Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kaos Dakwah: Discourse of Piety, Market Islam, and Islamic Ideology Eko Saputra
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.297

Abstract

Abstrak Gerakan dakwah Islam menjadi kajian yang menarik untuk selalu dibahas. Pasca Soeharto 1998, gerakan dakwah di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan di berbagai ruang publik. Seperti kampus, sekolah, rumah ibadah dan media sosial. Hal ini disebabkan keran demokrasi semakin terbuka lebar, sehingga aktor dakwah semakin leluasa mengekspresikan gerakan Islam ke ruang publik dengan caranya sendiri. Menariknya, gerakan dakwah di Indonesia selalu menampilkan cara baru bagaimana aktivitas dakwah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Tulisan ini ingin menelisik tentang bagaimana gerakan dakwah berbasis pasar Islam dilakukan oleh Rafa Muslim Fashion, bagian dari Rafa Group sebagai pusat publikasi terbesar Jaringan Islam (JI) di Solo. Penulis berargumen bahwa gerakan dakwah berbasis pasar Islam yang dilakukan oleh Rafa Muslim Fashion membentuk praktik kesalehan, pasar Islam dan ideologi Islam. Tulisan ini penting dibahas untuk melihat bagaimana gerakan dakwah berbasis pasar Islam dilakukan. Sebelumnya, para sarjana masih belum banyak membahas tentang bagaimana gerakan dakwah berorientasi pada pasar Islam. Hasil dari setudi ini menunjukan bahwa kemunculan gerakan dakwah berbasis pasar Islam sebagai alternatif gerakan dakwah baru membentuk kesalehan, persaingan pasar, dan ideologi keislaman. Kata Kunci: kaos dakwah, kesalehan, pasar Islam, ideologi Islam.
KONSTRUKSI NALAR ARAB DALAM BUKU TAKWIN AL-AQL AL-ARABY KARYA MUHAMMAD ABID AL-JABIRI Ahmad Zakiy; Eko Saputra; Mailani Ulfah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.53

Abstract

Dalam diskursus epistemologi, terdapat beberapa upaya para sarjana untuk memperlihatkan sistem epistemik nalar masyarakat Arab. Hal tersebut disebabkan adanya permasalahan-permasalahan tertentu yang menjadikan sistem penalaran tersebut mempengaruhi ketertinggalan masyarakat Arab-Islam terutama dalam hal peradaban. Tulisan ini bertujuan mengangkat usaha yang dilakukan Abid al-Jabiri dalam melakukan eksplorasi terhadap konstruksi sistem penalaran Arab dan menunjukkan beberapa sebab yang membentuk konstruksi sistem epistemik tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Abid al-Jabiri menjustifikasi era jahili sebagai batu pertama pertama peletak struktur dasar bagi sistem epistemik nalar Arab. Kemudian al-Jabiri mencoba untuk menjabarkan kompleksitas ashr al-tadwin sebagai era dimana terjadi kristalisasi nalar Arab. Dalam kasus ini, al-Jabiri menunjukkan aspek-aspek tersembunyi yang pada dasarnya turut mempengaruhi segala proses epistemik yang terjadi pada era kodifikasi. Beberapa hal tersebut antara lain ialah, pertama, dorongan-dorongan ideologis, yang mana dalam hal ini al-Jabiri memperlihatkan perebutan dominasi dalam menjustifikasi suatu otoritas epistemik antara kelompok Sunni dan Syi’ah. Kedua, terdapat perkembangan ilmu-ilmu teologi dan ilmu-ilmu awa’il yang telah ada sejak awal abad ke 2 H yang diprakarsai dengan lahirnya karya Washil Ibn Atha’ dalam bidang ilmu kalam, dan Khalid Ibn Yazid dalam bidang ilmu awa’il. Ketiga, terdapat faktor arabisasi birokrasi yang diawali dengan kabijakan Abd Malik Ibn Marwan yang merubah penggunaan bahasa administrasi dari bahasa asing ke bahasa Arab. Keempat, terdapat pengaruh-pengaruh sekularisasi dalam sistem epistemik nalar Arab dalam banyak bidang yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tertentu seperti Abdullah Ibn Muqaffa. Dengan demikian al-Jabiri hendak membongkar sisi-sisi tersembunyi dari terbentuknya konstruksi nalar Arab sebagai dasar epistemik masyarakat Arab untuk melakukan justifikasi terhadap sesuatu terutama atas ilmu pengetahuan.