Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kontribusi Perempuan Buruh Tani terhadap Ekonomi Keluarga pada Usahatani Tembakau Virginia di Kecamatan Keruak Huda, Ahmadanil; Anwar, Muhammad; Prasetyowati, Rini Endang
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jat.v17i2.29766

Abstract

Tujuan penelitian ini, ingin mengetahui peran perempuan buruh tani dan kontribusi perempuan buruh tani terhadap pendapatan keluarga pada usahatani tembakau virginia di Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Keruak dengan purposive. Responden sebanyak 30 orang ditentukan dengan quota sampling di distribusikan secara proportional sampling di Desa Batu Putik 12 orang, Desa Selebung Ketangga 9 orang, dan Desa Senyiur 9 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Analisis peran menggunakan Skala Likert dengan kriteria skor: sangat berperan=3, berperan=2 dan kurang berperan=1, sedangkan kontribusi perempuan  buruh tani di analisis dengan Kontribusi Pendapatan. Peran perempuan buruh tani pada usahatani tembakau virginia di Kecamatan Keruak sangat berperan dalam hal penanaman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, suli/toping, pemanenan, dan sortasi. Kontribusi pendapatan perempuan buruh tani terhadap pendapatan keluarga sebesar 43% berada pada kategori kontribusi sedang.
MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA MANDIRI BAGI REMAJA KOST PUTRI FAIZATUL ULYA MELALUI MODEL ANGGADIREDJA DAN DJAJAMIHARDJA Siti Reuni Inayati; Rini Endang Prasetyowati; Hilmiyatun Hilmiyatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19418

Abstract

Abstrak: Kewirausahaan tidak hanya mencakup bakat intelektual dan kemampuan produksi produk, tetapi juga sikap proaktif dalam mengatasi hambatan dan mengambil risiko yang diperhitungkan untuk mengubahnya menjadi kemungkinan dan peluang. Model Anggadiredja dan Djajamihardja adalah alat yang digunakan untuk menilai kesiapan individu untuk berwirausaha di industri tertentu. Ini berfungsi sebagai model untuk mengidentifikasi potensi kewirausahaan. Agar remaja Kost Putri Faizatul Ulya diharapkan mampu memberikan inspirasi, ilmu, dan pengenalan kewirausahaan secara mandiri sejak dini, maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan softskill dan hardskill mitra sehingga dapat mengetahui potensi ciri-ciri wirausaha yang ada pada diri mitra sehingga nantinya mampu menumbuhkan jiwa wirausaha yang mandiri. Pendekatan kegiatan pengabdian ini memanfaatkan tanya jawab, pelatihan, dan contoh audiovisual. Teknik pelatihan digunakan untuk memberikan informasi luas tentang kewirausahaan. Presentasi menggunakan audiovisual yang menyoroti kehidupan para pebisnis sukses sebagai inspirasi untuk mendorong pola pikir kewirausahaan. Kost Putri Faizatul Ulya yang berlokasi di Darul Hijrah, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, menjadi mitra program ini. Saat ini terdapat 21 orang remaja putri di sana. Para remaja putri Kost Faizatul Ulya akan diberikan sarana dan bimbingan yang mereka perlukan untuk mengembangkan semangat wirausaha mandiri dan kreatif yang dapat memulai perusahaan yang menguntungkan dan meningkatkan pendapatan mereka. Tes yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan digunakan untuk menilainya. Berdasarkan penilaian, potensi kewirausahaan peserta mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor dari pretest ke post-test sebesar 0,29%.Abstract: Entrepreneurship is not only limited to academic intelligence and skills in producing products but also a dynamic spirit in capturing challenges and risks and then turning them into opportunities and potential. The Anggadiredja and Djajamihardja (1991) model as a model for recognizing entrepreneurial potential is used to find out whether a person is ready or not to become self-employed in a certain type of business. The aim of this service activity is to So the aim of this service activity is to improve partners' soft skills and hard skills so that they can find out the potential entrepreneurial characteristics that exist in partners so that they will be able to develop an independent entrepreneurial spirit. This service activity method uses training, providing examples via audio visuals, as well as questions and answers. Training methods are used to convey general entrepreneurship knowledge. Audio-visual presentations about profiles of successful and successful entrepreneurs as motivation to foster an entrepreneurial spirit. The partner in this program is the Faizatul Ulya Girls Boarding School Youth which is located in Darul Hijrah, Anjani Village, Suralaga District, which is currently inhabited by 21 people, most of whom are female students and female students. With provision and counseling, the young women of Kost Faizatul Ulya will be instilled with the spirit of young entrepreneurs who are independent and also innovative to build productive businesses to increase their income. This training was evaluated using pre-test and post-test. Based on the evaluation, there was an increase in entrepreneurial potential who took part in the training with an increase in the average score from pretest to post-test of 0.29%. 
Pelatihan digital marketing pupuk organik dekomposer microbacter alfaafa-11 pada kube pemuda gubuk timuk kecamatan Terara Rini Endang Prasetyowati; Muhammad Joni Iskandar; Muhammad Anwar; Elwani Hidayati; Riswan Riswan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21489

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini menjadi poin utama yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya jual suatu produk. Khususnya dibidang teknologi masyarakat sudah menggunakan dan merasakan manfaat dari inovasi teknologi-teknologi yang diciptakan seperti websites, facebook, instagram, whatshapp dan lain sebagainya. Dalam pelatihan digital marketing yang dilaksanakan pada kelompok KUBE Gubuk Timuk Desa Sukadana Kecamatan Terara menitik beratkan pada dua jenis media bisnis online yaitu digital marketing dan media sosial. Pelaksanaan pelatihan ini dimulai dengan pemberian materi tentang digital marketing, kemudian diskusi yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan akun bisnis. Berdasarkan hasil pelatihan ada 3 media sosial yang digunakan oleh kelompok KUBE dalam mempromosikan dan menjual barangnya yaitu twitter, whatsapp dan instagram. Hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu pertama pembuatan akun bisnis di media sosial lebih mudah dibandingkan dengan di market place, kedua lebih mudah di gunakan atau diatur dibandingkan dengan market place. Pada dasarnya market place maupun medsos memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mempermudah di dalam berusaha atau bisnis, akan tetapi semua itu akan berjalan dengan baik apabila dijalann dengan penuh ketekutan dan pokok utama dalam berbisnis adalah kejujuran.Kata kunci: digital marketing; pupuk organik; microbacter alfaafa-11 Abstract The rapid development of technology is now the main point that can be used to increase the selling power of a product. Especially in the field of technology, people have used and benefited from innovative technologies created such as websites, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. In the digital marketing training that was held at the Kube Timuk Kube group, Sukadana Village, Terara District, the focus was on two types of online business media, namely Digital Marketing and Social Media. The implementation of this training begins with the provision of material on digital marketing, and then the discussion is followed by the practice of creating a business account. Based on the results of the training, there are 3 social media that the Kube group wants to use in promoting and selling their goods, namely Twitter, WhatsApp, and Instagram. Use or regulated compared to the marketplace. Marketplaces and social media have the same goal, namely to make it easier to do business or business, but all of that will work well if it is carried out with full dedication and the main point in doing business is honesty. Keywords: digital marketing; organic fertilizer; microbacter alfaafa-11
Pelatihan Manajemen Administrasi Pembukuan Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Desa Sukadana Rini Endang Prasetyowati; Dwi Haryati Ningsih; Rizal Ahmadi; Muhamad Sarlan; Muhammad Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.h75cvk19

Abstract

Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi produktif di kalangan masyarakat, Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian hadir sebagai organisasi sosial yang secara khusus berfokus pada sektor peternakan. Salah satu bentuk usaha yang telah dikelola secara optimal oleh kelompok ini adalah dalam bidang produksi sapi. Pengabdian ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota KTT Berlian dalam mengelola aspek manajerial administrasi serta pembukuan kelompok, khususnya dalam pencatatan keuangan pada kegiatan penggemukan sapi. Pendekatan program ini dilaksanakan melalui metode pelatihan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola administratif dan keuangan kelompok. Proses pelaksanaan kegiatan terbagi dalam beberapa tahap, dimulai dari (1) fase persiapan yang mencakup koordinasi pelaksanaan program selama kurun waktu tiga bulan melalui serangkaian survei, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan tim pelaksana, mahasiswa, dan anggota KTT Berlian. Pada fase ini, berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pendampingan program dipersiapkan secara matang. Kemudian berlanjut pada (2) fase implementasi yang dilangsungkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pihak tim pengusul, mahasiswa, dan KTT Berlian. Tahap ini meliputi penyelenggaraan pelatihan manajemen administrasi dan keuangan. Selama pelaksanaan program, perkembangan kegiatan dipantau secara berkelanjutan dan disertai dengan sesi evaluasi serta diskusi mengenai efektivitas program. Evaluasi ini dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman anggota KTT Berlian, khususnya dalam menyusun sistem administrasi kegiatan dan laporan keuangan kelompok. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan manajemen administratif dan keuangan mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan serta efisiensi operasional kelompok. Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada penerapan model pelatihan yang berbasis pada prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan pendekatan melalui kelompok sosial sebagai sarana penguatan sistem administrasi dan akuntabilitas keuangan organisasi