Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS DIMENSI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (STUDI PADA: PELANGGAN ARUM SALON JALAN KERTORAHARJO, KOTA MALANG) Sari, Ajeng Kartika
JURNAL AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) seberapa besar tingkat kepuasan konsumen yang diukur dari kualitas pelayanan yang meliputi aspek reliability, assurance, tangible, empathy, dan responsivenes , 2) Seberapa erat hubungan tingkat kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan Arum Salon di Kota Malang. Sedangkan jenis penelitian ini adalah studi kasus pada Arum Salon di Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pelanggan terhadap tingkat kepuasan konsumen digunakan Regeresi Berganda. Untuk mengetahui hubungannya secara simultan digunakan uji F, dan untuk mengetahui hubungannya secara parsial digunakan uji t. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa: 1) Terdapat hubungan positif secara simultan antara tingkat kepuasan kualitas pelayanan yang meliputi reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangiable terhadap loyalitas pelanggan. 2) Terdapat hubungan positif secara parsial antara tingkat kepuasan kualitas pelayanan yang meliputi reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangiable terhadap loyalitas dengan tingkat keakuratan menjelaskan sebesar 71,7 %.
Effects of Pseudoephedrine Administration in Early Gestation on Female Mouse Heart Annisa Rahmah Furqaani; Listya Hanum Siswanti; Ajeng Kartika Sari
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.516 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i3.5276

Abstract

The pseudoephedrine in pregnant women associated with an increased risk of hypertension and increased heart rate. These conditions force the heart to work harder and cause changes in heart structure, such as left ventricular hypertrophy due to an increase in the number and size of muscle cells. This study aims to determine pseudoephedrine administration in early pregnancy on mice hearts histological features. This study was pure in vivo with a completely randomized design conducted at Medical Biology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, from January to August 2017. Subjects were 18 pregnant adult female mice randomly divided into four groups. One control group and three test groups were given oral pseudoephedrine every day at 0.312 mg/24 hours (P1); 0.624 mg/24 hours (P2); and 1.248 mg/24 hours (P3) for seven days starting from the age of pregnancy on day 1. On the 18th day of gestational age, mice sacrificed, then the heart organ was processed into microscopic preparations and stained by Harris’ hematoxylin-eosin (HE) staining. Microscopic observations made using a microscope equipped with an optilab viewer with raster image 3. The results showed that the P3 group had a thicker left ventricular wall and significantly more heart muscle nuclei per mm3 than the control group (p<0.05). The results show that the administration of high doses of pseudoephedrine in early pregnancy can affect the structure of the heart. PENGARUH PEMBERIAN PSEUDOEFEDRIN PADA MASA AWAL KEBUNTINGAN TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI JANTUNG MENCIT BETINAAktivitas vasokontriksi pseudoefedrin pada ibu hamil diduga kuat berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi dan denyut jantung. Kondisi tersebut memaksa jantung bekerja lebih berat dan dapat menyebabkan perubahan struktur jantung seperti hipertrofi ventrikel kiri akibat peningkatan jumlah dan ukuran sel-sel otot. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian pseudoefedrin pada masa awal kebuntingan terhadap gambaran histologi jantung mencit betina. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium murni in vivo menggunakan rancangan acak lengkap yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung dari bulan Januari hingga Agustus 2017. Subjek penelitian adalah 18 mencit betina dewasa bunting yang dibagi secara acak menjadi empat kelompok. Satu kelompok kontrol dan tiga kelompok uji yang diberi pseudoefedrin oral setiap hari dengan dosis 0,312 mg/24 jam (P1); 0,624 mg/24 jam (P2); dan 1,248 mg/24 jam (P3) selama 7 hari dimulai dari umur kebuntingan hari ke-1. Pada hari ke-18 umur kebuntingan, mencit dikorbankan kemudian organ jantung diproses menjadi sediaan mikroskopis dan dilakukan pewarnaan Harris’ hematoxylin-eosin (HE). Pengamatan sediaan mikroskopik dilakukan dengan menggunakan mikroskop yang dilengkapi dengan optilab viewer dengan image raster 3. Hasil penelitian menunjukkan kelompok P3 memiliki dinding ventrikel kiri yang lebih tebal dan jumlah nuklei otot jantung yang lebih banyak per mm3 secara signifikan dibanding dengan kelompok kontrol (p<0,05). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pseudoefedrin dosis tinggi pada masa awal kehamilan dapat memengaruhi struktur jantung.
Gambaran Aktivitas Fisik dan Pola Makan Selama Pandemi Covid-19 pada Remaja Anissa Reza Miranda; Ajeng Kartika Sari
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.352 KB) | DOI: 10.29313/jrk.vi.775

Abstract

Abstract. Covid-19 is an infectious disease caused by the Coronavirus 2 of the Severe Acute Respiratory Syndrome. It was predicted to appear in 2020. As a result of the pandemic, Work From Home has been established for the entire population, including youths and students who are afflicted. Restrictions on outside activities resulted in a variety of lifestyle modifications, including changes in physical activity and food. A high-calorie diet combined with insufficient physical activity might cause health concerns in teens. The goal of this study is to look at the description of physical activity and eating patterns in adolescents at SMA Negeri 4 Metro during the pandemic. This study is descriptive in nature. Proportional stratified random sampling was used to determine the sample size in this investigation. The Global Physical Activity Questionnaire and the Food Frequency Questionnaire were used to collect data. This study found that during the Covid-19 epidemic, 56.4 percent of teenagers engaged in moderate physical activity, 22.7 percent engaged in high physical activity, and 10.9 percent engaged in poor physical activity. Adolescents who engage in moderate to high physical activity eat foods with a typical number of calories, whereas adolescents who engage in low physical activity eat foods with a high number of calories. During the Covid-19 epidemic, teenagers ate breakfast six times per week, snacks three times per week, fast food three times per week, and supplements and veggies three times per week. Abstrak. Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 dan ditetapkan menjadi pandemi pada tahun 2020. Pandemi ini menyebabkan ditetapkannya Work From Home untuk seluruh masyarakat, termasuk remaja atau siswa yang bersekolah. Pembatasan aktivitas di luar rumah mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan pola hidup termasuk perubahan aktivitas fisik dan pola makan. Pada remaja yang aktivitas fisiknya sedikit dengan pola makan yang memliki kalori tinggi dapat menyebabkan permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gambaran aktivitas fisik dan pola makan selama pandemi pada remaja di SMA Negeri 4 Metro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire dan Formulir Food Frequency Questionnaire. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu jumlah presentase remaja selama pandemi Covid-19 melakukan aktivitas fisik sedang sebayak 56.4%, aktivitas fisik tinggi 22.7% dan aktivitas fisik rendah 10.9%. Remaja dengan aktivitas fisik sedang dan aktivitas tinggi mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang normal, sedangkan remaja beraktivitas fisik rendah mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori tinggi. Kebiasaan pola makan remaja selama pandemi Covid-19 adalah mengkonsumsi sarapan sebanyak 6 kali/minggu, mengkonsumsi jajan sebanyak 3-5 kali/minggu, mengkonsumsi Fastfood sebanyak 3-5 kali/minggu dan mengkonsumsi suplemen dan sayur sebanyak 3-5 kali/minggu.
Terdapat Perbedaan Antara Hasil Pembelajaran Luring dan Daring Primia Fauzia; herri s. sastramihardja; ajeng kartika sari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6953

Abstract

abstract Oral exams that assess aspects of analytical thinking, critical thinking, clinical reasoning, and can assess communication and presentation skills. During a pandemic, learning that was initially offline (face to face) changed to online (virtual). This can be a risk factor for changes in student grades. The purpose of this study was to determine differences in academic achievement results of regular oral examinations (SOOCA) between online and offline learning in FK UNISBA students Batch 2019. This research is an observational study with a cross-sectional design. Subjects in this study totaled 197 people selected by total sampling who met the inclusion criteria. Data obtained from secondary data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square relationship test. The results of the study found that the average value of the regular oral exams for students was more that scored 76-100 offline (32.4)% and when online students scored more 64-75 (27.9%). Interaction in the process of learning and teaching is an important factor that influences the success of learning. When offline students will find it easier to get in touch with lecturers than when online. Therefore, the test results with offline learning are better than online learning. Abstrak. Ujian lisan yang menilai aspek berpikir analisis, berpikir kritis, clinical reasoning, dan dapat menilai kemampuan komunikasi dan presentasi. Pada saat pandemi pembelajaran yang awalnya luring (tatap muka) berubah menjadi daring (virtual) hal ini dapat menjadi faktor risiko perubahan nilai pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil capaian akademik ujian lisan regular (SOOCA) antara pembelajaran daring dan luring pada mahasiswa FK UNISBA Angkatan 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desai cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 197 orang dipilih secara total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data didapatkan dari data sekunder yang dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi-square uji hubungan. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata ujian lisan reguler mahasiswa lebih banyak yang mendapatkan nilai 76-100 pada saat luring (32,4)% dan pada saat daring mahasiswa lebih banyak mendapatkan nilai 64-75 (27,9%). Interaksi dalam proses belajar dan mengajar adalah faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan belajar. Pada saat luring mahasiswa akan lebih mudah untuk berhubungan dengan dosen dibandingkan pada saat daring. Oleh karena itu hasil ujian dengan pembelajaran luring lebih baik dibandingkan pembelajaran secara daring.
Kecanduan Game: Tingkat Emosi pada Mahasiswa Remaja Imam Ekoputranto Sriadiatmaji; Arief Budi Yulianti; Ajeng Kartika Sari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6469

Abstract

Abstract. Game online are games that are played at the same time even though they are not played in the same place. Faculty of Medicine students are students who are currently studying medical studies. Faculty of Medicine students are known for their busy schedules and many assignments, so they play game online to overcome boredom. Game online addiction can be understood as an excessive attitude towards the use of digital tools to play game online, makes players unable to control attitudes and emotions caused by excessive attitudes, and can have an impact on social behavior problems, especially at the emotional level. The purpose of this study was to analyze the relationship between game online addiction and emotional levels in medical students at the Islamic University of Bandung. In the results of this study it was revealed that of the 114 students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung, the dominant ones were not addicted to game online (81.6%) and had good emotions in playing game online (66.7%). From the results of this study it was found that the value of P = 0.490 which stated that there was no relationship between game online addiction and emotional levels in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. This is based on the existence of several things that can affect emotional levels such as student achievement and also good emotional intelligence. Abstrak. Game online adalah game yang dimainkan dalam waktu yang bersamaan walaupun tidak dimainkan di tempat yang sama. Mahasiswa Fakultas Kedokteran merupakan mahasiswa yang sedang belajar dalam studi kedokteran. Mahasiswa Fakultas Kedokteran dikenal dengan jadwal yang padat dan juga tugas yang banyak, sehingga mereka bermain game online untuk mengatasi jenuh. Kecanduan game online dapat dipahami sebagai sikap berlebihan terhadap penggunaan alat digital untuk bermain game online, membuat pemain tidak dapat mengontrol sikap dan emosi yang disebabkan oleh sikap berlebihan, dan dapat berdampak pada masalah perilaku sosial terutama pada tingkat emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan kecanduan game online terhadap tingkat emosi pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung. Pada hasil penelitian ini terungkap bahwa dari 114 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dominan tidak mengalami kecanduan game online (81,6 %) dan memiliki emosi baik dalam bermain game online (66,7%). Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa nilai P = 0,490 yang menyatakan bahwa tidak terdapat adanya hubungan antara kecanduan game online terhadap tingkat emosi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Hal tersebut didasarkan pada adanya beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat emosi seperti prestasi belajar mahasiswa dan juga kecerdasan emosional yang bagus.
Scoping Review: Suplementasi Probiotik Efektif Menurunkan Kadar IL-6 pada Obesitas Dewasa Pipit Anggana Dewi; Uci Ary Lantika; Ajeng Kartika Sari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6530

Abstract

Abstract. Obesity is ranked fifth as a primary health problem in the world. Obesity is abnormal fat accumulation caused by a long-term imbalance between energy intake and energy use. This energy imbalance causes excess adipose accumulation. Adipose tissue functions to produce cytokines such as IL-6. Increased cytokine production creates a chronic proinflammatory state. Obesity management can be carried out with multimodal lifestyle interventions such as changes in diet, including controlled food portions and healthy foods such as probiotics. Probiotics have a mechanism of action, namely immunomodulation, so that they can reduce the production of cytokines such as IL-6. The purpose of this study was to analyze whether probiotic supplementation is effective in reducing IL-6 levels in obese adult patients. This research uses a scoping review study to identify, analyze, and evaluate scientific writing through Pubmed, ScienceDirect, and SpringerLink data sources that meet the inclusion, exclusion, and eligibility criteria using the JBI Critical Appraisal Checklist summarized in the PRISMA diagram. 4,309 articles were produced from the three data sources, 526 articles met the inclusion criteria, and 5 articles met the exclusion and eligibility criteria. The results of three articles stated that probiotic supplementation was effective for reducing IL-6 levels in adults with obesity, while two articles stated that there were no significant changes. Two articles stated that there was no significant change in IL-6 levels were studies using synbiotics, which consisted of prebiotics and probiotics, while three other research articles using only probiotics stated that there was a decrease in IL-6 levels. Abstrak. Obesitas menduduki peringkat kelima sebagai masalah kesehatan primer di dunia. Obesitas diartikan akumulasi lemak abnormal disebabkan oleh ketidakseimbangan jangka panjang antara asupan energi dan penggunaan energi. Ketidaksimbangan energi tersebut menimbulkan akumulasi adiposa berlebih. Jaringan adiposa berfungsi menghasilkan sitokin seperti IL-6. Peningkatan produksi sitokin menimbulkan keadaan proinflamasi kronis. Manajemen obesitas dapat dilakukan dengan multimodal lifestyle intervention seperti perubahan pola makan termasuk porsi makanan terkontrol serta makanan sehat seperti probiotik. Probiotik memiliki mekanisme aksi yaitu imunomodulasi sehingga dapat menurunkan produksi sitokin seperti IL-6. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apakah suplementasi probiotik efektif menurunkan kadar IL-6 pada pasien obesitas dewasa. Penelitian menggunakan studi scoping review untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi tulisan ilmiah melalui sumber data Pubmed, ScienceDirect, dan SpringerLink yang memenuhi kriteria inklusi, ekslusi dan kelayakan menggunakan JBI Critical Apprasial Checklist dirangkum dalam diagram PRISMA. Dihasilkan 4.309 artikel dari ketiga sumber data, 526 artikel memenuhi kriteria inklusi dan 5 artikel memenuhi kriteria ekslusi dan kelayakan. Hasil dari 3 artikel menyatakan suplementasi probiotik efektif untuk menurunkan kadar IL-6 pada orang dewasa dengan obesitas, sedangkan 2 artikel menyatakan tidak ada perubahan yang signifikan. Dua artikel yang menyebutkan tidak ada perubahan signifikan kadar IL-6 merupakan penelitian menggunakan sinbiotik yaitu terdiri dari prebiotik dan probiotik sedangkan 3 artikel penelitian lainnya hanya menggunakan probiotik menyebutkan terdapat penurunan kadar IL-6.
Clove Extract and Grape Seed Oil Nanoemulsion for Oral Diseases Therapy: Antibacterial and Antioxidant Activities Hartati, Julia; Damayanti, Meta Maulida; Nur, Ismet Muchtar; Furqaani, Annisa Rahmah; Sari, Ajeng Kartika; Rachmawati, Meike; Siddiq, Tita Barriah; Fakih, Taufik Muhammad; Radina, Faqih
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v11i3.12916

Abstract

The growth of micro-organisms that acquire resistance to most commercially available antibiotics is occurring rapidly. Consequently, a pressing necessity exists to identify and detect new antimicrobial substances. This study aimed to analyze the antioxidant and antibacterial activity of nanoemulsion clove extract and grape seed oil. This research was conducted in June 2023 using experimental methods at the Research Laboratory of the Universitas Islam Bandung Pharmaceutical Study Program by developing a nanoemulsion preparation containing clove extract (Syzygium aromaticum L.) and grape seed oil (Vitis vinifera L.). Antioxidant activity was tested using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. Antibacterial activity was tested using the agar diffusion method by measuring the growth inhibitory diameter of Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans bacteria and divided into four groups formulas based on the addition of clove extract with different concentrations in the nanoemulsion base (FA=0.25%, FB=0.5%, FC=0.75%, and FD=1%) to see the best results. The result shows nanoemulsion preparations have antioxidant properties in the DPPH test. The FA formula has the highest IC50, namely 1,117.56 ppm. The antibacterial activity of Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans has an inhibition zone, although it is still in the category of inhibiting bacterial growth, but does not kill growth. The nanoemulsion formulation, comprising clove extract and grape seed oil, has exhibited exceptional antioxidant properties and substantial antimicrobial efficacy against prevalent oral bacterial strains.
Usia Ibu, Paritas, dan Interval Kehamilan Sebagai Risiko Terjadinya Persalinan Preterm pada Ibu Hamil dengan Preeklampsia di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2021 Aricka Pratiwi Koesdinar; Jusuf Effendi; Ajeng Kartika Sari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10491

Abstract

Abstract. Preeclampsia is the most common cause of death in pregnant women with a mortality rate of 58.1% of the total 585,000 maternal deaths each year. Preeclampsia can occur due to several factors such as the pregnant woman's age, parity, obesity and diabetes. Pregnant women aged < 20 years or > 35 years, with increasing numbers of parities and pregnancy intervals < 6 months are at risk of experiencing preeclampsia. This study aims to analyze the relationship between maternal age, parity, and pregnancy interval with the occurrence of preterm labor in preeclampsia sufferers at Al-Ihsan Regional Hospital. This research is a cross sectional study conducted at Al-Ihsan Regional Hospital. The research sample came from secondary medical record data in the form of age characteristics, pregnancy interval, parity and delivery. Data were analyzed using univariate and bivariate tests and carried out the ChiSquare statistical test. Characteristics of pregnant women who experienced preterm, the majority were aged < 35 years (80%), pregnancy interval ≥ 2 years (63.9%), parity 2-≥5 (70%) and the majority experienced term delivery (79.2%) The results of the analysis of the relationship between maternal age, parity, and pregnancy interval with the occurrence of preterm labor in preeclampsia sufferers showed p values of 0,21, 0,61, 0,67 (> 0.05) which indicated that there was no significant relationship between maternal age, parity, and pregnancy interval with the occurrence of preterm labor in preeclampsia sufferers at Al-Ihsan Regional Hospital. Early diagnosis and appropriate treatment can prevent preterm labor in preeclampsia patients. Abstrak. Preeklampsia merupakan penyebab tersering kematian pada ibu hamil dengan angka kematian 58,1% dari total 585.000 kematian ibu setiap tahunnya. Preeklampsia dapat terjadi karna beberapa faktor seperti usia ibu hamil, paritas, obesitas, dan diabetes. Ibu hamil yang berusia < 20 tahun atau > 35 tahun, jumlah paritas yang semakin banyak dan interval kehamilan yang <6 bulan berisiko mengalami preeklampsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara usia ibu, paritas, dan interval kehamilan dengan terjadinya persalinan preterm pada penderita preeklampsia di RSUD Al-Ihsan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di RSUD Al-Ihsan. Sampel penelitian berasal dari data sekunder rekam medik berupa karakteristik usia, interval kehamilan, paritas, dan persalinan Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat serta dilakukan uji statistik ChiSquare. Karakteristik responden ibu hamil yang mengalami preterm mayoritas berusia < 35 tahun (80%), interval kehamilan ≥ 2 tahun (63,9%), jumlah paritas 2-≥5 (70%) dan mayoritas mengalami persalinan aterm (79,2%) Hasil analisis hubungan antara usia ibu, paritas, dan interval kehamilan dengan terjadinya persalinan preterm pada penderita preeklampsia didapatkan nilai p sebesar 0,21, 0,61, 0,67 (> 0.05) yang menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, dan interval kehamilan dengan terjadinya persalinan preterm pada penderita preeklampsia di RSUD Al-Ihsan. Diagnosis dini dan tatalaksana yang tepat dapat mencegah terjadinya persalinan preterm pada pasien preeklampsia.
Analisis Vasektomi Sebagai Faktor Risiko Kejadian Kanker Prostat Audia Hajera Bachtiar; Ajeng Kartika Sari; Eka Nurhayati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10555

Abstract

Abstract. Vasectomy or vas ligation is a method of contraception in men by cutting and tying the right and left of vas deferens with the aim of preventing spermatozoa from coming out during ejaculation. Vasectomy cannot be separated from long-term health risks, one of which is that men who undergo vasectomies have a 15% higher risk of developing prostate cancer overall. Prostate cancer is a type of cancer that develops from gland cells that produce prostate fluid combined with semen. The aim of this study is to provide information to readers regarding the relationship between vasectomy as a risk factor for prostate cancer. This research uses a scoping review study to identify and report several articles through Pubmed, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor and Francis. The PRISMA diagram method was used in this research and resulted in nineteen articles that met the inclusion and eligibilty criteria. Based on results of the analysis, there are ten articles that can conclude that vasectomy could increase the risk of prostate cancer and nine articles concluded that vasectomy could not increase the risk of prostate cancer. Abstrak. Vasektomi atau vas ligation merupakan salah satu metode kontrasepsi pada pria dengan prosedur pemotongan dan pengikatan pada vas deferens kanan dan kiri dengan tujuan untuk mencegah spermatozoa keluar saat ejakulasi. Vasektomi tidak lepas dari dampak risiko kesehatan yang panjang, salah satunya yaitu pria yang menjalani vasektomi memiliki risiko 15% lebih tinggi terkena kanker prostat secara keseluruhan. Kanker prostat merupakan jenis kanker yang berkembang dari sel kelenjar yang menghasilkan cairan prostat yang tergabung dengan semen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai hubungan vasektomi sebagai faktor risiko kejadian kanker prostat. Penelitian ini menggunakan studi scoping review untuk mengidentifikasi dan melaporkan beberapa artikel melalui sumber PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor and Francis. Metode diagram PRISMA digunakan dalam penelitian ini dan menghasilkan sembilan belas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan kelayakan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari uraian artikel penelitian yang ditinjau, sepuluh artikel menyimpulkan bahwa vasektomi dapat meningkatkan risiko kejadian kanker prostat dan sembilan artikel menyimpulkan bahwa vasektomi tidak dapat meningkatkan risiko kejadian kanker prostat.
Effectiveness of natural lip balm cinnamon (Cinnamomum burmannii) in accelerating the incision wound healing process in rattus norvegicus Damayanti, Meta Maulida; Sari, Ajeng Kartika; Furqaani, Annisa Rahmah
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 34, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol34no3.39593

Abstract

ABSTRACT Introduction: Cinnamomum burmannii is commonly used in the treatment and is thought to be an anti-inflammation medicinal herb that may hasten recovery. Lip wound healing is a critical need for aesthetic performance. The purpose of this study is to evaluate the efficacy of natural lip balm C. Burmannii has been shown to speed up the healing of incision wounds in rats (Rattus norvegicus). Methods: This research was carried out in the laboratory biomedical Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung. In twenty-seven male rats weighing 200-300 g, a lip mucous incision of 10 mm length and 4 mm depth was surgically created. Simple random sampling was used to divide the animals into three treatment groups based on wound treatment after lip incision (The control group applied distillation water, the first group applied a lip balm placebo/base, and the second group applied natural lip balm C. burmannii) and then divided into three observation times (days 3rd, 7th, and14th). A lip biopsy was performed during each observation time to determine the success of the therapy. The macroscopic examination was carried out by counting the number of lip wounds that were closed around, while the microscopic examination was carried out by counting epithelialization with a Leica microscope and image raster software. Result: The length of the lip wound has greatly decreased in the C. Burmannii group with a p-value of 0,048 (p<0.05, and epithelialization was comparable across the board. Conclusion: The use of Cinnamomum burmannii natural lip balm is effective in accelerating lip wound healing by bringing the lip wound closer together. Effectiveness of Natural lip balm Cinnamon (Cinnamomum burmannii) in accelerating the incision wound healing process in Rattus norvegicus.Keywords: natural lip balm cinnamomum burmannii; wound closer; epithelialization