Made Suryadi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG I MADE ARIP WIDMANTARA; i wayan treman; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i1.20531

Abstract

Penelitian ini dilaksanaklan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Mengetahui kondisi parameter penentu lahan kritis di Kecamatan Banjar. (2) Mengetahui persebaran dan luasan lahan kritis di Kecamatan Banjar. Adapun data yang dibutuhkan yakni data tentang kondisi dari parameter penentu lahan kritis di Kecamatan Banjar yang terdiri dari data kondisi kerapatan vegetasi, kemiringan lereng, erosi lahan, dan pengelolaan (menejemen) lahan, serta data fisografis dan demografis sebagai deskripsi dalam gambaran umum dan mendukung analisis hasil penelitian. Data diproleh dengan menggunakan metode dokumentasi dan observasi. Penelitian ini merupakan penelitian populasi wilayah, karena meliputi seluruh unit lahan yang terdapat di Kecamatn Banjar. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui kondisi dari masing-masing parameter penentu lahan kritis dan persebarannya di wilayah Kecamatan Banjar sesuai klasifikasi dan penskoran untuk masing-masing parameter. Kondisi parameter penentu lahan kritis dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan keruangan, guna dapat mentukan skor dari masing-masing unit lahan, yang kemudian dipersentasikan dalam bentuk peta. Peta kondisi parameter penentu lahan kritis di Kecamatan Banjar selanjutnya ditumpangsusunkan (overlay) untuk diproleh skor total dari masing-masing unit lahan dan hasil berupa peta lahan kritis Kecamatan Banjar. Peta lahan kritis Kecamatan Banjar telah mampu menunjukkan persebaran tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
DISTRIBUSI SIFAT FISIK DAN KIMIA AIR LAUT DILIHAT DARI TINGKAT PENCEMARAN DI PANTAI DESA KEDONGANAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Ida Ayu Yana Rasmita Dewi; Made Suryadi; I Nyoman Suditha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i1.20533

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui bagaimana sifat fisik dan kimia air laut Desa Kedonganan; (2) mengetahui apakah pengaruh dari limbah industri rumah tangga atau restoran terhadap pencemaran pantai Kedonganan; dan (3) mengetahui apakah pencemaran pantai berdampak terhadap kehidupan dan aktivitas nelayan di Kedonganan. Sampel dalam penelitian ini adalah nelayan yang melakukan pendistribusian ikan di Desa Kedonganan yang berjumlah 32 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, pencatatan dokumen, kuesioner dan uji laboratorium yang selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pencemaran oleh limbah yang mengalir ke pantai akibat adanya restoran di pesisir Desa Kedonganan, karena didukung oleh pembangunan infrastruktur dalam sektor pariwisata, sosial, ekonomi, serta aktivitas masyarakatnya juga berpengaruh terhadap lingkungan pantai Desa kedonganan. (2) dampak yang ditimbulkan dari pencemaran limbah restoran adalah ekosistem maupun biota yang terdapat di pantai Kedonganan akan mengalami kepunahan. Hal tersebut menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dalam bidang pariwisata berupa panorama pantai Kedonganan bagi wisatawan asing maupun lokal, dampak negatif bagi pantai, produksi ikan yang di hasilkan akan semakin berkurang akibat terjadinya pencemaran limbah restoran.
EKSISTENSI MIGRAN DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN (TINJAUAN GEOGRAFI PENDUDUK) Ni Luh Yunika Valina; Ida Bagus Made Astawa; Made Suryadi
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i2.20549

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Candikuning, dengan tujuan: (1) Mengetahui proporsi sebaran para migran di Desa Candikuning, (2) Mengetahui strategi adaptasi ekonomi migran di Desa Candikuning, (3) Mengetahui strategi adaptasi sosial migran dengan penduduk asli di Desa Candikuning, dan (4) Mengetahui sumber pengetahuan migran mengenai Desa Candikuning sebagai tujuan migrasi. Untuk itu dilakukan studi populasi pada 24 orang migran. Data dikumpulkan dengan metode wawancara yang hasilnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan keruangan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat variasi proporsi sebaran migran di Desa Candikuning, (2) migran mengalami perubahan pekerjaan yang sebelumnya menjadi petani beralih menjadi pedagang, untuk menjaga eksistensinya migran memberdayakan keluarganya sebagai pekerja, dan migrant mengalami peningkatan pendapatan setelah bermigrasi, (3) migran di Desa Candikuning kurang aktif dalam keikutsertaan organisasi sosial, namun untuk kegiatan gotong royong, “suka duka” dan “ngayah” migran cukup aktif walaupun tidak semua migran beragama Hindu. (4) Migran mengetahui potensi Desa Candikuning dari saudara-saudaranya yang telah terlebih dahulu bermigrasi.
PERANAN DESA PAKRAMAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM Ni Wayan Ratna Sriwijaya Ningsih; Made Suryadi; I Putu Ananda Citra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v4i2.20550

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Tenganan Pegringsingan Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Tujuan penelitian ini adalah, untuk: (1) mendeskripsikan potensi wisata di Desa Tenganan Pegringsingan, (2) mendeskripsikan peranan desa pakraman dalam pengembangan desa wisata di Desa Tenganan Pegringsingan dan (3) mendeskripsikan kontribusi pengembangan desa wisata terhadap masyarakat pelaku usaha wisata di Desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metode observasi, pencatatan dokumen dan kuesioner dengan pengambilan sampel secara “proporsional random sampling”, data yang didapat selanjutnya dianalisis menggunakan metode survey dengan rancangan penelitian deskriptif analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) di Desa Tenganan Pegringsingan memiliki potensi wisata yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana, diantaranya potensi wisata budaya dan alam serta terdapat fasilitas pendukung, (2) desa pakraman sangat berperan penting karena memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengembangkan desa wisata di Desa Tenganan Pegringsingan sehingga terus berkembang sampai sekarang ,dan (3) pengembangan desa wisata di Desa Tenganan Pegringsingan memberi kontribusi yang besar bagi masyarakat pelaku usaha wisata baik itu berupa peluang usaha maupun dapat menambah penghasilan masyarakat.
PERSEBARAN KEBUN SALAK GULA PASIR (Zalacca Var. Amboinensis) DI KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM (SUATU PENDEKATAN KERUANGAN) Ni Kade Wetri Cahyani; Made Suryadi; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i3.20693

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan dukungan lingkungan fisiografis terhadap syarat tumbuhnya salak gula pasir di Kecamatan Bebandem, (2) menganalisis persebaran kebun salak gula pasir di Kecamatan Bebandem dalam bentuk peta persebaran. Untuk itu dilakukan penelitian pada 5 Desa yang terdapat kebun salak gula pasir dengan teknik purposive area sampling. Data dikumpulkan dengan metode (1) observasi dan (2) wawancara. Data yang didapatkan dari metode observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif sedangkan persebaran kebun salak gula pasir dianalisis dengan pendekatan keruangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) lingkungan fisiografis yang mendukung tumbuhnya salak gula pasir di Kecamatan Bebandem adalah salak gula pasir terdapat pada ketinggian 350-900 meter diatas permukaan laut, tektur tanah yang berlempung, keasaman tanah asam-netral dan kelembaban tanah tinggi, curah hujan lebih dari 100 mm perbulan, dan suhu udara 25,60C, (2) salak gula pasir tersebar pada perbikitan denudasional dan lereng vulkan gunung agung dengan pola persebaran yang tidak merata karena dipengaruhi oleh struktur keruangan masing-masing wilayah penelitian.