Made Suryadi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERUBAHAN FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERUMAHAN BERDAMPAK TERHADAP SOSIAL EKONOMI DI DESA BONGAN KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN Ni Luh Gede Budihari; i nyoman suditha; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i1.20375

Abstract

Penelitian berlokasi di Desa Bongan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kondisi lahan pertanian sebelum adanya pembangunan perumahan ; (2) mengetahui penyebab perubahan penggunaan lahan pertanian; dan (3) mengetahui dampak perubahan penggunaan lahan pertanian terhadap sosial ekonomi masyarakat. Sampel dalam penelitian ini adalah penduduk yang melakukan penjualan lahan pertanian di Desa Bongan yang berjumlah 60 responden. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terjadi perubahan fungsi lahan pertanian di Desa Bongan di mana kondisi lahan pertanian sebelum adanya pembangunan perumahan tergolong baik (2); penyebab perubahan lahan pertanian karena adanya alasan ekonomi, keterbatasan dalam mengelola lahan, dan alasan lainnya yang menunjang.kondisi sosial ekonomi pelaku yang meliputi yang melakukan dinamika penggunaan lahan pertanian. (3) terdapat dampak yang ditimbulkan dari perubahan penggunaan lahan pertanian terhadap sosial ekonomi masyarakat yang meliputi pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kondisi bangunan rumah tinggal dan kepemilikan barang-barang berharga bagi petani (pelaku).
PERSEBARAN KERUANGAN KOPERASI DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN PROVINSI BALI Ni Putu Mas Puspitha Dewi; i wayan treman; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i2.20391

Abstract

Variasi pemanfaatan ruang oleh masyarakan dapat mempengaruhi persebaran koperasi di Kecamatan Kediri. Oleh karena persebaran koperasi yang tidak merata, tidak semua masyarakat memperoleh jasa dan pelayanan dari koperasi. Ada beberapa faktor geografi dan non geografi yang dapat mempengaruhi persebaran koperasi di suatu wilayah. Dalam hal ini peta dapat dimanfaatkan untuk mengetahui persebaran dan jumlah koperasi di Kecamatan Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan karakterisitik koperasi di Kecamatan Kediri, (2) memetakan persebaran koperasi di Kecamatan Kediri, (3) menganalisis faktor yang mempengaruhi persebaran koperasi di Kecamatan Kediri. Penelitian dirancang menggunakan metode deskriptif dengan persebaran koperasi sebagai objek dan subjek penelitiannya adalah anggota koperasi. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel anggota koperasi secara quota sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan metode survei, wawancara dan kuisioner, serta catatan dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dengan pendekatan keruangan. Hasil penelitian menunjukan (1) karakteristik koperasi dilihat dari kondisi sosial ekonomi anggota dan pegawai, dan tiga jenis koperasi yang tersebar di Kecamatan Kediri, (2) koperasi di Kecamatan Kediri tersebar tidak merata berdasarkan jenis dan jumlahnya, di setiap desa memiliki pola persebaran yang berbeda, (3) faktor yang mempengaruhi persebaran koperasi adalah faktor fisiografi dan demografi Kecamatan Kediri.
PERMUKIMAN TRADISIONAL SEBAGAI KAWASAN WISATA BUDAYA DI DESA BATUAN KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR Ni Kadek Merik Purnamadewi; I Gede Astra Wesnawa; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i2.20395

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Batuan dengan tujuan (1)untuk mendeskripsikan kondisi permukiman tradisional di Desa Batuan, 2) untuk menganalisis kontribusi keberadaan permukiman tradisional terhadap pengembangan fisik kawasan wisata di Desa Batuan, 3) untuk menganalisis kontribusi keberadaan permukiman tradisional terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Desa Batuan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pengambilan sampel secara ”Purposif Sampling” yaitu sebesar 15 rumah yang mencirikan dari permukiman tradisional di Desa Batuan yang dimana dipilih 3 rumah dari setiap banjar dari 5 banjar yang mencirikan permukimannya sebagai permukiman tradisional. Pengumpulan data primer menggunakan metode pencatatan dokumen dan wawancara, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) secara umum permukiman tradisional di Desa Batuan masih menggunakan tata ruang permukiman yang berlandaskan agama yaitu Tri Hita Karana . Arsitektur dalam permukiman tradisional di Desa Batuan masih menggunakan unsur tradisional,2) sarana dan prasarana Desa Batuan sebelum dan setelah peningkatan kunjungan wisatawan memberikan kontribusi yang baik yang dimana layak di jadikan Kawasan Wisata Budaya, dan 3) Peningkatan kunjungan wisatawan ke Desa Batuan memperluas lapangan kerja, yang mampu meningkatkan taraf pendapatan masyarakat di Desa Batuan.
PERSEBARAN INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA MERAH BERBAHAN BAKU NIRA KELAPA DI KECAMATAN DAWAN KABUPATEN KLUNGKUNG Ida Ayu Agung Widhia Utami Pidada; i wayan treman; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i2.20400

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Tujuan penelitian adalah, untuk: (1) mendeskripsikan faktor-faktor fisiografis yang mendukung bahan baku gula merah di Kecamatan Dawan (2) mengetahui proses pembuatan gula merah dengan bahan baku nira kelapa (3) memetakan persebaran industri rumah tangga gula merah di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan pengambilan sampel secara “ Proposive sampling” yaitu sebesar 93 orang yang diambil 25% dari keseluruhan populai sebanyak 366 orang yang tersebar di 4 desa yang ada di Kecamatan Dawan. Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metode observasi lapangan, wawancara dan pencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Fisiograis Kecamatan Dawan sangat mendukung untuk penyediaan bahan baku industri rumah tangga gula merah (2) Berdasarkan hasil proses pembuatan gula merah dari bahan baku nira kelapa sudah tergolong baik (3) Terdapat 93 titik industri yang tersebar pada daerah penelitian, di Desa Besan terdapat 73 titik sebagai daerah yang memiliki industri terbanyak, di Desa Dawan Kelod terdapat 5 titik industri sekaligus jumlah titik terendah..
IMPLEMENTASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN OUTDOOR STUDY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X B DI SMA NEGERI 1 KINTAMANI I Ketut Jendra; I Gede Astra Wesnawa; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i3.20413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan implementasi model CTL berbantuan outdoor study dalam pembelajaran geografi (2) mengetahui aktivitas dan hasil belajar geografi setelah diimplementasikan model CTL berbantuan outdoor study, (3) mengetahui implementasi model CTL berbantuan outdoor study dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar geografi. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas X B SMA Negeri 1 Kintamani yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data aktivitas siswa dikumpulkan melalui metode observasi, data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan implementasi CTL berbantuan outdoor study melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan tahap refleksi serta berpedoman pada tujuh komponen CTL, nilai rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 77,4, nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 80 dan presentase ketuntasan klasikal siswa yaitu sebesar 100%, aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan pada siklus I.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) BERBANTUAN MEDIA KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.2 PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMA NEGERI 1 TEGALLALANG, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ni Putu Sinta Arjani; Made Suryadi; I Nyoman Suditha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v3i1.20443

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Tegallalang pada mata pelajaran geografi. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Tegallalang yang berjumlah 38 orang. Dalam analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Data aktivitas belajar siswa menggunakan metode observasi dan data hasil belajar siswa menggunakan metode tes. Hasil dari penelitian adalah adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II. Aktivitas belajar siklus I adalah 73,15% dan siklus II adalah 81,57%. Dari data tersebut aktivitas siswa meningkat sebesar 8,42 %. Hasil belajar siswa siklus I sebesar 76,31 % dan siklus II 80,737 %. Dari data hasil belajar siswa meningkat sebesar 4,421 %. Jadi, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran geografi kelas X.2 SMA Negeri 1 Tegallalang dapat diterapkan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TIPE PROBLEM-BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X B SMA NEGERI 1 BEBANDEM, DI KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM Ni Nyoman Tuti Widari; sutarjo sutarjo; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v3i1.20458

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran Problem-Based Learning di kelas X B SMA Negeri 1 Bebandem (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran Problem-Based Learning di kelas X B SMA Negeri 1 Bebandem.. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X B SMA Negeri 1 Bebandem tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 36 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 1) respon siswa, 2) hasil belajar. Data respon siswa dikumpulkan dengan angket respon siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes dan penugasan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa. 1) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Problem-based Learning pada siklus 1 tergolong cukup positif. Pada siklus II respon siswa terhadap model pembelajaran Problem-Based Learning tergolong Positif. 2) Nilai hasil belajar siswa siklus I adalah 70,00 dengan ketuntasan klasikal 39%. Pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa adalah 84,00 dengan ketuntasan klasikal 91%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X B SMA Negeri 1 Bebandem tahun ajaran 2012/2013.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X A SMA NEGERI 1 BEBANDEM, KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ni Made Ayu Suryanita; Made Suryadi; I Nyoman Suditha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v3i1.20476

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) pada siswa kelas X A SMA Negeri 1 Bebandem. Subjek penelitian adalah siswa kelas X A SMA Negeri 1 Bebandem tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 36 orang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Analisis data menggunakan cara deskriptif kuantitatif. Data aktivitas siswa dikumpulkan melalui metode observasi, sedangkan data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X A SMA Negeri 1 Bebandem, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini dapat dilihat dari data berikut ini: 1) terjadi peningkatan aktivitas belajar pada siklus I dengan persentase rata-rata sebesar 67,5% dan persentase rata-rata pada siklus II sebesar 81,1%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 13,6%. 2) terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata sebesar 74,24, daya serap sebesar 74,24%, ketuntasan belajar klasikal sebesar 69,4% dan siklus II dengan rata-rata sebesar 81,28, daya serap sebesar 81,28%, dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 86,1%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRIPT PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DALAM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA JAGADHITA AMLAPURA KECAMATAN KARANGASEM KABUPATEN KARANGASEM I Nyoman Budiada; Made Suryadi; i ketut suratha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v3i2.20489

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Jagadhita Amlapura pada mata pelajaran geografi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan menggunakan dua siklus. Dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe script. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Jagadhita Amlapura yang berjumlah 29 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 2,31 yaitu dari aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 9,41 dengan kategori “aktif” menjadi 11,72 pada siklus II dengan kategori “aktif”. Berkaitan dengan hasil belajar siswa yaitu rata – rata pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan sebesar 11,04 yaitu dari siklus I adalah 70,34 yang berada pada kategori “cukup baik” menjadi 81,38 pada siklus II yang berada pada kategori “baik”. Daya serap pemahaman konsep siswa meningkat 11,04%, dari 70,34% pada siklus I yang berada pada kategori “cukup baik” menjadi 81,38% pada siklus II yang berada pada kategori ”baik”. Ketuntasan pemahaman konsep siswa meningkat 27,6%, dari 72,4% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Jadi, dapat dikatakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Jagadhita Amlapura pada mata pelajaran geografi.
INDUSTRI BATU BATA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TULIKUP KECAMATAN GIANYAR KABUPATEN GIANYAR (TINJAUAN GEOGRAFI EKONOMI) Ni Ketut Trisnawati; ketut suratha; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v3i2.20503

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Tulikup Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar. Daerah ini dikenal dengan daerah industri, salah satunya adalah industri Batu Bata, daerah industri batu bata meliputi banjar Kaja Kauh, Banjar Menak, Banjar Roban, Banjar Pande, dan Banjar Siyut. Tujuan penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui Desa Tulikup secara geografi ekonomi dapat dikembangkan sebagai industri batu bata , (2) untuk mengetahui produk industri batu bata, (3), untuk mengetahui pendistribusian produk industri batu bata dan (4) untuk mengetahui seberapa besar sumbangan industri batu bata terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga di Desa Tulikup. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan metode teknik sampling purposif. Objek penelitian adalah industri batu bata. Sedangkan subjeknya para pengerajin industri batu bata. Jumlah sampel adalah 50 orang pengerajin. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, kuesioner dan dokumentasi. Pengolahan data permasalahan pertama sampai ke empat menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) Berdasarkan aspek- aspek geografi ekonomi industri batu bata di Desa Tulikup dapat dikembangkan dengan baik (2) Produk yang dihasilkan sebagian batu bata super dan sebagian kecil batubata kasar, (3) Pola pemasaran dalam industri batu bata di Desa Tulikup langsung menjual ke pembeli (4) Sumbangan pendapatan industri batu bata terhadap pendapatan rumah tangga sebesar Rp.106.250.000 perbulan hal ini cnderung lebih besar daripada pendapatan diluar industri batu bata