Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Effectiveness of Audiovisual Distraction Techniques on Reducing Hospitalized Anxiety in Preschool Children : A Case Study Merlina Retnosari; Irdawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1809

Abstract

Hospitalization anxiety is a psychological response often experienced by preschool-aged children due to medical procedures that cause fear and discomfort. Untreated anxiety can lead to uncooperative behavior and hinder the treatment process. One non-pharmacological nursing intervention that can be used is audiovisual distraction techniques. This study aims to determine the effectiveness of audiovisual distraction techniques in reducing hospitalization anxiety in preschool-aged children. This study used a case study design with a pre-post test approach. The study subjects were 10 preschool-aged children undergoing medical procedures at RSDM. The intervention, in the form of audiovisual distraction by watching cartoons, was given during the nursing procedure. Anxiety levels were measured using the Face Anxiety Scale (FAS) before and after the intervention. The results showed a decrease in anxiety scores in all subjects, from moderate to very anxious to mild anxiety or even no anxiety after the intervention. Audiovisual distraction techniques have been proven effective in reducing hospitalization anxiety levels in preschool-aged children.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU PAUD ‘AISYIYAH DALAM MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Irdawati Irdawati; Nadia Nur Imani; Adelia Citra Wardani; Kurniawan Dwi Anggoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20854

Abstract

Abstrak: Guru TK perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini. Banyak guru di TK kurang memahami tentang cara mendeteksi dan menginterprestasikan tumbuh kembang anak usia dini. Dengan memahami keterbatasan- keterbatasan program sekolah, penting bagi pihak terkait untuk bekerja sama dalam memberikan dukungan, sumber daya, dan pelatihan yang diperlukan untuk membantu guru-guru TK Aisyiyah meningkatkan kualitas pendidikan yang mereka berikan. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru TK ‘Aisyiyah tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini dan pentingnya melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengetahui adanya keterlambatan maupun kelainan sejak dini. Metode pelaksanaan kegiatan terdapat pengenalan kepada guru TK, pelatihan pemeriksaan tumbuh kembang anak, pendampingan kepada guru TK dan diakhiri dengan tahap evaluasi mendampingi guru TK dalam pengisisan buku monitoring secara mandiri. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru TK ‘Aisyiyah Gumpang 1, TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 2, dan TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 3. Hasil dari kegiatan tersebut kapasitas guru TK meningkat dalam melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak dan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dengan diberikan kegiatan ini guru TK dapat menerapkan program berkelanjutan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Gumpang 1, TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 2, dan TK ‘Aisyiyah Ngadirejo 3.Abstract: Kindergarten teachers need to have adequate knowledge and skills in optimizing the growth and development of early childhood. Many kindergarten teachers do not understand how to detect and interpret early childhood growth and development. By understanding the limitations of the school program, it is important for related parties to work together to provide the support, resources and training needed to help Aisyiyah Kindergarten teachers improve the quality of the education they provide. This training activity aims to increase the knowledge of 'Aisyiyah Kindergarten teachers about the growth and development of early childhood and the importance of carrying out regular checks to detect any delays or abnormalities from an early age. The method of implementing the activities includes introduction to kindergarten teachers, training in examining children's growth and development, mentoring to kindergarten teachers and ending with the evaluation stage of accompanying kindergarten teachers in filling out monitoring books independently. The partners involved in this activity were teachers from Kindergarten 'Aisyiyah Gumpang 1, Kindergarten 'Aisyiyah Ngadirejo 2, and Kindergarten 'Aisyiyah Ngadirejo 3. As a result of this activity, the capacity of kindergarten teachers increased in conducting child growth and development checks and early detection of growth and development disorders. By providing this activity, kindergarten teachers can implement sustainable programs to optimize the growth and development of early childhood children at 'Aisyiyah Gumpang 1 Kindergarten, 'Aisyiyah Ngadirejo 2 Kindergarten, and 'Aisyiyah Ngadirejo 3 Kindergarten.
HIV/AIDS AWARNESS PROJECT 2025 : PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING BERBASIS FILM EDUKATIF PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Sugiharto Sh; Sulastri Sulastri; Irdawati Irdawati; Arif Widodo
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v3i1.65

Abstract

HIV dan AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga sosial dan psikologis, terutama akibat stigma dan rendahnya literasi kesehatan. Mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat, merupakan kelompok strategis yang perlu dibekali pengetahuan, sikap empatik, dan kompetensi profesional dalam menghadapi isu HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi HIV/AIDS Awareness Project 2025 dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stigma, serta memperkuat kompetensi profesional mahasiswa keperawatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan pendekatan experiential learning melalui pemutaran film edukatif “Nusa untuk Asa” yang dikombinasikan dengan diskusi pakar dan refleksi kelompok terarah. Analisis hasil difokuskan pada tiga aspek, yaitu peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS, perubahan sikap dan empati terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta penguatan peran mahasiswa sebagai edukator, komunikator, dan advokat kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis audio-visual dan diskusi interaktif dapat meningkatkan pemahaman komprehensif mahasiswa mengenai konsep dasar HIV/AIDS, pencegahan, dan kepatuhan terapi antiretroviral, serta membentuk sikap profesional yang empatik dan non-diskriminatif. Selain itu, kegiatan ini mendukung pengembangan kompetensi profesional mahasiswa keperawatan sesuai capaian pembelajaran lulusan. Edukasi HIV/AIDS berbasis film edukatif dan diskusi pakar merupakan metode yang efektif dan relevan dalam pendidikan keperawatan untuk meningkatkan literasi HIV/AIDS dan mengurangi stigma terhadap ODHA.
The Efektivitas Kompres Hangat dan Tepid Water Sponge pada Anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever: Studi Kasus Fardani Nur Annisa; Irdawati Irdawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1450

Abstract

Pendahuluan: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang banyak menyerang anak dan ditandai dengan demam tinggi. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti kompres hangat dan teknik tepid sponge sering digunakan, namun bukti perbandingan efektivitas keduanya masih terbatas. Tujuan: Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas kompres hangat konvensional dan teknik tepid sponge dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan DHF. Metode: Desain studi kasus deskriptif komparatif pada dua pasien anak dengan DHF yang di ruang rawat inap RS Indriati Solo Baru. Masing-masing pasien diberikan intervensi berbeda selama tiga hari. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital, serta respon subjektif dan objektif dicatat melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan suhu tubuh antar intervensi. Hasil: Kedua intervensi terbukti efektif menurunkan suhu tubuh. Pada pasien dengan kompres hangat, suhu menurun dari 38,9°C menjadi 37,2°C dengan rata-rata penurunan 0,87°C. Pada pasien dengan tepid sponge, suhu menurun dari 39,7°C menjadi 37,4°C dengan rata-rata penurunan 1,20°C. Respon klinis menunjukkan perbaikan kondisi, termasuk penurunan nadi dan peningkatan aktivitas. Simpulan: Teknik tepid sponge lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh dibandingkan kompres hangat, meskipun kompres hangat lebih nyaman bagi pasien anak.
The Effect of Coloring Play Therapy on Anxiety Levels in Children During Hospitalization Aisyah Nurul Fadhillah; Irdawati Irdawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1754

Abstract

Hospitalization can be an anxiety-inducing experience for preschoolers due to the unfamiliar environment and frightening medical procedures. One intervention that can help reduce anxiety is coloring. This study aims to determine the effectiveness of coloring play therapy on children's anxiety levels during hospitalization. The method used is a case study, with a pediatric nursing care approach, applying Evidence-Based Nursing. The research subjects were taken using a purposive sampling method and the results obtained were five preschool-aged children (4-6 years old) who were treated in the Anggrek Ward of Dr. Soeratno Gemolong Sragen Hospital, from June 14-20, 2025. Anxiety levels were measured using the Faces Anxiety Scale (FAS) with a score range of 0-4 through observations and interviews with parents before and after the intervention. Data were analyzed using descriptive analysis with results showing that before the intervention, children experienced anxiety with FAS scores between 1-3, characterized by crying, fussiness, and fear of medical procedures. After coloring therapy, anxiety levels decreased in all subjects, with FAS scores dropping to 0-1. Children appeared calmer and more cooperative during the intervention. The study concluded that coloring play therapy was effective in reducing anxiety levels in preschool-aged children during hospitalization.
Aplication of Balloon Blowing for Respiratory Frequency in Children Aged 6-14 Years with Bronchopneumonia Nur Asa Rhahmadani Sausanti; Irdawati Irdawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2014

Abstract

Bronchopneumonia in children can cause impaired gas exchange characterized by increased respiratory rate and decreased oxygen saturation. Non-pharmacological interventions, such as balloon blowing, are considered effective for increasing lung expansion and strengthening respiratory muscles. This study aimed to determine the effectiveness of balloon blowing techniques on respiratory rate and oxygen saturation in children aged 6–14 years with bronchopneumonia. This study uses a case study method with a descriptive nursing care approach, implementing Evidence-Based Nursing, to determine the impact of the the Balloon Blowing technique intervention on children aged 6-14 years with a diagnosis of Bronchopneumonia. The sampling technique used is purposive sampling, namely, children aged 6-14 years with a diagnosis of Bronchopneumonia at a hospital in Central Java. The intervention lasted 20 minutes in a single session, using deep breathing techniques combined with balloon blowing. Data collection was conducted through a nursing assessment process that included interviews with parents and children regarding the patient's complaints, observation of the patient's condition, measurement of respiratory rate (RR), measurement of oxygen saturation (SpO₂) using an oximeter, and lung auscultation using a stethoscope to detect additional breath sounds. Measurements were conducted twice, namely before and after the intervention. The data obtained were analyzed descriptively by comparing changes in respiratory rate (RR), oxygen saturation (SpO₂), and the patient's subjective response before and after the intervention to determine the effectiveness of the Balloon Blowing technique in improving respiratory function in children with bronchopneumonia. The results showed that all patients experienced a decrease in respiratory rate from tachypnea to the normal range (from an average of 30.8 to 24.2 breaths/min) and an increase in oxygen saturation (from an average of 95.6% to 98%). In addition, patients reported subjective improvements, including reduced shortness of breath and increased comfort. The balloon blowing technique is a simple, safe, and effective non-pharmacological surgical intervention to improve respiratory function in children with bronchopneumonia.