuberkulosis Paru di Poli Paru RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan bahaya dari tuberkulosis paru dengan melakukan upaya-upaya untuk mencegah dan mengobati penyakit tuberkulosis paru. Kata Kunci : Kepatuhan, Tuberkulosis Paru. Daftar Pustaka : 28 Buku, 7 jurnal (2001-2013).
1 PENGARUH MENGKONSUMSI REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG Gerry, Karundeng Fedels; Mulyadi, Ns; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8154

Abstract

ABSTRAK : Gout artritis merupakan penyakit yang ditandai dengan nyeri yang terjadi berulang-ulang yang disebabkan adanya endapan kristal monosodium urat yang tertumpuk di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Mengkonsumsi rebusan daun sirsak (Anonna muricata) adalah salah satu jenis terapi nonfamakologi yang bertujuan untuk menurunkan tingkat nyeri pada penderita gout artritis karena senyawa yang terkandung dalam daun sirsak berfungsi sebagai analgetik yang mempu mengurangi nyeri gout.Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout artritis di wilayah kerja Puskesmas Pineleng.Sampel diambil dengan menggunakan total sampling yaitu 34 orang yang memenuhi kriteria inklusi.Desain penelitian yang digunakan adalah Time Series Design dan data yang dikumpulkan dari responden menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian uji Wilcoxon sign rank test pada hasil akhir didapatkan nilai p = 0,004 < α = 0,005 sehingga dapat diambil Kesimpulan bahwa hipotesis penelitian diterima, hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout artritis di wilayah kerja Puskesmas Pineleng.Saran untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan populasi yang lebih besar untuk hasil yang lebih akurat serta dapat mengembangkan penelitian tentang pengaruh mengkonsumsi rebusan daun sirsak terhadap variabel yang lain seperti penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata Kunci :Rebusan Daun Sirsak, Nyeri Gout.
GAMBARAN MOTIVASI PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO Pangemanan, Wenda R.; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22879

Abstract

Abstract :Motivation is anything that encourages someone to do something. Motivation isdivided into two parts, namely intrinsic motivation which is motivation that comes from withinthe person itself, for example, job satisfaction, capacity or ability, while extrinsic motivation ismotivation that exists outside someone's self, for example, money, honor, status or position .High motivation will affect the performance of nurses at the hospital. The purpose of thisresearch is to find out the description of nurses' motivation in conducting nursing care atBhayangkara Manado Hospital in 2018. The research design is purely descriptive with aretrospective approach. The samples used was 37 nurses. The instruments used werequestionnaire characteristics of nurses' motivation which were tested based on manualcalculations. The results of the study illustrate the motivation of nurses at BhayangkaraHospital in Manado, where the value of n = 37 and the results are 100.00% with the mostdetailed results according to the age of 26-30 years compared to age 20-25 years and age 30-35 years, according to sex most of them are female with 30 people compared to men, whileaccording to education level there are more educated nurses than those educated by DIII, DIV,S1 and S2 and according to the length of time the work takes between 1-3 years compared tothe length of work 4 - 6 years, 7-9 and 10-12 years. The conclusion is the description of nurses'motivation at Bhayangkara Manado Hospital is high.Keywords : Motivaton, High, dan NurseAbstrak :Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Motivasi terbagi dalam dua bagian yaitu motivasi Intrinsik yang adalah motivasi yang berasaldari dalam diri orang itu sendiri, misalnya, kepuasan kerja, kapasitas atau kemampuan diri,sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang ada diluar diri seseorang, misalnya, uang,kehormatan, status atau jabatan. Motivasi yang tinggi akan mempengaruhi kinerja perawat diRumah Sakit. Tujuan dalam peneliitian ini diketahui bagaimana gambaran motivasi perawatdalam melakukan asuhan keperawatan di RS Bhayangkara Manado tahun 2018. Jenispenelitian ini adalah deskriptif murni dengan pendekatan retrospektif. Sampel yang digunakansebanyak 37 perawat. Instrumen yang digunakan kuesioner karakteristik motivasi perawat yangdiuji berdasarkan perhitungan manual. Hasil penelitian gambaran motivasi perawat di RSBhayangkara Manado diperoleh nilai n = 37 dan hasilnya 100.00% dengan rincian hasilmenurut umur yang paling banyak ada pada umur 26 – 30 tahun dibandingkan umur 20 – 25tahun dan umur 30 – 35 tahun, menurut jenis kelamin yang paling banyak berjenis kelaminperempuan dengan jumlah 30 orang dibandingkan berjenis kelamin laki – laki, sedangkanmenurut tingkat pendidikan lebih banyak berpendidikan Ners dibandingkan yangberpendidikkan DIII, DIV, S1 dan S2 dan menurut lama kerja didapatkan hasil lama kerjaantara 1 – 3 tahun dibadingkan lama kerja 4 - 6 tahun, 7 - 9 dan 10 - 12 tahun. Kesimpulanyaitu gambaran motivasi perawat di RS Bhayangkara Manado tinggi.Kata Kunci : Motivasi, Tinggi dan Perawat
HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON TELEVISI DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25171

Abstract

Abstract: Obesity is a disorder or disease that is characterized by excesstive accumulation of body fat in the body. Watching television is a habit that is often done by everyone but most people do not understand the correct way of watching television that does not interfere their health conditions. The purpose of this study was to determine the relation between the habit of watching television with obesity in adolescence age in Kabupaten Minahasa Kecamatan Tombariri 1st Senior High school. The research design is using retrospective approach. The sample of the study was 60 correspondents, devided into 30 correspondents as case group, and 30 correspondents as control group. The date that were collected using observation sheets of television viewing frequency and body mass index observation sheet. The results of the statitical chi square test relation betweeen the habit of wathing television with obesity 95%(α≤0,05) and the results optained p value 0,004. The conclusion that there is a relation between the habit of watching television with obesity in adolescence in Kabupaten Minahasa Kecamatan Tombariri 1st Senior High School.Keywoards : The habit of watching television, obesity.Abstrak: Obesitas adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai oleh penimbunan jaringan lemak dalam tubuh secara berlebihan. Menonton televisi adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh setiap orang tetapi sebagian besar orang tidak memahami bagaimana cara menonton televisi yang tidak akan merugikan kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan menonton televisi dengan obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Tombariri Kabupaten Minahasa. Desain Penelitian yaitu menggunakan Deskriptif Analitik, dengan menggunakan pendekatan Retrospektif. Sampel sebanyak 60 responden dimana 30 responden sebagai kelompok Kasus dan 30 responden sebagai kelompok Kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi frekuensi menonton televisi dan lembar observasi indeks massa tubuh. Hasil Uji Statistik Chi Square hubungan kebiasaan menonton televisi dengan obesitas 95% (α<0,05) dan hasil diperoleh p value 0,004. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara kebiasaan menonton televisi dengan obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Tombariri Kabupaten Minahasa.Kata Kunci : Kebiasaan menonton televisi, obesitas.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMARATAS Seran, Eunike Risani; Palandeng, Henry; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7449

Abstract

Abstract: The typhoid fever is a kind of disease that caused by Salmonella typhi and related with poor practice of personal hygiene. The highest occurrence of typhoid fever in 2014 was in the Tumaratas public health center subdistrict west of Langowan with 157 case. The purpose of this study was to determine the relationship among personal hygiene with the occurrence of typhoid fever in the working area of Tumaratas public health center subdistrit west of Langowan. Quantutative method with case-control. The population case of this study are all of Typhoid Fever patients on January-September 2014, based on medical record. Population control not patients of typhoid fever (hypertensive patients) on January-September 2014, based on medical record. The sampels of this study are 21 cases and 21 controls. The research instruments are questionnaires. The data of research processed with Chi Square test at a level of 95% (α=0,05). The resulth show are relationship with the habits of washing hands before eating (p=0,029), the habits of washing raw food to be eaten immediately (p=0,029) and the habits of eating outside the house (p=0,031) with the occurrence of typhoid fever. Meanwhile, there is no correlation between hand washing after defecation (p=0,160). Conclusion: good personal hygiene can afeect the incidence of typhoid fever. Suggestion through of this research are inccrease awareness of good personal hygiene needs to be impoved. Key Word : Personal Hygiene, Typhoid Fever Abstrak: Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Salmonella Typhi dan berhubungan erat dengan personal higiene yang buruk. Angka kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat tahun 2014 adalah 157 orang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara personal higiene dengan kejadian demam tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat. Metode kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi kasus semua penderita demam tifoid bulan Januari-September 2014 berdasarkan rekam medik. Populasi kontrol bukan dari penderita demam tifoid (pasien hipertensi) bulan Januari-September 2014 berdasarkan rekam medik. Sampel penelitian 21 responden kasus dan 21 responden kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil menunjukan ada hubungan antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p=0,029), kebiasaan mencuci bahan mentah langsung konsumsi (p=0,029) dan kebiasaan makan di luar rumah (p=0,031) dengan kejadian demam tifoid. Sedangkan kebiasaan mencuci tangan setelah BAB tidak ada hubungan dengan kejadian demam tifoid (p=0,160). Kesimpulan: personal higiene yang baik dapat dapat mempengaruhi angka kejadian demam tifoid. Saran melalui penelitian ini peningkatan kesadaran akan personal higiene yang baik perlu ditingkatkan. Kata kunci : Personal Higiene, Demam Tifoid
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PASIEN PASCA STROK Najoan, Kartika Tivani; Mulyadi, Ns; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12874

Abstract

Abstrack :Between Social is a form of aid that could be material, emotional, and information provided by people who have meaning as family, friends, relatives, co-workers or loved by the individuals concerned. Self-acceptance is a condition in which individuals have confidence in himself characteristics, and are able and willing to live with the situation.The purpose of this study to analyze the relationship of social support with self-acceptance in post-stroke patients Sonder sub-district health centersThe method used is descriptive correlation with cross sectional design. The Sampling technique in this research is purposive sampling with 30 samples. Data is collected using a questionnaire. The results based on statistical test Chi-Square test with 95% significance level (α = 0.05) are presented in the table 2x2 obtained by value p = 0.000 which is smaller than α (0.05) with H0 rejected and Ha accepted. Conclusion there is a relationship of social support with self-acceptance in post-stroke patients Sonder sub-district health centers. Suggestion is expected to provide knowledge to families who have family members who suffer a stroke how social support that is given is salasatu things that can affect the healing process so that families can improve social endorsement that is provided tomembers of families affected by stroke. Keywords:Between Social, self-acceptance Abstrak:Dukungan Sosial adalah bentuk pertolongan yang dapat berupa materi, emosi, dan informasi yang diberikan oleh orang-orang yang memiliki arti oleh individu yang bersangkutan.Penerimaan Diri adalah suatukeadaan dimana individu memilikikeyakinan akan karakteristik dirinya, sertamampu dan mau untuk hidup dengankeadaan tersebut, Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan dukungan sosial dengan penerimaan diri pasien pasca strok di puskesmas kecamatan sonder. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 30 sampel.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Chi-Square test disajikan dalam tabel 2x2 diperoleh nilai p = 0,001 yakni lebih kecil dibandingkan α (0,05) dengan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan sosial dengan penerimaan diri pasien pasca strok di puskesmas kecamatan sonder.Saran diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada keluarga yang memiliki angota keluarga yang menderita strok bagaimana dukungan sosial yang di berikan merupakan salasatu hal yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Kata Kunci: Dukungan Sosial Dengan Penerimaan Diri
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SILOAM KECAMATAN TAMAKO KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Lalombo, Alfah Yulied; Palandeng, Henry; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7529

Abstract

Abstract: Tuberculosis is contagious infection diseases caused by mycobacterium tuberculosis. Observation from siloam health center district of Tamako in Sangihe Island regency is most patients with pulmonary tuberculosis. Male sex who has the habit of smoking. The purpose of this research to determine the relationship of smoking and the incidence of pulmonary tuberculosis in siloam health center district of Tamako Sangihe Island. Method in this research used analytic survey crosssectional approach. This research was conducted at district of Tamako in October 2014 to January 2015.The samples in this research amounted to 30 people. Sample were taken used total sampling. Data obtained used the questioner and observation sheets. The data were abalysed used univariate and bivariate analysis includes chi square test with. The result of this research showed the values of p=0,01 which means that the p-value is smaller than the value of α=0,05. Conclution that there is a significant relationship between smoking and incidence of pulmonary tuberculosis.Suggested for futher research are expected to further investigate other factors that may cause the incidence of pulmonary tuberculosis. Keywords : Smoking Habit, Tuberculosis, TamakoSiloamHealth Center Abstrak: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Hasil observasi di Puskesmas Siloam kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagian besar penderita Tuberkulosis Paru (TB paru) berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di puskesmas siloam kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe.Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di lakukan di kecamatan Tamako pada bulan oktober 2014 sampai januari 2015.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang.Teknik pengumpulan sampel diambil menggunakan total sampling. Data diperoleh menggunakan koesioner dan lembar observasi. Analisa data dilakukan meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square pada program komputer. Hasil penelitian ini diperoleh nilai p= 0,01 yang berarti nilai p lebih kecil dari nilai α (0,05). Maka dapat Kesimpulan bahwa ada hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian tuberkulosis paru. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor yang lain yang dapat menyebabkan kejadian tuberkulosis paru. Kata kunci : Kebiasaan Merokok, Tuberkulosis Paru, Puskesmas Siloam Tamako
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DI DALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK UMUR 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Milo, Salma; Ismanto, Amatus Yudi; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8087

Abstract

Abstrak:ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akan terjadi apabila kekebalan tubuh menurun.Beberapa upaya dapat dilakukan untuk menurunkan resiko penyakit ISPA, antara lain denganmenghilangkan kebiasaan merokok di dalam rumah. Kejadian ISPA pada anak di Puskesmas SarioKota Manado menduduki peringkat pertama diantara 10 penyakit yang paling menonjol. Tujuanpenelitian ini untuk mengidentifikasi kebiasaan merokok di dalam rumah dan kejadian ISPA sertauntuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA.Desain penelitianyang digunakan adalah desain Cross Sectional dan data dikumpulkan dari responden menggunakanlembar kuisioner.Sampel pada penelitian ini berjumlah 51 responden yang didapat menggunakanteknik consecutive sampling.Hasil penelitianuji statistik menggunakan uji chi-square pada tingkatkemaknaan 95% (α ≤ 0,05),maka didapatkan nilai p= 0,002. Ini berarti bahwa nilai p< α(0,05).Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadianISPA pada anak. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti mengenaifaktor-faktor lain seperti Ventilasi Rumah, Kepadatan Hunian, Status sosioekonomi yang dapatmenyebabkan penyakit ISPA.Kata Kunci : ISPA, Kebiasaan Merokok
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI 2 LANGOWAN KECAMATAN LANGOWAN UTARA Suwuh, Frilen; Rompas, Sefti; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i2.17871

Abstract

Abstract: Adolescence is defined as a developmental period of transition betweenchildhood and adulthood that includes biological, cognitive, and socio-emotionalchanges. Smartphones are used by teenagers for internet access, playing games,listening to music, taking pictures, viewing pornographic images at a glance, andusing them to contact a girlfriend. Sexual behavior performed by teenagers areoften holding hands, kissing, hugging, and have dating. The purpose of the studyto determine whether there is a relationship between the use of smartphones withadolescent sexual behavior in SMA 2 Langowan. The design of the observationalanalytic study and using a cross sectional study approach with a sample size of 96adolescents, data were collected from respondents using a smartphone usagequestionnaire and sexual behavior. Chi square test results obtained significantvalue p value = 0.000 <0,05 then concluded (Ho) rejected and (Ha) accepted. Thisconclusion shows that there is a relationship of smartphone use with teenage sexualbehavior in SMA 2 Langowan.Keywords: smartphones, sexual behaviorAbstrak: Remaja diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anakdan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosialemosional.Smartphone digunakan oleh remaja untuk akses internet, bermainpermainan, mendengarkan musik, mengambil gambar, melihat gambar pornosepintas, dan menggunakannya untuk menghubungi pacar. Perilaku seksual yangdilakukan oleh remaja yaitu sering berpegangan tangan, berciuman, berpelukan,dan telah berpacaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubunganpenggunaan smartphone dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 2Langowan. Desain penelitian observasional analitik dan menggunakanpendekatan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 96 remaja, datadikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner penggunaansmartphone dan perilaku seksual. Hasil penelitian uji Chi square diperoleh nilaisignifikan p value = 0.000<0,05 maka disimpulkan (Ho) ditolak dan (Ha) diterima.Kesimpulan hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan penggunaan smartphonedengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 2 Langowan.Kata Kunci: penggunaan smartphone, perilaku seksual
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN PREVALENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG BEROBAT JALAN DI RUANG POLIKLINIK JIWA RUMAH SAKIT PROF DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO Kaunang, Ireine; Kanine, Esrom; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8196

Abstract

Abstrak: Kepatuhan minum obat yakni tingkat ketepatanperilaku seorang individu dengan nasihat medis atau kesehatan dan menggambarkan penggunaan obat sesuai dengan petunjuk pada resep serta mencakup penggunaannnya pada waktu yang benar. Prevalensi kekambuhan yaitu seberapa sering suatu penyakit atau kondisi terjadi pada sekelompok orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan prevalensi kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik RumahSakit Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan metode deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini keluarga dari pasien skizofrenia dan sampel yang di dapatkan sebanyak 88 responden, yang ditentukan dengan menggunakan salahsatu metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistic chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan prevalensi kekambuhan pasien skizofrenia. Dengan diperoleh hasil nilai (ρ = 0,000) kurang dari nilai (α = 0,05). Kepatuhan minum obat pasien skizofrenia yang berobat jalan di poliklinikjiwa, membawa dampak yang baik bagi pasien skizofrenia sehingga prevalensi kekambuhan pasien skizofrenia selam 1 tahun tidak pernah, hal ini di karenakan rutinnya pasien melakukan pengobatan dan rawatjalan di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang Manado.Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Prevalensi Kekambuhan