Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENYELESAIAN SANGKETA TANAH AKIBAT SERTIFIKAT GANDA (OVERLAPPING) DI KECAMATAN LABUHAN RATU (Studi Kasus Pada Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor 167/Pdt.G/2019/PN.Tjk) Busroni, Busroni; Zanariyah, Sri; Idham, Idham; Santina, Rika
Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum Vol 4, No 01 (2025): Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jaeap.v4i01.3935

Abstract

Hukum agraria/pertanahan terbentuk berdasarkan UUD 1945 yang mewajibkan penggunaan tanah bagi kemakmuran rakyat. Pada dasarnya, tanah merupakan hak seluruh warga negara yang kepemilikannya dapat dilindungi melalui pendaftaran tanah yang melahirkan sertifikat, namun saat ini banyaknya muncul sertifikat palsu dan tak jarang juga muncul sertifikat asli namun palsu atau yang biasa disebut dengan sertifikat ganda (overlapping). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga aspek utama terkait kasus overlapping di Kecamatan Labuhan Ratu, yaitu untuk menganalisis 1) faktor yang menyebabkan terjadinya Overlapping; 2) proses pembuktian hak milik atas tanah yang terjadi karena sertifikat ganda atau overlapping; dan 3) penyelesaian sangketa tanah akibat overlapping di Kecamatan Labuhan Ratu berdasarkan pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim Pengadilan Negeri dalam memutus perkara No. 167/Pdt.G/2019/PN.Tjk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif empiris dengan data primer dan sekunder, dimana masing-masing data diperoleh dari penelitian kepustakaan dan lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overlapping disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kelalaian petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemekaran wilayah yang berdampak pada perubahan tata ruang oleh Pemerintah Kota, keberadaan mafia tanah, serta kesalahan administratif dan prosedural. Proses pembuktian sertifikat tanah dilakukan melalui tahapan yang terstruktur, seperti pengecekan ulang terhadap objek sengketa, analisis kasus sengketa, gelar perkara, pengkajian blokir Sertifikat Hak Milik (SHM), pemeriksaan lapangan, ploting peta, paparan kasus, serta penyelesaian sengketa yang melibatkan pembatalan salah satu sertifikat dari pihak yang bersengketa. Di sisi lain, pembuktian dalam proses pengadilan dilakukan dengan cara menghadirkan data, fakta, dan saksi. Dalam memutus perkara, hakim mempertimbangkan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Pasal 142 RBg dan Pasal 1365 KUHPerdata, serta menggunakan hati nurani untuk menilai kebenaran dan keadilan dalam memberikan keputusan.
Effect of Synthesis Condition on Degree of Deacetylation of Chitosan from Shrimp Waste for Smart Film Applications Reza, Muhammad; Gailani, Jauhairiyah; Susanti, Tria; Zuhro, Syarifa Aminatuz; Sjaifullah, Achmad; Busroni, Busroni; Rahmawati, Istiqomah
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2024): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v11i1.30933

Abstract

Shrimp is an Indonesian’s export commodity with high economic value increasing every year. Usually, shrimps are exported in the form of frozen shrimp without shells, heads, tails, and entrails. It resulted in the accumulation of shrimp waste leading to the increasing environmental pollution. Shrimp waste contains high contents of chitin which can be processed to a chitosan owing several benefits. The purpose of this study is to determine the optimum condition of the synthesis of chitosan from chitin isolated by the autolysis method. The deproteination was carried out by soaking the shrimp waste in an acidic solution (pH 2 – 3) for 10 d. The demineralization process was done by reacting the deproteinated solids in a hydrochloric acid solution at pH 0 – 1 for 24 h. Parameters varied in this study time (1 – 3 h), chitin to NaOH ratio (1:10 – 1:30 (w/v)), and temperature (60 – 120℃). The higher all parameters used, the higher the obtained degree of deacetylation (DD) which is in the range of 18.35±1.13 to 48.6±0.51%. On the other hand, the obtained yield decreased from 50.66±1.98% to 47.78±0.81%. The optimum condition was obtained at a synthesis temperature of 120℃, chitin to NaOH ratio of 1:20 g/mL, and time of 3 h producing chitosan with DD of 54.25 ± 2.27%, and yield of 47.7 ± 0.65%. Chitosan synthesized using optimum conditions produced a relatively homogeneous thin film. Polyaniline was then introduced to the film to obtain a smart film prototype. This smart film was able to detect the pH changes proven by the change in its color. The smart film also could be potentially used as a “smart pack” for detecting product decay which releases ammonia gas.