Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Jurnal e-Biomedik

Perubahan kadar LDL dan HDL pada kelinci New Zealand White yang diberi ekstrak beras hitam (Oryza sativa L.) Runtu, Jessica G.; Kawengian, Shirley E.S.; Mayulu, Nelly; Bolang, Alexander S.L.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14444

Abstract

Abstract: Cardiovascular disease, especially coronary heart disease (CHD), is the leading cause of death annually. Low HDL and high LDL levels are related to the increased risk of CHD. Polyphenol such as anthocyanin in black rice could reduce the cardiovascular risks due to its antioxidant that has anti-platelet and anti-inflammatory activities. This study was aimed to determine the changes in LDL and HDL levels in rabbits fed with black rice extract (Oryza sativa L.). This was a true experimental study with a pretest posttest control group design. Samples were male New Zealand White rabbits, weighing 0.8-2.5 kg divided into four groups. Group A was fed with standard diet; group B was fed with high-fat diet; group C was fed with high-fat diet and black rice extract; and group D was fed with high-fat diet and atorvastatin. Data were presented descriptively. The results showed that the mean LDL level of group C increased by 6.5 mg/dl but one sample showed a decrease of 2 mg/dl. The mean level of HDL of group C decreased 0.50 mg/dl. This reduction was not as many as the other groups but one sample showed an increase of 5 mg/dl. Conclusion: Not all rabbits fed with black rice extract showed decreased LDL level and increased HDL level.Keywords: LDL, HDL, black rice extract Abstrak: Penyakit kardiovaskuler terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tertinggi pertahunnya. Kadar HDL rendah serta kadar LDL tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko PJK. Polifenol seperti antosianin yang terdapat dalam beras hitam dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular karena antioksidannya dengan aktivitas anti-platelet dan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar LDL dan HDL pada kelinci yang diberi ekstrak beras hitam (Oryza sativa L.). Jenis penelitian ialah true experimental dengan desain pre test post test control grup. Sampel ialah kelinci New Zealand White jantan, berat badan 0,8- 2,5 kg. Kelompok A diberi pakan standar; kelompok B diberi diet tinggi lemak; kelompok C diberi diet tinggi lemak dan ekstrak beras hitam; dan kelompok D diberi diet tinggi lemak dan atorvastatin. Data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan pada kelompok C, rerata kadar LDL meningkat 6,5 mg/dl tetapi satu sampel mengalami penurunan sebesar 2 mg/dl. Rerata kadar HDL pada kelompok C menurun 0,50 mg/dl; penurunan ini tidak sebesar pada kelompok lainnya tetapi satu sampel mengalami peningkatan sebesar 5 mg/dl. Simpulan: Kelinci yang diberi ekstrak beras hitam tidak semua mengalami penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL. Kata kunci: LDL, HDL, Ekstrak beras hitam
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DAN ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Matayane, Shanon G.; Bolang, Alexander S. L.; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i3.5742

Abstract

Abstract: Hemoglobin is the oxygen-carrying compound in red blood cells. Someone hemoglobin level scan be affected by several other factors: age, gender, systemic disease and diet. Nutrient intake plays a role in the formation of redblood cells. Disruption of the formation of redblood cells could be due to lack of food consumed contains essential nutrients such as iron, folic acid, vitamin B12, protein, vitamin C and other important nutrients. This study aims to determine the relation ship between the intake of protein and iron in hemoglobin level student of medical education force in 2013 Sam Ratulangi University School of Medicine. The design is an analytical study using cross-sectional approach. The study sample is determined and carried out systematic random sampling proportional to the gender of men and women and who met the inclusion criteria sample amounted to75 people. Data were collected through questionnaires and food recall by measuring hemoglobin levels, then the data were analyzed using the Spearman rank test. Protein intake is less 52.0%, 16.0% protein and enough protein intake over 32.0%. Iron intake less than 98.7% and 1.3% more protein intake. Normal hemoglobin levels of 93.3% and 6.7% is not normal. Conclusion: The results of the study with Spearman rank test for protein and hemoglobin levels obtained p-value is 0.138 (p>α=0.05) which means that there is no significant relationship between iron intake with hemoglobin levels. For intake of iron and hemoglobin levels obtained p value is 0.198 (p>α=0.05), which means there is nosignificant relationship between iron intake with hemoglobin levels. Keywords: Proteinintake, intake ofIron, Hemoglobin.   Abstrak: Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Kadar hemoglobin seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain: usia, jenis kelamin, penyakit sistemik dan pola makan. Asupan zat gizi berperan dalam pembentukan sel darah merah. Terganggunya pembentukan sel darah merah bisa disebabkan makanan yang dikonsumsi kurang mengandung zat gizi penting seperti besi, asam folat, vitamin B12, protein, vitamin C dan zat gizi penting lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dan zat besi dengan kadar hemoglobin mahasiswa program studi pendidikan dokter angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini ditentukan secara systematic random sampling dan dilakukan proposional untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan dan sampel yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 75 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner food recall dan melalui pengukuran kadar hemoglobin, kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Asupan protein yang kurang 52,0%, asupan protein cukup 16,0% dan asupan protein lebih 32,0%. Asupan zat besi kurang 98,7% dan asupan protein lebih 1,3%. Kadar hemoglobin normal 93,3% dan 6,7% tidak normal. Simpulan: hasil penelitian dengan uji spearman rank untuk asupan protein dan kadar hemoglobin diperoleh nilai p yaitu 0,138 (p>α=0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin. Untuk asupan zat besi dan kadar hemoglobin diperoleh nilai p yaitu 0,198 (p>α=0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin. Kata kunci: Asupan Protein, Asupan Zat Besi, Hemoglobin.
Hubungan pengetahuan gizi ibu dengan kecukupan asupan energi anak usia 1-3 tahun di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Watania, Tasya; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E.S.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14036

Abstract

Abstract: Nutritional adequacy or sufficiency of energy in infants is still a public health problem, especially in developing countries and poor countries. As a developing country, Indonesia still has macronutrient deficiencies such as stunting, wasting, and underweight. Maternal level of knowledge about nutrition influences the attitude and behavior in chosing the appropriate and qualified food. This study was aimed to determine the relationship between maternal knowledge and the adequacy of energy intake of toddlers at Mopusi village. This was a correlation study with a cross sectional design. Respondents of this study were mothers who had toddlers aged 1-3 years and lived at Mopusi vollage in September 2014 - December 2014. Data were analyzed by using SPSS. The results showed that there were 90 mothers as respondents. Based on maternal knowledge about nutrition, there were 41 respondents (45.6%) with poor knowledge. Based on adequate intake of energy toddlers, there were 75 toddlers (83%) with less energy intake. The relationship between maternal knowledge about nutrition and the adequacy of energy intake among toddlers showed the correlation coefficient r = 0.06 and p = 0.97. Conclusion: There was no significant correlation between maternal knowledge about nutrition and the adequacy of energy intake among toddlers at Mopusi village. Keywords: mother’s knowledge about nutritions, energy intake, toddlers Abstrak: Kecukupan gizi atau kecukupan energi pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama dinegara-negara berkembang dan negara miskin. Sebagai negara berkembang, Indonesia mempunyai masalah defisiensi makronutrien antara lain stunting, wasting dan underweight. Tingkat pengetahuan gizi seseorang ibu berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kecukupan asupan energi batita di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk. Jenis penelitian ialah korelasi dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah ibu yang memiliki batita usia 1-3 tahun dan berdomisili di Desa Mopusi pada bulan September 2014 – Desember 2014. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 41 responden (45,6%) berpengetahuan gizi kurang. Mengenai kecukupan asupan energi dari 90 sampel penelitian terdapat 75 batita (83%) dengan asupan energi kurang. Hubungan pengetahuan gizi ibu dengan kecukupan asupan energi batita mendapatkan koefisien korelasi r= 0,06 dan p= 0,97. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan kecukupan asupan energi batita di Desa Mopusi.Kata kunci: pengetahuan gizi ibu, asupan energi, batita.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN SERUM PADA MAHASISWA OBES DAN TIDAK OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Rattu, Christy; Bolang, Alexander S. L.; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1610

Abstract

Abstract: The increasing of Metabolic syndrome become a problem nowadays. The prevalence of metabolic symbol can be confirmed tend to increase with the increasing of obesity prevalence. The indicator to measure body’s fat is Body Mass Index (BMI). For obesity patient, their adiposity system produce duce protein messenger that cause inflamation. The level of High Sensitivity C-Reactive Protein (hsCRP) is one of the parameter that used to detect inflamation process. This research is conducted with the purpose to know the difference of hsCRP level between Obese students and Non-Obese students in Medical Faculty, to know the relation between BMI and hsCRP level between Obese and Non-Obese students in Medical Faculty. This is an analitic research with cross sectional approach that used 59 sample that consists of 30 Man and 29 woman, with the age range between 18-22 years old. The result of this research shown that there is a big difference of hsCRP level between obese and non-obese students. Cobclusion: There is a meaningful positif relationship between BMI with hsCRP level for obese students, and there is no meaningful relationship between BMI with hsCRP level for the non-obese students in Medical Faculty. Keywords: BMI, hsCRP, obesity     Abstrak: Meningkatnya sindroma metabolik menjadi masalah sekarang ini. Prevalensi sindroma metabolik dapat dipastikan cenderung meningkat dengan meningkatnya prevalensi obesitas. Indikator untuk mengukur lemak tubuh adalah indeks massa tubuh (IMT). Pada penderita obesitas, jaringan adiposity menghasilkan protein-protein duta yang menyebabkan adanya inflamasi. Kadar High Sensitivity C-Reactive Protein (hsCRP) merupakan salah satu parameter uji yang dipakai untuk mendeteksi proses inflamasi. Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hsCRP pada mahasiswa obes dan non-obes di Fakultas Kedokteran, untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar hsCRP pada mahasiswa obes dan non-obes di Fakultas Kedokteran. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan 59 sampel yang terdiri 30 laki-laki dan 29 wanita, berusia 18-22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna kadar hsCRP pada mahasiswa obes dan non-obes. Simpulan: Ada hubungan positif yang bermakna antara IMT dengan kadar hsCRP pada mahasiswa obes, dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kadar hsCRP pada mahasiswa non-obes di Fakultas Kedokteran. Kata kunci: IMT, hsCRP, obesitas.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN OBESITAS PADA WANITA USIA SUBUR PESERTA JAMKESMAS DI PUSKESMAS WAWONASA KECAMATAN SINGKIL MANADO Loong, Stephanie Ch. P.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4607

Abstract

Abstract: Nowadays, incident of obesity also can be found in poverty population with low educational level. This condition affect on the rising consumption of high-fat food and energy-dense sugar in this population. The purpose of this research is to know the correlation of macro nutrients intake and obesity at the women of childbearing age as Jamkesmas member in Wawonasa, Singkil, Manado. This research is using cross–sectional design and has taking sample in Wawonasa clinic, Singkil, Manado for a month, that is from November till December 2012. Sampling method is purposive sampling with 77 subject who had been measured for body height and body weight and also had been interviewed using recall method 24th hours to take the data for macro nutrients intake those are carbohydrate, protein, and fat that had been consumed one day before. The data from the research was being analyzed with chi–square analysis test with α = 0,05. The result of analysis show there is no relation of carbohydrate intake and obesity (p=0,980), no  relation of protein intake and obesity (p=0,602), and there is no-significant relation of fat intake and obesity (p=0,265). The conclusion from this research is no relation of macro nutrients intake  and obesity at women of childbearing age as Jamkesmas member in Wawonasa clinic, Singkil, Manado. Keyword: jamkesmas, macro nutrient, obesity, women of childbearing age.   Abstrak: Tingkat kejadian obesitas yang tinggi juga terjadi pada kelompok populasi yang miskin dan berpendidikan rendah,, serta pada kelompok wanita dewasa. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang padat energi pada kelompok populasi ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro dengan obesitas pada Wanita Usia Subur (WUS) peserta Jamkesmas di puskesmas Wawonasa, Singkil, Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilaksanakan di puskesmas Wawonasa,Singkil, Manado pada bulan November–Desember  2012. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan diperoleh 77 subjek penelitian yang diukur tinggi badan dan berat badannya serta dilakukan pendataan dengan metode recall 24 jam untuk mengetahui asupan zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein dan lemak yang dikonsumsi subjek penelitian selama 1 hari sebelum penelitian. Data ini kemudian dianalisis menggunakan uji analisis chi-square dengan nilai α = 0,05. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dengan obesitas (p = 0,980), antara asupan protein dengan obesitas (p = 0,602), dan antara asupan zat lemak dengan obesitas (p = 0,265). Berdasarkan hasil analisis maka disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan obesitas pada WUS peserta Jamkesmas di puskesmas Wawonasa, Singkil, Manado. Kata Kunci: jamkesmas, obesitas, wanita usia subur, zat gizi makro.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah sewaktu pada ibu hamil di kota Manado Kosanto, Vincent H.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E.S.
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14623

Abstract

Abstract: Random blood sugar levels (GDS) on pregnant women is the result of blood tests of pregnant women in circumstances immediately taken from the blood capillaries and measured with a digital measuring tools. GDS category based on consensus of Perkeni 2011: not DM: (<90 mg / dL); Not Sure DM: (90-199 mg / dL); DM: (≥200 mg / dL). GDS levels are influenced by several factors which is a history of diabetes in the family. Family history of diabetes may come from parents or grandparents. This research is an analytic cross sectional (cross-sectional). Which is implemented in September to November 2016 in Bahu, Paniki bawah, Ranotana- Weru, Kombos and Tuminting Public Health Centre. The Data were collected through questionnaires and examinations for GDS levels, then the data is processed with SPSS applications. Respondents who had a history of diabetes in the family at 13.5% and who had no history of diabetes in the family is 86.5%. Respondents were not DM is 51.9%, which is uncertain DM is 48.0% and there were no DM. Conclusion: The results of this study concluded that there was significant relationship between family history of diabetes with DM status on pregnant women in Manado with p = 0.046 (p <α = 0.05).Keywords: random blood sugar levels, history of diabetes, pregnant women. Abstrak: Kadar gula darah sewaktu (GDS) ibu hamil adalah hasil pemeriksaan darah ibu hamil dalam keadaan sesaat yang diambil dari darah kapiler dan diukur dengan alat ukur digital. Kategori GDS berdasarkan Konsensus Perkeni 2011 adalah: bukan DM : (<90 mg/dL); Belum pasti DM : (90-199 mg/dL); DM : ( . Kadar GDS dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah riwayat DM dalam keluarga. Riwayat DM keluarga ini dapat berasal dari orang tua maupun kakek atau nenek. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Yang dilaksanakan pada periode September sampai November 2016 di Puskesmas Bahu, Paniki bawah, Ranotana- Weru, Kombos dan Tuminting. Data yang dikumpulkan melalui kuisioner dan pemeriksaan kadar GDS, kemudian data diolah dengan aplikasi SPSS. Responden yang memiliki riwayat DM dalam keluarga 13,5% dan yang tidak memiliki riwayat DM dalam keluarga 86,5%. Responden yang bukan DM 51,9%, yang belum pasti DM 48,0% dan tidak terdapat yang DM. Simpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat DM keluarga dengan status DM pada ibu hamil di Kota Manado dengan p=0,046(p<α=0,05). Kata kunci: kadar gula darah sewaktu, riwayat DM, ibu hamil
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 1- 3 TAHUN DI DESA MOPUSI KECAMATAN LOLAYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW INDUK SULAWESI UTARA M, Murty Ekawaty; Kawengian, Shirley E. S.; Kapantow, Nova H.
e-Biomedik Vol 3, No 2 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i2.8548

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the relationship between mothers' knowledge about nutrition and nutritional status of children aged 1-3 years in the Mopusi village, Lolayan Bolang Mongondow Induk. This was an analytical study with a cross sectional design. There were 90 samples that met the inclusion and exclusion criteria. Data were collected by using anthropometric measurements and questionnaires and then were analyzed by using Spearman's rho test. The results showed that there was 5.6% samples with nutritional status (BMI/A) very thin, 6.7% underweight, normal 68.9%, obese 18.9%. The nutritional status (H/A) of the samples was 38.9% very short, short 12.2 %, 45.6% normal, and tall 3.3%. There was no relationship of nutritional status of children (BMI/A) with mothers’ knowledge about nutrition with ƿ = 0.480 (p <α = 0.05) as well as there was no relationship of nutritional status of children (H/A) with knowledge of maternal nutrition in children aged 1-3 years with ƿ = 0.113 (p <α = 0.05). Conclusion: There was no relationship between nutritional status (BMI/A) as well as (H/A) of children aged 1-3 years with mothers’ knowledge about nutrition in Mopusi village, Lolayan Bolaang Mongondow Induk. Keywords: Nutritional Status, Mother’s Nutritional KnowledgeAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak umur 1-3 tahun di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk. Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Sampel merupakan bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 90 orang. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan kuesiener pengetahuan dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian memperlihatkan status gizi (IMT/U) yang sangat kurus 5,6%, kurus 6,7%, normal 68,9%, dan obes 18,9%. Status gizi (TB/U) yang sangat pendek 38,9%, pendek 12,2%, normal 45,6%, dan tinggi 3,3%. Pengetahuan ibu tentang gizi dengan kategori baik sebanyak 12,2%, cukup 42,2 %, dan kurang 45,5%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan status gizi (IMT/U) dan pengetahuan gizi ibu dengan anak umur 1-3 tahun, nilai ƿ = 0,480 (p<α=0,05), dan tidak terdapat hubungan status gizi (TB/U) dan pengetahuan gizi ibu pada anak umur 1-3 tahun, nilai ƿ = 0,113 (p<α=0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi (IMT/U) dan (TB/U) dengan pengetahuan gizi ibu dengan anak umur 1-3 tahun di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk.Kata kunci: status gizi, pengetahuan gizi ibu
GAMBARAN KANDUNGAN ZAT GIZI PADA BERAS HITAM (Oryza sativa L.) KULTIVAR PARE AMBO SULAWESI SELATAN Mangiri, Juwita; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.11050

Abstract

Abstract: Rice is a staple food that is very important in the world, including in Indonesia. The kind of rice that is generally consumed by people in Indonesia is white rice, brown rice, and black rice. Black rice is one type of rice which is popular in the community and consumed as functional foods because of health benefits. The purpose of this study is to describe the nutrient contents of the black rice cultivars ambo Pare, South Sulawesi. This research was conducted by using descriptive method with samples of black rice originally from Toraja. The results of research which conducted at the Laboratory of Integrated Sam Ratulangi University and the Center for Environmental Health Engineering Manado are 85% carbohydrates, 1.9% fat, 1.04% protein, 10.5% water, fiber 0.8%, Abu by 0.4%, which amount of 0.6 mg of Vitamin C, 31.6 mg of Vitamin E, 0.386 mg / ml of Calcium (Ca), 1.95 mg / ml of Magnesium (Mg), 0.886 mg / ml of Potassium (K), 0,391mg / ml of iron (Fe), and 0.021 mg / ml of Zinc (Zn). The highest mineral content is Magnesium (Mg).Keywords: Rice, Black Rice, Substance Nutrient ContentAbstrak: Beras merupakan bahan makanan pokok yang sangat penting di dunia, termasuk di Indonesia. Beras yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia adalah beras putih, beras merah, dan beras hitam. Beras hitam merupakan salah satu jenis beras yang mulai populer di masyarakat dan dikonsumsi sebagai pangan fungsional karena bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kandungan zat gizi pada beras hitam Kultivar pare ambo, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan sampel beras hitam yang berasal dari Toraja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Sam Ratulangi dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Manado diperoleh hasil kandungan zat gizi antara lain Karbohidrat sebesar 85%, Lemak sebesar 1,9%, Protein sebesar 1,04%, Air sebesar 10,5%, Serat sebesar 0,8%, Abu sebesar 0,4%, Vitamin C sebesar 0,6 mg, Vitamin E sebesar 31,6 mg, Kalsium (Ca) sebesar 0,386 mg/ml, Magnesium (Mg) sebesar 1,95 mg/ml, Kalium (K) sebesar 0,886 mg/ml, Besi (Fe) sebesar 0,391mg/ml, dan Zinc (Zn) sebesar 0,021 mg/ml. Hasil dari kandungan mineral yang paling tinggi adalah Magnesium (Mg).Kata Kunci: Beras, Beras Hitam, Kandungan Zat Gizi
Hubungan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Kota Manado Pratama, Fauzan I.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.26873

Abstract

Abstract: Stunting is caused by many factors, including not getting exclusive breastfeeding, namely breastfeeding without any other additional foods and drinks at the age of zero months to 6 months. This study was aimed to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting among children under two years old in Manado. This was an observational and analytical study with a case control design (retrospective). The chi-square test (x2) at the 95% of significancy was used to obtain the relationship between exclusive breastfeeding and the occurrence of stunting data. Furthermore, to determine the magnitude of the problem of children who did not get exclusive breastfeeding against the incidence of stunting, the odds ratio (OR) was calculated. The results obtained a p-value of 0.02 (<α=0.05) and an odds ratio (OR) of 2.65, which meant that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting. In conclusion, there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence among children under two years old in Manado.Keywords: stunting, exclusive breastfeeding, children under two years old Abstrak : Stunting disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya tidak mendapatkan ASI ekslusif, yakni pemberian ASI tanpa makanan dan minuman lain pada usia nol bulan sampai 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak usia bawah dua tahun (baduta) di Kota Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan rancangan case control (retrospektif). Uji statistik terhadap hubungan meng-gunakan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95%. Untuk mengetahui besarnya risiko anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif terhadap kejadian stunting, dilakukan penghitungan odds ratio (OR). Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p sebesar 0,02 (<α=0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,65. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak baduta di Kota Manado.Kata kunci: stunting, ASI eksusif, baduta
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DENGAN KADAR HS-CRP SERUM PADA MAHASISWA OBES DAN TIDAK OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Aprilianti, Fajar; Kawengian, Shirley E.S.; Bolang, Alexander S. L.
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4355

Abstract

Abstract: Fat consumption is now a growing thing in the notice due to changes lifestyle. Excessive fat will increase the risk of obesity and accounted for heart disease. Fat is the most dense source of energy, which produces 9 kcal / gram with the the total dietary fat consumption which is good for health should be 20-30% of the total energy needs. High sensitive C-reactive protein (hs CRP) is a very sensitive test for the detection of cardiovascular risk, coronary heart disease (CHD). The objective of this study was to examine the association between dietary fat intake and levels of hs CRP among the medical students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado. This study was an analytical cross-sectional design, conducted in November - December 2012 with 59 respondents. Using the Mann Whitney test, the result showed that there was no difference in dietary fat intake of obes and non-obes (p = 0.85 > 0.05  with z =  -0,19). Levels of hs-CRP serum obes and non-obes showed that there was difference (p = 0.00 < 0.05 with z= -3,55). Spearman rank test, the result showed that there was no significant association between dietary fat intake and levels of hs-CRP among the medical students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. Manado (p = 0,61 > 0,05 with r = 0,06). Keywords: Dietary fat intake, hs-CRP levels, CHD, Obesity. Abstrak: Konsumsi lemak saat ini merupakan hal yang semakin di perhatikan karena perubahan gaya hidup. Lemak yang berlebihan akan meningkatkan obesitas dan menyumbang resiko penyakit jantung. Lemak menghasilkan 9 kkal/gram dengan konsumsi yang dianjurkan sebanyak 20-30% dari total kebutuhan energi. High sensitive-C reactive protein (hs-CRP) merupakan uji yang sangat sensitive  untuk mendeteksi resiko kardiovaskular,penyakit jantung koroner (PJK). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan antara asupan lemak dengan kadar hs CRP mahasiswa obes dengan tidak obes pada Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Desain penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang. Hasil penelitian perbedaan asupan lemak obes dan non obes  menggunakan uji Mann Whitney dengan nilai p=0,85 >0,05 menunjukan tidak adanya perbedaan asupan lemak mahasiswa obes dengan tidak obes. Nilai p=0,00 < 0,05 menunjukan ada perbedaan kadar hs-CRP mahasiswa obes dan tidak obes. Uji Spearman rank dengan nilai p = 0,61 > 0.05 dengan nilai r = 0,06 menunjukan ada hubungan positif yang lemah tetapi tidak bermakna antara asupan lemak dengan kadar hs-CRP pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: Asupan lemak, hs-CRP, PJK, Obesitas.