Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Pengolahan Limbah Cair Pada Unit API II PPSDM Migas Cepu Amartia Cindi Oktaviani; Khulud Rihadatul 'Aisy; Dina Kartika Maharani; Rieza Mahendra Kusuma
Swara Patra Vol 14 No 2 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/sp/2024-2/606

Abstract

API II merupakan salah satu unit pengolahan limbah terakhir di PPSDM Migas sebelum dialirkan ke Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, hasil pengolahan limbah API II harus memenuhi baku mutu pada regulasi yang berlaku. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kesesuaian kualitas hasil pengolahan limbah serta efektivitas unit API II. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah BOD5, COD, Fenol, Ammonia, pH, temperatur, dan minyak lemak. Sampel yang digunakan menggunakan teknik grab sampling pada titik inlet dan outlet di API II. Hasil penelitian ini adalah hasil uji limbah cair pada unit API II PPSDM Migas menunjukkan persentase penurunan parameter BOD5 26%, COD 8.11%, fenol 9.49%, ammonia 42.13%, dan minyak lemak 48.5%. Nilai pH pada inlet sebesar 7.25, sedangkan pada outlet sebesar 7.18. Untuk temperatur limbah cair pada inlet yaitu sebesar 37.5oC, sedangkan pada outlet adalah 35oC. Semua parameter yang diuji telah memenuhi baku mutu.
Green Synthesis Nanoparticle ZnO Using Averrhoa Bilimbi Leaf Extract And Photocatalitic Activity For Degradation Methylene Blue Wardah, Dewi Ithriyatul; Dina Kartika Maharani
Indonesian Journal of Chemical Science Vol. 14 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Chemical Science
Publisher : Prodi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v14i2.15682

Abstract

Sintesis hijau nanopartikel ZnO berhasil dilakukan dengan menggunakan ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai bioreduktor dan capping agent. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakterisasi fisika dan kimia sintesis hijau nanopartikel ZnO dan mengevaluasi hasil uji fotokatalitikya terhadap degradasi metilen biru. Nanopartikel ZnO memiliki struktur hexagonal wurtzite yang telah dibuktikan menggunakan karakterisasi fisika X-ray Powder Diffraction (XRD) dengan variasi volume ekstrak daun yaitu 5 mL; 10 mL; 15 mL; 20 mL menghasilkan ukuran kristal sebesar 16,9; 20,8; 25,1; 25,2 nm. Ukuran partikel ZnO yang terdeteksi oleh PSA sebesar 7,43 nm. Karakterisasi kimia Fourier-Transform Infrared Specstroscopy (FT-IR) teridentifikasi adanya kandungan ekstrak daun belimbing wuluh berupa flavonoid serta metabolit sekunder lainnya yang dapat mereduksi ion-ion Zn2+ menjadi Zn0. Hasil gugus fungsional yang teridentifikasi yaitu gugus O-H, gugus C-H, gugus C-O, gugus C=C, dan gugus Zn. Aktivitas fotokatalitik ZnO ekstrak daun belimbing wuluh menghasilkan massa nanopartikel ZnO maksimum yaitu 30 mg yang berhasil mendegradasi 82,61%. Waktu pemaparan maksimum yaitu 80 menit yang berhasil mendegradasi 91,46%. Konsentrasi metilen biru maksimum yaitu 5 ppm yang berhasil terdegradasi hingga 84,69%.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BAGI GURU SMA PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH Dwiningsih, Kusumawati; Kartika Maharani, Dina; Savitri, Dian; Alya, Aiza; Isaloka, Ilo; Danu Erlangga, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1920-1933

Abstract

Kurangnya ketersediaan dan rendahnya kemampuan guru untuk menyusun Perangkat Pembelajaran Berorientasi Project Based Learning (PjBL) dan Berbasis Kurikulum Merdeka sebagai sumber belajar peserta didik di masa pemulihan pembelajaran pasca pandemi yang menyebabkan kemauan peserta didik untuk belajar mengalami penurunan, peserta didik tidak bersungguh-sungguh dalam belajar karena terbiasa menggunakan internet sebagai sumber belajar. Program yang dapat dijalankan dengan guru yang tergabung dalam Guru SMA Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah sebagai mitra dan tim pelaksana PPM–PKM adalah perlunya peningkatan kompetensi guru terhadap pemahaman, keterampilan, dan kecakapan dalam menyusun perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Metode yang digunakan pada pengabdian ini meliputi 1) Persiapan, 2) Penulisan, 3) Pelaksanaan Pelatihan, 4) Tahap Monitoring dan Evaluasi, dan 5) Publikasi. Kegiatan ini memiliki target yang ingin dicapai yaitu meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang Berorientasi Project Based Learning (PjBL) dan Berbasis Kurikulum Merdeka. Indikator keberhasilan kegiatan ini meliputi 1) Penugasan Pembuatan Perangkat, 2) Hasil Angket Respon, 3) Tingkat Kehadiran Peserta, dan 4) Kelengkapan Penugasan.
Nanopartikel TIO2 Dari Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Untuk Degradasi Metilen Biru Dina Kartika Maharani; Rahma Nurisnaini
Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Vol. 2 No. 3 (2024): Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/algoritma.v2i3.59

Abstract

The part of the basil plant is the leaves which have various types of benefits if studied further. With the introduction of secondary metabolites, it can be said that basil leaves contain eugenol compounds. The eugenol compound can be used as a reducing agent in the synthesis of TiO2 nanoparticles. The precursor used in the synthesis of TiO2 is titanium isopropoxide which has an oxidation state of +4. By utilizing the green synthesis method, TiO2 was reacted with basil leaf extract and then characterized using XRD and FTIR. The resulting particle size is 10.86 nm. And FTIR shows a wave number of 874.59 which represents the Ti-O functional group. Photocatalytic activity can take advantage of the synthesis of TiO2 nanoparticles by placing the nanoparticles in a methylene blue solution which has a concentration of 20 ppm and varies based on contact time and adsorbent mass. Photocatalytic activity testing obtained a degradation percentage of 79%-84% which varied based on adsorbant mass and contact time. Varying the adsorbant mass and time results in a degradation percentage that increases with each additional mass but will not increase again if it has reached the optimum phase and can reduce the degradation percentage.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKOMPOSIT TIO2-SELULOSA DARI LIMBAH AMPAS TEBU Cindhy Novita Sari; Dina Kartika Maharani
Unesa Journal of Chemistry Vol. 14 No. 2 (2025): Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugarcane bagasse is an abundant agricultural waste in Indonesia, reaching more than 750,000 tons annually, yet it remains underutilized. It contains a high cellulose content of up to 52.7%, one of the highest among agricultural residues. Considering its high fiber content and wide availability, sugarcane bagasse has significant potential to be recycled into high-value materials, including nanocellulose, a nanoscale biopolymer with high surface area, mechanical strength, and crystallinity. This study explores the utilization of cellulose derived from sugarcane bagasse, which was subsequently composited with titanium dioxide (TiO₂) nanoparticles to form nanocomposites. Cellulose isolation was carried out using a combined chemical and mechanical method involving alkali treatment, bleaching, and acid hydrolysis, followed by ultrasonication. The nanocomposite synthesis was performed through a wet dispersion method using a water–ethanol mixture. XRD analysis confirmed the successful isolation of nanocellulose, as indicated by an increase in crystallinity index from 51.37% to 70.55% after isolation, with crystal sizes in the nanometer range, that is 4.31 nm for nanocellulose and 35.41 nm for the nanocomposite. FTIR characterization corroborates the success of isolation, showing a decrease in the intensity of functional groups associated with amorphous components such as C=O and aromatic C=C, from 0.0181 to 0.0131 and from 0.0314 to 0.0140, respectively.
PELATIHAN PENGEMASAN, LABELLING, DAN BUSINESS PLAN PRODUK KOMPOS PADAT DI DUSUN BRAU, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Purnamasari, Amalia Putri; Sari Edi Cahyaningrum; Amaria; Dina Kartika Maharani; Andika Pramudya Wardana; Indah Ardiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5717

Abstract

Salah satu komunitas peternak sapi perah ada di Dusun Brau, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seiring dengan tingginya produk susu yang dihasilkan, limbah peternakan sapi yang dihasilkan juga tinggi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tahun 2023, anggota Koperasi Margo Makmur Mandiri sebagai perwakilan masyarakat Dusun Brau, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu telah mampu melakukan pengolahan limbah peternakan sapi menjadi kompos padat. Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024 ini, merupakan bentuk kegiatan lanjutan. Tujuan dari kegiatan pelatihan pengemasan, labelling, dan business plan produk kompos padat di desa Brau, peserta dapat: (1) memahami konsep dan teknik pengemasan, labelling, dan business plan yang sesuai dengan standar kualitas dan keamanan produk kompos padat, (2) dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan pelatihan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kompos padat yang dihasilkan oleh kelompok koperasi Margo Makmur Mandiri di desa Brau, (3) dapat melakukan praktik wirausaha dengan memasarkan produk dalam skala kecil. Dengan demikian, dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman untuk selanjutnya dapat diterapkan oleh peserta dalam memasarkan produk. Kegiatan evaluasi hasil pelatihan dilakukan melalui angket respon yang diisi oleh peserta.