Articles
The Effect of Murottal Al-Quran Therapy on Pain in Post Cesarean Surgery Patients at Abby Mother and Child Hospital, Lhokseumawe City
Anna Millizia;
Mardiati;
Anita Syafridah
Arkus Vol. 8 No. 1 (2022): Arkus
Publisher : HM Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37275/arkus.v8i1.129
Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from actual or potential tissue damage or described in terms of the damage. Murottal is a recording of the voice of the Qur'an sung by a qori (reader of the Qur'an). In this study, the degree of pain before murottal therapy was obtained based on the NRS (numeric rating scale) pain measuring instrument by the respondents, it was found that 8 patients (18.6%) had normal pain levels, 23 people (53.5%) experienced mild pain. ), and 12 people (27.9%) experienced moderate pain. Meanwhile, after murottal therapy based on the NRS pain measuring instrument (Numeric Rating Scale) by the respondents, it was found that patients with normal pain levels increased to 28 people (65.1%), and those who experienced mild pain became 15 people (34.9%). There is an effect of murottal Al-Qur'an therapy in lowering the pain intensity in post-cesarean patients at RSIA Abby, Lhokseumawe City
Overview of Hemoglobin Levels and Nutritional Status Based on Body Mass Index (BMI) and Upper Arm Circumference (LLA) Indicators in Foster Families in Uteunkot Village, Muara Dua District, Lhokseumawe in 2021
Mardiati;
Noviana Zara;
Anna Millizia
Arkus Vol. 8 No. 1 (2022): Arkus
Publisher : HM Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37275/arkus.v8i1.130
Hemoglobin is a protein found in red blood cells. Hemoglobin levels that are less than normal or anemia can cause complications in the form of fatigue and stress on the body's organs. Nutritional status is one of the factors that can affect hemoglobin levels. Measurement of nutritional status can be done through several methods including anthropometry and clinical laboratories. Among these methods, the most frequently used in the field is anthropometry using body mass index (BMI) and upper arm circumference (LLA). This study aims to determine the hemoglobin level and nutritional status of the assisted families located in Uteunkot Cunda Village, Lhokseumawe. This study is a descriptive study with a cross-sectional approach to determine the description of hemoglobin levels and nutritional status based on indicators of Body Mass Index and Upper Arm Circumference in the fostered family. The sampling technique used is total sampling with a total of 79 respondents. The results obtained were the average hemoglobin level of the respondents was 12.34 g/dL in the normal category. Nutritional status based on Body Mass Index, most respondents were in normal nutritional status as many as 27 respondents (34.2%). The most nutritional status based on upper arm circumference was malnutrition, namely 55 respondents (69.6%).
Nutritional Intervention through Education and Supplementary Food Provision to Fostered Families with a Family Doctor Approach in Uteunkot Village, Muara Dua District, Lhokseumawe
Noviana Zara;
Mardiati
Community Medicine and Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Community Medicine and Education Journal
Publisher : HM Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.036 KB)
|
DOI: 10.37275/cmej.v2i2.127
Indonesia as a developing country still has some gaps and shortcomings in health problems, one of which is nutritional problems. Based on the 2018 Global Nutrition Report, Indonesia is included in 17 countries that have complex nutritional problems, like stunting, wasting and overweight. Aceh Province in 2018 reported that there were 16.8% undernourished children under five and 6.7% malnourished children, while 2.9% were overweight. One of the things that can be done in overcoming these problems is through nutritional intervention to the community. Therefore, this research was conducted as a form of nutrition intervention through education and supplementary feeding (PMT) to the assisted families with a family medicine approach in Uteunkot Village, Muara Dua District, Lhokseumawe. The measuring instrument used is a balanced nutrition questionnaire which has been tested for validity and reliability to assess the level of knowledge of respondents about balanced nutrition. In addition, education on balanced nutrition and supplementary feeding is also carried out. The sampling technique used is total sampling with a total of 79 respondents. The results of the distribution of the level of knowledge of respondents on balanced nutrition before being given education were the most in the poor category with a total of 41 people (51.9%), after an intervention in the form of education obtained the distribution of the level of knowledge of respondents about balanced nutrition in the good category with a total of 69 people (87.3%). In addition, it was also found that almost all respondents consumed the given Supplementary Food
HUBUNGAN INTERPRETASI WHO (WORLD HEALTH ORGANIZATION) ANTROPOMETRI Z-SCORE DAN INFEKSI KECACINGAN PADA ANAK USIA 36 – 60 BULAN DI KOTA LHOKSEUMAWE
Mardiati Mardiati;
Fury Maulina;
Muhammad Sayuti
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 6: No. 2 (November, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/averrous.v6i2.3325
Masalah pada anak yang masih menjadi perhatian khusus yaitu masalah status gizi. Penentuan status gizi yang sering digunakan adalah dengan interpretasi WHO antropometri z-score. Selain penentuan status gizi, sangat penting mengetahui infeksi yang dialami oleh anak, salah satunya yaitu infeksi kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan hubungan interpretasi WHO antropometri z-score berdasarkan Berat Badan (BB) menurut usia dan infeksi kecacingan pada anak usia 36 – 60 bulan di Posyandu Pusong Kota Lhokseumawe. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah anak di Gampong Pusong yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Interpretasi menggunakan software WHO Anthro serta infeksi kecacingan dilakukan dengan pemeriksaan feses dengan teknik direct thin smear feces menggunakan mikroskop. Data dianalisis secara secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan anak usia 36-47 bulan sebanyak 44,7% serta usia 48 – 60 bulan sebesar 55.3%; 57,9% adalah perempuan, dengan rata – rata berat badan adalah 14±2.07 kg dan rata – rata tinggi badan adalah 92±6,71 cm. Interpretasi WHO antropometri z-score berdasarkan BB menurut usia diperoleh sebesar 60,5% dengan status gizi baik, 39,5% dengan status gizi kurang, serta tidak ditemukan gizi lebih dan gizi buruk. Sebanyak 26,3% positif mengalami infeksi kecacingan dengan 80% mengalami infeksi oleh cacing Ascaris lumbricoides serta 20% mengalami infeksi oleh cacing Ascaris lumbricoides + Trichuris trichiura. Hasil analisis bivariat didapatkan tidak terdapat hubungan antara interpretasi WHO antropometri z score berdasarkan BB menurut usia dengan infeksi kecacingan pada anak usia 36 – 60 bulan di Posyandu Gampong Pusong Kota Lhokseumawe.
HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DENGAN KECUKUPAN ASUPAN MAKANAN
Mardiati Mardiati;
Tiangsa Sembiring;
Muhammad_Tri_Winra Ali_Faranita_Pratita
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 1 (Mei, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/averrous.v3i1.446
Gizi merupakan hal penting untuk memastikan energi yang adekuat untuk metabolisme basal, pertumbuhan, dan aktivitas fisik. Bayi dan anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) memiliki risiko yang signifikan mengalami kekurangan energi karena meningkatnya pengeluaran energi dan asupan makanan yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penyakit jantung bawaan dengan kecukupan asupan makanan terutama energi dan protein. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Rumah Sakit Umum Adam Malik, Medan. Subjek dibagi menjadi PJB dan tanpa PJB. Asupan makanan dihitung berdasarkan makanan yang dikonsumsi selama tiga hari dan kecukupan energi dan protein dihitung menggunakan program Nutrisurvey. Data dianalisis dengan chi square untuk melihat hubungan PJB dengan asupan makanan. Untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi asupan makanan pada PJB digunakan uji bivariat yang selanjutnya dilakukan analisis multivariat. Hasilnya adalah dari 80 anak yang memenuhi kriteria, 40 anak dengan PJB dan 40 anak tanpa PJB. Terdapat hubungan yang signifikan antara PJB dengan asupan energi dengan risiko terjadinya asupan energi tidak cukup pada PJB adalah 1.824 kali dengan 95% IK 1.226 - 2.713 dibandingkan tanpa PJB. Terdapat hubungan yang signifikan antara PJB dan asupan protein dengan risiko terjadinya asupan protein tidak cukup pada PJB adalah 3.5 kali dengan 95% IK 1.823-6.719 dibandingkan tanpa PJB. Tidak terdapat pengaruh usia, jenis PJB, lama sakit dan status gizi terhadap asupan energi dan protein pada anak PJB. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit jantung bawaan dengan kecukupan asupan makanan terutama energi dan protein.
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI 2 RUMAH SAKIT SWASTA KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2020
Muhammad Iqbal Maulana;
Mauliza Mauliza;
Mardiati Mardiati;
Noviana Zara;
Teuku Yudhi Iqbal
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.8 : No.1 (Mei 2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/averrous.v8i1.7172
Low birth weight (LBW) is a infant whose weight is less than 2500 grams. Internationally, LBW is still seen as a health problem that is quite prominent because it has a high enough risk to experience death in the neonatal period, which is 40 times greater than babies born with normal weight. Data from the WHO in 2018, the prevalence of babies with LBW in the world is 15.5% or about 20 million babies born every year, of which about 96.5% of them occur in developing countries. Based on the results of Riskesdas in 2018, one of the most common causes of infant mortality in Indonesia is LBW, which is 34%. The birth rate of babies with LBW in Indonesia reaches 350,000 every year where the prevalence of LBW in Indonesia is 6.2%. One of the causes of LBW is the poor nutritional status of the mother, one of which is anemia. The purpose of this study was to determine the relationship between anemia in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW) in 2 private hospitals in Lhokseumawe. This research is an analytic observational study with a cross sectional study approach. The sampling technique used is total sampling with a total of 154 respondents. The data used is secondary data derived from medical records. Data analysis was performed using Chi-square’s test. The results showed is no relationship between maternal anemia and the incidence of LBW.
Pengalaman terkait kompetensi manajemen pada dokter yang bertugas di daerah tertinggal di Indonesia: studi kualitatif
Fury Maulina;
Mardiati Mardiati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 10 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.813 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.49386
Experiences related to management competency of doctors in disadvantaged areas in Indonesia: a qualitative studyPurpose: Working in disadvantaged areas is challenging. Geographical barriers, lack of health facilities and accessibility has been impacted to health services delivery which is provided by doctors. This study explored the experiences related to management competency when doctors on duty in disadvantaged areas. Method: We conducted a qualitative study with phenomenological approach in Aceh Singkil Regency (an area in Province of Aceh which is still categorized as disadvantaged areas regarding to Presidential Regulation Number 131 year of 2015). Twelve doctors who work in three different characteristic areas (archipelago, watershed and land areas) underwent in-depth and structured interview. Doctors were recruited purposively. Data were analyzed using thematic analysis. Results: This study reveals that experiences related to management competency is induced by three situations, namely: a) Cultural diversity in community; b) Dealing with difficult situations; and c) Need to survive in difficult areas. Conclusion: Challenges and obstacles which is experienced by doctors when working in disadvantaged areas generate valuable experiences which related to management competencies, as communication skills, cultural competence, creativity, and leadership skills.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Desa Burni Pase Kabupaten Bener Meriah
Shinta Simehate;
Wheny Utariningsih;
Mardiati Mardiati;
Sarah Rahmayani Siregar;
Ridhalul Ikhsan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i1.8190
Bencana tanah logsor adalah bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia. Desa Burni Pase Kabupaten Bener meriah adalah salah satu daerah yang sering mengalami bencana tanah longsor. Bencana tanah longsor dapat mengakibatkan dampak yang besar bagi masyarakat, seperti menyebabkan korban meninggal, kehilangan harta benda, gangguan stress pasca trauma dan permasalahan kesehatan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, memiliki pengetahuan mitigasi bencana penting untuk dimiliki setiap elemen masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan sebelum dan sesudah terjadinya bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mitigasi bencana tanah longsor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan 115 responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bencana tanah longsor mayoritas dalam kategori kurang yaitu 53,0% dengan 61 responden dan gambaran pengetahuan masyarakat terhadap mitigasi bencana tanah longsor mayoritas dalam kategori baik yaitu 51,3% dengan 59 jumlah responden. Kesimpulan pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Burni Pase memiliki gambaran tingkat pengetahuan terhadap bencana tanah longsor kurang dan pengetahuan terhadap mitigasi bencana tanah longsor dalam kategori baik.
EDUKASI PADA GURU DAN PELATIHAN MENGENAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK DI SEKOLAH BERASRAMA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PONDOK YATIM TAHFIDHUL QUR’AN AR-RAUDHAH GAMPONG BLANG WEU PANJO KOTA LHOKSEUMAWE
Anna Millizia;
Mardiati;
Khairunnisa Z
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 2 (2021): Lentera, Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Almuslim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pondok Yatim Tahfidhul Qur’an Ar-Raudhah Gampong Blang Weu Panjo Kota Lhokseumawe merupakan salah satu sekolah asrama yang tetap aktif dalam proses belajar-mengajar meskipun di saat pandemi COVID-19. Promosi kesehatan yang dilakukan dengan pendekatan edukasi atau penyuluhan, yaitu pemberian edukasi kepada guru pondok pesantren tentang pencegahan penyebaran COVID-19 dan pelatihan tentang cara mencuci tangan dengan benar sesuai 6 langkah menurut WHO dengan media promosi berupa audio visual dengan alat bantu laptop dan proyektor dan masker yang dibagikan kepada para peserta. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan peningkatan keterampilan guru serta pengetahuan guru terhadap pencegahan COVID-19 serta adanya fasilitas sarana dan prasaranan yang menunjang pelayanan kesehatan anak di sekolah berasrama. Penyediaan alat cuci tangan dan handsanitizer diharapkan dapat menunjang kesehatan anak di sekolah berasrama lebih meningkat dan sekaligus dapat mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 yang sedang mewabah. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian dari aspek pengetahuan dan keterampilan guru yaitu tersedianya guru yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang pencegahan COVID-19 di sekolah berasrama. Sedangkan target luaran aspek sarana penunjang pelayanan adalah tersedianya sarana alat cuci tangan dan hand sanitizer yang optimal.
Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh Pada Masyarakat Uteunkot di Masa Pandemik Covid-19
Vera Novalia;
Wheny Utariningsih;
Noviana Zara;
Mardiati M
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 3 (2023): Juni
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.8216562
Latar Belakang: Virus Corona (Covid-19) merupakan virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan di Cina pada akhir di tahun 2019. Kasus pasien yang teridentifikasi virus covid-19 ini terus meningkat tiap harinya baik di Indonesia maupun di dunia. Pada masa pandemi covid-19 ini diharapkan masyarakat menerapkan hidup sehat, menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta menghindari kerumunan. Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk bertahan dalam masa pandemi covid-19 ini yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh karena virus akan lemah jika sistem kekebalan tubuh kita lebih kuat. Namun demikian terbatasnya informasi khususnya dalam menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, maka diperlukan dilaksanakan penyuluhan pada masyarakat desa uteunkot akan pentingnya imunitas tubuh di masa pandemi ini. Desa uteunkot sebagai salah satu desa di Kecamatan muara dua yang terdampak oleh kondisi pandemi ini. Maka dilakukan program pengabdian masyarakat ini di Desa uteunkot. Tujuan: Adapun yang menjadi tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu meningkatnya pengetahuan dan pentingnya kesadaran akan imunitas tubuh di masa pandemik covid-19. Metode: Survei awal lokasi dan permasalahan Target, pertemuan dengan kepala desa uteunkot, melakukan penyuluhan mengenai pencegahan covid-19 dan mengenai pentingnya imunitas tubuh, pembagian brosur, monitoring dan evaluasi (Monev) serta penyusunan laporan. Luaran: Laporan Pengabdian, Publikasi jurnal ilmiah nasional berbasis OJS atau prosiding seminar nasional; dan Publikasi kegiatan pada media cetak atau online dan Dokumen kerjasama dengan mitra/masyarakat. Hasil: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang imunitas bagi masyarakat.