Nikenasih Binatari
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS SISTEM ANTREAN PADA PELAYANAN TELLER DI PT BANK BPD DIY KANTOR CABANG SLEMAN Nida Nur Azizah; Nikenasih Binatari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di PT Bank BPD DIY Kantor Cabang Sleman ditemukan adanya penundaan pelayanan nasabah. Hal inidikarenakan adanya working vacation yaitu layanan nasabah online dari berbagai kantor unit, kantor kas, instansipemerintah dan mitra kerja. Nasabah online tersebut menjadi prioritas untuk dilayani dan dikerjakan oleh tellernasabah primer, nasabah yang memiliki tabungan di Bank BPD DIY. Dari kasus tersebut, penelitian ini bertujuanuntuk menentukan model antrean dan karakteristinya. Ditemukannya kekhususan kasus karena adanya workingvacation sehingga notasi Kedall Lee menjadi (M/M/c):(FCFS/∞/∞) dengan Multiple Asynchronous Vacation (MV,AS). (M/M/c):(FCFS/∞/∞) yang memiliki makna laju kedatangan berdistribusi Markovian, laju pelayananberdistribusi Markovian, c merupakan banyaknya teller, FCFS (First Come First Served) dimana nasabah yangdatang pertama adalah nasabah yang pertama dilayani, jumlah kapasitas sistem tidak terhingga, dan jumlahpemanggilan tidak terhingga. (MV,AS) merupakan model antrean multiserver dengan vacation yang dilakukanbeberapa kali oleh satu atau lebih teller secara tidak bersamaan. Hasil analisis sistem antrean multiserverdengan vacation lebih sesuai dengan keadaan yang ada. Akan tetapi waktu menunggu dalam sistem menjadidua kali lebih lama dan banyaknya nasabah dalam sistem menjadi dua kali lebih banyak. Untukmenanggulangi hal tersebut perlu adanya server khusus untuk vacation.Kata kunci: (M/M/c): (FCFS/∞/∞), Multiple Asynchronous Vacation
PEMODELAN PENYEBARAN PENYAKIT HERPES GENITAL MELIBATKAN WAKTU TUNDA Suhita Arum Bati , Nikenasih Binatari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHerpes merupakan salah satu penyakit yang menular secara vertikal dan horizontal. Penyakit herpes disebabkan oleh virus yang disebut Herpes Simplex Virus (HSV). Virus herpes simplek ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe I (HSV-I) yang menyerang daerah sekitar mulut dan tipe II (HSV-II) yang menyerang daerah genital dan sekitarnya. Pada makalah ini akan dibahas tentang pemodelan penyebaran herpes genital melibatkan waktu tunda. Penelitian menggunakan model SIR (Suceptible-Infected-Recovered) yang dirumuskan oleh Kermack dan McKendrick pada tahun 1927, kemudian menentukan titik ekuilibrium, bilangan reproduksi dasar, menganalisa kestabilan dipersekitaran titik ekuilibrium, dan menginterpretasikan model dengan melakukan simulasi model penyebaran penyakit herpes genital. Waktu tunda terjadi pada populasi sebelum individu masuk ke dalam kelas Susceptible. Individu yang masuk kedalam kelas Susceptible adalah individu yang telah berusia 14 tahun dan kematian yang terjadi adalah kematian alami. Hasil yang diperoleh yaitu apabila laju infeksi semakin mengecil maka semakin lama penyakit akan semakin berkurang atau menghilang dari populasi, sebaliknya apabila laju infeksi semakin besar maka penyakit akan terus menyebar ke dalam populasi.KataKunci : herpes genital, waktu tunda, titik ekuilibriumAbstract              Herpes is one of the communicable diseases that are vertically and horizontally. Herpes is caused by a virus called Herpes Simplex Virus (HSV). Herpes virus simplek is divided into two types, i.e. Type I (HSV-I) that attacked the area around the mouth and type II (HSV-II) that attacks the genital area and beyond. On this paper will be discussed about modeling the spread of genital herpes involves a time delay. Research using model SIR (Suceptible-Infected-Recovered) formulated by Kermack and McKendrick in 1927, then determines the equilibrium point, the basic reproduction number, analyzes the stability of the equilibrium point of the dipersekitaran, and interpret the model by performing a simulation model of the spread of disease genital herpes. A delay occurred in the population before the individual enters into the Susceptible class. Individuals belonging to the Susceptible class are individuals who have aged 14 years and death that occurred was a natural death. The results obtained, namely when the rate of infection is increasingly dwarfed by the long illness will progressively diminish or disappear from the population, otherwise in the rate of infection is higher then the disease will continue to spread in the population.Keywords : genital herpes, time delay, equilibrium
TINJAUAN KASUS PERSAMAAN PANAS DIMENSI SATU SECARA ANALITIK Ahmadi .; Hartono .; Nikenasih Binatari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada paper ini, akan ditinjau kasus persamaan panas dimensi satu dengan  nilai awal dan syarat batas berbedasecara analitik. Pada proses pemodelan persamaan panas digunakan hukum termodinamika dengan asumsi batang logam yang menjadi bahan tinjauan adalah batang logam yang homogen.  Sehingga diperoleh  laju perubahan  suhuterhadap waktu  sama dengan  hasil kali  difusi  termal dengan turunan parsial kedua fungsi atas suhu terhadap posisi.Setelah  diperoleh  model  persamaan  panas  dimensi  satu,  kemudian  akan  diselesaikan  persamaan  tersebut  dengan masalah nilai awal dan syarat batas yang berbeda dengan menggunakan metode separasi variabel. Pertama, untuk syarat  batas  Dirichlet  yaitu  suhu  di  kedua  ujung  batang  logam  dipertahankan  nol  derajat,  dengan  sumber  panas diletakkan tepat di tengah batang logam, diperoleh solusi dalam bentuk deret fungsi sinus kali eksponensial dalam ????. Syarat batas yang kedua adalah  Neumann, perubahan suhu di  kedua ujung batang logam dipertahankan nol derajat dengan sumber panas diletakkan tepat pada posisi  paling kanan dari batang logam,  diperoleh solusi dalam bentuk deret fungsi cosinus kali eksponensial dalam ????.  Syarat batas yang ketiga adalah  Robin, perubahan suhu di ujung yang paling kiri nol derajat dan suhu di ujung yang paling kanan dipertahankan  nol derajat dengan sumber panas diletakkan di bawah batang logam tepat pada posisi tengah, solusinya berupa deret fungsi cosinus kali eksponensial dalam ????.Kata kunci: Persamaan Panas, Syarat Batas Dirichlet, Neumann, Robin.