Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENURUNAN KADAR BOD, COD DAN TURBIDITY LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MELALUI METODE KOMBINASI PRETREATMENT FILTRASI ADSORPSI DAN ELEKTROKOAGULASI Febrianto, Muhammad Akbar; Sujiwa, Akbar; Shofwan, Moch; Majid, Dian
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.258-269

Abstract

AbstrakLimbah cair industri batik pada Industri Batik X di Kampung Batik Jetis, Jln P. Diponegoro, Lemah Putro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, mengandung zat pencemar seperti BOD dan COD. Sebagai solusi, metode kombinasi Pretreatment Adsorpsi dan Elektrokoagulasi diajukan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode kombinasi tersebut. Untuk proses Pretreatment Adsorpsi, digunakan reaktor model kontinu, sementara Elektrokoagulasi diterapkan dengan sistem batch. Penelitian dilakukan dengan variasi tegangan: 5; 7,5; 10; dan 12,5 V. Hasilnya, metode kombinasi ini berhasil menurunkan kadar BOD, COD, dan Turbiditas pada limbah cair industri batik. Efisiensi terbaik diperoleh pada tegangan 12,5 Volt untuk BOD dengan konsentrasi akhir mencapai 200,5 mg/L (efisiensi 85,19%) dan Turbiditas akhir mencapai 1,25 NTU (efisiensi 99,92%). Sedangkan untuk COD, penurunan optimal tercapai pada tegangan 10 V dengan COD akhir sebesar 445,5 mg/L (efisiensi 87,15%). Kata kunci: Limbah cair industri batik, Pretreatment Adsorpsi, Elektrokoagulasi.AbstractThe wastewater from the batik industry at Industri Batik X in Kampung Batik Jetis, Jln P. Diponegoro, Lemah Putro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, contains pollutants such as BOD and COD. As a solution, a combination of Pretreatment Adsorption and Electrocoagulation methods is proposed as an alternative. This research aims to evaluate the effectiveness of this combined method. For the Pretreatment Adsorption process, a continuous model reactor was used, while Electrocoagulation was applied with a batch system. The study was conducted with variations in voltage: 5 Volts, 7.5 Volts, 10 Volts, and 12.5 Volts. The results show that this combined method successfully reduced the levels of BOD, COD, and Turbidity in the wastewater from the batik industry. The best efficiency was achieved at 12.5 Volts for BOD, with a final concentration of 200.5 mg/L (85.19% efficiency), and a Turbidity of 1.25 NTU (99.92% efficiency). Meanwhile, for COD, the optimal reduction was reached at 10 Volts, resulting in a final COD concentration of 445.5 mg/L (87.15% efficiency).Keywords: Batik industrial liquid waste, Adsorption Pretreatment, Electrocoagulation.
Penerapan Bank Sampah Di Desa Kepatihan Tulangan Sidoarjo Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Dan Mengatasi Masalah Lingkungan: Penelitian Nurhayati, Indah; Dian Majid; Sri Widyastuti; Sugito, Sugito; Pungut, Pungut; Muhammad Al Kholif
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3919

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah menjadi isu penting di berbagai wilayah, termasuk di Desa Kepatihan Kecamatan Tukangan Kabupaten Sidoarjo. Volume sampah rumah tangga yang terus meningkat memerlukan solusi berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Program pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan sistem bank sampah di Desa Kepatihan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga dan mengatasi permasalahan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi dan identifikasi, sosialisasi dampak lingkungan sampah, implementasi bank sampah, pelatihan pemilahan sampah,  dan monitoring dan evaluasi kegiatan. Kegiatan sosialisasi dampak lingkungan sampah, implementasi bank sampah, pelatihan pemilahan sampah diikuti oleh pengurus PKK, anggota PKK dan perangkat Desa Tulangan sebanyak 45 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pemilahan sampah dan bank sampah mengalami peningkatan, yang semula menjawab sangat setuju hanya sekitar 16% namun setelah pelatihan dan sosialisasi, masyarakat yang menjawab sangat setuju meningkat hingga 52%. sehingga dapat disimpulkan masyarakat mulai memahami pentingnya memilah sampah dan nilai ekonomi dari sampah anorganik. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung ekonomi sirkular di tingkat desa.
Implementasi Buana Opmold sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Produktivitas UMKM Opak Jepit Mukhtar, M. Nushron Ali; Shofwan, Moch.; Majid, Dian
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 9 No 02 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol9.no02.a10939

Abstract

Pembangunan ekonomi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan lokal berbasis padi, khususnya Opak Jepit. Namun, proses produksi yang masih manual, keterbatasan manajemen usaha, serta akses pasar yang sempit menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM ini. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna, pelatihan manajemen usaha, dan optimalisasi pemasaran digital. Inovasi utama berupa penerapan mesin Buana Opmold mampu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas, serta mengurangi beban kerja manual. Selain itu, pendampingan dalam literasi keuangan sederhana dan strategi digital marketing membantu memperkuat daya saing produk di pasar lokal maupun online. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta perluasan jangkauan pemasaran. Lebih jauh, program ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan teknologi dan pendampingan yang terstruktur, UMKM Opak Jepit di Desa Belik berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus pelestari identitas kuliner lokal. Kata Kunci: UMKM, Opak Jepit, teknologi tepat guna, Buana Opmold
Puding Tempe: Inovasi Pangan Lokal Sehat untuk Pencegahan Stunting di Desa Lambangan: Pengabdian Dian Majid; Anisa Huriyah Sadikah; Gani Putra Fiantono; Amar Salasa; Rifqi Ferdiyanto Ramadhan; Manggala Unggul Priyonggo; Lailatul Amaliya; Dimas Ferdiansyah Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4422

Abstract

Stunting pada balita dimulai sejak bayi masih dalam rahim ibu, dan gejalanya akan muncul setelah bayi berusia 24 bulan. Jika terjadi pada periode golden age, stunting dapat berdampak serius. Untuk mencegah stunting pada anak, edukasi kesehatan tentang stunting dan demonstrasi makanan bergizi diperlukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan camilan yang sehat dan kaya nutrisi. Salah satu makanan yang bergizi tinggi ini adalah tempe, yang merupakan sumber protein nabati lokal dan memiliki potensi yang besar untuk diolah menjadi makanan yang disukai anak-anak. Di Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memulai program kerja dengan memberikan pelatihan pembuatan Puding Tempe, yang merupakan camilan sehat yang berasal dari bahan pangan lokal. Program ini melibatkan sosialisasi gizi, demonstrasi pembuatan Puding Tempe, dan pendampingan warga dalam proses pengolahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga lebih memahami manfaat tempe untuk mencegah stunting, belajar membuat puding dari tempe, dan memiliki rencana untuk membuat sendiri. Diharapkan inovasi ini akan menjadi langkah berkelanjutan dalam mencegah stunting dan membantu keluarga menjadi lebih sejahtera.