Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Hubungan antara Status Gizi dengan Gingivitis pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi Hanifah, Fenti; Kawengian, Shirley E.S.; Tambunan, Elita
e-GiGi Vol 6, No 1 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.1.2018.19652

Abstract

Abstract: Gingivitis is an inflammation process of gingiva caused by accumulation of biofilm on plaques around the margin of gingiva as well as an inflammation response against bacteria. Nutritional status is affected by macro and micronutrient intake. Poor nutritional status can cause abnormality of function and structure of oral soft tissue resulting in increased plaque forming which leads to the occurence of gingivitis. This study was aimed to obtain the relationship between nutritional status and the occurence of gingivitis. This was an analytical study using a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. There were 77 students as samples. The nutritional status was measured by using body mass index (BMI), and examination of oral cavity was performed to check the occurence of gingivitis. The result showed that 46.8% of students had gingivitis. The nutritional status of the students based on IMT were as follows: 19.5% were categorized as underweight, 65% as normal weight, 9% as overweight, and 6.5% as obese. The bivariate analysis using the Chi-square test showed a P value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There was a significant relationship between the nutritional status and gingivitis in students of Dentistry Program, Sam Ratulangi University.Keywords: nutritional status, gingivitis Abstrak: Gingivitis merupakan reaksi inflamasi dari gingiva yang disebabkan oleh akumulasi biofilm pada plak di sekitar margin gingiva dan respon peradangan terhadap bakteri. Status gizi dipengaruhi oleh asupan gizi makronutrien dan mikronutrien yang seimbang. Gizi kurang dapat menyebabkan gangguan fungsi dan struktur jaringan lunak mulut sehingga pembentukan plak meningkat yang menjadi penyebab awal gingivitis. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gingivitis. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan total populasi sebanyak 77 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi. Status gizi diukur menggunakan rumus perhitungan IMT dan pemeriksaan rongga mulut dilakukan untuk melihat ada tidaknya gingivitis. Hasil penelitian menunjukkan 46,8% mahasiswa mengalami gingivitis. Penentuan status gizi berdasarkan IMT mendapatkan sampel kategori kurus (19,5%), normal (65%), berat badan lebih (9%), dan obesitas (6,5%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan nilai P = 0,000 (0,000 <0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan gingivitis pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi.Kata kunci: status gizi, gingivitis
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM MILL.) TERHADAP PEMBERSIHAN STAIN EKSTRINSIK PADA RESIN KOMPOSIT Ibrahim, Kartika; Kawengian, Shirley E. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10160

Abstract

Abstract: Discoloration of the composite resin is an aesthetic problem that often occurs primarily in anterior teeth caused by extrinsic and intrinsic factors. Bleaching is a kind of treatment that can improve the problem of composite discoloration. One of the bleaching materials oftenly used in dentistry is H2O2. H2O2 compound contained in tomatoes can be used as an alternative treatment to cope with the composite discoloration. This study aimed to determine the effect of tomato juice as extrinsic stain cleaner of the composite resin. This was a laboratory experimental study with a pre and post control group design. Samples were 20 resin composites molded in 5mm diameter and 2mm thickness. Samples were soaked in coffee solution for 10 days to get the extrinsic stain and then discoloration was measured with a spectrophotometer discoloration Libra S12 UV / Visible Biochrom. After that, samples were divided into 2 groups: the control group, immersed in mineral water; and the treatment group, immersed in tomato juice for 3 days. After immersion, measurements were done again with a spectrophotometer. The results were tested statistically using the Wilcoxon test with a P value < 0.05. Conclusion: Tomato juice was a significant extrinsic stain cleaner of the composite resin.Keywords: tomato juice, extrinsic stain, resin compositesAbstrak: Perubahan warna tumpatan komposit merupakan masalah estetik yang sering terjadi terutama pada gigi anterior yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik. Salah satu perawatan untuk menangani masalah ini ialah bleaching dengan H2O2. Senyawa H2O2 terkandung dalam buah tomat yang dapat digunakan sebagai perawatan alternatif untuk mengatasi perubahan warna komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah tomat terhadap pembersihan stain ekstrinsik pada resin komposit. Jenis penelitian ini ialah eksperimental laboratorium dengan desain pre and post control group. Jumlah sampel penelitian 20 resin komposit yang dibentuk dengan diameter 5mm dan tebal 2mm. Sampel direndam dalam larutan kopi selama 10 hari untuk melihat adanya stain ekstrinsik kemudian dilakukan pengukuran perubahan warna dengan spektrofotometer Libra S12 UV/Visible BIOCHROM. Setelah itu sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol direndam dalam air mineral dan kelompok perlakuan di dalam jus buah tomat selama 3 hari. Setelah perendaman dilakukan pengukuran kembali dengan spektrofotometer. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Wilcoxon mendapatkan nilai P < 0,05. Simpulan: Jus buah tomat berpengaruh secara bermakna terhadap pembersihan stain ekstrinsik pada resin komposit.Kata kunci: jus buah tomat, stain ekstrinsik, resin komposit
EFEKTIVITAS BERKUMUR DENGAN AIR SEDUHAN TEH HIJAU DALAM MENURUNKAN AKUMULASI PLAK L., Shinta Sartika; Kawengian, Shirley E. S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9834

Abstract

Abstract: Tea is a kind of beverage which is consumed by many people. Tea has a wide range of beneficial properties to our health. Green tea catechins has an active component that can reduce the formation of Streptococcus mutans as a component of the formation of dental plaque. This study aimed to determine the effectiveness of rinsing with water steeping green tea in reducing plaque accumulation. This was an experimental study using pretest and posttest design. This study was conducted in Dental Study Program Sam Ratulangi University. There were a total of 50 samples. The results showed that the average value of the initial index plaque of the samples was 4.829; of day 1 was 4.140; of day 2 was 3.674; of day 3 was 3.200; of day 4 was 2.524; of day 5 was 1.895; of day 6 was 1.477; and of day 7 was 1.078. The Wilcoxon test showed a p value <0.05, which meant that there was a significant difference between plaque index before rinsing water steeping with green tea and plaque index after the rinse water steeping green tea. Conclusion: Rinsing with green tea was effective in decreasing dental plaque index.Keywords: green tea, dental plaque indexAbstrak: Teh merupakan minuman yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat. Teh memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan. Teh hijau memiliki komponen aktif yaitu katekin yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans sebagai salah satu komponen pembentukan plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berkumur dengan air seduhan teh hijau dalam menurunkan akumulasi plak. Metode penelitian yang digunakan ialah rancangan eksperimental dengan pretest dan posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks awal plak pada sampel mempunyai nilai rerata 4,829; hari 1 sebesar 4,140; hari 2 sebesar 3,674; hari 3 sebesar 3,200; hari 4 sebesar 2,524; hari 5 sebesar 1,895; hari 6 sebesar 1,477; dan hari 7 sebesar 1,078. Hasil uji analisis statistik Wilcoxon menunjukkan p<0,05, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara indeks plak sebelum dan setelah berkumur air seduhan teh hijau. Simpulan: Berkumur air seduhan teh hijau efektif terhadap penurunan indeks plak gigi.Kata kunci: teh hijau, indeks plak gigi
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN ERUPSI GIGI PERMANEN SISWA SD NEGERI 70 MANADO Lantu, Virginia A. R.; Kawengian, Shirley E. S.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6849

Abstract

Abstract: Tooth eruption is defined as movements of the teeth to oral cavity or as a process appearance of the teeth which begins during teeth inside the jaws. It was a different variation to each childre’s. Nutritional status is one of important that play role during tooth eruption process. Related to another research that has found children with normal category of nutritional status have a normal process of tooth eruption. Instead, there was interference to children’s with a malnutrition status. This study aimed to analyze the relation between nutritional status and tooth eruption of children in SDN 70 Manado. Total population of this study was taken from 1st up to 6th grades within the age group 6-12 years old. Samples were 83 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Anthropomentric and visual checking was used for measurement of nutritional status and permanent tooth eruption status. The results showed that most respondents had normal height and weight as well as normal process of permanent tooth eruption. Children who had malnutrition status were also had failure in permanent tooth eruption. The chi-square test showed a significant relation between nutritional status and permanent tooth eruption in SDN 70 Manado.Keywords: nutritional status, permanent tooth eruptionAbstrak: Erupsi gigi didefinisikan sebagai pergerakan atau proses munculnya gigi ke arah rongga mulut yang dimulai sejak gigi berada di dalam tulang alveolar dan merupakan proses yang bervariasi pada setiap anak. Status gizi merupakan salah satu faktor yang berperan penting pada pertumbuhan dan perkembangan gigi termasuk tahapan erupsi gigi. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu ditemukan bahwa anak-anak dengan status gizi baik, proses erupsi gigi permanen umumnya berjalan normal sedangkan anak-anak dengan status gizi kurang baik beresiko mengalami gangguan pada proses erupsi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan erupsi gigi permanen siswa SD Negeri 70 Manado. Populasi pada penelitian ini yakni siswa kelas I hingga kelas VI yang berusia 6 – 12 tahun, Sampel penelitian ialah seluruh anggota populasi dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah 83 sampel dengan menggunakan metode total sampling. Data diambil melalui pengukuran antropometri dan pemeriksaan visual pada rongga mulut. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan sebagian besar responden memiliki tinggi dan berat badan normal sesuai usianya, diikuti oleh yang berstatus gizi kurus, obesitas dan gemuk. Status erupsi gigi permanen sebagian besar menunjukkan telah erupsi. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan erupsi gigi permanen siswa SD Negeri 70 Manado.Kata kunci: status gizi, erupsi gigi permanen
Hubungan Status Gizi dengan Karies pada Gigi Molar Pertama Bawah Permanen pada Anak Usia 6-8 Tahun di SDN 36 Manado Aulia, Avita; Gunawan, Paulina N.; Kawengian, Shirley E. S.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.23307

Abstract

Abstract: Caries is the presence of a cavity on the tooth caused by the activity of microorganism on fermented carbohydrate. Nutritional status is resulting from food consumption, which is one of the factors that influence the occurence of dental caries. This study was aimed to obtain the relationship between nutritional status and caries in permanent lower first molar among students of SDN 36 (elementary school) Manado. This was an analytical study using a cross sectional design. There were 48 students at SDN 36 Manado aged 6-8 years in this study obtained by using total sampling technique. We used the nutritional status based on length-for-age and BMI-for-age using the z-scores WHO anthropometrical standards for children aged 5-18 years and examined the oral cavity whether there was caries in permanent lower first molars. The results showed that caries in permanent lower first molars was found in 77.1% of subjects. Nutritional status based on length-for-age showed normal category (83.3%) and short stature/stunted (16.7%). The nutritional status based on BMI-for-age showed obese category (22.9%), overweight (8.3%), normal (60.5%), wasted (8.3%), and severely wasted (0.0%). The Fisher’s Exact test and the Chi-Square test showed that the relationship between length-for-age and the occurence of caries had a p-value of 1,000 meanwhile the relationship between nutritional status based on BMI-for-age and the occurence of caries had a p-value of 0.024. Conclusion: There was a significant relationship between nutritional status based on BMI-for-age and caries in the permanent lower first molars in children aged 6-8 years at SDN 36 Manado.Keywords: dental caries, permanent lower first molar, nutritional status Abstrak: Karies adalah adanya rongga pada yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik terhadap karbohidrat yang dapat diragikan. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan, yang menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi proses terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan karies gigi molar pertama bawah permanen pada anak usia 6-8 tahun di SDN 36 Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling terhadap seluruh siswa di SDN 36 Manado berusia 6-8 tahun pada tahun 2019 yang berjumlah 48 orang. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran status gizi TB/U dan IMT/U berdasarkan SD dengan standar baku antropometri WHO untuk anak usia 5-18 tahun serta pemeriksaan rongga mulut untuk melihat ada tidaknya karies pada gigi molar pertama bawah permanen. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapatnya karies pada gigi molar pertama bawah permanen sebesar 77,1% subyek. Status gizi berdasarkan TB/U didapatkan subyek kategori normal (83,3%) dan pendek/stunted (16,7%). Status gizi berdasarkan IMT/U didapatkan kategori obesitas (22,9%), gemuk (8,3%), normal (60,5%), kurus (8,3%), serta sangat kurus (0,0%). Hasil uji Fisher’s Exact dan uji Chi-Square menunjukkan untuk TB/U nilai p=1,000 sedangkan untuk IMT/U nilai p=0,024. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan karies gigi molar pertama bawah permanen pada anak usia 6-8 tahun di SDN 36 Manado.Kata kunci: karies gigi, molar pertama bawah permanen, status gizi
GAMBARAN KARIES GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN DAN STATUS GIZI DI SD KATOLIK 06 MANADO Manoy, Nadhira Thereza; Kawengian, Shirley E. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8825

Abstract

Abstract: Caries in permanent first molars become the main cause of the high prevalence of revocation due to the first molars are the first tooth eruption so that the child's behavior in maintaining dental health is still lacking, as well as the anatomical shape of the first molar tooth that has a pit and fissure which became a haven leftovers. Nutritional status is one of the factors that influence the occurrence of dental caries. The aim of this study was to determine the status of permanent first molar dental caries and nutritional status of children aged 9-12 years in Manado 6th Catholic elementary school Manado. The method used in this study is an observational descriptive. The study population was all students aged 9-12 years who sit in class IV-VI in Manado 6th Catholic elementary school with the total population 46 students. Sample taken by total population method.The results showed the largest percentage of children with caries of permanent first molars are in children aged 9, 10, and 11 with the percentage of fat nutritional status categories respectively 100%, 83.3%, and 75%. While there is the smallest percentage of children ages 9,10, and 11 normal nutritional status category with a percentage of 33.3% respectively.Keywords: Caries on first permanent molar, nutritional statusAbstrak: Karies pada gigi molar pertama permanen menjadi penyebab utama tingginya prevalensi pencabutan disebabkan karena gigi molar pertama adalah gigi yang pertama erupsi sehingga perilaku anak dalam memelihara kesehatan gigi masih kurang, serta bentuk anatomis dari gigi molar pertama yang memiliki pit dan fissure yang menjadi tempat singgah sisa makanan. Status gizi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi proses terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status karies gigi molar pertama permanen dan status gizi anak usia 9-12 tahun di SD Katolik 06 Manado. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi usia 9-12 tahun yang duduk di kelas IV-VI di SD Katolik 06 Manado dengan jumlah 46 siswa. Besar sampel penelitian diambil berdasarkan dengan metode total populasi. Hasil penelitian menunjukkan presentase terbesar anak dengan karies molar pertama permanen terdapat pada anak usia 9, 10, dan 11 dengan kategori status gizi gemuk presentase masing-masing 100%, 83,3%, dan 75%. Sedangkan presentase terkecil ada pada anak usia 9,10, dan 11 kategori status gizi normal dengan presentase masing-masing 33,3%.Kata kunci: Karies gigi molar pertama permanen, status gizi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Gingivitis di Puskesmas Kakaskasen Tomohon Kasiha, Heldin E.; Kawengian, Shirley E.S.; Juliatri, .
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17363

Abstract

Abstract: Pregnant woman are vulnerable to oral diseases. Several studies have claimed that level of knowledge can affect dental oral health. Several dental oral problems can occur in pregnant woman inter alia pregnancy gingivitis. Gingivitis during pregnancy is due to increased concentrations of estrogen and progesterone. This condition is characterized by changes in the interdental papillae which become reddish, swollen, easily bleed accompanied by pain. Additionally, the gingiva becomes particularly sensitive to toxins and irritants such as plaque and calculus resulted in inflammation of the gingiva. This study was aimed to obtain the level of knowledge about gingivitis among pregnant women. This was a descriptive study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnairres. There were 60 respondents in this study obtained by using total sampling technique. Data were presented in frequency distribution tables. The results showed that there where 28 pregnant women (46.7%) with good level of knowledge and 32 woman pregnant (53,3%) with poor knowledge. Conclusion: Pregnant women in Puskesmas Kakaskasen had poor level of knowledge about gingivitis.Keywords: pregnant woman, knowledge, gingivitis Abstrak: Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan akan penyakit gigi dan mulut. Beberapa penelitian menyatakan bahwa tingkat pengetahuan dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Efek kehamilan pada kesehatan gigi dan mulut antara lain gingivitis kehamilan yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron. Keadaan ini ditandai dengan papila interdental yang memerah, bengkak, mudah berdarah, disertai rasa nyeri dengan gingiva yang sensitif khususnya terhadap toksin maupun iritan seperti plak dan kalkulus yang berakibat lanjut terjadinya inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan ibu hamil tentang gingivitis. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Terdapat 60 responden yang diperoleh menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 28 ibu hamil (46,7%) berpengetahuan baik dan 32 ibu hamil (53,3%) berpengetahuan kurang. Simpulan: Tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap gingivitis di Puskesmas Kakaskasen masih kurang.Kata kunci: ibu hamil. pengetahuan, gingivitis
Hubungan antara Status Gizi dengan Gigi Berjejal pada Anak Usia 11 sampai 12 Tahun di SD Negeri 45 Manado Richter, Ciwinan H.; Anindita, Pritartha S.; Kawengian, Shirley E. S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33705

Abstract

Abstract: Nutrition has a very important role during growth and development. It is a collection of biochemical substances that generally come from food used for the process of producing energy, growth, development, and maintenance of the body function. Poor nutrition will have an impact on the growth and development of teeth and mouth such as the occurrence of dental malformations, easily injury of soft tissues, and obstructed development of facial bones and jaws. This study was aimed to determine the relationship between nutritional status and crowded teeth in children aged 11 to 12 years. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Elementary School 45 in Manado using a total sampling method. There were 39 subjects that were analyzed by using BMI/A anthropometry. The chi-square obtained a p-value of 0.376 for the relationship between nutritional status based on BMI/A and crowded teeth. In conclusion, there was no relationship between nutritional status based on BMI/A and crowded teeth in students of Elementary School 45 aged 11-12 years in Manado.Keywords: nutritional status; crowded teeth; children  Abstrak: Gizi memiliki peran yang sangat penting selama masa tumbuh kembang karena gizi merupakan kumpulan zat biokimia yang umumnya berasal dari makanan yang digunakan untuk proses menghasilkan energi, pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan tubuh. Gizi yang kurang baik akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan gigi dan mulut seperti terjadi malformasi gigi, mudah terjadi cedera pada jaringan lunak, serta terhambatnya perkembangan tulang wajah dan rahang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gigi berjejal pada anak usia 11 sampai 12 tahun. Jenis penelitian ialah analitik deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 45 Manado menggunakan total sampling dengan subjek penelitian berjumlah 39 orang, dianalisis menggunakan antropometriIMT/U. Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p=0,376 terhadap hubungan antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan gigi berjejal. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan gigi berjejal pada anak usia 11 sampai 12 tahun di SD Negeri 45 Manado.Kata kunci: status gizi; gigi berjejal; anak