Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP CALISTUNG PESERTA DIDIK KELAS IV SD INPRES ANTANG 1 Nidiayestin Nidiayestin; Jusmawati Jusmawati; Jalal Jalal; Bellona Mardhatillah Sabillah
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v9i2.21309

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Calistung Peserta Didik Kelas IV SD Inpres Antang 1 Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yaitu peserta didik kelas IV SD Inpres Antang 1 yang berjumlah 31 orang. Pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi dan tes kemampuan calistung. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata aktivitas guru 3,7, nilai rata-rata aktivitas peserta didik 3,5, nilai rata-rata keterlaksanaan gerakan literasi sekolah 4,0, nilai rata-rata kemampuan membaca peserta didik 3,1, nilai rata-rata kemampuan menulis peserta didik 3,1, dan nilai rata-rata kemampuan menghitung peserta didik 3,1. Hasil tes kemampuan calistung nilai rata-rata pretest 56.61 dan nilai rata-rata posttest 84,42. Analisis inferensial, pada hasil uji normalitas 0,167 > 0,05 (berdistribusi normal), hasil uji homogenitas adalah 0,111 > 0,05 (homogenitas terpenuhi) dan hasil uji T adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah berpengaruh terhadap calistung peserta didik kelas IV B SD Inpres Antang 1 Kota Makassar.
Implementation of Multicultural Education As Revitalization of National Awareness for Sociology Education Students Jalal Jalal
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i1.4174

Abstract

Despite the optimism of many scholars, activists, and educators for a fully multicultural world, the aims of people of colour and multiculturalists are still hindered by social problems such as racism, inequality, injustice, and poverty. This research aims to explore multicultural education in a nation that is becoming more aware, specifically focusing on students studying sociology education. The study method adopts a qualitative phenomenological approach that focuses on comprehending the significance of different experiences and human interactions. It is crucial to cultivate an understanding of students' sociology education in order to promote awareness of intercultural marriages in both academic and non-academic settings. Resistance to implementing intercultural education is present both within the organisation and from external sources. Multiculturalism aids students in understanding and valuing the various aspects of culture, language, ethnicity, religion, and race that contribute to the Indonesian nation, which is essential for the formation of national identity. Multicultural education theorists and policymakers in universities should challenge assumptions about ethnic and cultural dominance and promote the inclusion of the Indonesian language in multicultural education.
Social Construction for Maintaining Local Wisdom: Study of Kajang Community, South Sulawesi, Indonesia Jalal, Jalal; Akhiruddin, Akhiruddin; Salemuddin, Muh. Reski; Iskandar, Abdul Malik; Sriwahyuni, Sriwahyuni; Kasim, Hasanudin
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2024.8.1.18839

Abstract

The Kajang people are known for their lives based on traditional values, traditional beliefs, and distinctive local wisdom. They are here to preserve traditions amidst the blows of globalization. With this local wisdom, researchers are interested in analyzing the social construction of the Kajang traditional community to maintain their local wisdom. This research used a qualitative approach through participant observation, in-depth interviews, and data analysis using grounded theory analysis techniques. The research results show that the Kajang indigenous community faced challenges in maintaining their local wisdom amidst social changes and external influences. However, with its social construction, it maintained local wisdom through externalization, objectivation, and internalization processes. With this social construction approach, the Kajang traditional community can show resilience and initiative to preserve local wisdom and strengthen social ties between community members. This research will not only provide new insights into the local wisdom of the Kajang people in efforts to preserve culture, community development, and policy development in Indonesia.
Penerapan Model Joyful Learning Berbasis Teknologi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa SMAN 12 Makassar Jalal; Andi Alviadi Nur Risal
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Joyful Learning yang dipadukan dengan teknologi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di SMAN 12 Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa yang dibagi ke dalam dua kelas, yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Joyful Learning berbantuan teknologi (Quizizz, Padlet, dan Video Interaktif), sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol (Uji Mann–Whitney p < 0,05), dengan rata-rata skor dan keterlibatan belajar yang lebih tinggi pada kelas eksperimen. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan Joyful Learning yang didukung teknologi mampu meningkatkan pemahaman konsep Sosiologi dan partisipasi aktif siswa.
Analisis Implementasi Sistem Digital Rumah Sakit (RME dan SIMRS) dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Pelayanan dan Kepuasan Pasien BPJS: Studi Kasus RS Amalia Bontang Sedyatama, Reza Prakosa; Latu, Saparuddin; Jalal, Jalal
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2222

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi komponen strategis dalam peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan, khususnya bagi pasien BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi RME dan SIMRS terhadap efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien BPJS di RS Amalia Bontang. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan pada Agustus 2025, melibatkan pasien BPJS yang telah menggunakan layanan digital rumah sakit minimal satu kali dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME dan SIMRS berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pelayanan (p < 0,001) dengan odds ratio (OR) sebesar 10,19 (95% CI: 5,55–18,69) serta terhadap kepuasan pasien BPJS (p < 0,001) dengan OR sebesar 13,86 (95% CI: 7,37–26,06). Nilai OR yang tinggi mengindikasikan bahwa optimalisasi penerapan sistem digital rumah sakit secara substansial meningkatkan efisiensi operasional dan persepsi kualitas layanan pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen digital rumah sakit sebagai strategi manajerial untuk meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien BPJS, khususnya di konteks rumah sakit daerah yang sedang beradaptasi dengan transformasi layanan berbasis teknologi.